I'M THE NECROMANCER KING

I'M THE NECROMANCER KING
Chapter 120 : Perekrutan Hewan Peliharaan Baru



"Aku masih tidak percaya, sebenarnya Penasehat Barok telah membelot dari kekaisaran dan bergabung dengan kubu mereka!" Salah seorang raja berkomentar dari arah belakang Pangeran Philip. Orang-orang yang ada di ruangan itu pun telah menyadari akan sesuatu hal bahwa pria itu datang bukan untuk membantu sang kaisar, melainkan datang sebagai perwakilan dari kubu yang lain.


"Barok, apakah ini alasanmu tidak kembali ke kaisaran selepas perang itu?" Sama halnya dengan yang lain, sang kaisar berkeringat dingin dan terkejut setelah mendengar perkataan wanita tak dikenal itu dan mantan penasihatnya. "Tapi, mengapa? Apa selama ini kekaisaran belum cukup memberimu?"


"Cukup basa-basinya, apa pilihanmu?" kata Mikaela.


Sang kaisar pun terdiam sesaat, memandangi Barok dengan pandangan sayu. Pada dasarnya dia sudah pasrah dan lelah dengan semuanya. Di satu sisi dia tidak ingin tercatat dalam sejarah sebagai kaisar yang melarikan diri seperti pengecut, akan tetapi di sisi lain dia telah kehilangan segalanya dan tidak mungkin menang melawan mereka.


"Bunuh saja aku," kata sang kaisar, tersenyum kepada Barok dengan penuh ketulusan di wajahnya.


"Baiklah, jika itu keputusanmu." Mikaela pun melesat dengan instan dan tiba-tiba muncul di hadapan sang kaisar. Salah satu tangannya mencengkram leher sang kaisar dengan kuat, sampai mengangkat tubuh itu.


Sang kaisar sendiri merasa sesak pada lehernya dan menatap kedua manik mata Mikaela dari jarak yang sebegitu dekat. Dengan susah, dia pun membisikan sesuatu kepada Mikaela untuk terakhir kalinya, "Tolong, sampaikan pesanku ini kepada tuanmu untuk memperlakukannya dengan baik."


"Kamu tidak berhak mengatur tuanku," kata Mikaela.


Setelahnya, ruangan itu menjadi hening ketika Mikaela melepaskan cengkeramannya. Sang kaisar pun jatuh tersungkur di lantai, dengan kondisi kedua mata terpejam dan tersenyum penuh ketenangan. Tepatnya, sang kaisar tidak lagi bernyawa, hal itu membuat seisi ruangan membelalakkan mata melihat aksi kejam wanita itu. Sejatinya Mikaela tidak bercanda dengan apa yang dia katakan sebelumnya.


Mengetahui kematian sang kaisar telah dikonfirmasi kebenarannya, Pangeran Philip dan para pengikutnya segera gemetar ketakutan begitu menyadari bahwa target wanita iblis itu berikutnya adalah mereka. Ketika Mikaela berbalik dan mengedarkan pandangannya menatap mereka semua, tidak ada satupun yang berani bergerak ataupun bertindak macam-macam.


"Bagaimana dengan kalian?" Mikaela menatap Pangeran Philip saat melemparkan pertanyaannya. Lagipula, dia tidak lambat dalam menyadari bahwa semua akan jauh lebih mudah diputuskan setelah Pangeran Philip memilih, mengingat para pemberontak itu dibawah pimpinan sang pangeran. Pada akhirnya keputusan final ada pada Pangeran Philip, jika dia memutuskan untuk tunduk kepada kekuasaan tuan dibelakang wanita itu, maka para pengikutnya akan melakukan hal yang sama.


"Panggil semua master yang terpencar ke tempat ini, cepat!" kata Pangeran Philip, dia membentak salah seorang raja kecil yang tergabung dalam kekaisaran.


Mendengar perintah dari sang pangeran, raja itu kembali tersadar dan buru-buru menyuruh pelayan di belakangnya untuk meniupkan peluit khusus sebagai tanda untuk memanggil kawanan mereka. Sang pelayan pun segera meniup, setelahnya terdengar bunyi nyaring dan keras keluar dari pluit kecil itu. Sungguh, ini menarik perhatian Mavis yang tengah berada di atas naga es milik Becky.


Mavis cukup tertarik dengan kemampuan ajaib dari pluit kayu itu, meski ukurannya yang kecil tapi mampu menghasilkan suara yang dapat menjangkau area yang begitu luas. Namun, apa yang tidak diketahui oleh Mavis dan orang awam lainnya bahwa sebenarnya pluit itu merupakan artefak kelas rendah yang hanya bisa dimiliki oleh kerajaan atau kekaisaran berafiliasi tingkat lima dan di atasnya! Masih merupakan misteri bagi kekaisaran kecil seperti ini memiliki benda ajaib itu. Andai saja Mavis mengetahui tentang kebenarannya, dia tidak akan mungkin bisa bersikap santai seperti sekarang ini.


"Sekarang, aku ingin melihat apa kamu masih bisa bersikap sombong di hadapan puluhan master yang mendukungku ini!" Sang Pangeran mencoba untuk terlihat dominan di ruangan itu, hanya saja dia masih terlihat begitu gemetar dalam caranya berbicara.


Kemudian, Pangeran Philip pun melanjutkan seraya mengacungkan jari telunjuknya ke arah Mikaela, "Mengapa kalian diam saja! Tunggu apa lagi? Cepat, habisi wanita sombong itu!"


Merasa tidak ada satupun yang bergerak maju menyerang Mikaela, Pangeran Philip pun berbalik untuk melihat para masternya itu dengan aura penuh kebencian.


"Kalian...."


Baru saja Pangeran Philip hendak membentak para master itu, akan tetapi dia malah balik dikejutkan saat melihat mereka semua yang berekspresi sengit setelah merasakan langsung pancaran aura mematikan datang dari Mikaela. Ditambah lagi dengan penampakan tubuh naga yang tengah berselancar santai di atas langit itu. Beberapa di antara mereka yang baru saja datang bahkan melakukan hal lain yang lebih memalukan. Seperti halnya salah seorang petualang pria yang ketakutan sampai kencing di celananya, dan juga salah satu petualang wanita yang sangat terkejut dan langsung jatuh pingsan di tempat.


Pangeran Philip pun jatuh linglung dan kakinya terasa menjadi lunak. Dia jatuh kembali ke tanah setelah berbalik arah melihat keberadaan Mikaela. Saat ini Mikaela memang benar memperlihatkan sedikit aura mematikannya. Jadi, wajar saja orang-orang seperti mereka yang rata-rata hanya petualang berlencana biru tidak akan berkutik di hadapannya. Meski jumlah mereka puluhan atau ratusan pun, itu masih tidak ada bedanya seperti mainan anak-anak di mata Mikaela.


"Cukup bagi kalian membuat tuanku menunggu, tentukan pilihan kalian sekarang." Mikaela pun berjalan dan kemudian berhenti di tengah aula itu, tepatnya berada di depan Barok.


Para master yang tidak bodoh pun segera bersujud meminta kemurahan hati dari sosok tuan dibelakang wanita itu agar mengampuni nyawa mereka. Pada dasarnya mereka semua mulai bersumpah setia untuk tunduk dibawah kekuasaan tuan baru mereka itu.


Pangeran Philip pun menggertakan giginya dan segera jatuh dengan posisi setengah bersujud. Sesaat dia merenungkan dalam hati tentang kondisinya yang terdesak ini, setelahnya dia mendapatkan kesimpulan bahwa saat ini menyerah tidaklah begitu buruk. Lagipula, dari pada dia harus mati dalam kondisi hina seperti ini, lebih baik dia berpura-pura tunduk untuk sementara waktu. Hanya setelah dia menemukan celah, segera dia akan melarikan diri dari tempat ini. Yah, sepertinya tidak ada cara lain baginya untuk bertahan hidup.


Pangeran Philip pun mulai bersujud dengan wajah menjijikan, dia mulai melontarkan kata-kata pujian dan memalukan untuk pengampunan dirinya. Dia juga bersumpah untuk setia, tidak perlu ditanyakan lagi cara dia berbicara seratus delapan puluh derajat berbeda dari biasannya.


"Mikaela, cepat singkirkan daging berlemak ini dari hadapanku. Dia begitu tidak tau malu! Mencoba mengelabuhiku dengan kata-kata menjijikannya itu? Mimiplah! Dia hanya melebih-lebihkan kemampuannya," kata Mavis dengan nada malas.


Suara itu terdengar ketika suasana hening. Mikaela pun mengangguk sebagai tanggapan bahwa dia mengerti keinginan tuannya itu. Maka tanpa orang sadari, tubuh Mikaela sudah beranjak pergi dan muncul di hadapan Pangeran Philip yang masih bersujud. Selanjutnya, apa yang membuat para hadirin bergidik ngeri ketika Mikaela mengayunkan kakinya ke arah kepala pangeran itu. Segera, darah itu muncrat dan membanjiri lantai di sekitarnya.


Bagian atas milik sang pangeran itu pun jatuh dan menggelinding begitu saja, seperti bola yang tidak ada harganya. Para master di ruangan itu pun mulai menjerit gila dan membenturkan kepala mereka berulang kali ke lantai, seraya meminta untuk mengampuni nyawa mereka. Katakan saja, mereka akan melakukan apapun yang diinginkan tuannya itu, bahkan jika menyebutkan mereka diminta menjadi hewan peliharaan mereka tidak akan menolaknya.