Friends After Marriage

Friends After Marriage
Perubahan Jadwal



Happy Reading!!!


Sejak saat itu, setiap minggunya Al mampir mengunjungi Mikael di kantornya. Dia selalu datang disaat jam makan siang ketika Mikael sedang berada di kantor. Ketika Mikael tak ada Al tidak berkunjung.


Al juga sampai memohon pada temannya agar mau bertukaran shif kerja.


Saat ini. Al lagi-lagi datang ke kantor Mikael. Seperti biasa dia membawa rantang yang berisi makanan yang telah dimasaknya.


Hari ini Al datang lebih telat dibanding hari biasanya. Dia datang saat jam makan siang.


Al yang baru keluar lift. Tidak melihat siapa-siapa. Biasanya pemandangan yang menyambutnya pertama kali Alula. Tetapi tidak dengan hari ini.


Al menuju kearah pintu ruangan Mikael. Dia lalu mengetuk pintu tersebut. Seperti biasa setelah ketukan ketiga Al membuka pintu. Sayangnya saat pintu terbuka, ruangan tampak lenggang. Sosok Mikael yang sedang duduk tak ada di singgah sananya.


Di edarkan pandangannya ke seluruh ruangan yang tak terdapat sosok yang dicarinya. Al kemudian menutup pintu kembali. Dia lalu duduk di kursi yang ada didepan meja Alula.


Sambil menunggu, Al memilih membuka buku yang telah di bawanya. Buku yang di bukanya saat ini bercerita tentang para sahabat nabi yang begitu menginspirasi. Tentang betapa kuatnya iman dan taqwa mereka dalam menegakkan islam. Sampai jasa mereka tak dapat dinilai dengan emas sebesar gunung uhud sekalipun.


Al yang sedang asik membaca bukunya tak menyadari kehadiran Alula yang sudah ada didekatnya.


"Nyonya!" sapa Alula.


Al mendongakkan kepalanya kearah Alula yang ada disampingnya. "Nona Alula!" sapa balik Al. Dia lalu memberi tanda pada bagian buku yang sedang dibacanya kemudian menutupnya.


"Nyonya sedang menunggu Pak Mikael?"


"Iya.." balasnya singkat.


"Maaf Nyonya Al, tetapi Pak Mikael sejak tadi tidak berada di ruangannya. Beliau sedang rapat.." ucap Alula.


Al mengerutkan dahi mendengar ucapan Alula. "Bukannya hari ini Mas Mikael tidak ada rapat?" tanya Al yang merasa bingung, karena seingatnya dari jadwal hari ini, suaminya tidak ada rapat sama sekali.


"Betul Nyonya seharusnya hari ini Pak Mikael tak ada rapat. Tetapi tiba-tiba hari ini ada rapat dadakan.." jelas Alula.


"Apakah Nona Alula tau kapan rapat Mas Mikael selesai?"


"...sepertinya sebentar lagi Nyonya.." jawab Alula. Dia lalu duduk dibangku yang ada disamping Al.


"Oh ya Nona Alula. Apa anda sudah makan siang. Saya membawakan sesuatu untuk anda!" Al mengeluarkan sekotak makanan dari tas tenteng tempat dia menaruh rantang dan kotak makanan itu.


"Belum Nyonya," jawabnya tersenyum malu. "Padahal tadi saya niat mau makan di kantin. Saya baru ingat usai sholat, kalau saya tidak bawa dompet, makanya saya balik kembali. Makasih ya Nyonya.." ucap Alula merasa senang. Dia menerima kotak yang di berikan Al.


"Sama-sama. Saya juga makasih, setiap hari saya selalu merepotkan. Saya sering meminta Nona Alula memberitahu jadwal Mas Mikael.." Ucap Al.


Tampak Alula memahami perkataan Al. "Maksudnya Nyonya?"


"Oh begitu!!" Alula menganggukan kepala paham. "Seharusnya Nyonya katakan kepada saya. Jadi sewaktu-waktu ada perubahan jadwal, saya bisa mengabari Nyonya!" Alula menyatukan jari telunjuk dan jempolnya menjadi satu agar berbentuk O. Al tersenyum dengan tangan mengikuti gerakan Al.


Alula sangat senang melihat sikap lembut Nyonyanya, yang murah senyum dengan berbagai ekspresi lembut dimatanya. Tidak dengan Bosnya yang hanya memiliki minim ekspresi dan tatapan yang dingin dan terasa mengintimidasi.


"Oh ya Nyonya. Saya boleh tanya sesuatu?" tanya Alula. Dia menatap Al.


"Tentu saja boleh. Memang Nona Alula ingin bertanya apa?"


"Saya ingin bertanya prihal satu setengah bulan yang lalu. Saat kejadian Nyonya membantu Bapak tua didalam lift.." kata Alula mengingatkan. "Saya sangat penasaran perihal Nyonya. Memangnya, Nyonya seorang dokter ya. Sampai bisa menangani Bapak itu yang sedang pingsan?" tanyanya. "Sebenarnya saya ingin bertanya sejak lama. Tapi saya selalu lupa.." lanjutnya.


Al tersenyum mendengar perkataan Alula. "Saya bukan dokter! Hanya seorang karyawan disebuah klinik kecil.." jelasnya. "Saya bisa menangani hal tersebut, karna disana semua karyawan diajarkan pertolongan pertama untuk pasien yang takutnya tiba-tiba terjadi sesuatu yang tak diinginkan.." jawabnya. Alula membulatkan mulutnya paham.


Getaran di kantung baju Alula, mengalihkan pandangannya kearah kantung bajunya. Dia lalu meraih benda bergetar tersebut yang ternyata terdapat panggilan dari Bosnya.


"Iya Pak?" jawab Alula. Al yang mendengar perkataan Alula paham jika telpon itu berasal dari Mikael.


"Baik, Pak Mikael!" jawabnya Alula lalu menutup telponnya. Alula lalu melihat kearah Al yang sedang melihat kearah depan.


"Nyonya, sepertinya Pak Mikael tidak akan kembali ke ruangannya. Karna tadi beliau mengatakan tidak akan kembali ke ruangan karna ingin keluar.." ucap Alula.


Al diam sejenak. Kemudian dia balik melihat kearah Alula.


"Apa Nona Alula tau, dimana sekarang Mas Mikael?"


"Pak Mikael, sepertinya masih ada di perusahaan.." jawabnya.


Al yang mendengar itu langsung berterima kasih pada Alula kemudian mendekat ke arah lift lalu memasukinya. Dia langsung menekan tombol lantai satu.


(Jangan lupa VOTE, tekan tanda ini πŸ‘, coment πŸ‘dan Reting 🌟🌟🌟🌟🌟 ya...)


############################################################


Maaf ya jika banyak typo...


Jangan lupa coment yang berkaitan dengan cerita dan like ya supaya saya semangat menulisnya.


Dan tinggalkan tanda hati.


Jangan lupa vote yang teman-teman.


Saya juga nulis cerita yang judulnya UHIBBUKI jangan lupa mampir ya.....


Terimakasih