
Panah tak terhitung meluncur dan menembus tubuh para prajurit yang dilaluinya. Berdiri di barisan terdepan, terlihat pemandangan tak biasa seorang pemanah tengah menembakan senjata mematikannya itu dengan ritme yang sangat cepat. Mengenakan pakaian kulit berwarna kecoklatan, serta tabung khusus di belakang punggung sebagai tempat menyimpan ratusan anak panah, Ezekiel memperlihatkan kemampuan sejatinya ketika mengerahkan seluruh kekuatannya. Dia bersama dengan kawan makhluk bayangan yang lainnya telah memburu ribuan prajurit dan beberapa ahli berlencana merah pada pihak musuh, akan tetapi belum juga terlihat tanda-tanda kelelahan yang berarti.
"Tuan, lihat! Nona Becky sangat cantik ketika menunggangi naga es miliknya," kata pemuda berwajah polos yang berdiri tak jauh dari Ezekiel. Namanya Britt, anak yang sejak kecilnya dibesarkan di wilayah kumuh perbatasan selatan kerajaan. Pemuda itu telah cukup umur dan oleh karena itu mendapatkan tugas untuk ikut serta dalam medan pertempuran kali ini. Meski demikian, pemuda itu sangat antusias ketika mendapatkan tugas berbahaya yaitu membawa tabung cadangan untuk persediaan Ezekiel.
"Berhenti mengatakan sesuatu yang dapat menggangu konsentrasiku." Ezekiel berkata dengan tegas sembari menembakan anak panah tanpa berkedip. Pemuda bernama Britt itu pun segera menutup mulutnya rapat-rapat. Meski matanya masih berbinar dan takjub melihat naga es itu melayang di atas langit, dia tidak ingin menyusahkan tuannya itu.
Di langit.
Becky mengamuk dengan menunggangi naga birunya, membuat teror kepada prajurit lini depan musuh yang kesulitan menangani kerusakan. Sementara itu, kerjasama antara Scott dan Violet dipertontonkan untuk pertama kalinya di hadapan Mavis. Pria itu tanpa henti mengerahkan seluruh kemampuannya dalam menciptakan sebuah mahakarya yang sangat menakjubkan, hanya butuh beberapa menit dia mampu menciptakan gambar makhluk-makhluk buas yang dulu merupakan sekutu ras iblis. Seperti perwujudan wendigo, harpy, boitata, dan mapinguari, pria itu melukis mereka dengan sangat nyata.
Pertama kali Scott menciptakan lukisan perwujudan makhluk wendigo, mimpi buruk bagi ras manusia pada jaman dahulu. Nampak seperti seekor anjing besar dengan tubuh seperti manusia yang berjalan menggunakan kedua kaki. Sejatinya mereka merupakan makhluk jahat pemangsa daging manusia, mereka tidak akan puas hanya dengan satu korban dan akan terus memburu manusia.
Kedua kalinya Scott menciptakan harpy, makhluk perwujudan setengah wanita, dan setengah burung elang yang mengerikan. Dikatakan bahwa jaman dahulu para harpy memiliki kebiasaan mencuri jasad manusia yang sudah mati, menyebarkan bau busuk, dan meracuni makanan di desa-desa yang dilewatinya. Para harpy merupakan salah satu musuh yang nyata bagi ras manusia.
Begitu juga dengan boitata dan mapinguari, kedua makhluk mengerikan itu sukses dilukis oleh Scott. Penampilan boitata sendiri makhluk yang berwujud ular raksasa dengan tanduk banteng dan mata berapi-api besar yang merangkak di atas permukaan tanah. Kulitnya tebal dan memercikan api ketika dia sedang berhadapan dengan bahaya. Di samping itu juga makhluk ini memiliki kemampuan mata yang mana dapat membutakan siapapun yang lebih lemah darinya. Sementara itu mahkluk terakhir yang dilukiskan pria itu yaitu mapinguari, makhluk kuno yang mengambil bentuk seperti seekor beruang besar, berkaki dua, berbulu warna coklat yang memiliki mulut sangat besar di perutnya.
Para prajurit tentu terbelalak begitu makhluk-makhluk kuno yang hanya mereka temukan di buku-buku catatan sejarah itu secara tiba-tiba bermunculan dan menyerbu ke arah mereka. Seperti mimpi buruk yang menjadi kenyataan, salah satu prajurit menjatuhkan diri ke tanah ketika ketakutan melihat prajurit lain tengah ditelan secara brutal oleh mapinguari di depan matanya.
"Ti-tidak! Selamatkan aku!"
Prajurit itu perlahan mundur dengan menyeret tubuhnya yang masih terduduk lemas. Setelah mapinguari itu selesai dengan buruannya, sorot mata itu segera menangkap sasaran berikutnya dan berlari dengan langkah besar. Prajurit lemah berambut emas itu menutup wajahnya dengan lengan kanan, gemetar karena tau dia tidak akan selamat dari serangan makhluk mengerikan itu.
"Menyingkirlah, jika kamu masih menginginkan hidup."
Hanya di saat detik-detik terakhir ketika prajurit itu mengatupkan gigi dan berpikir bahwa dia sudah mati ditangan monster mengerikan itu, suara menyenangkan datang dari arah depan tubuhnya. Ketika prajurit itu membuka mata dan mengembalikan visinya, seorang pria berotot muncul dan menahan rongga mulut mapinguari yang sedang mencoba melahap tubuhnya. Selanjutnya dengan mengerahkan seluruh kekuatan tangannya, pria paruh baya itu berhasil merobek langit-langit mulut mapinguari yang berada di hadapannya itu. Segera tinta hitam tercerai dari sisa tubuh mapinguari yang hancur dan kemudian berjatuhan ke tanah dengan sekejap.
"Terimakasih, Tuan Smith." Prajurit itu berubah cerah dan tanpa bisa dia cegah mengeluarkan air mata penuh suka cita. Kemudian dia meraih tangan pria paruh baya itu untuk bangkit berdiri. Prajurit itupun segera memberi salam perpisahan kepada ahli yang dikenalnya itu, sebelum pada akhirnya pergi ke tempat medan perang lain, dan menyerahkan bagian tempat itu kepadanya.
"Sangat tidak masuk akal! Hanya sebuah ilusi memiliki tingkatan sampai setinggi itu dalam hal kekuatan. Dan lagi, bagaimana bisa mereka menciptakan banyak makhluk kuno yang sangat mengerikan seperti itu?" Sosok ahli berlencana merah yang diketahui bernama Smith itu berdiri dengan pandangan tidak percaya.