
Lupa
Happy Reading!!!
Al seketika terbangun ketika kepalanya terantuk ke kaca mobil.
"..ng..." dengan mata yang masih menyipit, Al melihat kearah luar jendela yang pemandangannya sepeti kota Jakarta, karna banyak bangunan. Di alihkan nya pandangannya kearah Mikael yang masih serius menyetir.
Dikeluarkannya HPnya untuk melihat jam yang menunjukan pukul setengah 12. "Sudah tiga jam!" gumam Al dalam hati. "Memangnya Mas ingin mengajakku kemana ya?" batin Al bertanya. Tapi dia tak berani mengungkapkannya. Di ajak pergi oleh suaminya saja dia sudah bersyukur.
Akhirnya mobil memasuki ke area bertuliskan "Game". Tempat parkiran terlihat cukup padat dengan beraneka macam kendaraan.
Setelah memarkirkan mobil, Mikael menengok kearah Al yang sedang melihat keluar jendela.
Dari parkiran Al dengan jelas dapat melihat beberapa wahana yang menjulang tinggi yang ada didalam tempat tersebut. Dia lalu menengok kearah Mikael yang sedang melihat kearahnya.
"Mas?" dia memiringkan kepala sambil tersenyum kearah suaminya.
"Lepas cadarmu sebelum turun dari mobil!" perintahnya lalu keluar dari mobil.
Al menatap suaminya yang keluar dari mobil. Dia lalu membuka cadarnya, tampak jelas bibirnya tersenyum getir.
Mikael melangkah ke pintu masuk tempat tujuannya. Disana telah menunggu karyawan pria yang memeriksa tiket masuk.
2 lembar tiket yang ada pada tangan Mikael dia berikan pada penjaga tersebut.
Petugas tersebut tampak terkejut melihat tiket yang diberikan Mikael. "Tuan, silahkan tunggu sebentar ya!" ucap karyawan itu ramah.
Tak berapa lama karyawan datang, dengan membawa 2 gelang yang bertuliskan nama tempat tersebut. Diberikannya gelang tersebut pada Pria didepannya dan juga Wanita berbaju syar'i yang ada dibelakang Pria tersebut.
Al menerima gelang itu sambil menganggukan kepala. "Terimakasih.." tutur Al ramah. Dia lalu mengejar Mikael yang sudah masuk kedalam.
"Sama-sama.." balas Pria itu sopan. Pria itu terpesona akan kecantikan dan keramahan Al. Dia masih melihat Al sampai akhirnya disadarkan dengan salah seorang pengunjung.
Sayup-sayup terdengar suara adzan. Al mencari sumber suara tersebut tapi sayangnya matanya tak menjangkaunya. Iris matanya terus mengedar sekitar, sampai berhenti kesebuah tanda petunjuk yang ada sebrangnya. Segera dia menghampiri Mikael yang ada di depannya.
"Mas, kita sholat dulu ya.." pinta Al. Mikael hanya berdehem dan mengikuti langkah kaki Al.
Sampai di musolla Al lekas mengambil air wudhu, sedang Mikael duduk di selasar mesjid sambil bermain dengan HPnya dan sesekali memperhatikan sekitar.
Usai Al selesai sholat dia mendapati Mikael menghampiri Pria tersebut lalu duduk disampingnya.
"Mas sudah sholat?" tanya Al senyum melihat kearah suaminya.
Mikael tak menjawab apa-apa dia hanya berdiri lalu mengenakan alas kakinya. Pergi menjauh dari tempat suci tersebut. Al yang sudah biasa diabaikan hanya tersenyum melihat punggung suaminya, kemudian dia mengejarnya.
###
'Krucuk krucuk..'
Mikael melirik kearah yang Al yang masih membuntutinya disamping. Dia memastikan, jika wanita disampingnya ini tak mendengar suara tersebut.
Sejak pagi perutnya hanya terisi dengan segelas kopi. Tentu sekarang lambung didalam perutnya menuntut untuk diisi dengan makanan.
Sedangkan Al, menatap kearah setiap kedai-kedai yang menjual makanan. Dia selalu melirik ketempat itu setiap kali melewatinya. Al menelan ludah ketika bau makanan tersebut sampai ke hidungnya.
"Seandainya tadi aku bawa makanan!" batin Al. Al melihat kearah Mikael yang masih terus berjalan.
Akhirnya setelah berjalan lumayan lama. Mikael menghentikan kakinya disebuah tempat makan yang tempatnya tak seramai tempat makan lainnya yang dia lewati. Sejak tadi dia mencari Resto yang lebih lenggang dibanding Resto lainnya yang sangat padat.
Mikael masuk ketempat tersebut. Diikuti Al dengan wajah senang.
Didalam Resto, Mikael lekas mencari bangku kosong yang tepat berada di pojokan.
"Duduklah dibangku itu! Aku akan memesan makanan!" perintahnya sambil menunjuk dengan arahan kepalanya. Al menganggukan kepala lalu menuju kearah tempat yang di tunjuk Mikael.
Dari arah tempat duduknya. Al dapat melihat jelas, tampilan suaminya yang menarik perhatian. Para Wanita yang terlihat terpesona akan karismatik nya.
###
Mikael berdiri dibelakang 2 orang yang tujuannya sama dengannya. Dia merogoh kantongnya, mengambil HP untuk melihat beberapa pesan yang tadi belum di bacanya.
Akhirnya setelah berdiri beberapa menit, gilirannya. Dia memesan beberapa makanan dan minuman yang di tawarkan oleh embak pegaiwai.
"Semuanya jadi 150 ribu Pak!" seru Wanita bertopi bertuliskan Ma'kulin (nama tempatnya).
Mikael merogoh kearah saku celananya. Tapi sayangnya di tak menemukan benda yang diinginkannya. Dia merogoh setiap kantung miliknya tapi hasilnya nihil.
Pegawai Wanita itu masih menatap Mikael. Kekagumannya akan ketampanan Mikael membuatnya tak menyadari kendala pelanggannya didepan. Sedangkan pelanggan yang mengantri dibelakang Mikael terlihat tak sabaran, dia menghentakkan kaki berkali-kali.
Tanpa sadar Mikael menengok kearah ke kanan lalu melirik kearah tempat yang Al duduki. Sayangnya Wanita itu tak berada disana.
"Kemana Wanita itu?" batinnya. Mikael semakin bingung. Dilihatnya kembali pegawai Wanita yang masih senyum-senyum sendiri kearahnya. Sedangkan pelanggan dibelakang sudah mulai terdengar ngedumel.
Dari tempatnya, Al yang sejak tadi memperhatikan Mikael. Melihat suaminya yang seperti mencari sesuatu.
Al segera beranjak dan menghampiri Mikael. Tanpa bertanya-tanya, Al sedikit paham situasi suaminya. Dia lalu mengeluarkan uang 2 lembar yang berwarna merah lalu memberikannya pada suaminya.
Mikael kaget mendapat 2 lembar uang yang diberikan ketangannya. Dia lalu melihat Al yang ternyata sudah berada disampingnya.
Lekas dia memberikan uang yang ada ditangannya pada Wanita didepan yang seketika langsung sadar dari lamunannya. Setelah mendapat kembaliannya Mikael membawa nampan yang berisikan makanan tersebut.
Pria yang tadi mengantri dibelakang Mikael seketika terpesona, saat Wanita itu mendekat dan menghampiri Mikael dengan wajah teduhnya. Sampai akhirnya dia tak menyadari jika orang yang ada dibelakangnya menyuruhnya maju.
"Aku akan mengganti uangmu!" ucapnya setelah duduk. Al mengedipkan kedua mata menatap suaminya lalu tersenyum.
"Tidak diganti juga tak apa-apa. Lagi pula itu uang yang Kak El berikan padaku.." balas Al.
".....Oh..maksudnya uang itu.." batin Mikael.
(Jangan lupa VOTE, tekan tanda ini π, coment πdan Reting πππππ ya...)
############################################################
Maaf ya jika banyak typo...
Jangan lupa coment yang berkaitan dengan cerita dan like ya supaya saya semangat menulisnya.
Dan tinggalkan tanda hati.
Jangan lupa vote yang teman-teman.
Saya juga nulis cerita yang judulnya UHIBBUKI jangan lupa mampir ya.....
Terimakasih