I'M THE NECROMANCER KING

I'M THE NECROMANCER KING
Chapter 77 : Langkah Awal Dan Tujuan Baru Sang Pangeran



"Ya, mulai dari sini Yang Mulia bisa menyiapkan segala sesuatu mengenai keberangkatan," kata Mavis.


Raja Cornelius terkekeh ringan, sambil bersukacita memandangi Mavis. Dia sempat berpikir, apa benar anak yang sedang dihadapannya ini masih seorang pangeran yang dia kenal? Perubahan demi perubahan Raja Cornelius rasakan dari anaknya itu, semenjak dia mengurungnya.


Apa benar hanya hukuman kamar saja bisa sampai merubah sifat seseorang sebegitu besarnya? Raja Cornelius sendiri tidaklah sebodoh itu untuk percaya. Sang raja benar-benar merasa Pangeran Asta yang sekarang seperti orang yang lain. Sesuatu pasti telah terjadi pada sang pangeran tanpa sepengetahuannya, sampai merubah anak itu menjadi lebih baik seperti sekarang ini.


Sang Raja tentu tidak mungkin menanyakan langsung penyebabnya kepada sang pangeran. Yang ada dipikiran sang raja, selagi perubahan itu bersifat baik, itu tidaklah penting untuk mencari tau. Lagipula, bukankah setiap orang mempunyai rahasianya masing-masing?


"Kali ini aku berhutang sekali lagi padamu, Nak. Aku sangat berterimakasih kamu telah banyak berjasa dalam membantu menyelesaikan banyak masalah belakangan ini," kata Raja Cornelius, lalu dia tersenyum dan diam sesaat.


Tak lama kemudian, sang raja melanjutkan, "Agar aku tidak terlihat begitu buruk sebagai seorang raja, aku memiliki sedikit hadiah untukmu. Aku dengar dari pelayanmu, kalau tidak salah namanya Sasha? Kau pernah meminta untuk dicarikan seorang guru, benar begitu?"


Mavis tiba-tiba teringat jauh ketika dia meminta kepada Sasha untuk dicarikan seorang guru yang bisa mengajarinya tentang banyak hal. Akan tetapi, Mavis setelahnya menyadari bahwa itu hal yang sia-sia. Sekeras apapun dia berlatih, entah itu keterampilan berpedang ataupun mantra sihir dari dunia ini, Mavis tidaklah bisa. Hukum dunia ini seolah menolak keberadaanya, dia benar-benar tidak bisa mengolah energi spirit seperti mereka yang hidup di sini.


Dengan begitu, satu-satunya jalan agar dia bisa meningkatkan kekuatannya hanyalah dengan menaikan level. Juga, dengan kemampuan mengerikan di tangannya, Mavis harus mengumpulkan sebanyak-banyaknya, kini dia seperti seorang kolektor pencari barang-barang berkualitas!


"Maaf Yang Mulia, aku telah berubah pikiran mengenai hal itu, aku sudah tidak lagi membutuhkan seorang guru," kata Mavis, dia serius ada perkataanya.


"Sangat disayangkan, sebenarnya aku telah meminta Alice untuk mengajarimu dan kebetulan dia setuju untuk membawamu untuk dijadikan sebagai muridnya. Akan tetapi, jika kamu memang tidak tertarik, apa boleh buat," kata Raja Cornelius.


"Maaf jika aku telah banyak menyusahkan Yang Mulia, sampai-sampai repot mencarikan aku seorang guru," kata Mavis dengan nada lembut, dia benar-benar tidak bermaksud untuk mengerjai sang raja.


"Tidak masalah, tidak perlu membuatmu sampai terbebani. Kalau begitu, katakan saja apa yang kamu inginkan."


"Yang Mulia sepertinya telah salah paham di sini. Aku melakukan semuanya hanya untuk keselamatan sang ratu, ibuku sendiri. Tidak perlu untuk Yang Mulia bermurah hati memberikanku sebuah imbalan. Dan juga tentang masalah Lily yang akan pergi ke Kerajaan Baratajaya, itu semua kulakukan hanya demi kepentingan kerajaan. Yang Mulia sungguh tidak perlu memberi apapun," kata Mavis.


"Kau membuatnya menjadi begitu sulit. Katakan saja Nak, apa yang kamu inginkan? Saat ulang tahunmu sebelumnya aku bahkan belum sempat memberimu hadiah yang pantas. Tak bisakah kau meminta sesuatu dariku sekarang? Tidak seperti kamu yang biasanya, sekarang mengapa kau begitu malu meminta pada ayahmu ini?" Sang Raja menghela napas berat.


"Yang Mulia, kalau begitu maaf jika aku harus menyusahkanmu. Jika Yang Mulia tidak keberatan, apa aku boleh memiliki wilayahku sendiri di pinggir perbatasan? Tidak perlu sesuatu yang hebat, sebuah kastil kecil atau desa terbelakang, itu tidaklah menjadi masalah. Lokasinya haruslah berada di daerah selatan kekaisaran, paling dekat dengan wilayah luar," kata Mavis.


Dia tiba-tiba terpikirkan untuk memiliki tempat tinggalnya sendiri. Setelah melihat bagaimana seorang Earl Edward memerintah wilayahnya sendiri sampai sehebat itu, memicu Mavis untuk belajar dalam hal memerintah wilayahnya sendiri, sehingga dia akan jauh lebih berpengalaman jika ingin memerintah kelak.


Perlu diketahui, baru-baru ini Mavis juga memiliki tujuan baru. selain tujuan utamanya untuk bertahan hidup di dunia barunya ini, Mavis memiliki ambisi untuk menyatukan seluruh daratan yang ada di benua ini! Menyatukan seluruh ras dan hidup damai tanpa ada konflik perselisihan. Akan tetapi perjalanan Mavis masih sangatlah jauh dari tujuannya, juga dia masih harus bertemu dengan bahaya lain yang akan datang cepat atau lambat.


"Bagaimana, Yang Mulia?" Mavis bertanya lagi setelah beberapa saat tidak mendapat balasan dari sang raja.


Setelah Mavis menyatakan keinginannya, Raja Cornelius tersentak dan linglung di saat yang bersamaan. Tidak tau apa yang sedang sang raja pikirkan, tapi saat ini dia masih terdiam menatapi bocah di hadapannya yang bahkan belum dikatakan dewasa itu. Sang raja benar-benar kehabisan kata-katanya, dia tau jelas dari cara Mavis meminta tidak ada jejak main-main di sana, akan tetapi dia masihlah seorang anak kecil! Terlalu dini bagi seorang pangeran kecil dan tampan sepertinya untuk meminta tempat tinggal yang terpisah sendiri, betapa berbahayanya terlebih Mavis meminta tempat yang tidak masuk akal! Dia meminta tempat yang jauh dari benteng utama kerajaan dan itu ada di wilayah perbatasan!


Darimana datangnya kepercayaan bocah ini? Sang Raja benar-benar bingung harus menjawab apa, apakah dia akan menyetujui keinginan anaknya itu atau tidak mengindahkannya. Bagaimanapun Ini juga terlalu tiba-tiba baginya, dia harus memikirkan segala sesuatunya dengan matang-matang.


"Nak, mengapa kamu berniat pergi dan tinggal di tempat yang jauh dari sini? Kamu masih terlalu muda untuk berpergian sendiri, akan sangat sulit untuk aku mengizinkannya. Terlebih, ibumu tidak akan setuju dengan hal itu, dia pasti akan marah jika aku memberimu izin untuk pergi."


"Apa kau bisa mengatakan padaku alasannya terlebih dahulu?"


"Yang Mulia, kau tau, aku tidak ingin terus menjadi seorang pangeran yang hanya bisa terus menerima manfaat darimu. Aku ingin belajar untuk hidup mandiri, lepas dari segala fasilitas yang aku dapatkan selama ini. Dengan aku berada di sana, aku akan menjadi cepat belajar cara untuk mengurus diriku sendiri," kata Mavis.


"Mengenai ibu, aku akan mencoba yang terbaik untuk berbicara dengannya. Aku yakin ibu pasti akan mengizinkan aku pergi pada akhirnya."


Mavis masih memperjuangkan keinginannya. Bagaimanapun Ini tidak boleh dia sia-siakan, terlebih sang raja sendiri yang menawarkan hadiah kepada Mavis. Dan cukup beruntung saat itu juga dia tiba-tiba ingat bahwa letak pemukiman goblin kebetulan berada di luar selatan kerajaan. Itu akan membuatnya semakin mudah berpergian jika Mavis bisa tinggal di dekat sana. Maka dari itu Mavis berinisiatif meminta tempat tinggal di perbatasan wilayah selatan.


Tidak masalah jika itu tempat pemukiman yang terbengkalai sekalipun, Mavis masih bisa merubahnya menjadi tempat yang layak dan nyaman dihuni. Pada dasarnya di manapun itu, entah itu di kehidupannya sebelumnya atau di dunia ini, selama dia memiliki uang, tidak ada satupun yang mustahil untum dilakukan! Yang terpenting di sini, dia haruslah mendapatkan izin terlebih dahulu untuk tinggal di perbatasan selatan. Dengan begitu dia bisa menjadi lebih leluasa tanpa dibatasi ruang geraknya.