Friends After Marriage

Friends After Marriage
Jobs Al



Jobs Al


Al sedang menunggu didepan ruangan Mikael bersama dengan Alula dan juga Pak Usman. Dia berkali-kali melihat kearah pintu ruangan Mikael yang masih tertutup.


"Alula, kamu belum sholat asalkan.." kata Pak Usman pada Alula yang sedang sibuk dengan komputernya.


"..ee..belum Pak," balasnya menatap Pak usman sekilas.


"Sholatlah terlebih dahulu!" perintah Pak Usman. Alula lalu melihat kearah jam yang ada ditangannya. Jarum pendek terletak diantara angka 4 dan 5.


"Oke.." jawabnya. Dia segera merapikan barang bawaannya dan memasukannya kedalam tasnya.


Alula yang sudah rapi segera beranjak dari tempat duduknya. Saat akan melangkah menuju lift. Dia berhenti mendengar panggilan Pak Usman.


"Alula, tidak keberatan kan jika kamu membawa serta Nyonya Al bersamamu," pinta Pak Usman. Karna sejak tadi melihat Al yang terlihat bosan.


"Iya Pak tidak masalah. Mari Nyonya Al.." Alula mengajak Al menuju lift. Al terlihat senang ketika mendapat ajakan dari Alula.


###


Al menunggu Alula diluar musholla. Dia duduk di bangku depan musholla yang disediakan.


Musholla tampak terlihat ramai karna para karyawan kebanyakan sholat usai jam kantor selesai.


Pandangan orang-orang yang akan sholat maupun yang selesai sholat tertuju pada Al yang duduk didepan. Penampilannya sungguh berbeda dengan orang yang ada di perusahaan.


"Nyonya Al, maaf ya lama menunggu.." ucap Alula. Dia lalu duduk disampingnya Al.


"Tidak kok," balasnya ramah. Al menggelengkan kepala dan tangannya berbarengan.


Selesai Alula memakai stoking dan sepatu. Dia mengajak Al melihat-lihat perusahaan yang ada di lantai 3.


Alula hanya menunjukan area lantai 3 saja yang terdapat tempat kerja karyawan, dapur yang merupakan tempat para karyawan membuat minuman dan terakhir Alula menunjukan musholla yang tadi tempatnya Sholat.


Sebenarnya di gedung itu juga ada musholla di lantai 1. Tapi Alula lebih memilih lantai 3 karena keseringan hanya orang-orang lantai itu saja yang mendatangi musholla. Sedang lantai satu menjadi tujuan utama mereka karna dekat dengan kantin maupun pintu keluar.


Alula mengajak Al kembali menuju lift. Karyawan wanita yang sejak tadi terus memperhatikan Al. Menanyakan hal tersebut pada Alula yang sejak tadi bersama dengan Al.


"Alula," bisik wanita berok selutut dengan rambut di kuncir kuda. Alula menengok kearah wanita itu.


"..Eemm.."


"Siapa perempuan yang ada disampingmu?" bisiknya kembali. Wanita kuncir kuda itu menunjuk kearah Al yang sedang melihat kearah angka lift.


"Nyonya Al. Istri Pak Mikael.." jawal Alula dengan bisikan. Sontak Wanita kuncir kuda dan ketiga wanita lainnya yang bersama wanita itu kaget.


Wanita kuncir kuda kembali bertanya pada Alula atas suruhan teman yang ada di dekatnya, karna hanya wanita kuncir kuda yang kenal dengan Alula.


"Bukannya istri Pak Mikael tidak bercadar?" tanyanya kembali. Alula mengerutkan dahinya melihat kearah wanita berkuncir kuda.


"Gua gak tau, Dini! Kalau lo mau tau tanya sendiri gih sama Nyonya Al. Orangnya ramah kok.." balas Alula yang digelengi kepala oleh Wanita bernama Dini itu.


Pintu lift akhirnya terbuka. Terlihat hanya seorang Bapak dan 2 pemuda yang ada didalam lift.


Dini dan ketiga wanita yang bersamanya menaiki lift sedang Al dan Alula tidak, karna lift akan turun kebawah sedang mereka akan ke lantai atas.


Saat pintu lift hendak tertutup. Pria tua didalam tiba-tiba pingsan. Al yang sejak tadi memperhatikan Pria tua didalam langsung menghalangi pintu lift dengan tangannya. Alula kaget melihat tindakan Al tersebut.


Saat pintu lift kembali terbuka Al langsung masuk dan meminta tolong pada pria yang memegangi pria tua itu agar membawanya ke luar lift. Sedang Alula menahan pintu lift agar para pria itu dapat keluar dari lift.


Setelah keluar dari lift Al memerintahkan agar pria tua itu di letakkan diatas lantai. Dia juga meminta tolong pada Alula agar segera menelpon ambulan.


"Anda mengenal Bapak ini!" tanya Al pada pria muda itu yang terlihat khawatir.


"Iya.." pria itu menganggukkan kepala.


"Boleh saya pinjam tasnya!" Al menunjuk kearah tas berbentuk persegi yang dipegang pria muda itu. Tanpa bertanya Pria itu memberikan tasnya pada Al. Al segera meletakkannya dibawah kaki pria tua itu begitu juga dengan tasnya miliknya.


Al juga meminta pria muda itu melepaskan ikat pinggang dan membuka kancing celana pria tua itu sedang Al melonggarkan dasi dan membuka 3 kancing atas kemejanya. Al lalu memeriksa denyut nadi dan juga nafas Pria tua itu.


Kemudian Al mengeluarkan minyak angin yang selalu dibawanya. Di dekatkan minyak itu pada hidung Pria tua itu sambil memanggilnya.


Pria tua itu pelan-pelan membuka matanya yang awalnya terpejam. Yang pertama dilihatnya adalah wanita memakai cadar yang memanggil-manggilnya.


Al dan orang-orang yang ada di tempat melihat Pria tua itu sadar segera bernafas lega.


"Pak tunggu ya. Sebentar lagi ambulan akan datang!" seru Al lembut menenangkan pria tua itu.


Tidak berapa lama ambulan datang. Orang-orang dari rumah sakit membawanya dengan brankar dorong.


Pria muda tadi yang bersama pria tua itu mengucapkan terima kasih pada Al. Lalu dia ikut masuk kedalam lift yang turun ke bawah.


Alula memperhatikan Al yang terlihat bernafas lega.


"Nyonya Al, saya tadi kaget sekali loh..karna Nyonya tiba-tiba menahan pintu lift.." ucap Alula. Al menoleh kearah Alula, matanya membalas tatapan Alula ramah.


"Sebenarnya sejak awal saya sudah menyadarinya ada yang tidak beres pada Pria tua itu yang mukanya terlihat pucat. Makanya saya terus memperhatikannya. Saat akan menutup liftnya ternyata pria tua itu pingsan dengan reflek saya menahan pintu lift tersebut.." jawab Al.


Alula tak menyangka kalau istri tuan Mikael sepeka itu. Berbeda jauh dengan mikael.


Sampainya di lantai 5. Pak Usman terlihat khawatir menunggu kedatangan Al dan Alula yang tak kunjung datang.


"Nyonya," panggil Pak Usman saat melihat Al keluar dari lift bersama Alula.


"Pak maaf ya lama.." ucap Al pada Pak Usman yang mukanya terlihat khawatir.


"Tidak apa-apa Nyonya.." balas Pak Usman. Dia lalu melihat kearah Alula yang berdiri dibelakang Al. Alula hanya menyengir membalas tatapan Pak Usman.


"Mari Nyonya kita masuk kedalam!" ajak pak Usman pada Al. Al menganggukkan kepalanya.


Sebelum memasuki ruangan Al menoleh kembali kearah Alula yang sudah ada di meja kerjanya.


"Ba Alula, makasih ya udah ajak saya jalan-jalan.." ucap Al lalu memasuki ruangan Mikael. Alula menganggukkan kepala dengan senyum canggung.


Tiba-tiba Alula menepuk jidatnya ketika Al sudah memasuki ruangan Mikael. "Gu lupa nanya lagi..kenapa Nyonya Al bisa tau cara membangunkan orang pingsan.."


############################################################


Maaf ya jika banyak typo...


Jangan lupa coment yang berkaitan dengan cerita dan like ya supaya saya semangat menulisnya.


Dan tinggalkan tanda hati.


Jangan lupa vote yang teman-teman.


Saya juga nulis cerita yang judulnya UHIBBUKI jangan lupa mampir ya.....


Terimakasih