I'M THE NECROMANCER KING

I'M THE NECROMANCER KING
Chapter 134 : Perkembangan Sang Tuan Dan Makhluk Bayangannya



Dua bulan telah berlalu, Mavis telah memanggil kembali para makhluk bayangannya yang ditugaskan untuk menjelajahi beberapa dungeon yang ada di benua timur. Mavis sendiri selama itu berlatih dengan kemampuan barunya yang dia dapatkan dari sistem, itu semua berkat kenaikan level yang diperoleh dari akumulasi poin pengalaman para pelayannya itu sewaktu menghapus dungeon dan membantai entitas yang berada di dalamnya. Sebagai pengecualian ras dwarf yang pertama kali menjadi target, mereka berakhir menyerah dan setuju untuk tunduk di bawah penguasaan mutlak sang pangeran.


Pada dasarnya itu terjadi setelah pimpinan para dwarf dikalahkan oleh Ozzi, sementara para petinggi dwarf yang lain dibantai habis oleh Akio, Sera, dan juga Giraldo. Ras dwarf yang tersisa telah kehilangan kepercayaan dan menyerah. Saat itulah Mavis tertarik dengan bakat mereka dalam membuat peralatan canggih, oleh karena itu memberikan penawaran dengan keempatnya sebagai perantara. Isi perjanjiannya selama mereka melayani tuan yang berada di belakang keempatnya, keamanan dan keselamatan ras dwarf mereka akan terjamin di dataran ini.


"Kalian telah melaksanakan tugas dengan sangat baik. Cukup yakin, kalian benar-benar berhasil menghapus enam dungeon hanya dalam kurun waktu dua bulan." Berdiri di dalam kamarnya, Mavis tersenyum bangga ketika menyaksikan informasi dirinya pada layar tatap muka sistem.


Sistem : menampilkan data untuk pengguna sistem.


Nama : Asta


Ras : Manusia


Level : 37


Job : Necromancer, Penyihir Spirit Bumi


Gelar : Pengguna Sistem, Seorang Yang Pertama


Kemampuan : Mengekstrak bangkai (21/35), Kutukan Ular Karaka, Hentakan bumi, Peningkatan tubuh, Teror, Ritual Pemanggilan Roh Jahat, Daerah Kegelapan.


"Jika saja aku memikirkan ide ini dari dulu mungkin aku tidak mengalami sakit kepala ketika memikirkan cara untuk menaikan level. Hanya dengan mengirimkan kalian pergi, meski aku berdiam diri dan tidak melakukan sesuatu, aku masih mendapatkan poin pengalaman. Walaupun pada akhirnya itu hanya mendapatkan sedikit persenan, masih layak untuk dilakukan di saat kondisiku tidak memungkinkan untuk pergi bersama kalian."


Mavis bersuka cita dengan pencapaiannya saat ini, sebelumnya terakhir kali dia melihat informasi pada sistem di wilayah perbatasan, dia barulah mencapai level dua puluh delapan. Hanya setelah begitu banyak para pelayannya itu membunuh ketika menghapus beberapa dungeon itu, dia menaikan level hingga sembilan tingkat! Bukan hanya itu, beberapa makhluk bayangan bahkan menaikan tingkat kekuatan mereka. Mikaela, Bulan, Akio, Becky, dan Becca, kelimanya telah meningkatkan taraf kekuatan mereka menjadi tingkat S pada informasi sistem. Mavis paham betul dengan perbedaan satu tingkat pada makhluk bayangannya, itu bagaikan bumi dan langit


Misalkan saja Scott, Isac, dan Barok yang masih berada pada tingkatan B, itu tidak akan sepada ketika dibandingkan dengan makhluk panggilan lainnya yang berada pada tingkat A seperti Ozzi, Giraldo, Bintang, dan lainnya. Demikian yang terjadi pada tingkatan S seperti kelimanya, kekuatan mereka sudah dapat dipastikan meningkat sangat pesat!


"Sekarang aku telah mendapatkan beberapa kemampuan tambahan, beberapa hari ini aku pun telah melatih mengunakannya, kemampuan teror dan daerah kegelapan. Meski demikian, masih ada satu kemampuan lagi yang belum bisa aku praktikan karena membutuhkan suatu kondisi tertentu. Memang benar kemampuan yang satu ini terdengar tidak baik, aku sendiri belum mengetahui bahaya apa yang akan terjadi jika menggunakannya. Baik saja jika itu berimbas pada musuh yang berada di sekitar, bagaimana jika itu berbalik menyerangku dan orang-orangku?"


"Sebenarnya aku pribadi akan memilih untuk tidak menggunakannya jika itu memang tidak diperlukan. Melihat bagaimana mengerikannya informasi tentang kemampuan tersebut, membuatku merinding setiap kali membacanya."


[Sistem : menampilkan keterangan kemampuan Ritual Pemanggilan Roh Jahat]


Ritual Pemanggilan Roh Jahat : Mengorbankan setidaknya satu juta jiwa untuk memanggil roh jahat dari alam kegelapan. Semakin banyak kematian yang dikumpulkan akan menentukan seberapa kuat roh jahat yang dapat dipanggil. Roh Jahat berasal dari tanah kegelapan yang tersegel dan dijaga oleh para penjaga alam baka. Roh jahat tercipta dari entitas kuat yang telah lama mati dan menyimpan kebencian. Setelah melakukan pemanggilan roh jahat, tidak dapat dipastikan kesetiannya.


"Sistem ini sangat gila, bahkan itu memungkinkan memanggil entitas jahat seperti itu. Semakin lama aku memikirkan tentang asal usul sistem ini semakin membuatku sakit kepala." Mavis menghela napas pahit ketika berbicara dalam hati, dia benar-benar tidak bisa mengerti seberapa jauh batasan yang dimiliki sistem ini.


"Sementara yang satu itu berbahaya, aku masih beruntung mendapatkan kemampuan lain yang berguna untuk perkembangan kekuatanku. Kemampuan Teror, memungkinkan aku mengusir musuh yang memiliki kesadaran rendah secara instan. Musuh yang berada pada daerah jangkauan teror akan mengalami mimpi buruk saat itu juga, mereka akan menemukan keberadaanku seperti tengah melihat malaikat maut yang akan mencabut nyawa mereka. Bagi mereka yang tidak memiliki prespektif dan keyakinan kuat akan ditelan dalam ketakutan. Yah, dengan kata lain kemampuan itu tidak berdampak besar pada para ahli yang memiliki kemampuan kontrol diri yang kuat."


"Kemampuan kedua juga tidak kalah berguna, itu memungkinkanku untuk melepaskan mantra berskala besar yang menjangkau jarak tertentu di area sekitar. Daerah Kegelapan! Begitu kemampuan itu diaktifkan, tanah atau bidang yang berada di sekitarku akan dipenuhi kabut hitam selama sepuluh menit, selain diriku dan para makhluk bayanganku, kekuatan mereka yang berada dalam jangkauan akan ditekan sampai tiga puluh persen! Mereka hanya bisa menggunakan sisa kekuatan ketika kemampuan itu diaktifkan."


"Aku tidak boleh terlalu serakah." Mavis buru-buru menggelengkan kepala untuk menjernihkan pikirannya. Sudah cukup dia berlama-lama merenungkan dalam hati sembari melihat layar tatap muka sistem di hadapannya.


"Tuan, aku merasakan bahwa sekelompok orang tengah menuju tempat ini. Berdasarkan aura yang terpancar dari salah satu mereka, itu haruslah pangeran dari utara." Buster mengirimkan pesan suara melalui telepati, begitu Mavis menutup layar sistem.


"Pangeran Arslan?"


Mengapa pria itu datang kembali untuk menemuinya? Mavis bertanya-tanya karena sering sekali pangeran itu datang ke tempat kediamannya, dan setiap kali datang, pria itu selalu saja berbicara omong kosong yang tidak ada pentingnya sama sekali. Di sini Mavis mulai mencurigai sesuatu, sebenarnya apa tujuan pria itu selalu datang menemuinya?


"Mungkinkah ...."


Mavis menggelengkan kepalanya, bulu kuduknya seketika berdiri, merinding begitu pikiran buruk terbesit. Ini tidak mungkin kan, pria itu menyukai dirinya? Mavis meyakinkan diri bahwa itu hanyalah tebakan tak berdasar. Sudah diputuskan, kali ini Mavis harus bertanya langsung, agar tidak terjadi kesalahpahaman yang berkepanjangan. Lagipula, kelak keduanya akan menjadi mitra, akan sangat tidak nyaman bila hal ini terus terjadi.


"Salam, Pangeran, di luar Pangeran Arslan datang untuk berkunjung," kata salah satu prajurit penjaga yang bertugas menjaga pintu luar kediaman saat itu. Penjaga itu masuk ke dalam, lalu memberi salam penghormatan sebelum menyampaikan kabar itu kepada Mavis.


"Persilahkan Pangeran Arslan masuk, kemudian kamu pergilah panggil para pelayan untuk membawakan teh," kata Mavis dengan tenang.


"Baik, Pangeran." Penjaga itu pun segera keluar, membukakan pintu kamar, dan mempersilahkan sang pangeran masuk ke dalam. Selanjutnya penjaga itu pergi meninggalkan kamar untuk memanggil para pelayan, sesuai instruksi dari tuannya itu.


"Salam, Pangeran Asta."


"Salam, Pangeran Arslan." Mavis bangkit dan mempersilahkan pangeran di hadapannya itu untuk duduk. "Datang sepagi ini ke tempatku, mungkinkah ada hal penting yang ingin dibicarakan Pangeran?"


"Ya?" Pangeran Arslan tentu terkejut, tidak biasanya Pangeran kecil ini langsung berterus terang kepadanya.


"Ah, maaf bila mengecewakan Pangeran Asta. Sebenarnya aku datang ke sini bukan untuk membicarakan hal penting seperti yang kamu kira, aku hanya ingin bertemu dengan Nona Lily. Bila Pangeran Asta tidak keberatan, aku ingin mengajak Nona Lily untuk berkeliling."


"Lily?"


Mavis menoleh ke arah pelayan satu itu yang saat ini berada di belakangnya. Seperti biasa suasana hati Lily tidak terpengaruh, makhluk bayangan itu bahkan tersenyum ketika Mavis melihatnya dengan tatapan bertanya-tanya.


"Tuanku mungkin belum mengetahuinya, sudah sejak lama Pangeran ini mencoba mendekati Lily." Bintang dengan mudahnya berbicara hal memalukan seperti itu, dia bahkan tidak repot melihat ekspresi Pangeran Arslan yang berubah salah tingkah.


"Bintang, tidak baik mengatakan hal seperti itu kepada tamuku," kata Mavis, mencoba mencairkan suasana.


"Maaf, Tuan." Bintang memicingkan mata seraya meminta maaf atas perbuatannya. Sementara itu, berada di barisan yang sama Mikaela mengirimkan tatapan tajam kepada Bintang, begitu juga dengan para makhluk bayangan yang lain seperti Sera, Mikaela, dan juga Bulan.