I'M THE NECROMANCER KING

I'M THE NECROMANCER KING
Chapter 64 : Awal Dari Pembantaian



Ketegangan terlihat dari mimik wajah Penasihat Barok ketika ketiga wanita itu berjalan ke arahnya. Berada di tengah jarak dua belah pihak, pembicaraan akan berlangsung untuk menentukan apakah peperangan ini bisa terhindarkan dengan cara lain atau tidak. Penasihat Barok jelas menginginkan ini tidak akan berlanjut dengan pertumpahan darah, karena dia percaya melawan tiga monster di depannya sama saja mengirimkan tim ekspedisi ke jurang kematian. Oleh karena itu dia sudah mempersiapkan tawaran-tawaran kepada pihak goblin sebagai kesepakatan berdamai. Tentu dengan catatan para goblin harus bermigrasi keluar dari wilayah Kekaisaran Menara Kembar dan berjanji untuk tidak mengusik kekaisaran.


"Kami menolak," kata Mikaela.


"Kau!" Raja Hansington yang berada di belakang Penasihat Barok menggertakan giginya menahan amarahnya yang meluap dan tak tertahankan. "Aku akui kalian bertiga begitu kuat sampai mempu bersaing dengan Penasihat Barok! Tapi, apa kalian berpikir bisa mengalahkan ribuan pasukan kami hanya dengan puluh goblin di tangan kalian? Bagus, aku ingin lihat, siapa yang pada akhirnya akan menyesal!"


"Itu sudah ditentukan dari awal, kalianlah yang mencari kematian." Dengan suara dingin Mikaela menjawab sebelum membalik badan dan pergi, kemudian disusul dengan si kembar Becky dan Becca.


"Ayo, bersiap." Meski Penasihat Barok menelan rasa pahit karena masih harus melawan ketiganya, dia tetap menjaga ketenangannya di luar agar para prajurit dan raja-raja yang berada di bawah komandonya tidak kehilangan semangat mereka, dia mencoba untuk kuat.


Kembalinya perwakilan dari masing-masing pihak membuat suasana berubah. Berada di pihak tim ekspedisi kekaisaran, orang-orang saling melirik dan mulai membicarakan tindakan bodoh dari pihak goblin yang menolak mentah-mentah tawaran baik dari kekaisaran. Siapapun yang melihat pasti akan berpikir demikian, pada kenyataanya berbaris dengan formasi kuat para prajurit dan petualang dari pihak merek berjumlah belasan ribuan, sementara di pihak musuh hanya berjumlah puluhan, itu sangat tidak masuk akal bagi ketiga utusan yang berpihak pada goblin begitu sombong menolak tawaran Penasihat Barok! Mereka tidak bisa membantu tapi merasa kasihan kepada para goblin yang akan menjadi pasta daging begitu bunyi terompet perang ditiupkan.


"Aku sudah tidak sabar ingin memenggal kepala para goblin!"


"Tuhan memberkati kami, aku akan membalaskan dendam ayahku!"


"Goblin keparat! Aku bersumpah kepada para dewa akan mencincang seluruh tubuh mereka dan membuangnya bersama dengan kotoran milikku!"


"Hehehe... aku melihat wanita yang bertemu dengan Penasihat Barok tadi begitu cantik dan memiliki tubuh tang bagus, ketika aku selesai mengurus para makhluk kerdil itu, aku akan meminta hadiah kepada petinggi untuk meminjamkan wanita itu untuk satu malam! Bagus, aku sudah tidak sabar!"


Para prajurit dan petualang menjadi begitu bersemangat.


Para goblin yang melihat dari kejauhan membuat tatapan jijik. Mereka jelas tau dari gerak-gerik para musuhnya itu sedang mencemooh mereka, mata para goblin memiliki visi yang lebih bagus dibandingkan manusia, hanya saja karena sinar matahari yang begitu terik membuat mata para goblin menjadi tidak nyaman. Untungnya dari beberapa teknologi yang diciptakan mampu membuat para goblin dari lini belakang bisa menggunakan busur panah dengan nyaman, berkat topi yang dibuat dari kerajinan sulaman daun. Sementara lini depan itu sepenuhnya diserahkan pada komando Mikaela bersama Becky dan Becca. Kemudian Ivar berada dibelakang ketiganya bersama empat kepala bidang.


"Kalian bersiaplah," kata Mikaela sambil melirik ke arah Becky dan Becca, kemudian kedua wanita itu mengangguk.


"Bersiap!" Ivar berteriak dan membuat para goblin menjaga fokus, para pemanah goblin menarik busur mereka dan menunggu instruksi dari pimpinannya.


Keheningan tercipta untuk beberapa saat di keuda belah pihak, sampai pada Penasihat Barok mengangkat tangan kanan dan menurunkannya tepat mengarahkan ke tempat para goblin berada.


"Serang!"


Suara berdengung dari arah tim ekspedisi kekaisaran, itu suara terompet pertanda mulainya peperangan. Para prajurit dan petualang berteriak, kemudian mengangkat senjata mereka sambil berlarian menyerbu ke arah para goblin.


"Dimengerti."


Becky dan Becca meledak dengan aura satu dari seratus kekuatannya dan memanggil senjata miliknya. Keduanya mengangkat tangan dan senjata itu muncul secara instan dengan mengambil bentuknya masing-masing, senjata Becky tombak es dengan bentuk naga, sementara senjata Becca mengambil bentuk seperti jarum berapi yang panjang dengan gagang pedang di bagian bawah. Mereka melesat dan meninggalkan Mikaela di bagian tengah. Becky menuju sayap kanan dan Becca menuju sayap kiri.


Mikaela mengangkat tangannya dan menjatuhkannya, kemudian dia berkata dengan nada keras, "Sekarang!"


Segera para prajurit lini depan dari pihak kekaisaran membeku dan kaki mereka terasa lembek. Hujan panah mengenai para prajurit milik Raja Hansington.


"Bagaimana bisa!" Hansington terlihat jelek saat melihat para prajurit jatuh tersungkur dan tidak lagi bernyawa.


"Lindungi Raja!"


Para prajurit yang bangun dari keterkejutan seger membentuk formasi bertahan dan mengangkat perisai mereka untuk melindungi Raja Hansington. Kemudian para prajurit di belakang mereka juga berhenti dan ikut menggunakan formasi bertahan.


"Dari jarak sejauh ini, mengapa panah para goblin bisa sampai sini?" Raja Hansington masih tidak percaya dengan situasi yang terjadi, dia menggigit bibirnya saat melihat hujan panah dari celah tumpukan perisai, dan mendengar suara dentuman kecil setiap kali panah-panah itu mengenai perisai. Trik macam apa yang digunakan para goblin! Hanya serangan panah dari puluhan goblin bahkan menumbangkan ratusan dari pihak kekaisaran.


"Perkuat pertahanan!"


Panah itu terus berjatuhan dari langit, semakin lama semakin menambah korban dari pihak kekaisaran. Namun, begitu para prajurit itu membangun formasi pertahanan, dan lini tengah petualang dengan kemampuan magis membuat mantra sihir pertahanan, itu tidak lagi menjadi efektif. Panah-panah itu menjadi tidak berguna, hnya mengambil nyawa belasan orang.


"Berhenti!"


Mikaela memberi instruksi kepada para pemanah untuk mundur. Dia juga memberi arahan kepada Ivar untuk menghabisi siapa saja yang mencoba mendekati dungeon, sementara Mikaela sendiri akan pergi ke medan perang.


Mikaela menajamkan alisnya, kedua tangannya mengepal dan aura misterius berwarna merah berkumpul di sekitarnya, retakan pun terlihat di mana dua pasang kaki itu menginjak tanah.


"Mati!"


Seperti meteor yang menerjang, Mikaela melepaskan tinju udara ke arah di mana para prajurit yang masih dalam formasi bertahan. Tinju itu pergi dengan kecepatan yang ekstrim, membelah udara dan membuat tanah yang dilewatinya rusak. Sebelum para prajurit kekaisaran menyadari apa yang terjadi, tinju itu mengenai ratusan dari mereka dan instan membuat mereka menjadi tumpukan pasta daging.