
Pesta
Happy Reading!!!
Pilar-pilar tinggi berwarna putih menyambut dua insan yang baru memasuki rumah yang nampak seperti istana.
Alunan musik memenuhi ruangan yang di design sedimikian mewah. Meja-meja tertata rapi di pinggir ruangan sebagai tempat menaruh hidangan.
Tapi.. tatapan para tamu undangan tertuju pada pasangan yang baru saja masuk. Mereka terpesona akan penampilan Pria yang begitu tampan dan gagah tetapi penapilan Wanitanya membuat mereka membicarakannya. Walaupun wajahnya cantik tetapi pakaian yang dikenakannya berbeda dengan Wanita lainnya.
Penampilan Wanita lainnya, terlihat memakai pakain minim. Ada yang memakai pakaian tertutup tetapi memperlihatkan lekuk tubuhnya. Dan ada juga Wanita berhijab tetapi melilit-lilitkan kerudung di lehernya, membuat dadanya yang menonjol.
Sedangkan Wanita itu berbeda, dia menggunakan gamis lebar serta kerudung panjang dengan warna gelap.
Kedua insan itu berjalan mendekat kearah penyelenggara acara tersebut. Penyelenggara acara tersenyum menyambut mereka berdua.
"Tuan Kusno, terima kasih atas undangannya.." ucap Mikael sopan. Pak Kusno dan Mikael saling berjabat tangan.
"Saya sangat senang kamu datang kemari.." ucapnya. Setelah itu Mikael menjabat tangan Furqon yang ada disamping Pak Kusno. Sedang Pak Kusno melihat kearah Al yang ada disamping Mikael.
"Sudah lama kita tidak bertemu Nona Al.." ucap Pak Kusno tersenyum lembut. Begitu juga dengan Furqon.
Al membalas senyum Pak Kusno. Dia lalu menempelkan kedua telapak tangannya, sambil menundukan kepala.
"Hahaha kamu sungguh beruntung memiliki istri sholeha.." Pak Kusno menepuk-nepuk punggung Mikael. Mikael hanya tersenyum tipis menanggapinya.
"Furqon kamu harus mencontoh Mikael agar mendapatkan juga wanita seperti Nona Al.." ucap Pak Kusno pada Furqon.
"Baik ayah.." ucap Furqon.
Lalu Mikael dan Al pamit untuk bergantian pada tamu undangan yang akan menyalami penyelenggara acara.
Mikael yang sejak tadi mengandenga tangan Al lalu melepaskannya.
"Pergilah ke tempat hidangan. Ketika waktunya pulang aku akan menghubungimu.." tutur Mikael.
"Baik Kak.." jawab Al. Mikael lalu meninggalkan Al yang masih memandang punggung tubuhnya.
Al memperhatikan Mikael yang menuju kerumunan para Pria. Kumpulan Pria itu nampak berusia sepuh dan ada juga yang seumuran Pak Usman (setengah baya).
Setelah menyalimi disana, Mikael nampak pergi ke kumpulan Pria yang seumuran dengan Mikael.
Sedang Al segera menuju ke bagian makanan.
###
Dari tempatnya berdiri Mikael tau keberadaan Al, karna pakaiannya yang berbeda dari yang lain. Wanita itu tampak sendiri menikmati hidangan.
Sebenarnya Mikael tidak ingin mengajak Al untuk menghadiri acara ini. Tapi karna Pak Kusno menyuruhnya membawa serta Al terpaksa Mikael harus mengajaknya.
Flashback On
Mikael yang sedang membuka pesan, mendapat panggilan masuk dari Alula.
"Ada apa Wanita ini menelpon pagi-pagi.." batin Al. Dia lalu mengangkat telpon tersebut.
"Pak Mikael, maaf mengganggu pagi ini. Saya ingin memberi kabar pada Pak Mikael. Kemarin saat Pak Mikael tak berada di tempat. Pak Furqon anak dari Pak Kusno datang kemari. Beliau mengundang anda untuk datang di acara ulang tahun perusahaannya.." tutur Alula. Mikael tersenyum mendengar kabar bagus di pagi hari ini. Karna dengan ini dia bisa menambah rekan bisnis untuk perusahaannya.
"Baiklah, terimakasih atas pesannya.." balas Mikael. Saat akan mematikan telpon Alula kembali berkata.
"Pak Mikael, Pak Furqon juga mengatakan. Katanya bahwa Pak Kusno memesan agar Pak Mikael membawa serta Nyonya Al.." lanjut Alula. Seketika wajah Mikael berubah kesal mendengar itu. Tanpa berkata apa-apa Mikael langsung memutuskan panggilan.
Flashback Off
###
Dari kejauhan Al memperhatikan Mikael. Dia melihat Mikael meminum minuman yang ada di tangannya sambil berdiri.
"Tapi.." Al memperhatikan tamu undangan lain yang lebih memilih menyantap makanan sambil berdiri. Padahal bangku tampak kosong di sudut ruangan.
Al menjadi ingat perihal pesta pernikahannya. Saat itu juga tamu undangannya lebih memilih makan berdiri dari pada duduk. Padahal tempat duduk yang disediakan untuk pesta pernikahan banyak.
Al merasa bosan. Perutnya sekarang sudah keyang dengan makanan yang sejak tadi dia santap. Dia lalu melihat kearah jam yang di HPnya menandakan masuk waktu isya. Dia terlebih dahulu melirik kearah Mikael yang masih bercakap-cakap setelah itu dia beranjak dari bangkunya.
Dia berjalan kearah satpam yang ada di pintu masuk.
"Misi Pak.." panggi Al pada Satpam yang duduk di dekat pintu.
"Iya Nyonya, ada yang bisa saya bantu.." balas Satpam itu ramah.
"Saya ingin bertanya. Dimana tempat untuk sholat?" ucap Al. Satpam tampak terdiam sejenak. Karna selama dia menjadi Satpam dia jarang mendengar ada yang bertanya prihal tempat sholat.
"Ada Nyonya, tempatnya ada disamping dekat dengan kolam renang.." ucap Satpam itu sambil tangannya menunjuk kearah tempat tersebut.
"Terimakasih Pak.." ucap Al lalu pergi menuju tempat yang di tunjuk.
Al terlebih dahulu mendapatkan kolam renang baru dia mendapatkan tempat sholat yang kecil.
Dari luar tempat itu terlihat sepi. Al memasuki tempat sholat yang tak ada satupun orang disana.
Usai sholat Al tak langsung beranjak, dia terlebih dahulu mengaji dari HPnya. Setelah selesai dia keluar dari tempat suci itu dan duduk di bangku seperti bangku pantai yang ada di dekat kolam.
Al duduk sambil memandang keatas melihat kearah langit yang gelap.
Dari arah dalam rumah keluar seorang Pria tua. Pria tua itu ingin menghirup udara segar sejenak. Saat berjalan dia mendapati Wanita yang sedang duduk melihat kearah langit.
"Nona Al.." sapa Pria tua itu.
Al menengok kearah sumber suara yang ternyata berasal dari Pak Kusno. " Pak.." ucap Al. Dia segera berdiri dari tempatnya duduk.
"Duduk saja Nona.." ucapnya. Kemudian dia duduk dibangku satunya. Begitu juga Al yang duduk kembali.
"Udaranya sejuk ya!" seru Pak Kusno.
"Iya.."
"Nona Al tak merasa nyaman didalam.." ucap Pak Kusno dengan tatapan masih kedepan. Ak segera melihat kearah Pak Kusno.
"Tidak kok Pak.." sanggahnya. "Saya keluar karna ingin sholat lalu saya melihat bangku ini dan ingin duduk.." ucapnya kembali.
Pak Kusno tersenyum mendengar perkataan Al. Dia lalu beranjak dari duduk. "Bapak tinggal ya, Bapak ingat kalau Bapak belum sholat.." ucap Pak Kusno. Al mengangguki perkataan Pak Kusno.
(Jangan lupa VOTE, tekan tanda ini π, coment πdan Reting πππππ ya...)
############################################################
Maaf ya jika banyak typo
Semoga senang dengan ceritanya...
Jangan lupa coment yang berkaitan dengan cerita dan like ya supaya saya semangat menulisnya.
Dan tinggalkan tanda hati.
Jangan lupa vote yang teman-teman.
Saya juga nulis cerita yang judulnya UHIBBUKI jangan lupa mampir ya.....
Salam hangat SMIM
Terimakasih