
Kunjungan
Happy Reading!!!
Di dalam mobil
"Tuan, ingin kemana setelah ini.." tanya Pak Usman yang saat ini sedang berdiri disamping pintu mobil Mikael yang masih terbuka.
"Aku ingin pulang.." jawab Mikael. Pak Usman menganggukkan kepalanya. Saat ingin menutup pintu mobil tempat Mikael duduk. Pak Usman menghentikan gerakannya ketika mendengar suara Mikael.
"Arahkan mobilnya menuju mansion ku!" sambung Mikael yang diangguki Pak Usman yang saat ini terlihat kaget mendengar perkataan Mikael yang ingin kembali ke mansion nya.
Didepan Mansion Mikael
Mikael keluar dari mobilnya yang telah dibukakan oleh Pak Usman. Saat ingin melangkah masuk kedalam lobi mansion nya, Mikael membalikkan tubuhnya kearah Pak Usman yang masih berdiri disampingnya mobil.
"Pak Usman, tanyalah pada Alula perihal wanita bercadar itu. Jika Pak Usman sudah menghubungi wanita itu, beritahukanlah dia tentang Pak Kusno yang ingin bertemu dengannya. Jika sudah beritahu saya!" perintah Mikael.
"Baik Tuan.." balas Pak Usman. Lalu Mikael masuk kedalam mansion nya. Setelah Mikael masuk dan tidak terlihat lagi Pak Usman segera mengemudikan mobilnya kembali ke rumah.
###
Di balkon kamarnya, Al sedang duduk sambil membaca buku tentang ummahatul mu'minin.
Buku yang dapat memberikan banyak pengetahuan pada Al. Buku itu merangkum tentang biografi-biografi istri-istri Nabi Shallallahu’alaihi wa Salam, wanita yang telah dipilih oleh Allah Subhanallah wa Ta’ala sebagai pendamping hidup di dunia dan akhirat.
Sebagai Rasulullah bersabda “Sesungguhnya Allah tidak menghendaki aku menikah atau dinikahkan kecuali dengan wanita-wanita penghuni surga”.
Selain itu terdapat pula penjelasan lainnya, seperti hikmah di balik poligami menurut syariat, keturunan Rasulullah, cucu Rasulullah, dan penjelasan lainnya.
Ketika membaca mata Al sesekali melihat kearah pagar rumah maupun jalanan yang terlihat sepi.
Saat Al kembali melirik kearah pagar rumah. Matanya mendapati mobil hitam ceper datang. Dia segera menutup bukunya. Senyum sudah menghiasi wajah lonjongnya. Dengan sedikit berlari dia keluar kamarnya menuju halaman depan rumah.
Saat Al sudah sampai didepan pintu rumah. Dari dalam mobil keluar Pak Usman. Tetapi kali ini Pak Usman tidak membuka pintu bagian penumpang tetapi dia malah jalan menghampiri Al yang sedang menunggu dengan wajah senang.
"Pak Usman, Mas mana?" tanya Al ketika Pak Usman sudah ada didekatnya. Mata Pak Usman yang awalnya melihat kearah Al kemudian dialihkan kearah ubin yang diinjaknya.
"...Maaf Nyonya, Tuan sudah kembali ke mansion nya.." jawab Pak Usman jujur. Pak Usman sebenarnya tak enak hati mengatakan perihal itu, tetapi menurutnya itu lebih baik dibanding dia harus berbohong.
Seketika binar wajah senang Al memudar mendengar perkataan Pak Usman. Dia menundukkan kepalanya menyembunyikan wajah sedihnya.
Pak Usman memberanikan diri melihat kearah Al yang sedang menunduk. Daltop kerudung Al menutupi wajahnya, ditambah Al yang menundukkan kepalanya membuat Pak Usman tak bisa melihat wajah Al.
"Nyonya.." Ucap Pak Usman yang merasakan kesedihan Nyonyannya.
"..Haahhhh.." Pak Usman mendengar hembusan nafas berat dari wanita didepannya.
Al mengangkat kepalanya dengan wajah yang sudah kembali ceria, membuat Pak Usman kaget, karna dia mengira Nyonyanya akan sedih. "Yahh..sayang deh...padahal Al udah buat kue bolu coklat untuk Mas.." ucapnya.
"Karna Mas gak ada. Kita berempat aja yang makan...Mas pasti rugi! Gak nyoba kue bolu buatanku yang maknyos.." lanjut Al.
Dia lalu berjalan memasuki rumah meninggalkan Pak Usman yang masih terpaku didepan pintu.
Esok pagi.
Pak Usman yang saat itu ingin membuka pintu mobil untuk Al. Dicegat oleh Al yang terlebih dahulu sudah keluar dari dalam mobil.
Al lalu menghampiri kearah kaca mobil tempat Pak Usman duduk. Mendapati Al yang menghampiri kaca mobil tempatnya duduk, Pak Usman segera menurunkan kaca mobilnya.
"Pak Usman, terima kasih ya.." ucap Al dengan nada suaranya yang terdengar ceria.
"Sama-sama, Nyonya.." balasnya tersenyum.
"Al masuk ya Pak, Assalamualaikum.."
"Wa'alaikumsalam, Nyonya.."
Saat Al akan masuk kedalam bangunan itu. Langkahnya terhenti mendengar panggilan Pak Usman.
"Nyonya Al!" panggil Pak Usman yang sudah membuka pintu mobil. Al segera berbalik dan kembali menghampiri Pak Usman.
"Ada apa Pak?" tanya Al melihat kearah Pak Usman.
"..ee..Apa Bi Hilda juga ikut?" tanya Al sedikit memiringkan kepalanya.
"Tidak Nyonya.." ucap Pak Usman.
"...Kok Bi Hilda tidak ikut. Memangnya Pak Usman mau mengajak saya kemana?" tanya Al kembali.
"...Karna orang tersebut hanya ingin bertemu dengan Nyonya. Jadi saya hanya mengajak Nyonya Al saja.." jawab Pak Usman. Al bertambah penasaran akan perkataan Pak Usman.
"Memangnya siapa?" Tanya Al kembali.
"Nyonya akan mengetahuinya nanti.." jawab Pak Usman. Kemudian Pak Usman pamit pada Al yang masih bertanya-tanya.
Selama bekerja pikiran Al selalu kembali kepada perkataan Pak Usman mengenai seseorang yang ingin menemuinya.
"Memangnya siapa yang mau menemuiku?" batin Al bertanya-tanya memikirkan hal itu.
Tak terasa jam kerjanya habis. Al segera bersiap-siap pulang. Seperti biasa, Pak Usman sudah ada didepan tempatnya bekerja.
Al mengetuk pelan kaca mobil Pak Usman. Saat mengetahui sosok yang di tunggu telah datang. Pak Usman segera membuka sentral clock mobilnya.
Setelah Al duduk didalam mobil. Al mencondongkan tubuhnya kearah Pak Usman yang sudah bersiap menyalakan mesin mobil.
"Pak Usman, Al kepo nihh..siapa yang sebenarnya ingin bertemu Al?" kata Al dengan tatapan berharap Pak Usman ingin memberitahunya. Pak Usman menyengir mendengar perkataan Al.
"Sabar ya Nyonya, nanti Nyonya Akan tau.." ucap Pak Usman. Al mengerucutkan bibirnya yang tertutupi oleh cadar. Dia lalu kembali menyender pada bangku yang di dudukinya. Saat ini dia benar-benar menyerah untuk bertanya siapa yang akan bertemu dengannya. Lagi pula dalam beberapa saat dia berfikir pasti akan tau siapa orangnya.
###
Mikael yang baru saja selesai rapat. Membuka HPnya yang sudah terdapat 3 panggilan dari Pak Usman.
Tidak menunggu lama Mikael langsung menelpon balik nomor Pak Usman.
Setelah dua nada, terdengar suara sapaan dari sebrang telpon. "Assalamualaikum, Tuan.."
"Wa'alaikumsalam, ada apa Pak Usman menelpon saya?" tanya Mikael tanpa basa basi.
"...Tuan, saya sudah berbicara dengan wanita yang menolong Pak Kusno. Dia bersedia bertemu dengan Pak Kusno setelah pulang kerja, hari ini.." ucap Pak Usman.
"...Hemmm...baiklah. Nanti pergilah bersama wanita itu! Jika tidak beritaukanlah alamat rumah sakit Pak Kusno!" perintah Mikael.
"Baik Tuan.." balas Pak Usman. Lalu Mikael memutuskan panggilannya.
###
Mobil yang membawa Al akhirnya sampai di tempat tujuan. Al tercengang melihat bangunan yang menjadi tempat tujuannya.
"Pak Usman, kita kesini? Memangnya siapa yang ada di tempat ini?" tanya Al memperhatikan bangunan yang menjulang tinggi dari kaca mobil. Pak Usman tidak menjawab perkataan Al. Dia hanya tersenyum.
Al hanya mengikuti arah tujuan Pak Usman. Dia tak bertanya kembali akan bertemu siapa, karna Pak Usman tak akan mengatakannya. Membuat Al menyerah untuk bertanya.
Sampailah mereka didepan pintu yang terdapat 905. Dalam hati Al bertanya-tanya siapa gerangan yang ada dibalik pintu ini.
Setelah Pak Usman membuka pintu. Tampak seorang Pria muda yang sangat Al ingat. Pria muda itu seketika tersenyum melihat wanita bercadar yang ada di samping Pak Usman.
"Silahkan masuk!" seru Pria itu yang bernama Furqon.
(Jangan lupa VOTE, tekan tanda ini 👍dan coment ya...)
############################################################
Maaf ya jika banyak typo...
Jangan lupa coment yang berkaitan dengan cerita dan like ya supaya saya semangat menulisnya.
Dan tinggalkan tanda hati.
Jangan lupa vote yang teman-teman.
Saya juga nulis cerita yang judulnya UHIBBUKI jangan lupa mampir ya.....
Terimakasih