
Setelah sang pangeran bertanya mata Keith menjadi membulat. Realitas muncul dipikirannya dan sadar dengan kebenaran yang ada dibalik perkataan Mavis. Dia pun tenggelam dalam kekalutan, bingung ingin menjawab dengan kata-kata apa lagi. Itu karena dia saat ini dalam posisi tidak berdaya, pada dasarnya dia tidak mempunyai alasan yang menguntungkan untuk sang pangeran agar mau pergi membantunya.
Dia pun tidak ada pilihan lain, meski nyawa taruhannya, dia sudah berjanji kepada mendiang Ratu Carsey untuk menjaga putri kecilnya. Pokoknya, apapun itu dia harus bisa meyakinkan pangeran ini. Tak berselang lama, Keith memutuskan untuk jatuh dengan posisi bersujud dan mulai memohon kepada pangeran kecil ini.
"Pangeran, aku akan bersumpah setia padamu, asalkan kamu bersedia membantuku mencari keberadaan sang putri," kata Keith.
"Lihatlah di mana posisimu berada, Keith. Kuakui standar tempurmu adalah seorang petualang berlencana merah ketika kondisimu dalam keadaan prima, tapi kini kamu telah kehilangan seluruh kemampuanmu. Dan juga, kamu bahkan tidak bisa melawan hanya sekawanan bandit. Katakanlah, bagaimana kamu bisa berguna untukku? Sekarang kamu adalah budak, bukankah sudah sewajarnya kamu bekerja untukku?" kata Mavis dengan terkekeh pelan sesudahnya.
Keith kehilangan kata-katanya, diapun hanya bisa menunduk memandangi lantai aula pertemuan itu dengan kondisi menyedihkan. Dia benar-benar mengutuk kondisinya yang sekarang. Bukan hanya tidak berkutik di hadapan pangeran kecil ini, tapi dia juga tidak bisa menyangkal semua perkataan yang keluar dari mulut Mavis, karena semua itu adalah kebenarannya.
"Baiklah, cukup untuk pembicaraan tidak masuk akal ini. Kembalilah pada pekerjaanmu."
Mavis pun mengisyaratkan Ivar untuk memanggil penjaga yang berada di luar aula pertemuan. Tak berselang lama datanglah penampakan dua goblin pria. Menggunakan zirah besi dan tombak di tangan, keduanya langsung mengangkat Keith dan sesaat memberi hormat kepada Mavis sebagai salam perpisahan.
"Sepertinya aku telah salah menilai, Pangeran. Kupikir kamu berbeda dengan penguasa lainnya, tapi ternyata sama saja. Bodohnya aku...." Keith tertawa kecil ketika dia berbalik dan hendak pergi dibawa oleh kedua goblin penjaga.
"Lancang! Kamu tidak berhak menghakimi Tuanku!"
"Mencari kematian!" Serentak lonjakan aura seakan menikam dan mencekik tubuh Keith dan bahkan itu ikut dirasakan kedua goblin penjaga yang ada di sampingnya. Seketika Keith yang memiliki naluri seorang petualang berlencana merah, merasakan kehadiran beberapa monster tua di dekatnya!
Apa ini!
Mavis yang menyadari para pelayannya itu memiliki niat membunuh pada Keith, segera menginstruksikan kepada mereka untuk tidak bertindak lebih jauh lagi. "Biarkan para penjaga membawa dia pergi untuk melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda."
Berada di barisan para makhluk panggilan, Mikaela pun mengirimkan tatapan tajam kepada Bintang, Akio, Ozzi, Becky, dan Becca. Itu karena kelimanya sengaja memperlihatkan aura mereka kepada Keith, alih-alih memperingatkan pria itu agar bisa menjaga sikapnya.
Kemudian di tengah perjalanan keduanya pun berhenti sesaat. Setelah yakin keduanya sudah memiliki jarak yang cukup jauh dari tempat itu, salah satu goblin pun angkat bicara, "Gaa... mengerikan sekali Ga..., aku hampir mati Ga... hanya dengan hembusan aura milik para makhluk agung itu."
"Ya, kamu benar Ga..., Ketua Ivar sangat beruntung Gaa... menjadi salah satu dari makhluk agung pilihan Raja," kata salah satu goblin lainnya, dengan keringat menetes di pelipis kepalanya.
Mereka pun melanjutkan perjalanannya membawa Keith menuju tempat para budak sekarang bekerja. Sementara itu, Keith yang berjalan dengan bantuan kedua goblin itu masih terdiam dan jatuh dalam pemikirannya yang mendalam. Dia seperti kehilangan segalanya, begitu dia menyadari apa yang barus saja dia rasakan. Lonjakan lima aura sebelumnya, dia menyadari bahwa itu setidaknya berada pada ranah petualang berlencana ungu! Kekuatan yang hanya dimiliki kerajaan atau kekaisaran berafiliasi tingkat delapan ke atas yang ada di benua tengah.
Siapa sebenarnya identitas pangeran kecil ini? Keith menjadi tersadar bahwa dia sebenarnya tidak benar-benar mengerti tentangnya. Hanya seorang anak kecil berusia empat belas tahunan dari kerajaan kecil? Memiliki beberapa master kuat di sisinya? Memimpin kawanan goblin dan membangun wilayahnya sendiri? Mungkinkah dia dewa yang menyamar dalam bentuk manusia?
Sementara itu, kembali berada di dalam aula pertemuan. Selepas kepergian Keith dan kedua goblin penjaga itu suasana menjadi begitu hening. Tidak ada yang berani berkata-kata sebelum Mavis membuka kembali pertemuan itu.
"Samantha, apakah kamu bisa mencari tahu keberadaan sang putri menggunakan kemampuanmu?" Menggunakan telepati Mavis diam-diam mengirimkan pesan kepada salah satu pelayannya.
"Beri aku waktu untuk mencobanya, Tuan." Samantha yang berdiri di pinggir aula itu bersama para makhluk panggilan lainnya, segera memejamkan matanya dan berfokus untuk menggunakan keahliannya dalam meramal.
"Baiklah, aku mengandalkanmu," kata Mavis, kemudian memutus sambungan telepatinya dengan Samantha.
"Mari kita lanjutkan kembali," kata Mavis sambil mengedarkan pandangannya ke arah depan. Kemudian, pengelihatannya berhenti pada sosok goblin baru yang berada di belakang Ivar.
"Salam, Raja Ga-" Goblin itu gugup dan mencoba untuk berbicara normal seperti yang dilakukan empat kepala bidang dan juga Ketua Ivar. Namun, pada kenyataannya itu terlalu sulit baginya mengingat kebiasaan para goblin dalam berbicara memang sudah lama seperti itu. Bisakah dikatakan semacam logat?
"Bicaralah dengan santai, aku tidak akan menggigitmu," kata Mavis seraya tertawa melihat ekspresi goblin itu.