Friends After Marriage

Friends After Marriage
Rencana Via



Rencana Via


Happy Reading!!!


Jam sudah menunjukan pukul setengah dua malam. Al sudah sangat nyenyak tidur. Tidak dengan Via yang masih terjaga.


Dia sungguh gugup. Pikirannya melayang dan membayangkan kejadian yang akan terjadi nanti pagi.


Diliriknya Al yang tidur menghadapnya. "Apa kamu dulu saat menikah setegang ini juga Al!" gumam Via pelan sambil menatap langit-langit kamarnya.


Via kembali berusaha tidur sambil memejamkan mata, seketika matanya terbuka saat merasakan gerakan disebelahnya. Dilihatnya Al yang sedang duduk lalu turun dari tempat tidur.


Dia berjalan kearah belakang pintu kemudian memakai gamis dan kerudungnya setelah itu dia keluar kamar.


"Al mau kemana?" batin Via. "Kebelet kali ya.." gumamnya terkekeh.


Tak berapa lama Al kembali ke kamar Via. Dia kemudian melepas terlebih dahulu gamis dan kerudungnya setelah itu dia baru memakai mukenanya.


Selesai melakukan ibadah sholat sunnah tahajud. Dia lantas kembali ke kasur. Al membaringkan tubuhnya di kasur lalu memejamkan matanya. Dia arahkan tubuhnya menghadap Via.


Saat memejamkan mata Al merasakan tatapan dari depannya. Karna penasaran dia pun membuka matanya. Seketika dia kaget melihat tatapan mata seseorang didepannya.


"Astagfirullah, Via.."


"..Kenapa?" tanya Via tanpa bersalah.


"Kamu ngagetin aja. Aku kira kamu tidur. Eh nyatanya matamu terbuka besar, melihat kearahku. Pantas sejak tadi aku merasa ada yang memperhatikan.." tutur Al. Via hanya tersenyum.


"Kamu kebangun?" tanya Al kemudian.


"Bukannya kebangun, tapi daris tadi aku gak bisa tidur.." tuturnya.


"Serius! Yaudah kalo gitu, kamu pergilah ambil air wudhu terus sholat tahajud. Siapa tau setelah itu kamu bisa tidur.." saran Al.


"Baiklah," balasnya. Dia lalu segera bangun dari posisi tidurnya. Saat akan turun dari ranjang. Via menghentikan gerakannya lalu melihat kearah Al yang sudah memejamkan mata kembali.


"Al boleh aku tanya sesuatu.."


"Tentu saja.." sahutnya tanpa membuka mata.


"Apa kamu juga susah tidur, seperti aku saat ini?" tanya Via. Al paham maksud perkataan Via.


"Iya, aku juga seperti kamu. Saat itu, aku mengatasinya dengan sholat tahajud, lalu memohon pada Allah agar perasaanku menjadi tenang, acaranya berjalan lancar dan...beberapa doa lainnya.." jawab Al menenangkan Via. Via menganggukkan kepalanya pelan.


Saat akan berdiri, Via terbesit suatu pertanyaan yang selalu ingin dia tanyakan, tapi dirinya selalu lupa. "...Oh iya Al, aku ingin bertanya kembali.." kata Via kembali.


"Katakanlah!" sahut Al masih sambil memejamkan mata.


"Kenapa sampai sekarang kamu belum melanjutkan kuliahmu?"


Al lantas membuka matanya. Matanya menatap kearah Via yang sedang menatapnya. Al memberikan senyum kepada Via yang tak dapat ditebak olehnya. Al kemudian memejamkan matanya kembali.


"Aku akan melanjutkan kuliahku, tetapi tidak dalam waktu dekat ini.." jawabnya.


"...Bagaimana denganmu? Apa kamu sudah memiliki rencana setelah menikah?" tanya Al mengalihkan pembicaraan. "Kalau tak salah ingat, bulan depan kamu wisuda kan. Apa kamu sudah memiliki rencana mendaftar di rumah sakit mana?"


Via tersenyum. Inilah keahlian Al yang selalu bisa mengalihkan pembicaraan tentangnya. "...Kalau rencana setelah menikah tentu ada. Sedangkan rencana ku setelah lulus, ...itu juga pernah dibahas. Saat itu, Mas Ilham berkata akan mengajakku berkerja di rumah sakit tempatnya bekerja.." balasnya.


Al yang mendengar penuturan Via, lantas membuka matanya lalu duduk mendekati Via. "Alhamdulillah, Bagus dong. Bukankah itu keinginanmu sejak dulu, untuk bekerja di rumah sakit.." sahut Al. Via menganggukkan kepala pelan.


"...Al aku ambil air wudhu dulu ya.." ucapnya.


"Iya gih," balas Al. Via lalu mengenakan kerudungnya kemudian keluar kamarnya.


Setelah Via keluar kamarnya. Al kembali merebahkan tubuhnya, dia menyampingkan tubuhnya membelakangi tembok. Al kembali terngiang perkataan Via tentang kuliahnya.


###


Sebelum subuh, mamanya Via datang untuk membangunkannya yang masih tertidur nyenyak. Beberapa kali dibangunkan pun, sayangnya dia sama sekali tak bangun, yang bangun melainkan adalah Al yang tidur disampingnya.


"Bu, ada apa?" tanya Al yang matanya masih menyipit karna terangnya lampu kamar.


"Ini Al, Via daris tadi dibangunin gak bangun-bangun.." ucap Wanita setengah baya itu.


"Biar Al aja Bu, yang bangunin Via.." ucap Al.


"Baiklah, Ibu minta tolong ya. Kalau dia masih susah bangun cipratin air aja!" ucapnya. Al menganggukkan kepala kemudian Wanita itu keluar dari kamar Via.


Al segera melihat kearah Via yang tidurnya benar-benar sangat pulas. Diliriknya jam yang menunjukan pukul setengah lima kurang 10 menit. Setelah itu Al kembali melihat kearah Via.


Di goyangkan pelan tubuh Via. "Viii..bangun!" panggil Al, sesuai perkiraannya tak ada jawaban.


"Viiiaaa...bangun!" Seru Al dengan menggoyangkan tubuh Via lebih kencang.


Via mendengar suara Al. Tetapi matanya enggan terbuka karna rasa kantuknya yang berat. "Sepuluh menit lagi!" pintanya dengan mata masih tertutup.


"Baiklah kalau sepuluh menit lagi. Tapi nanti kamu nikahnya gak mandi ya. Soalnya nanti kamar mandi pasti penuh.." sahut Al.


Via lantas membuka matanya. Dia lupa jika saudaranya tinggal di rumahnya yang artinya pasti nanti kamar mandi rame.


Dengan masih mengantuk Via lantas duduk lalu bangun dari ranjang. Begitu juga dengan Al yang segera beranjak dari tempat tidur.


###


Sehabis Via mandi Al yang bergantian mandi. Lalu mereka melaksanakan sholat subuh berjama'ah.


Usai sholat, Via segera di make up oleh tata rias pengantin. Sebelum di make up, Via meminta pada perias tersebut, agar make upnya tak terlalu tebal. Bak tante-tante ke kondangan.


Setelah Via di make up, bergantian dengan mamanya dan kerabat Via yang lain yang ingin di make up.


Al yang tak terlalu suka make up melarikan diri dari tempat tersebut dan lebih memilih bantu-bantu di luar.


###


Al mendudukkan tubuhnya di kursi tamu undangan. Dia baru saja dari kamar Via. Disana di membantu mama Via untuk menjadikan kamar Via layaknya kamar pengantin. Dia juga tak lupa memindahkan kopernya ke kamar Ahmad.


Dari tempat duduknya saat ini. Al bisa melihat Via dan Ilham yang sedang bercakap-cakap diatas panggung.


"Mereka sangat cocok!" batin Al.


Tapi seketika Al tersenyum mengingat kejadian ijab kobul, tampak jelas wajah Ilham yang grogi. Kejadian itu sungguh menggelitik Al.


Butiran-butiran ingatan kembali menghampiri Al. Dia kembali mengingat saat-saat ijab kobul yang di ucapkan Mikael dengan lantang.


"Tidak terasa, sudah 6 bulan aku menikah. Tapi sampai sekarang, aku sama sekali belum bisa menggoyahkan hatinya.." batin Al.


Al juga kembali teringat saat resepsi pernikahannya. Saat itu sama sekali tak ada percakapan dengan suaminya. Tidak seperti Via dan Ilham yang kadang bersanda gurau.


Saat Al lagi termenung. Dari belakangnya ada seorang pria mengendap mendekat kearah Al.


"Door!" seru Pria muda itu mengagetkan Al. Tapi sayangnya Wanita itu berwajah biasa saja tak terlihat kaget.


Pria muda itu mengerucutkan bibirnya mendapati sosok woles Al. "Kok Kakak gak kaget..gak asik.." ucapnya


"Hahaha.." Al tertawa melihat wajah Pria muda tersebut. Perasaan sedihnya sedikit menghilang melihat ekspresi pria muda itu.


"Kak!" panggi Pria muda itu. Al tersenyum melihat kearahnya.


"Apa Kakak mengenal Ka Ilham?" tanyanya.


"..Tentu Kakak mengenalnya. Dia salah satu dokter di tempat Kak Al dan Kak Via. Memangnya kenapa?"


"Tidak, Ahmad berharap Kak Ilham bisa membuat Kak Via bahagia!"


"InsyaAllah Dokter IIham akan membuat kakakmu bahagia. Kenapa kamu berkata seperti tadi! Apa kamu melihat sesuatu yang tidak disukai dari Dokter Ilham?"


"Tidak Kak, hanya saja wajah Dokter itu nampak dingin. Aku takut, karna wajah dinginnya. Dia akan membuat Kak Via sedih.."


"Maksud Kakak?" Ahmah terlihat bingung mendengar perkataan Al.


Lantas Al menceritakan perihal Dokter Ilham yang dia tahu. Dan juga kepribadian aslinya yang belum didengar Ahmad dari Kakaknya.


###


Malamnya sudah tak ada tamu undangan, begitu juga dengan kerabat dan orang Tua Ilham yang sudah pulang.


Al baru selesai mandi. Dia lalu pergi ke kamar Ahmad untuk mengganti pakaiannya yang tadi dia lupa bawa ke kamar mandi.


Disana dia melihat Ahmad yang sedang tiduran sambil bermain dengan HPnya.


"Ahmad, Kakak mau ganti baju. Kamu keluar gih.." ucap Al.


"Iya.." balasnya. Dia segera keluar dari kamarnya lalu menutup pintunya dari luar.


Saat Al akan membuka kerudungnya. Dia kaget tiba-tiba ada yang membuka pintu kamar lantas dia menghentikan gerakannya.


Ternyata yang membuka pintu adalah Via. Yang masih mengenakan pakaian pengantin.


"Via kamu ngagetin aja! Ada apa?"


"Maaf ya Al.." ucapnya terkekeh. Dia lalu menuju ke kasur Ahmad kemudian duduk. "Aku kesini hanya ingin mengganti baju.." tuturnya.


"Ganti baju? Kok disini! Kamu kan punya kamar.."


Tampak Via yang terlihat gugup. "Aku malu Al. Soalnya dikamar ada Mas Ilham yang juga lagi ganti baju.." jelasnya. Al lantas tersenyum ingin menggoda Via.


"Ngapain malu! Itu kan suamimu, bukan suami orang!" seru Al. "Yang ada kamu bantuin Dokter Ilham lepas baju, setelah itu gantian deh.."


Via lantas melempar bantal yang ada disampingnya kearah Al, karna perkataannya yang membuatnya semakin gugup.


"Al sudahlah, aku ganti baju disini saja. Soalnya sudah gerah.." ucapnya malu-malu memunggungi Al.


"Oke Oke.." sahut Al. Al lalu berjalan menuju pintu untuk menguncinya, takutnya saat dia tak memakai baju ada yang masuk. Bisa berabe urusannya.


"Via, kamu jangan nengok kebelakang ya!" seru Al.


"Iya.." sahutnya. Dia lalu membaringkan tubuhnya secara terlengkup membelakangi Al.


Selesai mengganti pakaian Al segera keluar kamar. Saat membuka pintu, dia melihat Ilham yang akan melewati kamar Ahmad.


Al seketika muncul ide. Dipanggilnya Ilham dengan gerakan tangannya.


Ilham yang saat itu sedang mencari sosok Via. Tak sengaja matanya bertemu dengan Al yang sedang memanggilnya.


Saat akan bertanya ada apa. Al malah tak berkata. Dia hanya membuka pintunya sedikit lebar. Menunjukan seorang Wanita berpakaian pengantin yang ada diatas kasur.


Al mengarahkan kepada Ilham agar masuk kedalam kamar. Setelah masuk, Al kembali melihat kearah Via yang tak menyadari kehadiran Ilham sama sekali.


"Vi, ganti baju gih! Aku udah ngebelakangin kamu.." ucap Al. Setelah berkata seperti itu, Al segera keluar dari kamar. Meninggalkan pasutri tersebut.


Via yang lagi tengkurap di kasur segera beranjak. Matanya sama sekali tak menyadari jika sosok Al sudah berubah menjadi seorang Pria.


Tampa segan Via langsung membuka kancing kebayanya yang ada dibelakang. Sayangnya kancing tersebut susah dibukannya membuat dia meminta bantuan pada orang dibelakangnya.


"Al tolong bukain dong.." pinta Via. Dia memundurkan tubuhnya kebelakang. Dengan dada yang berdebar, Ilham melangkah mendekati Via.


Ditariklah resleting baju Via. Memperlihatkan baju dalam Via yang tipis. Seketika wajah Ilham merona ditambah detakan jantungkan bertambah cepat.


"Makasih ya.." ucap Via. Saat berbalik badan dia kaget. Sosok dibelakangnya bukanlah Al melainkan Ilham suaminya.


"..M..Mas.." ucap Via yang grogi begitu juga Ilham yang tersipu malu.


"Al..." batin Via.


###


Di luar Al tampak menyengir dengan senangnya. Ahmad yang melihat Al yang tampak bahagia menghampirinya.


"Kak Al senang bangat.."


"Iya, senang bangat.." balasnya.


###


Esoknya mereka menghabiskan waktu jalan-jalan di kota Solo. Awalnya hanya Via dan Ilham yang akan pergi, tetapi sayangnya dia tak mau.


Alhasil mereka pergi dengan Al dan Ahmad. Membuat mereka sebagai nyamuk dipasangan yang baru menikah. Itu menurut Al, tidak dengan Ahmad yang senang jalan-jalan bersama Al dan pasutri itu.


Sepulang dari jalan-jalan. Al bersiap-siap akan kembali ke Jakarta, karena dia sudah memesan tiket kereta dan akan berangkat saat malam ini.


"Al bener nih aku gak usah antar ke Stasiun?" tanya Via yang merasa tak enak.


"Iya, gak papa. Lagi pula aku kan diantar adekku yang ganteng.." balas Al. Dia melirik Ahmad yang menunggunya didalam mobil.


"Yaudah kalo gitu, kamu hati-hati ya. Jangan lupa kabarin pas sampai di rumah.." ucap Via. Al menganggukkan kepala lalu memeluk Via erat.


Al lalu menuju kearah mama dan Bapaknya Via. Dia terlebih dahulu ke Mamanya Via, dia berpamitan pada Wanita itu kemudian memeluk Wanita itu dengan erat juga. Setelah itu dia menuju Bapak Via. Di menyalami pria tua itu.


"Hati-hati ya!" serunya. Al menganggukkan kepala sambil bergaya hormat pada Pria tua itu.


Setelah pamit dengan seisi rumah termasuk Dokter Ilham. Al masuk kedalam mobil dan mobil melaju meninggalkan kediaman Via.


Didalam mobil Al melihat kearah Ahmad yang sangat lihai menyetir.


"Sejak kapan kamu bisa mengemudi mobil, bukankah terakhir Kakak kesini kamu belum bisa?"


"Aku belajar 4 bulan yang lalu, biar keren gitu Kak.." sahutnya.


"Hahaha biar keren.." ucap Al datar. Dia menggelengkan kepala mendengar perkataan Ahmad.


"Oh iya Ahmad, kamu akan kuliah dimana?" tanya Al kembali.


"...Sepertinya aku akan kuliah di sini, Kak. Soalnya aku belum bisa jauh dari Bapak sama Mama.." tuturnya.


"Kamu sudah tau, jurusan yang ingin kamu pilih?" Al melirik kearah Ahmad yang fokus pada setirnya.


"...Kalau Kakak gak salah. Kamu menonjol di mata pelajaran Ekonomi betulkan.." tutur Al.


"Iya Kak, makanya nanti aku akan mengambil kuliah bidang Ekonomi.." sahutnya. Al tersenyum melihat antusias Ahmad yang tak sabar untuk segera kuliah.


Sampai di stasiun Al segera turun. Ahmad yang awalnya ingin menemani Al sampai keretanya berangkat. Ditolak halus oleh Al, karna hari sudah sangat malam.


(Jangan lupa VOTE, tekan tanda ini πŸ‘, coment πŸ‘dan Reting 🌟🌟🌟🌟🌟 ya...)


############################################################


Maaf ya jika banyak typo...


Jangan lupa coment yang berkaitan dengan cerita dan like ya supaya saya semangat menulisnya.


Dan tinggalkan tanda hati.


Jangan lupa vote yang teman-teman.


Saya juga nulis cerita yang judulnya UHIBBUKI jangan lupa mampir ya.....


Terimakasih.


Assalamualaikum semua pembaca Friends After marriage. Bagaimana kabar kalian, semoga sehat selalu. saya SMIM ingin mengucapkan MARHABA YAA RAMADHAN bagi umat muslima. semoga di bulan ini kita bisa memperbaiki diri menjadi lebih baik.


SMIM maupesan jangan lupa buat tadarus Al-Qur'an dan puasa ya... hehehe takutnya ada aja orang pas bulan ramadhan gak puasa.