I'M THE NECROMANCER KING

I'M THE NECROMANCER KING
Chapter 108 : Menjemput Kakak Dan Calonku



Pangeran Arslan bersama dengan rombongannya hampir tiba di pemukiman milik seorang earl bernama Kiril. Pemukiman itu pada dasarnya tujuan utamanya berangkat dari ibu kota kerajaan beberapa hari yang lalu, yaitu untuk menjemput kepulangan sang pangeran mahkota beserta ahli terhormat yang telah menyelamatkan kerajaan dari wabah penyakit itu.


Berada di dalam kereta kuda, seorang wanita beberapa kali melirik sang pangeran. Dia sebenarnya ingin bertanya akan sesuatu hal, akan tetapi selalu saja dia urungkan karena masih ragu-ragu. Sampai sang pangeran menyadarkannya bahwa mereka hampir tiba di tujuan akhir, membuat wanita itu panik dan buru-buru bertanya pada tuannya itu.


"Ingrid, perhatikan bangunan di depan." Sambil melihat dari luar jendela kereta sang pangeran mengisyaratkan bawahannya itu untuk mengikuti instruksinya. Wanita berambut pendek dengan baju putih longgar itu segera mengeluarkan kepalanya dari jendela dan melihat ke arah depan. Dia menyadari bahwa itu sepertinya pemukiman tempat pengasingan pangeran mahkota yang dimaksud.


Setelah keduanya kembali ke dalam kereta, Ingrid bertanya, "Pangeran, aku memiliki sesuatu untuk ditanyakan."


"Oh, apa itu?" kata sang pangeran dengan wajah penasaran. Lagipula, dia sudah beberapa kali memergoki Ingrid menatapnya, dia yakin bawahannya itu memiliki sesuatu yang ingin ditanyakan padanya.


"Ini mengenai surat yang diberikan master itu kepadamu. Sebenarnya apa isi surat itu? Mengapa Pangeran belum menyerahkannya kepada Yang Mulia Raja?" Ingrid bertanya dengan nada setengah berbisik, sambil menutup sebagian mulutnya dengan telapak tangan.


Sang Pangeran tanpa sadar tersenyum ketika melihat ke arah luar, dia benar-benar tidak sabar ingin bertemu dengan Nona Lily. Ini kali pertamanya, memiliki ketertarikan kepada seorang lawan jenis. Bukan apa-apa, sebenarnya banyak sekali bangsawan cantik yang memiliki ketertarikan padanya, akan tetapi tidak ada yang bisa menggetarkan hati Pangeran Arslan.


Sudah beberapa kali dia mencoba menjalin asmara pada beberapa wanita, tapi hasilnya dia hanya akan mempermainkan hati wanita itu. Dia pernah mengalami kebuntuan, dia bahkan sempat berpikir dia seorang penyuka sesama jenis! Betapa gilanya dia sampai berpikiran seperti itu. Dan juga selama ini dia memiliki teman akrab sesama pria, dan dia juga tidak memiliki ketertarikan. Lantas, apa yang salah pada dirinya? Apakah dia ditakdirkan hidup tanpa cinta?


Memikirkan saat-saat suram itu membuat sang pangeran menjadi begitu merinding. Untungnya dia bertemu dengan Lily, seorang wanita yang ternyata tipe yang dia sukai! Seorang wanita yang cantik, manis, dan juga seorang master kuat! Dia akhirnya menyadari bahwa tidak ada yang salah pada dirinya itu. Perlu dicatat, pada dasarnya dia hanya memiliki selera yang begitu tinggi! Sampai-sampai para wanita yang sebelumnya telah dia kencani tidak ada satupun yang pantas untuknya.


"Aku benar-benar lambat dalam menyadari, bahwa aku sebenarnya jatuh cinta kepada Nona Lily saat pandangan pertama. Bodohnya aku, hampir saja melepaskannya pergi meninggalkanku. Sudah kuputuskan, aku tidak boleh kehilangannya lagi, atau aku benar-benar akan menghabiskan seluruh hidupku seorang diri." Sang pangeran berbicara dalam hati sambil meneguhkan tujuannya untuk mengejar Lily. Dia benar-benar tidak bisa berpikir jernih lagi dan hanya ada satu kemauan kuat saat ini, yaitu bisa mendapatkan hati wanita itu.


Ini sebenarnya kondisi yang sangat rumit. Entah apa yang akan terjadi jika dia tau identitas Lily yang sebenarnya. Mungkinkah, dia akan menjadi gila?