
Happy Reading!!!
Pria beriris mata coklat terang itu melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Dia melewati semua mobil dengan lihainya bagaikan pembalap yang mengejar kemenangan
Sampailah mobil itu di parkiran luas. Dia keluar dari mobil hitamnya yang ceper lalu seorang pria tua menghampirinya dengan berpakaian seragam dengan pria lain yang menghampiri mobil-mobil yang memasuki halaman .
"Tempat biasa bos!" seru pria tua itu yang dianggukinya dengan wajah acuh.
Dia lalu memasuki bangunan mewah yang di penuhi oleh musik-musik, wanita dengan kekurangan bahan dan minuman-minuman yang berjajar rapi yang ingin dibeli.
Dia menuju kearah kumpulan orang yang sedang menikmati minumannya bersama wanita-wanita disetiap sisinya.
"Bukk!!" dia jatuhkan pantatnya di tempat duduk kosong dengan keras yang langsung di tatap oleh kumpulan itu.
"Disini rupanya! Gua kira lo lagi asik-asik sama bini lo!" ejek salah satu pria berambut bule lokal.
"Hahaha mana mungkin Mikael asik-asikan sama bininya. Orang dia aja gak tertarik," timpal pria yang sedang merangkul dua wanita disetiap sisinya.
Pria beiris coklat itu menatap kedua pria itu secara bergantian dengan tatapan tajam.
"Jangan sampe gua jadiin kalian mainan dan pelampiasan gua malam ini!" serunya dengan muka dingin yang langsung membuat kedua pria itu bergidik ngeri.
Datanglah seorang pria dengan celana hitam panjang dan kemeja putih tanpa dikancing yang memperlihatkan otot-otot perutnya. Pria itu duduk disamping Mikael lalu merangkul pundaknya.
"Gua udah siapin kamarnya!" bisiknya pada Mikael. Pria itu lalu mengiringnya menuju kamar tersebut.
"Hahhh.. untung aja Beni datangnya tepat waktu kalau enggak bisa-bisa kita jadi mainan dia malam ini.." kata pria berambut bule lokal. Dia lalu menegak minumannya kasar karna merasa tegang.
"Lagian si lo! Pake ngeledekin dia segala," sahut pria yang tadi merangkul dua wanita. Sekarang dia juga meminun minumannya karna tenggorokannya terasa kering.
Sampailah 2 pria itu didepan kamar berdaun satu. Ketika pintu dibuka hal pertama yang menyambut mereka adalah kasur besar dan taburan bunga diatasnya. Lalu mereka memasuki kamar itu kemudian menguncinya.
Di sisi lain seorang prempuan sedang merapikan pakaiannya kedalam lemari. Sesekali dia melihat jam dinding berbentuk kotak yang tergantung di kamarnya.
Selesai merapikan baju dia memasuki kamar mandi yang terdapat bethtub yang besar dan shower.
Ini pertama kalianya dia merasakan berendam di kamar mandi pribadi. Biasanya dia berendam di kolam renang kalau tidak pantai.
Jam sudah menunjukan pukul setengah 12 malam. Tetapi belum ada tanda-tanda zaujinya (suaminya) datang.
Saat membuka kulkas terdapat banyak makanan yang hanya sering di lihat Al di toko ataupun supermarket.
"Nyonya ingin dibuatkan sesuatu!" seru seseorang dari belakang Al.
Al yang merasa kaget langsung melempar bungkusan yang dipegangnya.
"Astagfirullahhal'adzim...!" kagetnya dengan mengelus dadanya.
"Maaf nyonya. Enggak maksud bibi membuat nyonya terkejut.." jelasnya lalu mengambil bungkusan yang jatuh dilantai.
"Tidak apa-apa bi.." balas Al senyum.
"Nyonya lapar? Biar bibi buatkan sesuatu!" tawarnya lembut.
"Tidak bi. Al hanya ingin mengambil cemilan untuk mengganjal perut.."
"Benar nyonya?" tanya bibi memastikan. Al membalasnya dengan anggukan dan senyuman. Kemudian bibi kembali ke kamarnya.
Usai mengambil makanan, Al menuju kekamarnya kembali. Dia menikmati makanannya di balkon kamarnya yang menghadap kearah jalanan depan rumahnya..
Langit malam yang gelap dan bintang-bintang menjadi teman wanita sendiri itu.
Karna tidak kuat dengan rasa lelahnya Al kembali memasuki kamar. Dia membaringkan tubuh di kasur yang begitu terasa empuk. Setelah berdoa kantuk pun datang. Dia lalu tertidur dengan guling yang berada di pelukannya.
############################################################
Maaf ya jika banyak typo...
Jangan lupa comment yang berkaitan dengan cerita dan like ya supaya saya semangat menulisnya.
Dan tinggalkan tanda hati.
Jangan lupa vote yang teman-teman.
Saya juga nulis cerita yang judulnya UHIBBUKI jangan lupa mampir ya.....
Terimakasih.