
Happy Reading!!!
Beberapa hari kemudian
"Teman-teman, aku pulang duluan ya.."
"Assalamu'alaikum.."
Pamit Wanita bercadar itu pada dua Wanita yang seumuran dengannya.
"Wa'alaikumsalam Al, hati-hati ya di jalan.." jawab salah seorang teman. Sedang seorang lagi melambaikan tangan karna mulutnya penuh dengan makanan.
Usai pamitan Al berjalan kearah pintu samping klinik.
Sampai di halaman klinik dia mendapati mobil yang sangat diketahuinya.
"...apa Kak El menjemputku!" harapnya.
"...ahhh tapi mana mungkin, Kak El kan sibuk.." lanjutnya.
Dilangkahkan kakinya mendekati mobil tersebut. Seketika pintu dari bagian pengemudi terbuka, menampakkan sosok Pria setengah baya.
Pria itu menganggukan kepala kearah Al sambil mengembangkan senyum ramah.
Al membalas senyuman Pria itu sembari membalas dengan anggukan kepala.
Tak ada perasaan kecewa sedikitpun dari Al, saat mengetahui yang menjemput bukanlah suaminya.
Sampainya disamping mobil, Al segera membukanya lalu memasukinya. Diikuti Pak Usman yang juga memasuki mobil.
Didalam mobil, Wanita berkerudung panjang itu menyamankan posisi duduknya terlebih dahulu. Setelah itu baru memakai sitbeldnya.
Dia hanya diam memperhatikan jalanan. Tak ada sepatah katapun dari Wanita itu yang tiba-tiba di jemput.
* * *
Tak terasa, waktu sudah menunjukan pukul setengah lima kurang.
Tapi Al tak melihat, tanda-tanda mobil yang dinaikinya berada didekat area perumahan.
Melainkan mobil itu, masuk kedalam sebuah perusahan yang diketahuinya.
Mobil lalu berhenti, tepat didepan pintu perusahaan.
Al menatap kearah Pak Usman dengan beberapa pertanyaan, tapi Pria itu tak menjelaskan apapun.
Pria itu malah segera turun dari mobil lalu berjalan kearah sisi mobil tempat Al duduk.
'Cklek..' pintu terbuka, mempersilahkan Al keluar.
Setelah keluar seutuhnya, Wanita itu kembali menatap kearah Pak Usman yang hanya tersenyum.
Pria itu segera menutup pintu tempat keluarnya Al, kemudian berjalan kearah pintu pengemudi.
Sebelum masuk kedalam, Pak Usman kembali melihat kearah Al.
"Nyonya masuklah, Tuan Mikael menyuruh saya membawa Nyonya kesini.." ucapnya, setelah itu dia menganggukan kepala pamit kemudian masuk kedalam mobil.
Al nampak tak biasa di perusahaan, biasanya dia kesini hanya sekedar untuk membawakan bekal pada suaminya. Tapi kali ini dia tak tau tujuannya, suaminya memintanya kesini.
Setelah menarik nafas lalu membuangnya perlahan dia berjalan memasuki perusahaan.
Didepan, Satpam yang menjaga menyapanya, saat Al lewat. Al hanya menganggukan kepala membalas sapaan itu dengan perasaan gugup.
Saat didalam, untungnya perusahaan sepi, sedikit karyawan yang berlalu lalang. Membuat Al segera berjalan cepat kearah lift.
Sampainyanya dilantai atas, pintu lift terbuka menampakkan sosok cantik Sekreraris suaminya.
Al berjalan pelan kearah sosok itu, yang selalu fokus bekerja saat dirinya datang.
"Assalamu'alaikum Nona Alula.." salam Al pelan.
Alula seketika kembali ke dunia nyatanya.
"..wa'alaikumsalam.." balasnya.
Dia lalu mengangkat kepalanya melihat sosok yang memberi salam.
Saat mengetahui siapa sosok itu, Wanita itu mengembangkan senyum.
"Nyonya Al!" serunya senang.
Sekretaris itu segera berdiri lalu, cipika cipiki dengan Wanita didepannya.
"Nyonya ingin bertemu dengan Pak Mikael, beliau ada didalam.." ucap Alula.
"Terimakasih Nona Alula, aku masuk dulu ya.." balas Al yang lalu berjalan kearah pintu.
Al lalu meninggalkan meja Alula, kemudian berjalan kearah pintu ruangan bosnya.
Seperti biasanya, setelah ketukan ketiga Al segera membuka pintu ruangan tersebut.
Dia langsung masuk kedalam kemudian menutupnya kembali.
Diarahkan pandangannya kearah singgah sana suaminya, tapi disana tak terlihat sosok Pria itu.
"...Kata Nona Alula, Kak El ada didalam tapi kok tak ada sosoknya?" batin Al bertanya.
Diarahkannyalah kakinya ke sofa didalam ruangan, dia meletakkan tasnya lalu berjalan kearah kamar mandi.
Saat berada didepan kamar mandi, seketika pintu terbuka.
Menampilkan sosok suaminya yang hanya mengenakan kemeja putih dengan kancing terbuka yang memperlihatkan dada bagian atasnya, lalu lengan bajunya terlipat sampai ke sikut, sedangkan jasnya bergelangtung disalah satu lengannya di tambah rambut bagian depannya yang meneteskan air ke wajahnya yang juga basah.
"Glek.." Al menelan slavinanya seketika. Sosok suaminya memang selalu hot dalam kondisi apapun.
(Mungkin ini juga faktor, karna tak mendapat belaian dari suaminyanya. Hehehe canda ya Al)
"...Al, kamu sudah sampai dari tadi.." tanya Pria yang diambang pintu kamar mandi. Dia kaget melihat sosok Isterinya yang ada di balik pintu.
"...tidak Kak,..Al baru sampai.." balasnya. Dia memegang dadanya yang tertutup kerudung. Dadanya saat ini, berdegup lebih cepat.
"Kamu mau ke kamar mandi?"
"...ahh iya, Al mau mengambil air wudhu.." jawabnya.
Pria itu lalu menggeserkan tubuhnya agar Wanita itu masuk. Setelah si Wanita masuk kedalam kamar mandi, si Pria segera keluar, dia berjalan kearah singga sananya menaruh jas miliknya.
Dia lalu menurunkan lengan bajunya dan juga mengancing ke mejanya yang tak dia sadarinya ternyata terbuka.
Tak berapa lama Al keluar dari kamar mandi. Dia melihat sosok suaminya yang berdiri nampak sedang menunggu.
Saat berjalan mendekat, Al mendapati dua sejadah yang terbentang depan belakang.
Al terpaku melihat pemandangan itu, dia lalu melihat kearah suaminya yang tersenyum.
"Ayo sholat!" ajaknya.
Al segera menganggukan kepala semangat menginyakan ucapan suaminya.
Karna itu merupakan ajakan pertama kali suaminya, setelah setengah tahun lebih menjalin hubungan rumah tangga.
"..masyaAllah.." batinnya.
###
Tik tok tik tok
Suara jam memenuhi ruangan, Mikael tampak merenggangkan tubuhnya yang tak berubah posisi selama sejam.
Dialihkan matanya kearah Wanita yang sedang duduk sambil membaca buku. Pria itu menyunggingkan senyum tipis. Perasaanya sangat senang, melihatnya.
Usai mematikan leptopnya, dia lalu menggunakan jasnya kemudian menghampiri Wanita itu.
"Ayo!" ajaknya.
Si Wanita mengangkat kepala, dia lalu menutup buku yang dibacanya kemudian memasukannya kedalam tas. Diikutinyalah langkah Pria itu yang berjalan kearah pintu.
Nampak suasana perusahaan sepi, karna sebagian besar pegawai perusahaan sudah pulang, hanya tersisa beberapa orang yang lembur.
Diluar perusahaan nampak awan sudah berubah kemerahan. Diarahkannyalah kaki dua sejoli itu kearah parkiran mobil yang berada di halaman.
Usai masuk kedalam mobil, dilajukan kendaraan tersebut meninggalkan area parkiran menuju tempat persinggahan berikutnya.
***
Sebuah mobil ceper hitam, nampak memasuki sebuah kawasan apartemen elit.
Diarahkan mobil tersebut, oleh si Pengemudi kearea parkiran yang berada di basmen.
Usai memarkinkan mobilnya dengan rapi, dia memberi kode dengan kepalanya kepada Wanita disebelahnya untuk keluar.
Si Wanita nampak bingung, mengapa Pria itu membawanya ke apartemen ini.
Tanpa bertanya-tanya si Wanita hanya mengikuti langkah kaki dari Pria tersebut.
Sampailah mereka dilantai yang dituju oleh si Pria. Dia lalu melangkah kearah kamar yang berhadapan dengan lift.
Usai membukanya, dia mempersilahkan si Wanita untuk masuk. Setela itu, dirinya baru mengikuti kemudian kembali menutup pintu.
Si Wanita yang merupakan Al nampak bingung, mengapa suaminya mengajaknya ke apartemen miliknya? Bukankah Pria itu tak menginginkan dirinya mengetahui tempat tinggalnya ini?
"...Kak, ini?" ucapnya bingung.
Mikael mengembangkan senyum kearah Al. Dia lalu berkata, "..aku mengajakmu kesini untuk menghabisi akhir pekan.." ucapnya.
"..baiklah, ayo kita sholat terlebih dahulu, setelah itu makan.." lanjutnya.
Al masih nampak bingung, tapi dia hanya mengangguk saja.
Dia kemudian mengikuti langkah Pria itu yang berjalan kearah salah satu kamar yang beberapa bulan lalu pernah dirinya masuki untuk pertama kalinya.
Saat memasuki kamar, Al dikagetkan dengan warna seprei berwarna biru laut.
Seingat Al, Pria itu menyukai warna gelap.
Sepertihalnya warna dinding yang ada di kamar ini berwarna abu-abu.
Tapi Al hanya memendamnya, dia memilih segera bersiap-siap untuk menjalankan sholat magrib yang waktunya sebentar lagi, karna waktu sholat Isya akan masuk.
Tak berapa lama usai sholat magrib, waktu Isyapun masuk.
Usai azan mreka segera melaksanakannya secara berjama'ah kembali.
Saat Mikael mengimaminya sholat, Al menikmati lantunan ayat suci Al-Qur'an yang dibacakan suaminya.
Walaupun hanya surat-surat pendek yang tentu dihafal oleh anak SD, tetapi yang penting suaminya sudah memberanikan diri menjaherkan (menjelaskan) suaranya.
Usai menjalankan sholat, berdoa lalu menyalim suaminya. Al terlebih dahulu pamit, Dia segera merapikan mukena yang selalu dibawanya didalam tas lalu meletakkannya di meja yang ada didalam kamar itu.
Wanita itu lalu berjalan kearah dapur, dia membuka kulkas yang alhamdulillahnya berisi banyak bahan masakan.
Setelah memilih-milih bahan masakan yang mudah dan cepat dimasak, Al segera mengolahnya.
C
O
O
K
Nampak dua piring yang berisi spageti dengan sayur sudah tertata rapi di meja. Tak lupa juga dengan buah sebagai pembuka makanannya.
Al lalu berjalan kearah kamar suaminya. Wanita itu nampak diam sejenak, lalu diangkat tangannya untuk mengetuk pintu.
'Tok tok tok'
"..Kak El, makan malam sudah siap.." ucapnya dari luar pintu.
Tak lama pintu terbuka, menampakkan sosok suaminya yang menggunakan kaos dan celana boser serta rambut yang terurai.
"..kenapa kamu mengetuk pintu, padahal kamu bisa masuk saja.." ucap Pria itu.
Mikael lalu memperhatikan Al yang masih lengkap mengenakan jilbabnya serta kerudungnya.
"..gantilah pakaianmu!"
"Ku tunggu di meja makan!" perintahnya yang lalu berjalan kearah meja makan.
Al mengganggukinya, dia lalu masuk kedalam.
Wanita itu terdiam sejenak, mengingat jika ini apartemen suaminya, tentu tak ada pakaiannya.
Lantas, Wanita itu hanya melepas jilbab dan kerudungnya kemudian dia keluar dari kamar.
Di meja makan, Mikael nampak menunggu dengan senang, dia ternyum tak sabar melihat pakain istrinya yang sudah di siapkan.
"..Kak maaf ya, Al lama.." ucap Al yang lalu duduk didepan Mikael.
"..."
Pria itu nampak terdiam, dia memperhatikan kaos dan celana panjang yang dikenakan istrinya.
"Kenapa Kak?" tanya Al yang melihat suaminya terdiam.
"..hem..kamu tidak mengganti pakaianmu?"
"..tidak Kak, karna pakaian Al tak ada di apartemen ini.." jawabnya polos.
Mikael membenarkan perkataan Al yang memang tak ada pakaiannya di rumah ini. Tapi, dia sudah meminta istrinya Pak Usman untuk menyusun beberapa pakaian Al ke mari dan dirinya lupa mengatakannya.
"...yasudah, mari kita makan.." ucap Pria itu yang mulai melahap hidangan pembuka yang berupa buah manis.
###
Al dan Mikael nampak sudah kekenyangan. Mereka lalu memilih duduk di ruang TV untuk sekedar mengisi keheningan di ruangan itu.
Tak terasa, jam sudah menunjukan pukul sembilan malam, Al nampak sudah mulai menguap beberapa kali dan matanya terlihat sayu.
"..tidurlah kalau kamu sudah mengantuk.." ucap Pria disebelahnya.
"..sebelum tidur jangan lupa kamu menganti pakaianmu.." lanjutnya.
"..tapi Al tak membawa pakaian?" balasnya yang kembali menguap lalu menutupnya dengan punggung tangannya.
"Tenang saja, pakainmu ada di pintu lemari kedua. Aku tadi meminta Pak Usman untuk membawa pakaianmu, Bi Hilda sudah menatanya di lemari.." jawabnya.
Wanita itu hanya menganggukan kepala paham lalu pamit kedalam kamar.
Didalam kamar, Al berjalan kearah lemari yang diucapkan Mikael.
Dia lalu membuka lemari yang terdapat pakaiannya. Al lalu mengambil pakain dalam miliknya.
Saat matanya mencari piyama celana miliknya dia tak mendapatinya. Lantas matanya yang awalnya mengantuk kembali terjaga.
Al kembali mengulang mencari piyama miliknya, tapi lagi-lagi tak ada, yang didapatinya hanyalah dua setel gamis miliknya, dua mini dress, dua lingeria, satu celana panjang dan pakaian dalam.
Wanita itu mengerutkan dahinya, dia termenung memperhatikan baju yang disiapkan Bi Hilda.
Mau tak mau Wanita itu memilih mini dress lalu membawanya kedalam kamar mandi.
Di ruang TV, Mikael yang mulai merasa bosan dengan tontonannya lalu mematikan televisi. Dia juga sudah mulai mengantuk dan sejak tadi menguap.
Diarahkanlah kakinya kedalam kamar.
'Cklek' pintu terbuka.
Mikael terdiam diambang pintu mendapati pemandangan yang sudah lama tak dilihatnya.
Matanya seketika terbuka lebar, memperhatikan sosok Wanita memakai pakaian minim.
'Glek' Mikael menelan slavinanya seketika. Tanpa sadar kakinya berjalan mendekat kearah sosok tersebut lalu mencium punggung bagian atas Wanita itu yang terpampang.
Al yang saat itu sedang melap wajahnya yang basah dengan handuk dikagetkan dengan kecupan di punggung bagian atasnya.
Seketika dia merasakan getaran disekujur tubuhnya.
"..Kak El.." gumam Al pelan, tapi sayangnya suaminya sudah memulai aksinya yang bermula dipunggung lalu berlari keleher sampingnya.
Pria itu lalu membalikkan tubuh Wanita itu menghadapnya, dia menangkup wajah Al.
"Mari kita melakukannya!" ajak Mikael. Pria itu menatap dalam mata Wanita didepannya.
"..aaa baiklah..tetapi Kak El berwudhu terlebih dahulu.." balasnya mengiyakan.
Mikael lantas segera melepas tangannya dari wajah Al. Dia lalu berjalan kearah kamar mandi
Sedang Al nampak memegang dadanya yang berdegup kencang karna tindakan suaminya.
"..tindakan Kak El tadi tak seperti biasanya.." gumamnya. Dia memegang wajahnya yang semeraut merah.
Perasaannya berbunga, mendapati tindakan suaminya yang terlihat manis saat memintanya.
Al lalu berjalan keatas kasur kemudian menaikinya. Dia duduk menunggu Mikael yang terdengar masih mengambil air wudhu.
Tak lama Pria itu keluar kamar mandi. Tak lupa sebelum menghampiri Istrinya. Dia menutup pintu terlebih dahulu setelah itu mematikan lampu.
Kemudian dia menyalakan lampu di pinggir ranjang kemudian menaiki tempat tidur.
Sebelum Mikael menyentuh Al, tentu dia tak lupa berdoa. Mereka berdoa terlebih dahulu.
Dan...
Dimulailah aksi Mikael yang sudah lama ditahannya.
Diawal aksinya, Mikael mulai membanjiri Al dengan kecupan didaerah pipi, jidat, hidung dan dagu yang lalu lari ke bibir mungil Al.
Mikael menuntun Al untuk membalas setiap kucupan yang dia berikan. Dia menuntunnya dengan perlahan tetapi pasti, membuat mereka sama-sama terengah-engah.
Puas bertukar slavina, Pria itu berlari ke daerah leher Al yang mulus. Dia memberikan tanda kemerahan disana. Dengan setiap kucupan membuat Al mengeluarkan suara tanpa sadar.
Setelah itu, yaaa kalian taulah apa yang terjadi ya.
Hayati enggak sanggup melanjutinya, (jiwa jomblo berteriak...)
###
Mikael terbangun dari tidur, dia melihat kearah sampingnya yang tak terdapat sosok Wanita yang ber*inta dengannya semalam.
"..kemana dia?" gumamnya dengan suara serak.
Sama-samar Pria itu mendengar suara pelan, seperti lantunan ayat suci Al-Qur'an.
Didudukannya tubuhnya sejenak lalu beranjak dari kasur. Dia kemudian berjalan kearah sumber suara yang berasal dari ruang TV.
Disana, dia mendapati Wanita yang menemaninya semalam sedang membaca Al-Qur'an dengan sangat merdu.
Mikael memperhatikan Wanita itu dengan bibir yang menyunggingkan senyum.
Seketika Wanita yang diperhatikannya itu mengalihkan pandangan kearahnya, yang lalu kedua matanya terbuka lebar yang kemudian, dia segera menutup wajahnya.
Pria itu nampak bingung dengan sikap si Wanita, dia lalu mengingat arah tujuan mata istrinya kebawah. Dilihatnyalah bagian bawah tubuhnya yang tak memakai sehelai benang.
Mikael kembali menyunggingkan senyum. Dia lalu mengalihkan mata kearah jam yang menunjukan pukul empat kurang lima belas menit.
"..masih ada waktu sebelum subuh.." ucapnya yang lalu berjalan menghampiri Al.
Mikael mendudukan tubuhnya disamping Al. Diarahkan bibirnya kearah telinga Al yang tertutup mukena.
"Aku menginginkannya lagi.." ucapnya intens.
Mendengar ucapan suaminya itu Al dengan pelan melepas tangannya yang menutupi wajahnya. Dengan malu, dia menatap wajah suaminya.
"..Kakak benar ingin melakukannya sekarang? Tidak ingin ba'da subuh saja?" tanya Al memastikan.
Mikael menganggukan kepala yakin.
"Aku mau sekarang dan juga...ba'da subuh.." lanjutnya kemudian.
Al segera melihat kearah suaminya yang saat ini tersenyum jahil kearahnya.
Mau tak mau Al harus mengikuti keinginan suaminya itu. Karna jika dia menolak dia akan mendapat laknat dari penduduk dilangit.
###
Setelah pergulatan sebanyak tiga sesi, akhirnya hal itu menghasilkan rasa sedikit nyeri didaerah milik Al. Dia juga harus mandi suci sebanyak tiga kali.
Di meja makan, nampak Al dan Mikael sedang mengisi energi mereka yang terkuras penuh karna olahraga panas yang dilakukan mereka tadi malam dan pagi tadi.
Usai makan, Mikael memperhatikan pergelangan tangan Al yang nampak selalu mengenakan gelang yang terbuat dari kayu.
"Kamu sangat menyukai gelang kayu?" tanya Pria itu membuka percakapan.
Al lalu melihat kearah gelangnya sesaat, kemudian kembali melihat kearah Mikael.
"..tidak, biasa saja.." balasnya.
"Terus kenapa kamu selalu mengenakan gelang itu?"
Al mengalihkan matanya sesaat kearah kedua pergelangan tangan Mikael yang nampak kosong.
"..karna sama dengan seseorang.." balasnya dengan tersenyum manis.
"..siapa?" tanya Mikael kembali.
Al tak menjawabnya, dia hanya memberikan senyuman manis dengan matanya menatap lekat kearah Mikael.
Hal itu membuat Mikael bingung dan tak mengerti maksud dan tatapan Al dengan wajah manisnya itu.
Al lalu segera beranjak dari posisi duduknya mengambil piring kotor untuk dibawah ke dapur.
Meninggalkan Mikael masih dengan tanda tanya.
***
Didalam kamar, nampak Mikael sedang merebahkan tubuhnya dengan kepala diatas paha Al.
Pria itu sedang memperhatikan Al yang sedang membaca buku.
Seketika perhatian Wanita itu teralih pada HPnya yang ada di dekatnya.
Dia mulai nampak asik membalas pesan dari seseorang yang tak Mikael ketahui.
Tak lama mata Wanita itu beralih kearah Pria itu.
"..Kak.." ucapnya pelan. Mikael hanya membalas dengan deheman dan mata masih menatap Al.
"..aku boleh bermain ke tetangga, sebentar?"
"..." Mikael nampak berfikir maksud perkataan Al yang dimaksud tetangga.
"..maksudmu..temanmu.."
Al menggangguki kepala membenarkan.
Mikael kembali berfikir, dia memperhatikan Al yang wajahnya sangat berharap diizinkan.
"..baiklah, tapi hanya sebentar.." ucapnya, mengizinkan.
Pria itu lalu mendudukan tubuhnya, seketika Al segera memeluk Pria itu dengan lekat.
"Makasih, Kak.." senangnya. Dia kemudian mencium lembut pipi Pria itu.
Setelah itu Al segera beranjak dari kasur memakai pakaian keluarnya.
Terimakasih sudah membaca, jangan lupa untuk meninggalkan tanda...
Salam hangat SMIM
Baca terus ya ini beberapa episode terakhir sebelum tamat.
Jangan lupa komentarnya berkaitan cerita...