I'M THE NECROMANCER KING

I'M THE NECROMANCER KING
Chapter 88 : Berlatih Dan Bersantai



Sudah hampir seminggu Mavis tidak memiliki sesuatu yang penting dia lakukan. Selama itu dia berlatih dan bersantai untuk hari-harinya sebelum pergi ke perbatasan selatan kerajaan. Dia berlatih dengan kemampuan dari sistem dan memiliki peningkatan sedikit dalam hal penguasaan. Meski demikian, tidak ada yang berubah dengan peningkatan level yang ditampilkan oleh sistem, Mavis sendiri sudah paham bagaimana kerja sistem yang sebenarnya, itu harus menuntut Mavis bertarung dan membunuh musuh-musuhnya di dunia ini.


Pagi itu Mavis memulai pelatihannya kembali, berada di taman belakang mansion para pangeran. Tempat itu cukup sering Mavis kunjungi karena memang sepi dan tidak ada yang berminat mengunjunginya. Bila menyebutkan para pangeran yang memiliki selera tinggi seperti saudara-saudaranya, Mavis percaya tidak mungkin sudi pergi ke tempat membosankan seperti taman. Terlebih Pangeran Randall, yang benci tempat kotor dan hanya bisa hidup di alam penuh kenyamanan.


"Sepertinya aku terlalu berlebihan hari ini. Mari beristirahat terlebih dahulu." Dalam hati Mavis menyuarakan pendapatnya ketika seluruh tubuhnya merasa mati rasa dan dia kesulitan untuk bernapas karena terlalu lelah dalam berlatih.


Mavis menjatuhkan bokongnya ke tanah, dan dia bersandar pada pohon tua itu. Dia mencoba menstabilkan napasnya sambil mengepakkan tangannya karena kepanasan. Sesaat dia melirik ke arah samping dan melihat Giraldo datang dengan membawa nampan yang di atasnya terdapat cangkir dan poci yang berisikan teh.


Sontak saja Mavis membulatkan mata dan memandang Giraldo dengan pandangan aneh. Selanjutnya dia mencoba menahan tawa begitu Giraldo sampai dihadapannya dan menawarkan minuman kepada tuannya itu dengan tersenyum.


Benar saja! Mavis tidak bisa untuk tidak tertawa dan meminta maaf sesudahnya. Sebenarnya Mavis penyebab mengapa Giraldo sampai melakukan hal konyol seperti itu. Mavis lah yang memberikan tugas kepada Giraldo untuk menyiapkan teh setiap paginya untuk Mavis, dia begitu usil memainkan para pelayannya. Dan benar saja, tanpa protes Giraldo terlihat senang datang membawakan teh untuk tuannya itu. Sungguh kontras dengan penampilannya yang besar, kekar, dan seperti goliath itu, mau-maunya melakukan hal yang tidak menggambarkan ciri khas dirinya sendiri. Mavis sebenarnya bisa menyuruh yang lain, seperti Becky dan Becca yang lebih cocok untuk itu, hanya saja keduanya sudah terlalu sibuk dengan daftar tugas mereka. Kebetulan juga Mavis kesulitan menemukan pekerjaan yang cocok untuk Giraldo, jadi dia saat itu berpikir nakal untuk menyuruh Giraldo menyiapkan teh setiap pagi untuknya.


"Tuan, silahkan minum."


Tangan besar itu menjangkau poci dan menuangkan teh ke dalam cangkir. Kemudian dia menyerahkan kepada tuannya itu untuk diminum.


"Aku memang tidak salah memilihmu untuk pekerjaan ini," kata Mavis. Kemudian dia meneguk teh itu dan memberikan kembali cangkir itu ke Giraldo.


Giraldo terlihat bangga dan kembali dalam barisan. Sementara itu, dengan segera Becky dan Becca saling menatap sebelum akhirnya salah satu sepakat untuk bicara.


"Tuan, aku akan pergi untuk membersihkan kamar bersama Becca." Becky berkata dengan canggung.


"Tidak perlu untuk itu. Sudah ada pelayan kerajaan yang membersihkan kamarku setiap harinya."


"Baik Tuan." Pada akhirnya Becky kembali dalam barisan dengan tenang.


"Kalian benar-benar tidak perlu untuk melakukan tugas itu sekarang. Jadi berhentilah untuk berpikiran melakukan semua itu di tempat ini, karena akan membuat keributan yang tidak perlu nantinya. Dan itu hanya akan menyulitkan aku," kata Mavis sambil tersenyum."