I'M THE NECROMANCER KING

I'M THE NECROMANCER KING
Chapter 86 : Pengaturan Tugas Baru



"Asta, ada apa?" Sang ratu berjalan dengan kesulitan dan berdiri di belakang Mavis. Dia mengedarkan pandangannya ke sekitar, mencoba mencari tau apa yang sebenarnya sedang terjadi.


Sebelumnya, dia hanya menyuruh sang pangeran untuk memanggil penjaga di luar, akan tetapi begitu dia mendengar suara keributan dari dalam, hatinya menjadi gelisah dan penasaran. Dia pun memutuskan untuk melihatnya sendiri.


"Bu? Mengapa tidak menunggu di dalam saja?" Mavis segera membantu sang ratu untuk berdiri dengan benar.


Sementara itu, Hina yang juga mengetahui kemunculan ratu ikut mendekat dan mengambil alih dari sang pangeran untuk membantu sang ratu berdiri, dibantu pelayan juniornya.


"Apa yang terjadi?" Sang ratu kembali bertanya, karena belum ada yang menjelaskan padanya.


"Ah, bukan apa-apa." Mavis berkata dengan terkekeh pelan, kemudian melanjutkan, "Bibi Hina, tolong antar Yang Mulia Ratu menuju kediamannya untuk beristirahat."


"Sudah menjadi tugasku, Pangeran." Hina memberi salam perpisahan, kemudian membantu sang ratu berjalan pergi meninggalkan tempat itu.


Selepas kepergian mereka, Mavis menginstruksikan ara prajurit yang dibebankan untuk menjaganya untuk tetap berada di luar kamarnya, dia juga berpesan untuk tidak masuk ke dalam kamar sebelum Mavis sendiri yang mengizinkan mereka masuk, atau mereka tau hal buruk apa yang akan terjadi jika mereka melanggarnya.


Mavis kembali masuk ke dalam kamar, menutup pintu, lalu berjalan menuju jendela kamarnya. Dia melirik ke arah luar dan mendapati pekarangan kecilnya kosong dan tidak terlihat sosok yang biasanya datang untuk merawat tanaman-tanaman itu, juga sinar matahari sudah begitu terik dia rasakan. Mavis mengira-ngira, sepertinya ini sudah siang?


"Kalian, keluarlah."


Mavis membalik badannya dan menunggu kedatangan para makhluk bayangannya. Tak menunggu lama setelah perintah dari tuannya itu, segera satu persatu para makhluk bayangan muncul dari gas hitam di beberapa titik. Apa yang membuat Mavis antusias saat ini karena ingin melihat bagaimana penampilan kru baru beranggotakan lima orang itu. Terutama dia menantikan kemunculan Wed, makhluk bayangan yang pada saat ini terkuat di antara makhluk bayangan yang lain, setidaknya itu yang dikatakan oleh sistem melihat grade yang dimilikinya lebih baik dibandingkan yang lainnya.


Benar saja, begitu semua para makhluk panggilan muncul dan langsung memberi salam penghormatan, sesuatu membuat Mavis sedikit terkejut. Pasalnya itu ketika salah satu dari mereka memberikan salam penghormatan, manik mata Mavis membulat saat memandangi tampilan anak muda berperawakan dua puluh tahunan. Dia menebak-nebak siapa sosok itu? Ini pastilah kejadian yang sama terjadi pada Mikaela. Pada saat itu Mikaela hanyalah iblis tua yang berperawakan seperti nenek-nenek, tapi begitu mengalami kebangkitan oleh kekuatan Mavis, dia berubah menjadi sosok yang sekarang ini, wanita muda dengan kecantikan yang bisa menghancurkan suatu kerajaan.


"Kau ... Flint?" kata Mavis sambil menunjuk jarinya kepada sosok itu.


"Oh?"


Berdiam sesaat, Mavis memilih mengedarkan pandangannya untuk mengoreksi satu persatu dari mereka. Dan setelah lama melihat dan menyadari Flint, Violet, Ezekiel, dan Scott sudah dia kenali, hanya tersisa satu iblis yang belum dia lihat, dan itu sebenarnya yang paling ingin Mavis lihat keberadaannya.


"Mungkinkah...."


"Tuan, aku Wed."


Melihat tuannya itu kebingungan, Wed mengenalkan dirinya kepada Mavis. Memang, itu terasa canggung karena iblis itu sendiri sangat bingung mengapa penampilannya bisa berubah kembali seperti usia mudanya, akan tetapi setelah mendengar penjelasan dari Mikaela, Wed menjadi begitu senang. Ini yang dinamakan berkah dari tuannya, begitu yang dikatakan Mikaela kepada Wed, jadi itu membuat iblis tua itu menjadi bersemangat, dia sangat beruntung mendapat kasih sayang dari tuannya.


"Oh, kamu benar-benar berhasil mengelabuhiku." Mavis terkekeh melihat pria tua yang dulunya terlihat berkarisma dan kuat kini terlihat seperti pria muda yang tidak banyak menonjol, bahkan bila menyebutkan tubuh itu tidak memiliki jejak otot-otot yang duku dimilikinya. Membuat Mavis sedikit khawatir itu akan mempengaruhi kekuatan dari pelayannya itu.


Ini hanya untuk memastikan, Mavis pun bertanya, "Ada yang ingin ku tanyakan, melihat penampilanmu yang sekarang, apa itu berdampak buruk pada kemampuan bertarungmu?"


"Tuanku, ini suatu kehormatan bagiku untuk mendapatkan kemuliaan dari Tuan Agung. Mengenai perubahan ini, Tuanku tidak perlu cemas karena aku merasa lebih kuat dari diriku yang sebelumnya. Terimakasih, Tuan." Wed berkata dengan tenangnya, benar hanya penampilannya yang berubah tapi sikap yang dia miliki tidaklah berubah.


Setelah mendengar pernyataan dari pelayannya itu, Mavis menarik napas lega karena dia dapat tenang setelahnya. Kemudian dia berdiam sesaat sambil berpikir untuk mulai membuat pengaturan bagi mereka. Mengingat nantinya dia akan tinggal di tempat yang jauh dari segala fasilitas pelayanan, dia membutuhkan para makhluk bayangannya untuk bekerja. Mavis pribadi sudah memikirkan matang-matang, seterusnya setelah berada di tempat tinggalnya yang baru nanti, dia tidak ingin dilayani oleh orang asing. Dia benar-benar ingin memiliki privasinya sendiri, dengan begitu dia bisa bebas leluasa di tempatnya yang baru.


"Kalian semua dengarkan aku baik-baik. Mulai sekarang aku memiliki tugas baru untuk kalian. Di tempat baru nanti, kalian akan mendapatkan peran mengurus sendiri segala kebutuhanku, menggantikan para pelayan," kata Mavis.


"Tuan harap yakin, kami akan sangat senang bisa berguna untuk Tuanku," kata Mikaela sambil tersenyum. Sementara yang lainnya hanya tersenyum dan mengangguk sebagai bukti bahwa mereka tidak keberatan dan justru merasa senang.


"Baik, sangat baik. Kalau begitu aku akan mulai memberi kalian tugas satu persatu." Mavis berkata sambil tersenyum dengan penuh makna.