Friends After Marriage

Friends After Marriage
Awal Permulaan



Awal Permulaan


Happy Reading!!!


Mikael memberikan tatapan dingin pada Al karna merasa kesal akan tindakannya.


"Jika anda menginginkan sesuatu. Anda dapat mengatakannya pada Pak Usman yang tadi telah membawa anda kesini.."


Al menggeleng pelan kepalanya. "Saya akan mengatakan keinginan saya, tetapi saya ingin Tuan yang mewujudkannya!" seru Al membalas tatapan dingin Mikael dengan ramah.


Mikael mengerutkan dahinya mendengar perkataan wanita didepannya. Dia pikir apa bedanya, meminta dengan Pak Usman maupun dengannya. Lagipula apapun yang dia inginkan pasti akan dibeli pake uangnya.


"...Baiklah!" setuju Mikael, karena tak ingin berlama-lama dengan wanita didepannya. Setelah wanita didepannya mengatakan keinginannya dia akan langsung pergi meninggalkannya. Mendengar persetujuan Mikael Al menyunggingkan senyum tipis.


"...Tapi...sebelum itu, Tuan harus berjanji! Apapun yang saya inginkan! Tuan akan mewujudkannya!" seru Al memastikannya.


"...Saya janji! Saya akan mewujudkan apapun keinginan anda. Sekarang katakan apa yang anda inginkan!" balas Mikael.


Al kembali menyunggingkan senyum yang lebih lebar karena mendengar perkataan Mikael.


"...Saya ingin.." Al menundukkan kepalanya sejenak lalu kembali menatap Mikael.


"Kakak menjadi teman saya!" pinta Al.


Mikael bengong seketika mendengarkan permintaan didepannya, yang mungkin dia salah dengar.


"Saya menginginkan, Kak Mikael menganggap saya menjadi teman Kakak!" ucap Al kembali dengan menambahkan beberapa kata.


"Bagaimana Kak Mikael? Bukankah permintaan yang mudah?" Al melangkah satu langkah kedepannya, mendekati Mikael yang masih terbengong.


Al kembali melangkah, agar jaraknya maupun Mikael semakin dekat. Dia memiringkan sedikit kepalanya kearah kanan sambil membalas tatapan Mikael yang masih melekat padanya.


"Kakak masih belum mengenaliku? Apa aku seberbeda itu, jika menggunakan cadar?" tanya Al.


Mikael, memundurkan selangkah kakinya yang awal diam mematung. Dia merasa risih akan jarak wanita didepannya yang terlalu dekat.


Mikael menajamkan matanya menatap wanita didepannya.


"Apa-apaan wanita ini. Dia tidak menyadari akan pakaian yang digunakannya. Kenapa dia berlagak so akrab dan memanggil Kakak layaknya wanita itu!" batin Mikael. Seketika Mikael membulatkan mata.


Saat mendapati ekspresi kaget Mikael, Al menyunggingkan senyum kembali.


"Apa Kak Mikael sudah mengenaliku!" Ucap Al yang terlihat senang.


"Sepertinya Kakak sudah mengenali Al! Oleh karena itu, bagaimana kalau kita kembali kepercakapan sebelumnya..., tentang keinginan Al!" Ucap Al dengan sedikit mendayu. Dia kembali melangkah mendekat kearah Mikael yang mudur.


Al memperhatikan perubahan ekspresi Mikael. Walaupun saat ini wajahnya datar, tapi Al berfikir mungkin suaminya saat ini ragu akan janjinya.


Mikael tertohok dengan perkataan Al. Dia kembali berfikir apa wanita didepannya yang ternyata istrinya adalah seorang cenayang yang dapat membaca pikiran orang. Pada Mikael sudah memberikan ekspresi sedatar mungkin.


Mikael menghembuskan nafas kasar. Dia memejamkan matanya yang sejak tadi lupa berkedip.


"Tenang saja! Saya orang yang selalu menepati janji!" seru Mikael. "Soal keinginanmu...saya akan mewujudkannya!" jawabnya datar dan santai. Bibir mungil Al yang tadi sempat pupus karna takut Mikael melanggar janjinya kembali tersenyum lebar.


"Teman!" Al mengulurkan tangan kearah Mikael.


Mikael terdiam sejenak memperhatikan tangan Al. Kemudian dia menyambut tangan itu. "Teman!"


Setelah berjabatan selama lima detik Mikael langsung melepas jabatan Al yang masih di genggam oleh Al.


"Kak Mikael! Sebagai teman, Aku ingin mengajak Kak Mikael untuk makan malam bersama!" pinta Al. "Bukankah teman biasa mengajak makan malam bersama?" ucap Al kembali.


"Baiklah!" jawab Mikael. Setelah itu Mikael kembali ke mobilnya.


Al menghadapkan tubuhnya yang tadi menyerongi Pak Usman. Al tersenyum lebar di balik cadarnya kearah Pak Usman yang saat ini terlihat kaget melihat keberanian Nyonyanya.


Al kemudian memasuki mobil yang telah dibuka kuncinya oleh Pak Usman. Dia langsung memejamkan matanya mengingat keberaniannya tadi.


Kali ini Al akan mengikuti rencana yang telah dia pikirkan matang-matang sejak kejadian dia yang mencium tangan Mikael. Jika Mikael tidak bisa didekati dengan cara sebagai istri makan Al memilih cara sebagai teman dekat.


Al kembali membuka pejamkan matanya. Dia menatap tangannya yang tadi di genggam oleh Mikael.


"Selanjutnya, aku pasti akan membuat Mas Mikael tidak melepaskan genggamannya dariku!" gumamnya dalam hati.


Al tersenyum senang sambil memegangi tangannya. Dia lalu kembali memejamkan matanya.


(Jangan lupa VOTE, tekan tanda ini πŸ‘, coment πŸ‘dan Reting 🌟🌟🌟🌟🌟 ya...)


############################################################


Maaf ya jika banyak typo...


Jangan lupa coment yang berkaitan dengan cerita dan like ya supaya saya semangat menulisnya.


Dan tinggalkan tanda hati.


Jangan lupa vote yang teman-teman.


Saya juga nulis cerita yang judulnya UHIBBUKI jangan lupa mampir ya.....


Terimakasih