Friends After Marriage

Friends After Marriage
Tempat Rahasia



Tempat Rahasia


Happy Reading!!!


Pakaian Al sudah terjajar rapi di halaman samping rumah. Dia menggantung pakaiannya yang setengah basah lantaran baru selesai dicuci dan dikeringkan oleh Bi Hilda.


Sebenarnya Al yang ingin mencuci pakaiannya tetapi Bi Hilda bersih keras untuk melakukannya membuat Al menyiapkannya. Tetapi dengan kesepakatan kalau Al yang menjemur pakaiannya sendiri.


Ditangannya Al membawa ember kosong bekas pakaiannya kearah tempat cuci untuk menaruhnya. Setelah itu dia menuju kearah dapur untuk mengambil secangkir air minum ukuran sedang dan cemilan dari kulkas. Dia lalu menuju taman dibelakang rumah yang terdapat tempat duduk kayu berbentuk ayunan dan juga kolam renang dengan ukuran 15x10.


Dia mendudukkan tubuhnya diatas bangku kayu ayunan itu. Lalu meletakkan cemilan dan cangkirnya diatas meja yang ada di depan ayunan itu.


Al menatap kearah kolam renang lalu mengalihkannya kearah jendela lantai dua yang terlihat dari halaman belakang.


Dari jendela itu terlihat sosok yang merupakan tujuan Al duduk dibangku kayu itu.


Terlihat sisi kanan wajah Mikael. Dia sedang membaca buku sambil menyandarkan tubuhnya kesandaran kursi yang didudukinya.


"Hehehe..Benarkan disini.." ucap Al. Dia lalu meminum air dari cangkir yang dibawanya.


Awalnya, Al tidak mengetahui perihal Mikael yang ada di ruangan itu. Sampai suatu hari Al yang sedang bermain air di kolam renang. Tanpa sengaja, matanya melihat kearah jendela lantai dua yang merupakan ruangan membaca dan juga tempat kerja Mikael.


Al yang mengetahui sosok Mikael disana. Lantas datang menghampiri ruangan itu. Dia mengetuk pintu tetapi tak ada sahutan ataupun jawaban dan pintu juga terkunci.


Sampai akhirnya Al menjadikan halaman belakang menjadi tempat rahasia Al untuk memandangi Mikael, karna Mikael sering menghindar untuk bertemu dengan Al.


"Mas kamu ganteng bangat sihh.." gumam Al pelan sambil memakan cemilan yang di pegangnya.


Tiba-tiba saja Mikael yang awalnya sedang duduk. Dia lalu berdiri menghadapkan wajahnya kearah jendela. Mikael lalu membuka jendela ruangan itu.


Sontak Al yang melihatnya, refleks merapatkan tubuhnya ke tembok sebrang agar pandangan Mikael tidak mendapati sosoknya. "...Apa yang aku lakukan? Kenapa aku harus ngumpet? Aku kan hanya menatapnya!" gumam Al pelan melihat tingkahnya.


Saat akan berjalan kembali ke tempat duduk. Telinganya mendapati suara Mikael.


"Iya.." suara Mikael yang terdengar samar-samar di telinga Al. Al langsung menghentikan langkahnya menuju bangku kayu itu.


"...di rumah sakit mana?" tanya Mikael. Al tanpa sadar menguping pembicaraan Mikael.


"Baiklah.." ucap Mikael. Setelah itu Al tidak mendengar kembali pembicaraan Mikael. Al mengintip kearah jendela yang sudah tidak ada sosok Mikael yang berdiri maupun duduk disana.


Al kembali duduk dengan lesu sambil memandang hampa kearah jendela itu.


Setelah duduk beberapa menit. Al lalu beranjak dari tempatnya kemudian berjalan kearah dapur untuk mencuci cangkir yang telah digunakannya.


Usai mencuci cangkirnya, Al menuju ke anak tangga. Dari arah tangga Al mendapati sosok Mikael sedang menuruni tangga dengan celana abu-abu dan kemeja hitam yang 2 kancing bagian atas di lepas serta lengan panjang yang digunakannya di tarik keatas.


Al melongo melihat sosok tampan Mikael yang melewatinya begitu saja tanpa menyapanya. Di tatapnya punggung Mikael yang sedang menuruni tangga dengan gagahnya.


Tanpa sadar Al mengikuti Mikael yang saat ini berjalan menuju pintu depan. Dia berlari pelan mendahului Mikael. Setelah itu Al berjalan mundur dengan wajah menatap Mikael.


"Kak, Kakak rapi bangat.." kata Al. Dia memberikan senyum manisnya pada Mikael yang diacuhkan olehnya.


Mikael terus berjalan tidak menghiraukan perkataan Al. Dia berjalan lebih cepat mendahului Al yang ada didepannya.


###


Di halaman rumah Pak Usman yang melihat sosok Mikael yang mendekati mobil langsung membukakan pintu mobil bagian penumpang.


Dari arah belakang Mikael terdapat sosok Al yang sedang berlari. "Tunggu Pak Usman! Jangan di tutup dulu!" perintah Al kearah Pak Usman yang akan menutup pintu mobil.


Pak Usman mengiyakannya. Dia lalu melihat kearah Mikael yang saat ini menatapnya tajam. Seperti memerintahkan Pak Usman segera menutup pintu mobil tempatnya duduk.


"..Hah..hahh..Kakak jalannya cepat bangat.." ucap Al yang terengah-engah mengejar Mikael.


Mikael tidak berkata apapun. Dia hanya menatap tajam dan dingin kearah Al.


Al balik melihat kearah Mikael. Dia membalas suaminya dengan tatapan ramah dan senyuman manisnya.


"Kakak hati-hati di jalan ya!" ucap Al. Al lalu melirik kearah tangan Mikael.


"...Kak, itu apaan di tangan Kakak!" kata Al membuat Mikael mengalihkan pandangannya kearah tangannya.


Al mengambil kesempatan ini untuk meraih punggung tangan kanan suaminya lalu mencium dan menghirupnya.


Sontak Mikael kaget dan langsung menarik tangannya dari Al yang masih menciumnya.


Al terkejut dengan tingkah Mikael yang menarik tangannya serta tatapan menusuk dan dingin dari suaminya. "Hehehe..maaf ya Kak.." ucap Al yang menyengir kearah Mikael.


Mikael semakin menatap tajam Al yang cengengesan setelah membohonginya. Dilihatnya Al yang masih menghalangi pintu mobilnya yang ingin di tutup.


"Pak Usman tutup pintu mobilnya!" perintah Mikael. Dia lalu mengalihkan pandangannya kearah depan. "Jika dia kejepit itu kesalahannya yang menghalangi!" tambah Mikael.


Al kaget mendengar ucapan suaminya. Dia segera mundur dan membiarkan Pak Usman menutup pintu mobilnya.


Pak Usman melihat kearah Al yang menatap nanar kearah Mikael. Dia lalu masuk kedalam mobil mengikuti Mikael.


Mobil yang membawa Mikael keluar dari halaman. Al masih setia menatap mobil itu. Setelah itu dia kembali masuk kedalam rumah.


Al menggigit bibir bawahnya pelan. "Eeeee..kenapa aku melakukan sesuatu yang bodoh lagi!" seru Al merutuki perbuatannya tadi.


############################################################


Maaf ya jika banyak typo...


Jangan lupa comment yang berkaitan dengan cerita dan like ya supaya saya semangat menulisnya.


Dan tinggalkan tanda hati.


Jangan lupa vote yang teman-teman.


Saya juga nulis cerita yang judulnya UHIBBUKI jangan lupa mampir ya.....


Terimakasih