
Jangan lupa like, coment dan share (kalau kalian suka cerita ini)
Kepo
Happy Reading!!!
Seorang Wanita berbaju kebesaran dengan warna gelap nampak berjalan dengan cepat masuk kesebuah gedung.
Suasana di gedung tersebut sudah nampak ramai oleh para karyawan yang lalu lalang untuk beristirahat.
Setiap ada yang melihat Wanita itu, ada yang menyapanya dan ada juga yang mengabaikannya begitu saja.
Sampainya di lantai paling atas gedung itu. Wanita itu tak mendapati gadis cantik yang biasanya duduk ditempatnya.
Segera Wanita itu berjalan keluar dari lift, menghampiri pintu berdaun dua. Sebelum mengetuk pintu, Wanita itu terlebih dahulu mengatur nafasnya yang sedikit memburu.
'Tok...tok...tok' suara ketukan pintu.
"Masuk!" seru suara Pria didalam.
Wanita itu tampak bingung. Biasanya tak ada jawaban, tetapi mengapa tiba-tiba ada jawaban.
Lekaslah Wanita itu membuka pintu. Dia mendapati sosok dua pria muda yang familiar, mereka sedang berdiri di dekat kursi penyambut tamu. Sedangkan sosok Pria satunya lagi sedang berdiri didekat kursi kerjanya.
Ketiga Pria itu menengok kearah Wanita itu yang berdiri didepan pintu.
"..Assalamu'alaikum.." sapa Wanita itu.
"Wa'alaikumsalam.." jawab kedua Pria yang berdiri berdampingan itu.
Kedua Pria yang berdiri itu memperhatikan Al yang masih berdiri didepan pintu.
"Kayak pernah liat deh penampilan ini, tapi dimana ya?" gumam salah satu Pria berambut bule lokal tersebut mengingat-ingat. (Ya pernah lihatlah kan banyak Wanita yang berpakaian seperti Wanita itu)
Sedangkan Pria disampingnya yang berambut coklat , seketika matanya terbelalak. "Aaa...kamu kan si...si Wanita bercadar yang beberapa waktu lalu makan siang bareng kamikan.." ucapnya. Wanita itu hanya menganggukan kepala yang artinya iya.
"Ahhh...iya. Kalau gak salah namanya.." ucap Pria berambut bule mengingat.
"Nama saya Al.." ucap Wanita itu.
"Al.." ucap kedua pria itu berbarengan.
Pria berambut coklat lalu mendekati Al. Sejak awal bertemu dia penasaran dengan Wanita ini yang bisa temanan dengan Mikael.
"Kamu cari aku ya kesini!" ucapnya dengan pede.
Al segera menggelengkan kepala cepat. "Bukan, saya mencari Kak El.." jelas Al.
"Ohhh mencari Mikael, tapi sayang sekali kami baru saja ingin pergi makan siang.." ucap Pria itu lalu mundur selangkah dari Al yang juga mundur kebelakang.
"...saya bawa makan siang! Bagaimana kalau makan bareng disini saja!" seru Al mengangkat rantang yang ada didalam tas berukuran sedang itu.
Mikael lantas melihat kearah rantang yang dipegang Al. Beberapa waktu ini dia kangen untuk mencoba masakan Al yang sudah tak lama dimakannya.
"Wahhh kamu bawa makanan!" seru Pria itu.
"Aku sih mau aja tapi gak tau kedua Pria itu.." ucap Pria itu menunjuk kearah Mikael dan Ghifari.
"Yasudah kita makan disini saja!" seru Mikael. Dia kemudian melepas kembali jasnya yang baru dipake nya.
"Aku juga!" seru Ghifari mengikuti perkataan Mikael.
Lantas Yuan nganga mendengar perkataan 2 sahabatnya itu. Dia tau jika Ghifari mengikuti perkataan Mikael. Tapi dia tak menyangka jika Mikael ingin makan buatan Wanita bercadar itu. Yuan semakin penasaran dengan hubungan Wanita itu dengan Mikael.
"Baiklah.." ucap Yuan.
Al lantas segera menuju kearah meja tempat biasanya dia makan bersama Mikael.
Dia membuka rantangnya yang berisi opor ayam, sayur kangkung dan tahu pedas.
Tampak wajah para Pria itu seketika ngiler melihat tampilan makanan itu dan juga mencium harumnya yang mencuat.
Setelah menyusunnya, Al segera mengambil peralatan makan Mikael yang ada di ruangan tersebut.
Al mengambil satu piring lalu menyendokkan nasi dan lauk diatas piring kemudian memberikannya ke hadapan Mikael. Mata dua pria yang berambut bule lokal dan coklat tak hentinya menatap kearah makanan diatas meja. Serta sikap Al yang terlihat memiliki perasaan lebih dihadapan Mikael.
"Kenapa? Mau saya ambilkan juga?" tanya Al lembut pada dua Pria yang melihat kearahnya.
Pria berambut coklat dan bule lokal menganggukan kepala semangat.
"Bo.." jawab Yuan tapi dipotong oleh perkataan Mikael.
"Kalian punya tangankan!" serunya dengan tajam menatap kedua Pria itu. Mereka bergidik mendengar perkataan pelan Mikael.
Al yang akan mengambilkan nasi. Menghentikan gerakannya karna perkataan Ghifari. "Kami bisa mengambilnya sendiri Al!" seru Ghifari. Al lantas memberikan piring yang di pegangnya pada Ghifari dan piring yang diatas meja pada Yuan yang saat ini sedang cemberut.
Saat mereka menyendokkan makanan. Dalam hati Al khawatir jika makanan yang dibawanya kurang. Tapi syukurnya makanannya cukup karna Al selalu membawa porsi lebih. Seperti saat ini dia membawanya untuk porsi 3 orang.
Setelah piring mereka masing-masing terisi. Mereka menyuapkan makanan tersebut ke mulutmu mereka. Sensasi bumbu terasa di lidah mereka.
Yuan yang tadinya cemberut sudah tersenyum kembali menyantap makanan itu. Begitu juga dengan Ghifari yang tak kalah tersenyum. Sedangkan Mikael berwajah biasa saja tapi sebenarnya, dia sangat menikmati makanan itu.
Yuan yang akan menyuapkan kembali makanan ke mulutnya melihat Al yang tidak makan.
"Kamu tidak makan, Al?" tanya Yuan. Al lantas mengalihkan matanya kearah Yuan. Sedang dua Pria itu melihat kearah Al.
Para Pria tersebut lalu melihat kearah rantang yang hanya tersisa beberapa cuil nasi, kuah opor dan satu tahu pedas.
"Tenang saja. Saya akan makan nanti, tapi sekarang saya belum lapar!" ucapnya.
"Oh iya, Kak Ghifari sama Kak Yuan mau minum teh atau kopi?" tanya Al mengalihkan pembicaraan.
"Aku kopi.." jawab Ghifari.
"Gu..aku juga sama.." timbal Yuan.
Al lantas beranjak dari posisi duduknya menuju tempat pembuat kopi yang ada di ruangan Mikael juga.
Al kembali berjalan menghampiri mereka dengan cangkir kopi diatas nampan.
Dia meletakkan kopi tersebut didepan masing-masing Pria tersebut.
###
Kedua Pria tersebut sangat kenyang. Mereka sangat menikmati masakan Al yang sangat muantap menurut mereka.
Selesai membereskan piring yang kotor Al lantas membawanya ke kamar mandi yang ada di ruangan Mikael untuk mencucinya.
Sisalah mereka bertiga didalam ruangan.
"Kalian berdua kesini, pasti bukan hanya untuk ngajak gua makan. Pasti ada tujuan lain!" kata Mikael membuka percakapan dengan tatapan ke ponselnya.
"Tau aja lo!" seru Yuan yang sedang mengelus perutnya yang kenyang.
"Benar, tujuan gua sama Yuan kesini mau ngajak lo ke club.." tutur Ghifari.
"Club?" tanya Mikael yang melirik Ghifari.
"Iya, udah lama kita enggak minum bareng. Makanya kita mau ngajakin lo!" tutur Ghifari kembali.
"Gua sama Yuan berencana akhir minggu ini ke club!" ucap Ghifari.
"Benar, akhir minggu ini. Biar kita bisa puas disana.." timpal Yuan.
Tapi setelah diingat-ingat, dia sudah lama tak minum bareng dengan sahabatnya.
"Oke! Tapi akhir minggu gua gak bisa!" ucap Mikael.
"Kalau mau, kita minum di rumah gua malam saptu.." ucap Mikael kembali.
Yuan mengerutkan dahi mendengar ucapan Mikael begitu juga dengan Ghifari.
"Di rumah Lo!" seru mereka berbarengan.
"Mana asik di rumah loh yang gak ada cewenya sama sekali!" seru Yuan blak-blakan.
"Hahaha Yuan, lo salah di rumah Mikael ada cewenya.." ucap Ghifari. "..tapi istrinya yang sholeha bener.." lanjutnya. Yuan hanya mendengus mendengar candaan Ghifari yang tak lucu.
Mikael tampak membenarkan perkataan Ghifari. Ditambah selama ini dia jarang mengajak temannya ke rumah. "Kalau gitu, di apartemen gua aja!"
"Nah, itu baru.." setuju Ghifari.
"Gua tetap gak setuju! Di apartemen Mikael juga gak ada..Akhk..sakit.." ucap Yuan yang terputus.
"Oke gua sama Yuan setuju.." ucap Ghifari. Dia menginjak kaki Yuan agar tak banyak bicara.
Yuan menatap tajam kearah Ghifari. "Sama aja boong kalau minum di tempat Mikael. Niat gua minum tuh bisa ketemu cewe cantik.." batin Yuan.
###
Al yang sudah selesai mencuci peralatan makan lantas kembali ke ruangan.
Dia melihat para Pria tersebut sedang bercakap-cakap mengenai sesuatu yang Al tak begitu jelas dengar saat di kamar mandi.
Selesai merapikan piring-piring dan menaruh kembali rantangnya kedalam tas tentengnya, Al segera pamit.
"Kak, Al pamit dulu ya.." ucapnya menghentikan percakapan mereka.
"Al sudah mau pulang! Hati-hati ya!" seru Yuan.
"Sama makasih makanannya enak bangat!" lanjutnya.
"Iya aku juga makasih untuk makan siangnya.." timpal Ghifari.
"Iya sama-sama. Aku senang kalau kalian suka.." balasnya. Al lantas menengokkan kepalanya kearah Mikael yang masih menatap layar HPnya.
"Kak El, Al pamit ya.." ucapnya kembali. Mikael hanya berdehem menanggapi perkataan Al.
"Assalamu'alaikum.." pamitnya dengan senyum tipis. Lalu di jawab kedua Pria itu.
Setelah Al keluar pintu Yuan langsung mengalihkan pandangannya ke arah Mikael.
"Mikael, lo kok gitu sikapnya sama Wanita yang sudah bawain lo makan siang!" seru Ghifari.
Mikael mendongakkan kepalanya membalas tatapan Yuan. "Terus, gua harus bersikap seperti apa!"
"Setidaknya lo, tunjukin rasa terimakasih lo sama Al. Lagi pula diakan sahabat lo.." ucap Yuan kembali. Mikael hanya berdehem membalas perkataan Yuan.
Ghifari yang melihat Yuan tampaknya terpancing emosinya lantas berbicara.
"Mikael, gua sama Yuan pamit juga ya. Setelah ini gua sama dia ada urusan.." katanya mengalihkan pembicaraan.
Lantas Ghifari segera mengajak Yuan pergi. Mereka lalu segera pamit pada Mikael.
Didalam lift
"Gua gak habis pikir sama Mikael. Dia nyantap masakan Al, tapi ngucapin makasih aja susah bangat.." ucap Yuan kesal. (Padahal orang-orang di luar sana jika membuat kesalahan gambang sekali mengucapkan maaf. Sedangkan berkata terimakasih saja susahnya)
"Sudah-sudah. Lo tau sendirikan sikap dia sama Perempuan emang begitu.." kata Ghifari menenangkan.
"Yang sampai sekarang gua penasaran, kenapa mereka bisa temanan? Padahal jelas-jelas gua gak liat Mikael nganggap dia sama sekali.." ucapnya kembali.
Pintu lift lalu terbuka. Ghifari yang tak tahan sejak tadi ingin ke toilet lantas tak bisa berhenti bergerak sejak tadi di lift.
"Gua ke toilet dulu. Lo tunggu di lobi ya.." ucapnya yang langsung meninggalkan Yuan.
Yuan lantas keluar dari lift. Saat berjalan ke lobi tatapannya berhenti pada sosok perempuan yang melewatinya.
"Al!" panggilnya.
Al menengok mendapati sosok Yuan dibelakangnya. "..Kak Yuan.." ucap Al.
"Gu..aku kira kamu udah pulang, ternyata masih disini.." ucap Yuan.
"Iya Kak, tadi Al sholat dzuhur dulu. Ini aku baru mau pergi.." balasnya.
"Kak Ghifari dimana?" tanya Al tak mendapat sosok Ghifari.
"Oh, dia lagi absen dulu di toilet.." Guyon Yuan.
"Sambil nunggu dia absen. Kamu temenin aku dulu ya. Lagi gak buru-buru kan.."
"Sepertinya tidak apa-apa kalau hanya sebentar.." balasnya. Mereka lalu berjalan kearah kursi di lobi.
Setelah duduk beberapa detik Yuan kembali terbesit pertanyaan yang ingin dia tanyakan.
"Al, aku mau nanya sesuatu. Boleh tidak?"
"Tentu saja boleh.."
"Al sudah lama kenal dengan Mikael?" Yuan memperhatikan Al yang nampak berfikir.
"...tidak terlalu lama, kurang lebih aku kenal Kak El 8 bulan. Memang kenapa?"
"Tidak apa-apa. Aku hanya penasaran kenapa kalian bisa bersahabat. Bukannya aku tidak suka. Hanya aku kasihan denganmu yang selalu diabaikan Mikael.." ucap Yuan.
Al tersenyum mendengar ucapan Yuan. "Mungkin awalnya memang Kak El terlihat acuh. Tapi kesini-sini dia sedikit berubah.." ucap Al.
"Apa kamu menyukai Mikael, Al?" tanya Yuan kembali. Karan dia selalu mendapati tatapan kasih sayang dimata Al ketika menatap atau memikirkan Mikael.
Al lantas terdiam.
"Apa kamu mengetahui, jika Mikael sudah menikah?" tanya Yuan lagi.
Kepala Al yang awalnya tertunduk dia angkatnya. Dia menatap lurus kedepan.
"Kalau soal Kak El menikah, aku sudah mengetahui hal tersebut sejak awal berteman. Sedangkan apakah aku mencintainya.." ucap Al yang terjeda. "...yang perlu Kak Yuan tau, saat ini yang paling aku sayang dan cintai adalah suamiku. Perihal Kak Yuan yang selalu mendapatiku yang selalu menatap Kak El itu tak ada maksud lain.." lanjutnya yang kemudian berhenti. Al hanya membalas dengan mata yang artinya rahasia.
Seketika Yuan membulatkan mata mendengar penuturan Al. "Jadi kamu sudah menikah!" Al menganggukan kepala.
Mata Al tak sengaja mendapati sosok Ghifari yang sedang berjalan dengan kepala celingak-celinguk.
"Kak Ghifari sepertinya sudah selesai. Al pamit ya.." ucapnya. Setelah mengucapkan salam dia lantas pergi.
Yuan masih diam ditempatnya. Dia tak menyangka jika Al sudah menikah, ditambah tak paham maksud perkataan Al yang terakhir.
"Kenapa lo bengong?" tanya Ghifari ketika sudah didekat Yuan.
"...enggak papa.." ucapnya.
Like, coment dan share kalian akan membuat saya senang.
Thank you....