
Tak ingin berlama-lama Mavis segera memfokuskan diri untuk melakukan ritual pembangkitan. Hal pertama yang Mavis lakukan yaitu memilih salah satu di antara mereka untuk menjadi yang pertama dibangkitkan, dia memilih penasihat kekaisaran itu untuk menjadi makhluk panggilannya yang ke empat belas!
Segera, dia mengulurkan tangannya ke depan, mengarahkan telapak tangannya itu ke bangkai tubuh tersebut.
"Bangkitlah."
Sebuah asap hitam mulai tercipta dan itu perlahan muncul semakin banyak dari bawah tubuh jasad pria tua itu, kemudian naik dan menelan tubuhnya tanpa tersisa. Kemudian, selang beberapa saat sebuah notifikasi muncul pada jendela sistem dan asap yang menyelimuti jasad pria itu perlahan menghilang.
Sistem : Mengekstrak bangkai berhasil [14/20]
Mavis sedikit linglung melihat layar tatap muka sistem, itu karena menampilkan informasi yang baru. Mengapa jumlah ruang dalam mengekstrak bertambah? Mavis merasa aneh dengan itu. Sebelumnya terakhir kali dia lihat, sewaktu membangkitkan Ivar di pemukiman goblin, itu hanyalah berjumlah lima belas ruang. Dan sekarang dia lihat dengan matanya angka itu bertambah menjadi dua puluh?
"Apa itu karena aku telah naik level sebelumnya?" Mavis bergumam ketika menatap jendela sistem sambil memegangi dagunya.
Waktu itu saat dia sedang dalam perjalanan bersama kelompoknya kembali ke kerajaan Sriwijaya, Mavis mendapatkan pesan dari sistem bahwa dia telah naik level beberapa kali, hanya saja Mavis belum memeriksa itu karena sedang fokus mengendarai kudanya. Dia sedikit terkejut pada awalnya, tapi dia segera sadar mungkin itu karena Mikaela, Ivar, Becky dan Becca sedang bertarung di tempat lain, seperti yang pernah dilakukan Buster saat membunuh prajurit suruhan Selir Juleaha, itu memungkinkan Mavis ikut mendapat bar pengalaman.
"Sambut pelayan ini kepada Tuanku." Pria tua berjubah biru itu mengambil posisi setengah bersujud tanpa malu. Itu begitu tulus dan hormat kepada Mavis.
"Kau bisa bangun," kata Mavis dengan tak acuh, dia bahkan tidak repot melihat pria itu dan masih serius memandangi layar tatap muka sistem. Dia lebih tertarik untuk melihat status dia saat ini, karena itu sangatlah penting bagi perkembangan dirinya. Semakin tinggi level yang dia miliki maka dia akan semakin bertambah kuat.
Sistem : menampilkan data untuk pengguna sistem.
Nama : Asta
Ras : Manusia
Level : 21
Job : Necromancer, Penyihir Spirit Bumi
Gelar : Pengguna Sistem, Seorang Yang Pertama
Kemampuan : Mengekstrak bangkai (14/20), Kutukan Ular Karaka, Hentakan bumi, Peningkatan tubuh
Seperti yang Mavis duga, batas ruang dalam kemampuan mengekstrak bangkai telah bertambah karena levelnya juga bertambah banyak. Dalam hati Mavis sebenarnya bersukacita atas prestasi barunya, melihat levelnya saat Ini telah melambung enam level dari sebelumnya. Akan tetapi, dia juga memikirkan kembali pertarungan Mikaela bersama ketiga lainnya saat melawan para pasukan dari kekaisaran itu. Jumlah mereka sangatlah banyak, berjumlah ribuan yang mati terbunuh di tangan Mikaela, Ivar, Becky dan Becca. Namun, level dia hanya bertambah lima angka?
Terlalu mengerikan ketika Mavis membandingkan dengan pada saat Buster membunuh hanya beberapa prajurit di kediaman sang ratu, dia mendapat satu kenaikan level. Juga, saat pembantaian ratusan goblin sewaktu itu level dia bertambah banyak, melejit menjadi level enam belas. Dan di sini Mikaela dan ketiga makhluk panggilan lainnya yang telah membunuh hampir seluruh tim ekspedisi berjumlah lima belas ribuan, hanya menyumbang lima level baginya?
Sampai di sini Mavis menyadari bahwa semakin tinggi level yang dia punya maka bar pengalaman yang dia butuhkan akan semakin banyak. Mulai dari sekarang Mavis akan sulit menaikan levelnya jika hanya mengandalkan makhluk panggilannya itu. Oleh karenanya, Mavis cepat atau lambat harus memikirkan cara lain untuk meningkatkan level, jika di ingin bertahan dari musuh-musuh yang suatu saat akan muncul dan mengusik kehidupannya.
"Ah, ya sudahlah," kata Mavis dalam hati, lagi pula dia tidak boleh terlalu serakah dalam meminta dari sistem.
Setelah berhenti dalam pemikirannya, Mavis menatap langsung pria berjubah dihadapannya yang sedari tadi diam dan tenang. Begitu Mavis melihat wajahnya itu, dia segera menaikan salah satu alisnya karena terkejut heran. Kakek itu sejatinya telah berubah penampilan menjadi terlihat lebih muda, rambut putihnya telah berganti menjadi kembali hitam dan kulit keriputnya telah berubah menjadi kencang lagi! Dia bukanlah pria berumur enam puluhan yang sebelumnya Mavis lihat sewaktu tergeletak tak bernyawa di tanah, dia yang sekarang terlihat seperti om-om tampan yang bisa dengan mudah mendapatkan hati para wanita di luaran sana jika dia mau.
"Apakah benar dia orang yang sama?" Karena masih tidak percaya Mavis melirik kebelakang menatap mereka yang menonton dan menunggu tuannya.
"Cukup yakin, sepertinya setiap hal yang aku bangkitkan akan mengalami perubahan setelahnya," gumam Mavis.
"Oh ya, tapi mengapa dia berubah tidak seperti yang lain?"
Mavis menjadi teringat saat dia membangkitkan Buster. Meskipun Buster adalah seekor burung sebelum dia dibangkitkan, mengapa itu tidak berubah menjadi baik? Penampilan Buster bahkan seperti manusia jadi-jadian dengan tubuh setengah burung berkulit gelap. Itu membuatnya tidak bisa berjalan bersama yang lain mengikuti Mavis, dia hanya bisa bersembunyi di balik bayangan tuannya dan hanya keluar jika dibutuhkan.
"Ya, mungkin jika aku membangkitkan bangkai hewan lain, apa itu akan terjadi hal yang sama?" Mavis tiba-tiba tertawa mesum dalam hati ketika memikirkan sesuatu. Dia terpikirkan bagaimana jika dia suatu saat membangkitkan bangkai seekor kelinci? Apa itu bisa berubah menjadi seorang wanita imut bertelinga panjang dengan bulu halus di seluruh tubuhnya? Itu akan terlihat bagus jika sama seperti para wanita berkostum kelinci yang sering dijumpai di klub malam atau kasino di kehidupan Mavis sebelumnya.
Mavis menggelengkan kepalanya dan batuk pelan, dia mencoba menjernihkan pikirannya kembali.
"Aku memanggilmu dengan apa?"
"Sebelum aku dibangkitkan, namaku Barok, Tuan," kata pria itu dengan penuh ketenangan dan hormat.
"Baik-baik saja maka, aku akan memanggilmu Barok," kata Mavis.
"Apa kamu dapat bersumpah setia kepadaku? Tidak akan mengkhianati aku dan melakukan segala perintahku?"
"Tuan, aku bersumpah setia kepada Tuanku. Aku akan menjadi perisai untuk melindungi Tuanku dan menjadi pedang tajam untuk menyingkirkan semua musuh Tuanku," kata Barok.
"Meski itu harus membunuh kerabat dan teman-temanmu?"
"Tuan harap yakin, aku yang sekarang hidup untuk menjadi pelayan setiamu. Aku sudah melepaskan semua ikatan dari benang kehidupanku sebelumnya, mereka bukanlah bagian dariku lagi. Jika Tuanku memintaku untuk membunuh, aku akan melakukannya dengan senang hati," kata Barok.
Mavis tersenyum, kemudian melanjutkan, "Baiklah, aku percaya."
Mavis jelas hanya bermain-main dengan Barok. Lagipula dia tidak khawatir, jika Barok berniat mengkhianatinya, itu hanya akan membuat dia menghilang menjadi kehampaan sebelum dia melakukannya. Sudah menjadi kodrat para makhluk panggilan, tidak akan bisa bahkan berniat menyakiti tuannya sendiri.
"Sekarang kita lihat, apa kemampuan om ini. Seorang penasihat kekaisaran, kuharap tidak mengecewakanku," gumam Mavis, dia segera membuka jendela sistem dan mengakses informasi tentang Barok.
Sistem : Menampilkan data untuk Barok.
Nama : Barok
Ras : Manusia
Grade : B
Level : 1
Kemampuan : Memanggil Golem, Tangan Kehendak Bumi, Meteor Api Penyucian, Napas Api, Perisai Tak Terlihat.
Keterangan : Barok adalah makhluk panggilan yang diekstrak oleh Asta dari bangkai manusia bernama Barok Scandornofi. Barok merupakan penyihir yang menguasai tiga tipe elemen spirit, bumi, udara, dan api. Semasa menjadi manusia Barok tercatat menjadi seorang penasihat Kekaisaran Menara Kembar dan memiliki pencapaian sebagai petualang berlencana merah.