I'M THE NECROMANCER KING

I'M THE NECROMANCER KING
Chapter 59 : Sebuah Peringatan



Perdebatan itu masih berlanjut, kini tidak hanya dua pihak yang terlibat, beberapa raja dan ratu yang tidak setuju dengan pengaturan ikut membuat keributan. Mereka menuntut Penasihat Barok untuk mengubah formasi ini dan membuat pengaturan seperti yang mereka masing-masing inginkan, tetapi itu hal yang mustahil! Formasi ini ada dasarnya sudah dipertimbangkan baik-baik olehnya, sang kaisar juga telah melihat dan setuju dengan pengaturan itu.


Kini para raja dan ratu yang merasa tidak diuntungkan hanya bisa terdiam dengan muka gelap setelah mendengar penjelasan Penasihat Barok. Mereka tidak memiliki kekuatan untuk menolak jika sang kaisar saja sudah setuju dengan itu. Par raja dan ratu itu hanya bisa menggerutu dalam hati dan saling melirik di antara yang lain. Beberapa juga sibuk melirik satu sama lain seperti yang dilakukan Raja Hansington dan Raja Bagar. Keduanya dengan sengit menatap dengan aura kebencian yang merembes dari keduanya, siapapun yang melihat pasti tau mereka adalah musuh bebuyutan.


Tepat ketika Penasihat Barok menghela napas lega melihat raja dan ratu di hadapannya sudah mulai tenang, tiba-tiba suara gemuruh datang dari langit dan dia merasa kekuatannya ditekan. Dia yang merupakan pemiliki lencana merah tidak bisa membantu tapi terkejut dan menahan napas saat merasakan kehadirannya. Sebuah keberadaan yang kuat!


"Menyingkir!"


Penasihat Barok berteriak dan membuat para raja dan ratu bertanya keheranan. Sebelum mereka dapat pulih dari kebingungan, mereka telah terbawa oleh kekuatan magis milik Penasihat Barok dan berpindah menjadi di sudut ruangan, mereka pada kenyataanya menjadi berkumpul dan berdesakan. Mereka menjadi tampak kesal dengan pria tua di depan itu, mengapa tiba-tiba memindahkan mereka ke pojok aula? Namun, sebelum mereka bisa bertanya kepada Penasihat Barok, sebuah dentuman besar terdengar dari atap dan sebuah lubang tercipta sesudahnya. Langit terlihat dari celah lubang itu. Asap mengepul di dalam aula akibat reruntuhan yang jatuh.


Segera, ruangan menjadi membeku akibat suhu udara yang tiba-tiba melejit turun. Kristal-kristal es bermunculan dan merambat di bawah lantai batu aula, di sekitar reruntuhan. Begitu asap itu menghilang, semua dapat melihat dengan jelas sebuah tombak berwarna biru dengan bentuk menakjubkan seperti seekor naga es. Senjata itu sangatlah kuat! Penasihat Barok yang merupakan tokoh besar bahkan terkejut dan sulit bernapas ketika merasakan aura kematian dari senjata itu.


Dia terkejut.


Sangat mengerikan!


Seberapa banyak senjata itu digunakan untuk membunuh?


Para raja dan ratu semakin panik dan rahang mereka seakan jatuh ke tanah. Mereka akhirnya mengerti mengapa Penasihat Barok mengirim mereka terbang ke pojok aula itu. Mereka yang sebelumnya marah menjadi begitu bersyukur karena nyawa mereka telah diselamatkan oleh Penasihat Barok.


"Pergi! Serangan musuh!" Dengan sigap Penasihat Barok menyuruh para tokoh berpengaruh itu untuk segera pergi meninggalkan ruangan itu.


"Tetaplah di tempat kalian."


Sebuah suara terdengar dari arah luar pintu aula, para raja dan ratu yang hampir mencapai pintu itu menjadi gemetar ketakutan. Mereka kedinginan sekaligus ketakutan. Raja dan Ratu besar seperti Hansington dan Lagertha yang selama dikenal dengan pembawaannya yang tenang pun terlihat memasang wajah yang jelek. Pada dasarnya tidak ada yang tidak takut dengan kemunculan sosok kuat dan berbahaya itu. Merek akhirnya menyerah untuk pergi keluar aula dan balik berlarian menuju Penasihat Barok.


Penasihat Barok menjadi tidak tenang ketika para raja dan ratu itu gagal keluar dari aula. Mereka masih dalam bahaya selama berada di ruangan itu.


"Siapa?"


Pintu ruangan itu terbuka dan seorang wanita dengan penampilan dingin masuk ke dalam aula itu. Dia seorang wanita dengan tubuh mempesona dan wajah yang cantik. Para raja yang berada di belakang Penasihat Barok tidak bisa membantu tapi memelototi penampilan wanita itu.


"Siapa aku tidak perlu kamu tau. Di sini aku dan yang lainnya hanya ingin menyampaikan pesan dari Tuanku."


"Yang lainnya?" Penasihat Barok tenggelam dalam diam, dia merasa tertekan setelah mengetahui wanita itu tidak datang dengan seorang diri.


"Siapa! Siapa Tuan yang kamu layani? Dari kerajaan mana!" Ratu Lagertha yang biasa memilih diam secara tak terduga melompat di antara yang lain untuk bertanya. Para raja dan ratu yang berada di dekatnya pun linglung. Ratu Lagertha merasa tidak pernah mendapat perlakuan seperti ini, dia merasa terhina!


"Apa hanya manusia hina, kamu bahkan tidak memiliki kualifikasi untuk tau siapa Tuanku. Kalian lebih baik diam dan tidak mencoba memprovokasi kami. Tuanku hanya memberi instruksi untuk tidak membunuh, itu tidak menjadi masalah selama kami tidak mengambil hidup kalian."


"Lancang!" Ratu Lagertha mengepal kesal dan menggertakan giginya ketika dia tidak berani untuk berucap lebih jauh.


"Kalian harap tenang!" Penasihat Barok mengalami depresi karena tindakan sembrono ratu itu. Dia menekan mereka untuk tidak memprovokasi wanita itu lagi, dia bukan wanita yang dapat bahkan Penasihat Barok sendiri dapat provokasi.


"Melihat karakter kuat sepertimu datang, kalau boleh aku tau siapa yang mengutusmu?" Penasihat Barok bertanya dengan nada seramah mungkin, dia juga penasaran dari kerajaan mana datangnya monster ini?


"Oh? Perkataanku sebelumnya juga berlaku untuk kalian semua." Dengan dingin Mikaela tidak mencoba menjelaskan kembali.


"Kau!" Penasihat Barok hampir memuntahkan seteguk darah karena kesal. Bahkan orang sepertinya yang terakhir menyuruh para raja dan ratu itu tetap tenang malah ikut meledak kesal karena ucapan wanita itu.


Pada kenyataanya Penasihat Barok merupakan seorang tokoh berpengaruh, seorang pemegang lencana merah! Selain kaisar, tidak ada yang berani dengannya. Bahkan tokoh seperti dia merupakan tenaga pembangkit di sebuah kerajaan atau kekaisaran! Namun, sekarang seseorang telah menyebut dirinya tidak pantas bahkan mengetahui nama seseorang? Dari mana datangnya kepercayaan wanita itu! Begitu sombongnya!