Friends After Marriage

Friends After Marriage
Hasutan Setan



Hasutan Setan


Happy Reading!!!


Saat malam hari


Al yang baru usai sholat isya. Saat akan duduk kembali ke kursinya di kaget kan dengan salah satu pasien yang tiba-tiba pingsan.


Dihampirinya pasien wanita paruh baya tersebut. Al mendekatkan jarinya kearah hidung Wanita itu. Al terkaget.


Dia lalu menengok kearah anak remaja yang yang sedang menangis, dia ada disamping Wanita itu. "Apa Wanita ini memiliki riwayat penyakit jantung?" Anak remaja itu mengangguk-anggukkan kepala cepat.


Tanpa basa-basi Al mengetahui apa yang harus di perbuat. Dia segera menaruh tangannya di tengah dada Wanita itu. Lalu menekan kuat-kuat dan cepat, dengan laju sekitar 100 kali kompresi per 1 menit.


Setelah itu Al menengadahkan kepalanya sedikit ke atas. Dia menaruh telapak tangannya di dahi orang Wanita itu dan dengan lembut dorong kepalanya menengadah ke atas. Kemudian, Al mengangkat dagunya ke depan untuk membuka jalur pernapasan.


Al kemudian memperhatikan pergerakan dada dan suara terengah-engah yang kadang muncul, seperti hendak mengambil napas. Ketika melihat itu Al bernafas lega. Dia segera menuju kearah ruangan dokter terdekat, yaitu tempat dokter Ilham.


Ilham yang mengetahui keadaan pasien didepan segera berkata, "Al bersiaplah! Kamu temani saya membawa pasien ini!" perintahnya. Al menganggukan kepala dan segera bersiap. Menyiapkan berkas untuk pasien tersebut.


###


Via yang baru selesai sholat isya. Melihat keadaan ramai. Dia menghampiri dan melihat Al dan Ilham mendorong ranjang, masuk kedalam mobil ambulan.


Seketika matanya bertemu dengan mata Ilham.Tapi Pria itu segera mengalihkannya dan melihat Wanita disebelahnya Al.


Via melihat kearah mobil ambulan yang pintunya akan tertutup. Matanya tak sengaja berpapasan dengan Al. Rasa sesak saat melihat Al dan ilham menggerogoti hati Via.


###


Sampainya di rumah sakit. Al pikir dia akan langsung kembali ke klinik. Sayangnya tidak, dia mengikuti Dokter Ilham yang memang sedang mengobati pasien tersebut. Dia melihat tindakan yang dokter Ilham lakukan di bantu oleh perawat yang ada di rumah sakit.


Selesai memberikan penanganan Ilham menghampiri Al yang sedang menunggu di luar.


"Al maaf ya lama.."


"Tidak apa-apa Dokter.." balas Al.


Mereka lalu menuju kembali kearah mobil klinik. Dalam perjalanan Al dan Ilham hanya diam satu sama lain tak ada percakapan.


Saat mobil sampai di halaman gedung klinik. Al menengok kearah Ilham yang akan membuka pintu mobil belakang.


Saat pintu kebuka Ilham turun terlebih dahulu diikuti Al. Mereka bersamaan masuk ke dalam gedung. Didepan meja pendaftaran sudah ada Via yang sedang melihat kearah mereka.


Dokter Ilham langsung menuju ke ruangannya kembali sedangkan Al ketempat nya.


Al memperhatikan wajah Via yang tampak terlihat sedih. Al kembali mengingat juga saat akan pergi matanya tak sengaja mendapat mimik muka Via yang seperti ini.


"Kamu kenapa Vi?"


Via hanya diam tak menanggapi perkataan Al. Dia mengambaikan perkataan Al yang sangat jelas didengarnya. Dada Via terasa sesak saat mengingat ke dekatan mereka.


Al mengerutkan dahi. Dia lalu menduga kenapa Via tiba-tiba begini. Didekatkan bangkunya kearah Via lalu memutar bangku Via kearahnya.


Terlihat jelas wajah tak suka Via, melihat tindakan Al. Tapi Al tak menghiraukannya dia malah mencubit pelan kedua pipi Via.


"Kamu jelek kalau berwajah seperti ini!" seru Al tersenyum kearah Via.


"Kamu pasti cemburukan karna aku dan dokter Ilham keluar!" ucap Al kembali. Dia lalu melepas cubitannya di pipi Via.


Via terdiam. Perasaan peka Al sejak dulu tak pernah berubah. Inilah yang membuat Via tak bisa bersikap acuh pada Al.


"Via, kamu tak perlu khawatir ataupun merasakan perasaan seperti saat ini.." ucap Al ramah. Tapi seketika raut wajah Al berubah serius.


"Dan tak seharusnya kamu berwajah seperti ini. Walaupun kamu calon istrinya, kamu belum mempunyai hak untuk cemburu dalam statusmu saat ini. Karna perasaan yang kamu rasakan muncul karna hasutan setan yang dapat membuat dosa.." ucap Al mengingat.


Via menggigit pelan bibir bawahnya. Dia benar-benar menyesal telah merasakan perasaan itu. "Maaf Al.." gumamnya pelan. Tampak mata Via yang mulai berair.


Raut wajah Al kembali lembut. "Iya..tapi..kamu jangan lupa meminta maaf pada Allah. Karna Allah yang menjaga kita dari godaan apapun.." Via tersenyum menganggukan kepala. Dalam hatinya dia beristigfar meminta maaf pada Allah dan dia juga bersyukur memiliki sahabat seperti Al yang selalu mengingatinya.


"Makasih ya Al.." Via membalas genggaman tangan Al.


###


Jam pulang pun datang. Via dan Al bersiap untuk pulang. Saat keluar gedung mereka berpapasan dengan Ilham yang akan pulang. Dia terlihat akan memasuki mobilnya.


Ilham yang menyadari kehadiran mereka, menghentikan aktivitasnya lalu menghampiri mereka.


"Mau bareng?" ajaknya pada Al dan juga Via.


"Boleh!" sahut Al. Via langsung menyenggol dan berbisik pada Al.


"Al emang boleh apa?"


"Boleh kok. Kitakan berdua, beda kalau misalnya kamu sama Dokter Ilham doang!" ucap Al dengan cengiran.


"Jadi gimana?" tanya Ilham. Sebenarnya dia mendengar pembicaraan mereka.


"Ayo," ucap Al. Via mengikuti Al yang memasuki kursi belakang. Begitu juga Ilham yang merasa senang dia memasuki mobilnya.


"Dokter, gak papakan kita duduk dibelakang?" ucap Via merasa tak enak.


"Enggak papa kok.." jawabnya sambil menggaruk kepalanya karna merasa senang dapat mengantar calonnya.


###


Mikael dan Pak Usman baru saja sampai ke halaman rumah. Seharian mereka pergi dari satu tempat ke tempat lainnya untuk urusan bisnis. Membuat mereka sampai di rumah jam 10 malam.


Mikael langsung turun dari mobil. Menuju kamarnya sedang Pak Usman masih tetap menunggu di halaman karna dia harus menjemput Al di tempat kerjanya. Karna Pak Usman merasa khawatir bila Al pulang sendiri.


Pak Usman meraih HPnya dari dalam saku lalu menekan gambar telpon pada nama Al. Tak butuh waktu lama Al langsung mengangkat panggilan tersebut.


"Assalamualaikum Pak,"


"Wa'alaikumsalam Nyonya, maaf Nyonya saya baru menghubungi. Hari ini saya akan telat menjemput Nyonya karna baru sampai rumah,"


"Tidak masalah Pak Usman. Saya akan menginap kembali di kosan sahabat saya.."


"Benar Nyonya.." tanya Pak Usman kembali.


"Benar Pak.." jawab Al meyakinkan.


"Yasudah, besok saya akan menjemput Nyonya.."


"Tidak usah Pak Usman. Besok pagi saya akan langsung pulang.."


"Baiklah Nyonya. Hati-hati dijalan ya.."


"Iya Pak. Assalamualaikum.."


"Wa'alaikumsalam.."


Setelah memutuskan panggilan Pak Usman mengurungkan niatnya. Dia lalu mengunci mobil dan meminta tolong Pak Mamat untuk menutup pagar kembali. Dia lalu masuk kedalam rumah untuk beristirahat.


(Jangan lupa VOTE, tekan tanda ini πŸ‘, coment πŸ‘dan Reting 🌟🌟🌟🌟🌟 ya...)


############################################################


Maaf ya jika banyak typo...


Jangan lupa coment yang berkaitan dengan cerita dan like ya supaya saya semangat menulisnya.


Dan tinggalkan tanda hati.


Jangan lupa vote yang teman-teman.


Saya juga nulis cerita yang judulnya UHIBBUKI jangan lupa mampir ya.....


Terimakasih