I'M THE NECROMANCER KING

I'M THE NECROMANCER KING
Chapter 136 : Pertemuan Yang Tidak Disengaja



"Untuk sekarang lebih baik kita segera keluar dari tempat ini. Hari sudah menjelang malam, terlalu beresiko jika bermalam di sekitar sini." Sang komandan berkata dengan wajah serius kepada Braum dan yang lainnya. "Sampaikan kepada para prajurit untuk bergegas maju. Temukan tempat lapang untuk mengantisipasi serangan menyelinap dari pihak musuh."


Semua mengangguk dan menginstruksikan kepada para prajurit dan ahli lainnya untuk mempercepat langkah mereka.


Sementara itu, berjarak kurang lebih satu kilometer pada dataran hijau luas di atas tebing, terjadi perkelahian antara dua kubu, yang mana merupakan pria paruh baya dengan tubuh atletisnya dan seorang wanita dengan topi hitam yang menutupi sebagian wajahnya. Perlahan, salah satu pihak pun mulai terpojokkan seiring berjalannya waktu, wanita itu yang tak lain dan tak bukan adalah Yennefer. Saat ini dia sedang dalam pelarian dari kejaran orang-orang kuil suci yang menginginkan kematiannya. Namun, siapa sangka takdir bermain mata dengannya, di tengah perjalanan dia bertemu dengan rombongan sang ratu yang berniat kembali ke kerajaan.


Tentu, Yennefer bersyukur dan diam-diam mulai mengikuti rombongan itu kembali, pasalnya kebetulan dia juga masih harus kembali ke rumahnya untuk memberitahukan kepada keluarganya agar bergegas pergi. Bagaimanapun orang-orang kuil suci itu tidak akan begitu saja melepaskan siapapun yang memiliki hubungan dengannya, mereka akan datang dan membunuh semua kerabatnya tanpa ampun. Hanya di tengah aksinya mengekori rombongan itu, tanpa wanita itu sadari seorang ahli benar-benar menangkap basah dirinya dan langsung menyerangnya secara membabi buta.


Serangan demi serangan kuat terus diluncurkan pria itu, membuat beberapa kali Yennefer terpental mundur dengan posisi bertahan.


"Ahhkk..."


Sesaat suara rintihan dan riak darah keluar dari mulut mulus wanita itu ketika tubuhnya terpental dan menabrak sebuah batu besar. Yennefer bangkit dengan susah dan melihat pria gagah di hadapannya itu dengan pandangan yang rumit. Sebenarnya siapa pria berotot di hadapannya ini? Mengapa dia tiba-tiba menyerangnya? Apa pria itu benar-benar seorang ahli tersembunyi yang menjaga rombongan sang ratu?


"Katakan, siapa yang mengirimmu?" Pria paruh baya itu bertanya. Kali ini dia mengambil posisi berdiri dengan tenang, memandangi Yennefer yang tengah kesulitan mengatur napasnya. Terlihat tidak ada tanda-tanda pria itu akan bereaksi lagi untuk menyerang.


"Sudah sampai sejauh ini, Master ini baru bertanya?" Yennefer memalingkan wajahnya sesaat, seraya tersenyum geli kepada ahli misterius itu. "Maaf jika aku telah menyinggung Master, tapi aku sama sekali tidak memiliki niatan buruk terhadap rombongan itu. Dalam hal ini mungkin ada kesalahpahaman di antara kita. Perkenalkan, namaku Yennefer, tempat tinggalku juga berada di ibu kota kerajaan yang sama."


Pria misterius itu pun terdiam, begitu juga dengan Yennefer yang tidak berani melakukan gerakan mencurigakan di hadapannya. Dengan begitu pria itu mengendurkan sedikit penjagaannya, beralih menghubungi sang tuan melalui sambungan telepati. Setelahnya, pria itu kembali melaporkan tentang identitas wanita di hadapannya dan menunggu perintah selanjutnya.


".... dia mengatakan bahwa berasal dari ibu kota kerajaan yang sama, nama wanita itu Yennefer."


"Mengapa bisa dia ada di sana? Mungkinkah itu orang yang berbeda?" Sesaat pria di sebrang bergumam sebelum akhirnya melanjutkan perkataannya dengan tegas, "Kalau begitu bawa saja dia kembali bersamamu, jangan biarkan wanita itu sampai melarikan diri."


"Dimengerti."