
Rencana
Happy Reading!!!
Di ruang meja makan. Bi Hilda dibingungkan dengan perubahan sikap Al yang awalnya terlihat murung seketika berubah ceria.
"Bi!" panggil Ela. Dia mendekatkan kursinya ke kursi Bi Hilda.
"Iya Nyonya?"
"Aku punya rencana buat ngerayu Mas Mikael!" serunya dengan wajah senang. Wajah Bi Hilda seketika memerah mendengar perkataan Nyonya Nya.
"Mmm...Bibi setuju aja. Pasti Tuan Mikael akan tergoda oleh kecantikan Nyonya!" balasnya yakin.
Al merupakan wanita yang cantik berusia 22 tahun. Dia memiliki kulitnya putih. Bodinya sesuai dengan usianya, biasalah.
"Bi, tapi Al butuh bantuan Bibi.." pinta Al dengan wajah yang di buat imut. Bibi yang melihat wajah Al terpana akan wajah imut lnya.
"Tentu saja Bibi akan membantu Nyonya Al!" balasnya. Al mulai membisikan kata perkata kepada Bibi yang dianggukinya paham.
"Oke Nyonya!" Bibi membuat bentuk bulat dengan jari jempol dan telunjuknya.
"Ayo Bi!" Al mengangkat piring kotornya dan juga piring Bibi. Bi Hilda lekas mengambil alih piring kotor di tangan Al.
"Biar Bibi aja yang cuci. Sekarang Nyonya siap-siap aja!" kata Bibi tersenyum-senyum.
"Benar nih Bi!" tanya Al memastikan. Bibi menjawabnya dengan anggukan kepala.
"Oke Bi, Al keatas ya! Jangan lupa pas Mas Mikael datang kabarin Al! Oke.." Al mengikuti gerakan jari Bi Hilda lalu pergi menaiki tangga menuju ke kamarnya dengan senyum cerianya. Begitu juga Bi Hilda yang terlihat senyum-senyum sambil membereskan meja makan.
Bi Hilda yang sedang asik bersenandung sambil mencuci piring. Dikagetkan dengan Pak Usman yang tiba-tiba muncul dibelakangnya.
"Bu, senang benar!" seru Pak Usman menepuk pelan bahu istrinya. Bi Hilda yang sedang asik menyabuni piring lantas reflek melepas piring yang dipegangnya.
"Astagfirullahal'adzim, Pak.." ucapnya kaget. Dia memegang dadanya yang berdegup kencang. "Bapak demen bangat ngagetin, Ibu!" Bi Hilda lantas melihat piring yang terlepas dari tangannya yang untungnya tidak pecah.
"Maaf Bu, Bapak gak sengaja. Lagian Ibu tadi keliatan senang bangat, Bapak jadi penasaran pengen tau alasannya.."
Bi Hilda lekas melanjutkan kembali cuci mencucinya dengan membilas piring yang disabuninya. "Gini Pak, tadi Nyonya Al bikin rencana buat ngerayu Tuan Mikael.." cengir Bi Hilda menjelaskannya. "Pasti Tuan Mikael akan tergoda oleh kecantikan Nyonya Al.." lanjutnya. Saking senangnya Bi Hilda tidak menyadari telah membilas berkali-kali piring yang sudah terlihat kinclong.
Pak Usman tampak terdiam mendengar perkataan istrinya. Dia berfikir tentang kata rayuan yang dikatakan istrinya. Setau Pak Usman sejak Mikael menjadi orang kaya, dia selalu dirayu oleh macam-macam wanita. Dari wanita berwajah cantik maupun biasa saja yang selalu berpakaian kekurangan bahan. Tetapi tidak ada satupun yang mampu menggodanya, dia malah menolaknya mentah-mentah dengan tatapan sinis nya yang merendahkan kelakuan mereka.
"Semoga saja Bu.." balas Pak Usman.
###
Ela yang baru selesai membersikan diri. Dia mendekati lemari yang berisi pakaian tidurnya. Dia terlihat memilih-milih pakaian yang ingin dikenakannya.
Akhirnya tujuan pakaiannya pada baju piyamanya yang berwarna hijau yang di belinya karena merasa tertarik dengan modelnya.
Setelah memakai pakaiannya dia lekas menuju meja riasnya untuk memoles wajahnya dengan make up yang jarang digunakannya.
Al memperhatikan wajahnya yang telah di poles make up dengan seksama. Dia tersenyum melihat hasil karyanya.
###
Mikael mengendarai mobilnya dengan pelan di jalan, karena perbuatannya itu kendaraan lain yang ada dibelakangnya kadang mengelaksonnya.
Perbuatannya ini sengaja dilakukannya, agar ketika sampai rumah, istrinya sudah tertidur. Membuatnya tidak harus bertemu dengannya.
Dia membuka sedikit kaca jendelanya lalu menghisap sesuatu yang menghasilkan asap yang putih pekat. Dia menikmati sensasi saat menghisap isi yang ada dalam benda itu.
Saat jam telah menunjukan pukul setengah dua belas malam. Mikael lekas menyalakan kembali mesin mobilnya lalu menuju kearah rumahnya.
Tanpa diberi tanda Pak Satpam yang mengenali suara mobil Mikael langsung membuka pagar rumahnya.
Didalam rumah, Bi Hilda yang menyadari kedatangan Mikael, lekas menuju kamar Al.
'Tok tok tok..'
Di luar pintu kamar Al, Bi Hilda mengetuk pintu sambil mengucapkan salam.
Al yang hampir ketiduran kembali terjaga. Dia lalu menyuruh Bi Hilda masuk.
Setelah mendapat izin Bi Hilda segera masuk. Dia mendapati Nyonya Nya sedang duduk di pinggir ranjang membelakanginya. Rambut panjang Al yang lebih dari sepinggang terurai menutupi punggungnya.
"Nyonya, Tuan Mikael sudah datang!" ucapnya pelan dengan wajah yang senang. Dia berdiri diseberang ranjang tempat Al duduk.
Al membalikkan tubuhnya melihat kearah Bi Hilda yang terkejut akan penampilan Al.
"Nyo..Nyonya!"
Al terlihat tersenyum. "Gimana Bi penampilanku. Pasti menggoda!" seru Al mengedipkan mata.
Bi Hilda masih terdiam melihat penampilan Al yang benar-benar berbeda. Saking terkejutnya dia tak bisa berkata-kata.
"Bi, jangan lupa ya rencana kita!" Al mengedipkan sebelah matanya kearah Bi Hilda yang masih terpaku dengan pemandangan didepannya.
"Nyonya serius!" tanya kembali Bi Hilda yang tiba-tiba ragu dengan rencana Al, karena penampilannya yang di luar ekspetasi Bi Hilda.
"Yakin lah Bi. Al kan udah dandan cantik kayak gini. Masa gak jadi.." balas Al yang di tatap ragu oleh Bi Hilda.
Bibi lalu keluar kamar Al menuju kelantai satu kembali. Disana Mikael sedang di ruang TV. Dia duduk di sofa yang membelakangi tangga. Sedangkan dari arah dapur Pak Usman membawakan Teh pesanan Mikael.
"Tuan silahkan tehnya!" Pak Usman menyodorkan segelas teh pahit hangat pada Mikael.
"Makasih Pak.." Mikael lalu menerimanya dan meminumnya.
Bi Hilda menghampiri Pak Usman yang ada didekat Mikael. Tak berapa lama terdengar teriakan dari kamar Al.
"Aaaaaaaaa!!!" teriakan Al yang kencang mengagetkan Mikael yang sedang santai meminum tehnya.
############################################################
Maaf ya jika banyak typo...
Jangan lupa coment yang berkaitan dengan cerita dan like ya supaya saya semangat menulisnya.
Dan tinggalkan tanda hati.
Jangan lupa vote yang teman-teman.
Saya juga nulis cerita yang judulnya UHIBBUKI jangan lupa mampir ya.....
Terimakasih.