
(Jangan lupa Vote dan beri ucapan Ya)
Happy Reading!!!
Di ruangan berbentuk kotak dengan besar 4x3. Terlihat Al sedang menginput data pengunjung kedalam layar kotak.
Dia lihatnya jam yang bertengger diatas dinding. Menunjukan pukul 3 sore.
"Aku pulang dulu ya!" izinnya pada teman-temanya yang sedang berganti shif.
"Iya. Hati-hati ya Al!" seru temannya berkerudung hijau. Al lalu menuju ke tempat lokernya untuk mengambil tasnya.
Hari ini wajah Al tampak sangat ceria. Tidak hanya hari ini setiap hari dan setiap waktu wajahnya selalu tampak ceria. Tetapi kali ini berbeda, karna hari ini merupakan hari yang di tunggunya. Hari suaminya akan pulang ke rumah.
Dari tempat kerja Al naik bus untuk ke rumahnya. Bis yang dinaikinya membutuhkan waktu satu jam jika tidak macet kalau macet bisa sampai 2 jam atau lebih.
Al terlihat turun di halte kenanga. Halte terdekat dari rumahnya. Dari sana dia akan berjalan kaki dari halte ke rumah, yang jaraknya sekitar satu kilo.
Sampai didepan Rumah Pak satpam langsung membukakan pagar.
"Assalamualaikum Pak Mamat!" sapaku dengan senyum ramah.
"Wa'alaikumsalam Nyonya Al!" Balasnya tak kalah Ramah.
"Masuk dulu ya Pak!" izinnya yang diangguki Pak Mamat. Dia lalu memasuki rumah.
Al langsung menuju kamarnya. Lekas menaruh tasnya. Setelah itu mengganti pakaian rumah yang tetap tertutup dan sopan. Al segera menuju dapur. Disana Bi Hilda sedang menyiangi sayuran.
"Assalamu'alaikum, Bibi!" sapanya lalu mencium punggung tangannya.
"Wa'alaikumsalam Nyonya Al!"
"Hari ini kita masak apa Bi?" tanyanya tak sabar ingin memasak makanan untuk Mikael
"Kita masak udang, sayur sup sama perkedel Nyonya!" balas Bibi.
"Wah...pasti sangat lezat!" gumamnya dengan senyum senang.
Di dapur Ela mulai mengupas kulit udah, mencucinya lalu memasaknya. Al tidak seahli Bi Hilda dalam hal memasak, tetapi keinginannya membuat Al lambat laun mengerti sedikit demi sedikit. Karna keseringannya mencoba.
Masuknya waktu magrib membuat Ela menghentikan aktivitasnya. Lalu dia pergi ke kamarnya untuk menjalankan sholat, sedang Bi Hilda yang sedang tidak sholat tetap di dapur. Usai Al sholat, dia kembali membatu Bi Hilda.
Masakan yang telah matang telah tertata rapi di atas meja. Harum semerbak makanan menggoda setiap orang yang menciumnya. termasuk Al.yang saat sudah terlihat ngiler dengan masakannya sendiri.
Deru suara mobil yang terdengar membuat Al melangkahkan kakinya menuju pintu masuk.
Dibukalah pintu rumahnya. Dari abang pintu Al melihat suaminya turun dari mobil ceper miliknya.
Di ambang pintu Al sudah menebarkan senyum yang menghiasi wajahnya. Senyuman manis menyambut suami tercinta pulang, setelah 1 minggu.
Mikael menatap Al dengan muka datarnya. Tidak ada perasaan haru maupun senang. Dia terlihat acuh menanggapi sambutan hangat dari istrinya.
"Assalamu'alaikum Kak El!" Serunya saat Mikael didekatnya. Mikael tidak menjawab. Dia hanya diam melewati Al yang tersenyum ramah. Al yang melihat Mikael hanya melewatinya langsung mengejarnya dan berhenti didepannya.
"Assalamu'alaikum Kak El!" serunya kembali memandang hangat wajah suaminya yang bagaikan teriplek.
"Assalamualaikum, kak EL!" katanya kembali menatap manik mata Mikael yang menatapnya tajam.
Mikael lekas mundur selangkah. Karna tidak nyaman dengan wajah Al yang mendekat.
"Hem..wa'alaikumsalam.." balasnya lalu melewati Al yang menyunggingkan senyum.
Al lalu mengikutinya kembali yang saat ini sedang menaiki tangga.
"Kak El. Mau mandi dulu ya. Mau Al siapin air panas buat mandi!" tawarnya yang di abaikan oleh Mikael. Dia terus berjalan menuju kamarnya tidak mendengarkan celotehan Al yang bagaikan burung kakatua.
Sampai akhirnya Mikael sampai didepan pintu kamarnya lalu menutupnya meninggalkan Al yang berceloteh dengan sendirinya.
Al yang di tinggal sendiri didepan pintu kamar yang ditutup terlihat senyum senang menyungging di wajahnya.
Usai sholat isya Al langsung bergegas menuju meja makan untuk menyambut suaminya kembali.
Tidak berapa lama orang yang di tunggu datang dengan pakaian rapi, tidak seperti biasanya.
Mikael berpakaian layaknya pergi ke kantor tetapi kesannya nonformal, karna tidak mengenakan dasi dan rambut sepundaknya digerai menutupi lehernya
Al langsung menghampiri Mikael yang jalan menuju pintu keluar, bukannya ke ruang makan.
"Kak, kak El mau kemana?" tanya Al sampai didepan pintu rumah.
Mikael hanya menengok sekilas lalu masuk ke dalam mobil bagian pengemudi. Al langsung menghampiri Mikael yang sudah menutup pintu mobil.
Al mengetuk pelan kaca mobil tempat Mikael. Tidak ada tanggapan sama sekali. Mikael langsung menyalakan mesin mobilnya.
"Kak hati-hati ya! Jangan lupa makan malam. Aku tunggu ya di rumah. Assalamualaikum!" ucap Al dengan suara lembut tetapi terdengar keras karna mobil yang dikendarai Mikael mulai berjalan.
Saat mobil tak digapai oleh matanya. Al lekas kembali kemeja makan untuk menyantap makan malamnya yang mulai dingin.
Di tengoknya kearah dapur Bibi yang sedang mengintipnya di meja makan. Dengan senyum mengembang Al memanggil Bi Hilda untuk kemeja makan.
"Bi ayo makan bareng! Enggak enak kalau makan sendiri.." ajak Al menepuk bangku kosong disampingnya.
Bibi menatap wajah Al yang tersenyum. Tapi Bibi bisa merasakan kesedihan majikannya yang terlihat dari matanya "Baik Nyonya!" balas Bi Hilda senyum.
############################################################
Maaf ya jika banyak typo...
Jangan lupa coment yang berkaitan dengan cerita dan like ya supaya saya semangat menulisnya.
Dan tinggalkan tanda hati.
Jangan lupa vote yang teman-teman.
Saya juga nulis cerita yang judulnya UHIBBUKI jangan lupa mampir ya.....
Terimakasih.