
Takut!!!
Happy Reading!!!
Selesai makan dan duduk sejenak untuk menurunkan makanan yang dimakan. Mereka kembali berjalan. Ya hanya berjalan dan melihat beberapa antrian di wahana yang mereka lewati.
"Antriannya panjang sekali!" batin Al melihat antrian untuk wahana yang menguji andrenalin.
Mata Al tertuju pada antrian yang sedikit, yaitu biang lala. Dia lalu melihat kearah Mikael yang terlihat tak menikmati suasana di saat ini.
"Kak, ayo naik permainan itu!" ajak Al dengan jempol menunjuk kearah Biang lala. Mikael menatap wahana itu dengan malas. Tanpa berkata dia menuju kearah wahana itu.
Mereka mengantri di belakang sepasang muda-mudi yang sangat mesra. Terlihat dari penampilannya, mereka terlihat masih anak sekolah, yang tentunya belum menikah.
Al merasa kesal karna sifat mesra mereka yang berpelukan di tempat umum. Dia kesal bukan karna cemburu tetapi karna status dan kelakukan mereka yang tak pantas di usia mereka saat ini.
Sedangkan Mikael tak memperdulikan hal disekitarnya. Dia hanya fokus pada benda pipih di kedua tangannya.
Kurang lebih menunggu 10 menit. Giliran Al dan juga Mikael menaiki wahana tersebut. Mereka duduk saling berhadapan.
Dengan wajah sumringah, Al memperhatikan sekitar yang mulai tampak terlihat kecil. Dari kios-kios atau kedai-kedai jualan yang semakin kecil, orang-orang yang mulai seperti semut dan pemandangan sekitar yang indah.
Saat mereka berada di puncak dan berhenti. Diliriknya kearah Pria didepannya yang tak menikmati suasana ini. Dia masih saja fokus dengan benda ditangannya.
".....Kak.." panggil Al. Pria itu masih tak bergeming.
Al memajukan sedikit badannya. Yang membuat sedikit goyangan di tempat mereka. Karna hal tersebut, Mikael segera menoleh kearah Al.
"Akhirnya Kakak melihat kearah ku!" ucap Al. Mikael segera membuang mukanya kembali.
"...Kak.. Kenapa kamu hanya fokus pada HPmu. Nikmatilah liburan kali ini.." ucap Al seketika dengan nada suara yang berbeda, karna biasanya dia selalu bersuara lembut.
Mikael tak merespon apa-apa. Dia mengabaikan Wanita itu sampai akhirnya mereka turun dari wahana itu.
Al kembali berfikir agar suaminya menikmati liburan ini. Matanya lalu tertuju pada satu wahana yang menarik perhatiannya.
"Kak, aku mau naik itu?" Al menunjuk kearah wahana didepannya. Mikael mengarahkan matanya kearah tempat tersebut.
Baru melihat saja. Mikael sudah malas. "Naiklah! Aku akan menunggu disini!" serunya. Dia lalu menuju kearah tempat duduk yang terbuat dari semen yang melingkari sebatang pohon besar.
Al mengerutkan dahi mendengar ucapan suaminya. Dia lalu menghampiri suaminya dan ikutan duduk.
Ditatapnya suaminya. "Kakak pasti takut naik permainan itu!" gumam Al dengan suara pelan. Dalam hati Al sedikit takut mengatakan perkataan itu. Bisa-bisa suaminya semakin membencinya.
Mikael masih tak merespon perkataan Al. "...atau jangan-jangan...Kak El takut basah!" lanjutnya dengan sedikit cengiran.
Tak disangka Mikael menatap Al dengan tajam. Al seketika terdiam dan menelan salivanya dengan susah tapi wajahnya masih terlihat terkekeh.
Tapi Al tetap tak menyerah, "Hahaha. Hanya bercanda Kak. Mana mungkin Kak El takut...basah!" tambahnya dengan nada sedikit meremehkan.
Sedikitpun Mikael tak merasa takut dengan permainan itu. Hanya saja, dia malas jika bajunya basah, jika naik permainan itu. Tapi karna perkataan Wanita didepannya ini yang terdengar meremehkan. Mikael lekas berjalan menuju wahana itu.
Sampai didekat wahana. Al terdiam seketika melihat antrian panjang untuk wahana tersebut. Awalnya Ak berfikir antrian ini untuk wahana yang ada disamping. Sayangnya tidak.
Al seketika mengurungkan niatnya untuk menaiki wahana itu, bisa-bisa jika mengantri wahana ini. Mereka hanya akan bisa main sedikit permainan. "Kak sepertinya antriannya terlalu panjang! Lebih baik kita naik wahana lain saja.." ajak Al. Mikael mengerutkan dahi mendengarkannya.
Mikael sedikit menyunggingkan senyum tipis melihat wajah Al yang tak percaya diri seperti tadi.
"Takut!?" ucap Mikael menatap kearah Al.
"...Enggak.." bantah Al.
"Hanya saja antriannya terlalu panjang.." lanjutnya kembali.
Mikael kembali melanjutkan langkahnya menuju kearah permainan itu. Tapi dia berjalan melalui pintu lain yang ada disampi wahana itu. Di pintu itu terdapat seorang Pria yang sedang berjaga.
Al melihat Mikael menunjukan gelang yang ada ditangannya. Begitu juga Al yang diperintahkan menunjukan gelangnya yang tertutup lengan bajunya.
Setelah menunjukan gelangnya. Al mendekati Mikael yang berjalan didepannya. "Kak, kok kita boleh masuk tanpa antri?" tanya Al dengan polos.
"Itu karna gelang yang ada ditanganmu. Kalau kita pake gelang ini, kita bisa main permainan tanpa antri.." jelas Mikael.
"Wahhh enak juga dong pake gelang ini. Tapi...aku merasa tak enak masuk tanpa mengantri.." ucap Al kembali. Mikael mengerutkan dahi mendengar ungkapan Al.
Mereka lalu menaiki ban yang diatasnya terdapat bangku. Mereka duduk bersama 4 pengunjung lainnya. Setelah memasang sabuk pengaman. Ban yang mereka naiki segera melaju diatas air. Suara teriakan terdengar ketika ban yang mereka taiki bergoyang dengan kencangnya dan membuat air masuk dan membasahi pakaian mereka.
Al tersenyum melihat kearah suaminya yang basah di bagian paha ke bawah.
Keluar dari area wahana itu. Mikael melihat alas kakinya yang basah dan juga celananya. Diliriknya Al yang hanya sedikit basah dibagian kerudungnya.
"Tidak apa-apa. Hanya sedikit basah.." cengir Al. Mikael lekas menatap Al tajam.
Al terdiam. Dia mengalihkan matanya kearah lain. Tak sengaja matanya menatap kearah wahana yang kembali menarik perhatiannya.
"Kak, ayo naik itu!" pintanya kembali.
Mikael melihat arah yang di tunjuk. Sebelum berkata Al sudah menarik ujung bajunya mendekati wahana itu.
Mau tak mau Mikael masuk kedalam wahana yang pasti membuat bajunya lagi-lagi kembali basah.
###
Mikael mendelik Al yang seketika kembali diam. Padahal saat naik wahana tadi. Dia sengaja membiarkan Al duduk dipojok agar bajunya basah. Sayangnya Wanita itu pintar. Dia memajukan badannya dan menutupi bagian sampingnya dengan tasnya. Membuatnya terhindari dari air.
Al yang merasa senang, melihat ekspresi berbeda suaminya. Diapun tak sengaja melihat sebuah tanda yang mengarah ke permainan yang diinginkannya.
"Kak ayo!" ajak Al menuju kearah permainan lainnya.
"Duluan saja! Aku akan mengganti pakaian terlebih dahulu.." tutur Mikael.
"Nanti saja menggantinya! Ini permainannya sangat asik.." ajaknya.
Mikael menghela nafas dia lalu mengikuti Al ke permainan 'ontang-anting' yang seperti ayunan.
Mereka memilih duduk di ujung. Saat permainan dimulai. Ayunan mulai berputar. Tambah lama semakin tinggi. Mikael memejamkan mata merasakan hembusan angin yang terasa dingin di bajunya yang basah.
"Sejuk!!!" batinnya.
Turun dari permainan itu. Mikael sedikit menyunggingkan senyum melihat wajah Al yang pucat pasi.
"Kau takut!"
Al menggelengkan pelan kepalanya. "...aku tidak takut. Hanya saja mual karna berputar-putar.." balas Al. Dia lalu mengambil air dari dalam tasnya lalu meminumnya.
"Kakak mau?" tawar Al menyodorkan botol minum yang dibawanya, tentu setelah meminumnya. Mikael diam memandang botol itu.
"Hehehe bercanda! Aku akan membelinya.." kata Al. Lalu berjalan menghampiri kedai minuman.
###
Mikael yang awalnya tak menikmati permainan, lambat laun dia menikmatinya. Dia juga seperti tertantang oleh ajakan Al.
Apalagi wahana yang menguji andrenalin. Seperti histeria, kora-kora, Tornado, kicir-kicir dan lainnya.
Menaiki permainan itu. Sedikitpun tak ada rasa takut di wajah Al yang sesekali diperhatikan Mikael. Melainkan dia berwajah senang dan gembira.
Usai sholat asar mereka melanjutkan menaiki wahana lainnya. Sekarang tujuan mereka ke wahana tiga dimensi.
Usai dari sana Al dan Mikael tertawa karna didalam tempat tersebut, mereka pertama kalinya berteriak, karna tiba-tiba ular mendekat kearah mereka lalu ingin menggigit. Yang membuat mereka teriak adalah semprotan air ke wajah mereka secara tiba-tiba.
"Kak, ini.." Al memberikan sekaleng minuman segar. Mikael menerimanya kemudian langsung meminumnya.
Al melirik kearah suaminya yang sedang menatap kedepan. "Kak El, katanya tadi ingin membeli baju. Didepan ada kios berjualan baju.." tunjuknya kearah kios di sebrang.
Mikael lantas melihat kearah celana dan bajunya yang sama sekali tidak basah. "Tidak jadi.." tuturnya dan kembali menyesap minumannya.
###
Usai menjalankan solat magrib. Mereka kembali berjalan meliat beberapa wahana yang masih ramai. Mata Al tertuju pada sebuah rumah yang menarik perhatiannya.
"Bagimana kalau kita kesana?" tujuknya kearah rumah yang dari dalamnya terdengar suara teriakan.
Mikael menatap rumah itu. Dari luar saja rumah itu terlihat sangat menyeramkan. Tetapi hal itu sedikitpun tak membuat dirinya takut, karna dia tau itu hanyalah bohongan. Walaupun sebenarnya yang namanya setan itu ada.
Dia melangkah maju menghampiri rumah itu. Mikael lalu masuk diikuti dengan Al dan beberapa orang yang ada dibelakang mereka.
Saat masuk suara-suara cekikikan menyambut mereka. Penampakan-penampakan yang tiba-tiba muncul, membuat mereka teriak.
Nafas Mikael sedikit memburu, karna kemunculan hantu buatan secara tiba-tiba. Ditambah dia berjalan didepan dan ini kali pertamanya masuk ke rumah yang disebut rumah hantu. Jadi jantungnya terasa berdetak lebih cepat dibanding permainan wahana yang tadi telah dimainkannya. Dia bukannya takut tetapi, munculnya yang secara tiba-tiba yang membuat dadanya berdegup kencang.
"Minum dulu Mas.." Al memberikan sebotol air mineral. Mikael segera menegak minuman tersebut. Dia kembali mengingat saat keluar dari rumah itu, wajah Al tampak biasa saja tak sedikitpun merasa takut ataupun kaget.
"Sudah sering masuk ke rumah hantu?" tanya Mikael. Al yang sejak tadi memperhatikan suaminya langsung menggelengkan kepala.
"Tidak kak, ini pertama kali aku masuk ke rumah hantu.." jawab Al.
"Sepertinya kamu tidak takut?"
"...Jika takut tidak, hanya kaget.." ucapnya kembali. Mikael berdhem dia lalu kembali meneguk minumannya kembali.
"Katanya kaget! Tapi wajahnya tidak terlihat seperti orang yang kaget!" batin Mikael.
Wahana sudah mulai tampak sepi setelah berakhirnya pertujukan atraksi saat malam hari. Mikael dan Al kembali menuju ke mobil.
(Jangan lupa VOTE, tekan tanda ini π, coment πdan Reting πππππ ya...)
############################################################
Maaf ya jika banyak typo...
Jangan lupa coment yang berkaitan dengan cerita dan like ya supaya saya semangat menulisnya.
Dan tinggalkan tanda hati.
Jangan lupa vote yang teman-teman.
Saya juga nulis cerita yang judulnya UHIBBUKI jangan lupa mampir ya.....
Terimakasih