I'M THE NECROMANCER KING

I'M THE NECROMANCER KING
Chapter 123 : Pesan Penting Dari Ibu Kota



Pertemuan itu berakhir dengan baik, para makhluk bayangan yang masih tetap tinggal pun segera beranjak untuk mendekat kepada tuan mereka. Terlihat, wajah berseri dan bersemangat tampak pada wajah para pelayan itu. Mavis yang melihat pun tidak bisa membantu tapi bertanya dengan keheranan.


"Mengapa kalian terlihat begitu sangat senang? Apa sesuatu hal yang baik terjadi baru-baru ini?" Mavis berkata seraya mengedarkan pandangannya, mencoba menebak apa yang sedang dipikirkan para pelayannya itu.


"Ini mengenai para pemberontak yang dibicarakan sebelumnya, Tuan harap yakin kami akan membereskan mereka semudah membalikan telapak tangan," kata Bintang dengan gaya bicaranya yang seperti biasa, sangat arogan di permukaan.


"Jadi ini alasan kalian bersikap antusias?" Mavis menggelengkan kepalanya sembari tersenyum geli. Kemudian setelah itu dia melanjutkan, "Kalian telah salah paham, mengenai kendali pengepungan para pemberontak itu sepenuhnya akan dilakukan oleh orang-orang kekaisaran. Kalian tidak perlu terjun langsung hanya mengurusi mereka yang tidak penting. Bersantai untuk saat ini, mari kita lihat para bawahan baruku itu bekerja."


"Baik, Tuan."


Dalam hati mereka tidak sama sekali merasa kecewa dengan pengaturan yang dilakukan tuannya itu. Meski mereka ingin sekali bertarung, akan tetapi itu hanya semata-mata untuk membantu sang tuan. Lagipula, mereka tidak pernah meragukan apapun yang sudah menjadi perintah atau pengaturan sang tuan, karena apapun itu pasti memiliki maksud tertentu.


Sampai di sini mereka saling melirik satu sama lain dan mengangguk seakan paham dengan kondisi. Tuannya itu pasti bermaksud menyuruh mereka untuk beristirahat terlebih dahulu. Maka dari itu tuannya mengirimkan para eselon atas yang telah terikat dengan kutukan untuk menyelesaikan masalahnya.


"Oh, aku mendapatkan kabar baru-baru ini dari Bulan bahwa Lily telah tiba di wilayah perbatasan, kali ini dia membawa satu iblis lainnya. Dia berkata bahwa itu salah satu kawan kalian dulu saat masih menjadi petualang. Kalau tidak salah kuingat namanya Isac, apa kalian bisa menjelaskan aku seperti apa dia?"


"Isac si tukang pamer? Jika Tuan memang ingin bertanya banyak hal tentang dia, Tuanku bisa bertanya langsung kepada Mikaela. Dia orang yang paling dekat dengan bocah itu, dia pasti tau jelas seperti apa bocah itu," kata Bintang sembari melirik ke arah Mikaela, mencoba menggoda iblis satu itu.


"Berhenti mengatakan sesuatu yang membuatku kesal!" Mikaela melemparkan tatapan tajam dan mengerutkan kening ke arah Bintang. Setelah melihat kawannya itu berhenti meledeknya, Mikaela menghela napas dan mencoba menenangkan dirinya. Kemudian, dia mulai menjelaskan kepada tuannya itu, "Isac merupakan salah satu anggota kami, dia memiliki umur yang paling muda di antara yang lainnya. Usianya pun sudah hampir menginjak ambang seratus tahun, akan tetapi dia memiliki sebuah kelainan yang mana membuat tubuh dan mentalnya berhenti sehingga membuatnya bertingkah seperti remaja."


"Bagaimana dengan bakatnya?"


"Tuanku harap yakin, meski dia memiliki sifat kekanakan dan selalu bertindak ceroboh, dia memilih kualifikasi untuk itu. Kemampuannya sendiri memang tidak terlalu berguna dalam situasi medan pertempuran yaitu bisa membaca pikiran lawan. Meski demikian dia masih bisa mengimbangi lawan dengan kelincahan gerakannya, serta dikombinasikan pada kemampuannya dalam membaca pergerakan lawan."


Dalam hati Mavis mengerti secara jelas tentang iblis bernama Isac itu. Kemampuan dalam membaca pikiran memanglah berbahaya, dia harus segera melalukan kontrak darah atau membuatnya menjadi pelayan jika bertemu. Lain, dia tidak ingin pikirannya dapat dibaca oleh orang lain tanpa sepengetahuannya.


Saat ini Mavis telah mencapai level dua puluh satu yang mana memberikannya slot berjumlah dua puluh. Di sini dia berpikir setelah mendapatkan cukup pengalaman menggunakan sistem tatap muka, dia menyadari setidaknya jika ingin mendapatkan tambahan slot dia harus mencapai persyaratan level dua puluh lima untuk menambakan lima slot baru. Sederhananya slot yang diberikan oleh sistem itu akan bertambah setiap kali level Mavis melewati ambang batas kelipatan lima. Mau tidak mau dia memang harus mulai memikirkan cara untuk meningkatkan levelnya.


"Tuan, bukankah Bulan mengatakan sesuatu yang lain mengenai orang dari ibu kota kerajaan? Mungkinkah Tuan melupakan tentang itu?" kata Mikaela dengan heran, dia tiba-tiba saja membuyarkan lamunan Mavis.


Sejenak dia mencoba mengingat pembicaraannya dengan pelayannya itu beberapa hari yang lalu. Dan ternyata memang dia telah melewatkan sesuatu! Untung saja Mikaela mengingatkannya, jika tidak dia benar-benar akan melupakan hal itu.


"Kalau tidak salah Bulan mengatakan bahwa mereka datang membawa pesan penting dari ibu kota dan hanya boleh aku yang membukanya, apa benar begitu?" kata Mavis.


"Ya, Tuan."


"Ini sulit untuk kembali ke wilayah perbatasan, karena kondisi di sini belum sepenuhnya terkendali. Terlebih aku belum melihat seperti apa situasi ketika para goblin mulai membaur dengan orang-orang kekaisaran, aku masih khawatir segala sesuatunya akan berjalan tidak semestinya jika aku harus meninggalkan tempat ini."


"Tuanku harap yakin, selama ada aku di tempat ini tidak akan ada yang berani bertindak macam-macam kepada para goblin. Terutama para bangsawan dan raja dari kerajaan berafiliasi, aku akan memastikan mereka menjaga sikap dan menghormati para goblin."


Suara itu tiba-tiba saja datang dari Barok yang berada pada barisan. Itu sedikit mengejutkan Mavis yang tengah berpikir keras bagaimana dia harus bertindak karena ini terlalu memusingkan. Hanya, setelah mendengar proporsal dari Barok, dia sangat bersyukur karena latar belakang Barok yang merupakan mantan penasihat kekaisaran ini jadi dia lebih banyak tau tentang tempat ini. Tanpa berpikir lebih lama lagi Mavis pun segera menyetujui rencana itu, kemudian dengan otoritasnya memulihkan pengetahuan Barok tentang kekaisaran.


"Sekarang, semua yang telah aku renggut darimu sebelumnya telah kupulihkan seperti semula. Ingatanmu telah kembali dan kini seharusnya kamu telah menyadari identitasku yang sebenarnya. Namun, kamu haruslah tau batasanmu yang sekarang karena kamu telah menjadi salah satu orang kepercayaanku. Ingatlah, aku tidak akan bersikap lunak dengan segala bentuk pengkhianatan."


"Pelayan ini akan mengingatnya dengan sangat baik. Tuanku harap yakin, Barok tidak akan berani melakukan hal buruk yang tidak Tuan perintahkan."


"Baiklah, sudah diputuskan." Mavis pun tersenyum dan bangkit dari singgasana. Kemudian dia membawa para pelayannya itu pergi meninggalkan aula pertemuan, lalu melangkah menuju kediaman baru miliki sang kaisar.