Friends After Marriage

Friends After Marriage
Permintaan



Happy Reading!!!


Setelah Pak Usman membuka pintu. Tampak seorang Pria muda yang sangat Al ingat. Wajah Pria itu tidak asing di mata Al.


Pria muda itu mengembangkan senyumnya melihat wanita bercadar yang ada di samping Pak Usman.


"Silahkan masuk!" seru Pria muda itu yang bernama Furqon. Dia mengajak Al dan juga Pak Usman menuju kearah sofa tempatnya duduk tadi.


Saat memasuki ruangan, Al melihat kearah depan sofa yang terdapat sebuah ranjang yang diatasnya ada seseorang yang sedang berbaring .


Al kemudian mengalihkan pandangannya kearah Furqon yang duduk didepannya. Al menganggukkan sekilas kepalanya sambil mengalihkan matanya kebawah ketika matanya tak sengaja bertemu sapa dengan bola mata Furqon.


"Tuan Furqon, seperti yang di janjikan oleh Tuan Mikael. Saya telah mengajak wanita yang menolong Tuan Kusno pada hari itu.." Pak Usman mengarahkan jempolnya kearah Al yang sedang menundukkan kepala.


Al mengalihkan pandangannya saat mendengar nama suaminya disebut. dia melihat kearah Pak Usman yang sedang tersenyum pada Pria didepannya. Dalam hati Al bertanya-tanya apa maksudnya.


"Terima kasih ya, Pak Usman.." ucap Pria itu pada Pak Usman dia lalu mengarahkan iris matanya pada wanita berpakaian coklat tua didepannya, yang saat ini sedang menengok kearah Pak Usman.


"Ba!" seru Furqon memanggil Al. Al menyadari akan panggilan itu hanya untuknya, karna dia satu-satunya wanita yang ada didalam ruangan itu.


Al menengok pelan kepalanya kearah Furqon yang sedang menatapnya. Dia menganggukkan pelan kepalanya. "Iya...Tuan.." ucap Al menanggapi panggilan Furqon.


"Boleh saya mengetahui siapa nama anda? Kemarin saya lupa untuk menanyakannya.." Furqon menatap lekat kearah Al yang tak membalas tatapan matanya.


"..Nama saya Almasah. Tuan bisa memanggil saya Al.." jawab Al. Dia sekilas menatap kearah Furqon, tetapi pandangannya tidak tertuju pada matanya melainkan pada batang hidungnya yang mancung.


Dengan lekat Furqon memperhatikan Al. "Begini Ba Al, saya meminta Ba Al kemari, karna Bapak saya yang Ba Al tolong beberapa hari yang lalu ingin bertemu dengan Ba Al.." ucap Furqon. Al lekas menoleh kearah ranjang yang berisi seseorang itu yang wajah tak begitu terlihat..


"Saat ini Bapak masih tidur. Mungkin sebentar lagi beliau akan bangun.." lanjut Furqon yang diangguki Al.


Al kembali ingat akan kejadian beberapa hari yang lalu. Saat ini Al sedikit paham maksud dari tujuannya datang kemari. Dia juga dapat mengira siapa Bapak sedang berbaring itu. sampai-sampai membuat Mikael berjanji.


###


Tak terasa masuk waktu magrib. Membuat Al dan juga Pak Usman izin ke musholla yang ada di ujung lorong deretan kamar rawat inap.


Usai sholat Pak Usman terlebih dahulu balik ke kamar tadi. Sedangkan Al terlebih dahulu membaca ayat suci Al-Qur'an. Selesai membaca dia kembali ke kamar itu.


Sebelum masuk, Al terlebih dahulu mengetuk pintu dan mengucapkan salam, setelah itu baru menekan gagang pintu untuk membukanya. Mata Al tertuju pada sofa yang terlihat kosong. Saat tubuhnya sudah masuk sepenuhnya ternyata Pak Usman dan juga Furqon ada disamping ranjang yang tadi di tiduri oleh Pak Kusno yang saat ini terlihat sedang duduk.


Mata Al bertemu dengan mata Pak Kusno yang melihat kearah kedatangan Al. Sesegera Pak Kusno menebarkan senyumnya kearah Al.


Pak Kusno melambaikan tangan kearah Al, agar Al mendekat kearahnya. Dengan langkah pelan Al menghampiri Pak Kusno yang masih terlihat lemah.


"Bapak, minum obatnya dulu ya.." ucap Furqon lembut pada Pak Kusno. Pak Kusno menganggukkan kepalanya pelan lalu memasukkan obat kedalam mulutnya yang telah diberikan Furqon.


Selesai meminum obat Pak Kusno kembali melihat kearah Al yang masih berdiri disamping ranjangnya yang dekat dengan gantungan infusnya.


Dari balik cadarnya Al membalas senyum lembut Pak Kusno. "Bagaimana kabar Bapak?" Al menatap lembut bola mata Pak Kusno. Al dapat menatap Pak Kusno karna menganggapnya sebagai Ayah.


"...Alhamdulillah..Bapak udah lebih baik.." ucapnya dengan suara pelan.


"Alhamdulillah.." gumam Al pelan.


"..Nak! Boleh Bapak tau siapa namamu?"


"..Tentu boleh Pak. Nama saya Almasah. Bapak bisa memanggil saya Al.." ucap Al yang terdengar sangat ramah. Pak Kusno menganggukkan kepalanya lemah sambil mengulang nama panggilan Al.


"..Nak Al. Terimakasih atas kedatangan Nak Al kemari.." ucap Pak Kusno. Dia lalu menarik nafasnya. "..Bapak juga sangat berterima kasih pada Nak Al yang mau memberikan pertolongan pada saya.." ucapnya kembali. Pak Kusno terlihat menarik nafasnya kembali.


"..Iya Pak.." balas Al. "Lagi pula kita sesama muslim harus wajib tolong menolong. Itu merupakan kewajiban saya.." tambah Al. Pak Kusno kembali tersenyum lemah mendengar perkataan Al. Begitu juga dengan Pak Usman dan Furqon yang sejak tadi menjadi pendengar setia ikutan tersenyum.


"..Kalau boleh Bapak tau. Apa pekerjaan Nak Al? ..Apa nak seorang Dokter?" tanya Pak Kusno. "Soalnya kata anak Bapak, Furqon.." tunjuk Pak Kusno pada Furqon yang tersenyum. Dia berada di sisi kanan ranjang. "Nak Al sangat cekatan menangani Bapak saat pingsan.." lanjutnya.


'Tok tok' suara ketukan pintu. Menghentikan aktifitas percakapan mereka. Mereka fokus pada pintu yang dibuka. Begitu juga Al yang membalikkan badannya kearah pintu.


Mata Al membulat ketika mengetahui siapa sosok yang masuk. Dia terpana akan sosok tersebut. Membuat dadanya berdetak kencang.


"Mas Mikael.." gumam Al pelan. Al memegangi dadanya yang berdetak tak karuan. Senyum merekah diwajahnya membuat pipinya menaik dan matanya sediki menyipit.


Mikael berjalan menghampiri Pak Kusno yang sedang berbaring. Dia lalu menjabat tangan Pak Kusno pelan. "Bagaimana keadaannya Pak?" ucap Mikael tanpa basa basi. Dia tersenyum tipis kearah Pak Kusno, membuat Al yang melihatnya bertambah kencang detakan jantungnya.


Pak Kusno membalas senyuman Mikael. Dia terlihat senang melihat kehadiran Mikael. "Alhamdulillah Bapak baik.." balasnya. "Terimakasih atas kedatangan Pak Mikael.." ucapnya kembali.


Al terus menatap Mikael yang ada didepannya. Dia sangat bahagia bisa melihat Mikael saat ini.


Tiba-tiba saat Al sedang asik memandang wajah Mikael. Mikael menoleh kearahnya. Mikael menatap Al yang sedang diam bagaikan patung yang jantungnya berdegup kencang.


Setelah menatap Al selama 5 detik. Mikael mengalihkan matanya kearah Pak Kusno kembali.


###


Setelah bercakap-cakap sebentar, Mikael izin pamit yang diikuti oleh Pak Usman. Karna Al memang datang bersama Pak Usman dia pun izin pamit.


Sampainya di tempat Pak Usman memarkirkan mobil. Al melihat Mikael membalikkan badan kearahnya dan Pak Usman.


"Pak Usman, antarkanlah wanita ini kerumahnya. Kemudian berikanlah apa yang dia inginkan.." perintah Mikael. Pak Usman menganggukinya dengan wajah kaget.


Begitu juga Al yang berada tepat dibelakang Pak Usman kaget mendengar perkataan Mikael yang seolah-olah berkata pada orang yang tak di kenalnya.


Al lalu berjalan melewati Pak Usman lalu mendekat kearah Mikael. Al menatap wajah Mikael yang terkesan dingin.


"Tuan apa maksud perkataan anda tadi?" kata Al ramah. Dia menatap mata Mikael. Mikael terlihat mengkerutkan keningnya.


"Bukankah anda sudah mendengarnya. Sebagai tanda terima kasih karna telah memberikan waktu, anda bisa meminta apapun yang anda inginkan.." ucap Mikael.


Mendengar perkataan Mikael, Al sedikit merasa kesal. Karna perkataannya seperti merendahkan Al yang datang hanya untuk mengharapkan sesuatu.


Al berfikir sejenak memperhatikan Mikael. Saat Mikael akan melangkah pergi Al segera mengentikan langkahnya.


"Tuan mau kemana!" cegah Al.


Mikael memberikan tatapan tajam pada Al karna merasa kesal akan tindakannya. "Jika anda menginginkan sesuatu. Anda dapat mengatakannya pada Pak Usman yang tadi membawa anda kesini.." ucap Mikael. ketika Mikael akan melangkah kembali Al mencegat Mikael dengan perkataannya.


"Saya akan mengatakan permintaan saya. Tapi saya ingin Tuan yang mengabulkannya!" seru Al. Mikael menatap dingin mendengar perkataan Al.


"...Baiklah apa yang anda inginkan?" tanya Mikael datar.


(Jangan lupa VOTE, tekan tanda ini πŸ‘, coment πŸ‘dan Reting 🌟🌟🌟🌟🌟 ya...)


############################################################


Maaf ya jika banyak typo...


Jangan lupa coment yang berkaitan dengan cerita dan like ya supaya saya semangat menulisnya.


Dan tinggalkan tanda hati.


Jangan lupa vote yang teman-teman.


Saya juga nulis cerita yang judulnya UHIBBUKI jangan lupa mampir ya.....


Terimakasih