I'M THE NECROMANCER KING

I'M THE NECROMANCER KING
Chapter 113 : Harga Yang Harus Dibayar



"Tuan, aku telah kembali membawa goblin yang Tuanku butuhkan. Dan dia ...." Ivar melirik ke arah seorang budak kurus dan juga kumuh di belakangnya. "Namanya Keith, dia budak yang sebelumnya melayani Baron Gustav, dan kini dia akan bekerja di pemukiman ini bersama budak-budak lainnya yang dibawa dari wilayah perbatasan."


"Sebelumnya, aku secara tak sengaja bertemu dengan dia di luar. Aku membawanya ke sini karena dia terus memaksa ingin bertemu dengan Tuanku dan mengatakan ada sesuatu hal penting yang ingin dia bicarakan."


"Baiklah, biarkan aku mendengar apa yang ingin dia katakan," kata Mavis, kemudian menyuruh keempat kepala bidang untuk memberi jalan untuk Keith maju ke hadapannya.


Segera, terlihat seorang pria lemah berperawakan empat puluh tahunan tengah berdiri di hadapan Mavis. Dia merupakan Keith, budak yang Ivar maksudkan. Saat ini Keith mengenakan pakaian compang dan alat pengekang besi terlihat di lehernya dengan rantai yang memanjang. Sekilas tidak ada perbedaan dia dengan budak-budak lainnya. Namun, apa yang membuat sang pangeran tertarik begitu dia dan Keith saling bertatapan, dia mendapati sikap tenang seperti seorang bangsawan ada pada diri budak itu.


Ini sungguh membingungkan dan juga aneh. Mavis tiba-tiba menggali kembali ingatannya waktu pertama kali bertemu dengan Keith. Saat itu ketika masih berada di wilayah perbatasan, budak itu terlihat sangat tidak berdaya di permukaan dan mudah ditindas oleh Baron Gustav. Berbeda dengan tampilannya yang sekarang, berdiri dengan sikap tenang dan tatapannya lurus menghadap ke arah Mavis.


"Salam, Pangeran." Keith dengan tangan yang terikat rantai hanya bisa menunduk sebagai tanda penghormatannya itu kepada Mavis.


"Katakan, hal penting apa yang ingin kamu bicarakan padaku?" kata Mavis dengan senyuman di wajahnya. Dia menyadari akan sesuatu hal, sepertinya selama ini Keith telah menutupi identitas sebenarnya. Melihat bagaimana cara dia memberi penghormatan kepada Mavis, tentu dia bukanlah orang biasa. Gerakan salam halus seperti itu, bukanlah orang biasa dapat lakukan dengan mudah.


"Pangeran, sebelumnya izinkan aku memperkenalkan diri. Namaku Keith Salman, petualang dari Kerajaan Yukhiro yang berada jauh di benua tengah."


Kemudian Keith mulai menceritakan bagaimana awal dirinya bisa sampai ke benua timur. Itu semua bermula dari cerita kematian Ratu Carsey yang sengaja diracuni oleh adiknya sendiri. Pemberontakan pun terjadi, Pangeran Adamson mengambil alih tahta milik kakaknya itu, dan mulai memburu siapa saja yang memiliki hubungan dekat dengan sang ratu. Tak terkecuali dengan anak perempuan dari sang ratu itu sendiri yang masih bayi.


Untungnya, Keth Salman merupakan satu-satunya pengawal sang ratu yang masih setia, dia membawa pergi sang putri secara diam-diam. Tentu, pergi dari kerajaan berafiliasi enam tidak semudah membalikan telapak tangan. Hanya dengan kemampuannya yang terbatas—petualang berlencana merah, Keith kehilangan kemampuannya ketika berusaha melarikan diri dari belasan petualang berlencana merah lainnya, suruhan dari Pangeran Adamson.


"Kamu terus mengatakan datang bersama sang putri, tapi aku tidak pernah melihat seorang anak pun berada di dekatmu," kata Mavis dengan wajah serius.


"Pangeran, itu karena nasib buruk telah menimpa kami. Saat itu aku bersama dengan sang putri tengah melakukan perjalanan dari ibu kota kerajaan menuju pinggiran perbatasan. Tujuan kami yaitu benteng di wilayah selatan yang dikelola oleh seorang viscount. Namun, di tengah perjalan kami berdua bersama para karavan pedagang kecil disergap oleh kawanan bandit dan berakhir terpisah."


"Meski kemampuanku pada saat itu sangatlah buruk, aku masih bisa mengulur waktu melawan para bandit. Sebagai gantinya beberapa pedagang berhasil melarikan diri dan membawa sang putri bersama mereka."


"Selanjutnya, aku benar-benar berpisah dengan sang putri. Selama beberapa tahun aku telah menjadi budak milik banyak penguasa yang buruk dan tubuhku semakin lemah karena tidak mendapatkan makanan yang cukup. Sampai terakhir aku dijual kembali menjadi budak di pasar gelap dan dibeli oleh Baron Gustav."


"Di mana posisimu pada saat disergap oleh para bandit itu? Dan juga apakah kamu mengingat ke arah mana mereka melarikan diri?" Mavis bertanya kepada Keith dengan wajah penasaran.


"Aku mengingatnya dengan jelas, Pangeran. Mereka haruslah pergi ke arah pemukiman yang dikelola oleh Baron Gustav. Maka dari itu aku datang untuk meminta bantuan kepada Pangeran," kata Keith.


Mavis sejenak terdiam, menatap pria dihadapannya itu dengan pandangan skeptis. Setelah berpikir untuk segala sesuatunya, dia pun kembali berbicara kepada Keith, "Saat ini aku sedang sibuk melakukan pekerjaanku, tidak mungkin aku bisa membantumu mencarikan sang putri. Juga, kamu sudah terlalu jauh mengetahui segalanya tentangku dan pemukiman goblin ini. Normalnya, aku akan membunuhmu setelah mengetahui kebenarannya bahwa kamu adalah seorang pelarian, karena kamu akan membahayakan aku dan orang di sekitarku. Namun, kali ini aku akan membuat sedikit pengecualian untukmu, aku akan bertanya sebelum aku bisa mengambil keputusan."


"Mengapa aku harus mempercayaimu? Dan juga apa yang aku dapatkan dengan membantumu menemukan sang putri? Aku yakin kamu bukanlah orang yang bodoh, kamu pasti mengerti cara kerja di dunia ini. Segala sesuatunya tidak ada yang gratis," kata Mavis.