
Selaras dengan apa yang diinginkan Merlin, ternyata tuannya itu menyukai kinerjanya yang baik. Dia merasa senang sekali tatkala Mavis memujinya di depan yang lain. Bukan semata-mata menyombong, hanya saja itu membuat dirinya tampak dihargai atas kerja kerasnya selama ini.
"Terimakasih, Tuan." Bellatrix tersenyum setelah membalas pujian dari tuannya itu. Lalu, dia kembali mundur dan bergabung dengan yang lainnya.
Kedua manik mata Mavis segera bergeser ke arah Luna. Dia melihat bagaimana ekspresi masam pada goblin itu, seakan mengisyaratkan bahwa dia tidaklah siap jika tuannya itu bertanya kepadanya. Luna pun semakin menunduk malu, terlebih ketika Mavis bertanya mengenai perkembangan bidang medis di pemukiman.
"Luna, bagaimana denganmu?" kata Mavis dengan nada penasaran. "Apa sesuatu yang buruk telah terjadi?"
"Tuan, ini...."
"Sebenarnya bidang kami kesulitan dalam mengumpulkan bahan-bahan pada daftar yang Tuan berikan. Sampai jauh ini kami hanya berhasil menemukan beberapa tanaman obat-obatan di dalam hutan dan hanya sanggup memproduksi cairan penyembuh untuk luka ringan," kata Luna dengan wajah memerah. Dia merasa kecil dibandingkan kepala bidang yang lain, semuanya bekerja keras dan membuahkan hasil yang menakjubkan. Namun, dia hanya bisa membuat satu ramuan obat saja?
"Maaf Tuan."
"Mengapa kamu harus meminta maaf? Aku yakin kamu telah bekerja keras untuk pemukiman ini sama seperti yang lainnya. Dan di sini aku juga menyadari bahwa tanaman-tanaman obat yang ada pada daftar hanya bisa tumbuh di tempat-tempat tertentu," kata Mavis.
Memang benar, daftar yang Mavis berikan kepada Luna sebelumnya banyak yang terlalu kompleks dan berkualitas tinggi. Mengingat itu merupakan daftar yang didapatkan dari pelayannya, Lily si master penyembuh. Mavis benar-benar lupa, seharusnya dia meminta daftar ramuan yang lebih sederhana dan mudah untuk dibuat. Meskipun pada akhirnya efek yang dihasilkan tidak begitu bagus.
Ah, bodohnya dia, tidak mempertimbangkan kalau daftar itu dibuat untuk para goblin yang memiliki segala keterbatasan.
Mavis pun yang tidak ingin larut dalam penyesalan, segera berpikir keras untuk mencari solusi dari permasalahan itu. Dia jatuh dalam pemikiran mendalam dengan mata tertutup dan jari telunjuknya mengetuk singgasana dengan ritme yang konstan. Sampai pada ketukan yang kesekian kali mendarat, Mavis tiba-tiba membuka matanya dan tersenyum.
"Tercatat sudah bisa menghasilkan setidaknya dua belas botol perharinya. Dalam waktu dekat, aku berniat menambah jumlah tenaga kerja agar dapat meningkatkan jumlah produksinya," kata Luna.
"Apa itu sudah mulai diperdagangkan?" kata Mavis.
"Tuan, aku tidak mengerti. Mungkinkah yang dimaksudkan dengan memberikan itu kepada para penduduk? Tuan harap yakin, kami telah mendistribusikan beberapa kepada para pekerja yang membutuhkan. Biasanya ketika mereka memiliki luka sehabis bekerja, mereka akan datang ke tempat kamp kami untuk mendapatkan ramuan itu," kata Luna seraya tersenyum. Nampaknya, moodnya telah kembali naik setelah tuannya itu tertarik untuk bertanya lebih jauh tentang hasil kinerjanya.
"Bukan, perdagangan yang aku maksudkan adalah menjual botol ramuan itu kepada para penduduk."
"Tuan, kami para goblin tidak mengenal yang namanya perdagangan. Bahkan para keturunan goblin asli yang mendiami benua utama ini juga tidak memiliki sistem seperti itu. Pada dasarnya kami hidup dengan saling berbagi," kata Ivar.
"Oh, jadi itu sebabnya kalian tidak mengerti apa yang aku katakan." Sesaat Mavis menghela napas berat, kemudian dia menatap Ivar seraya melanjutkan perkataannya, "Ivar, pergilah dan bawakan aku kandidat goblin yang menurutmu layak. Tidak harus pintar dalam aspek pengetahuan, utamakan saja yang memiliki sifat jujur dan juga setia."
"Dimengerti."
Ivar pun memberikan salam hormat sebelum akhirnya pergi.
"Maaf, Tuan. Kalau aku boleh tau, mengapa Tuanku mengintruksikan Ketua Ivar untuk mencari goblin lainnya? Apa kinerja kami tidak cukup memuaskan?" Isabella kini angkat bicara dengan wajahnya yang begitu khawatir.
"Tenanglah, ini tidak seperti yang kalian pikirkan. Aku hanya ingin mendirikan departemen keuangan, dan aku membutuhkan goblin lain untuk mengurusnya," kata Mavis.