Friends After Marriage

Friends After Marriage
Kabar Mengejutkan



Happy Reading!!!


Pandangan para pengunjung dan juga karyawan tertuju pada seseorang berpakaian formal yang masuk melalu pintu yang didorong itu.


Nampak orang tersebut mengedarkan mata seperti mencari sosok seseorang.


Shafa yang sejak masuk memperhatikan orang tersebut dari meja pendaftaran lantas memanggilnya.


"Mas! Mas yang memakai jas!" serunya yang ditujukan pada Pria itu.


Pria itu lalu menoleh dan mendekat kearah gadis yang ada di meja yang bertuliskan 'Pendaftaran'


"Mas, mau berobat?" tasnyanya grogi karna kerupawanan Pria itu.


"Tidak, saya mencari seseorang yang bekerja disini. Namanya Al.." ucapnya.


"Al, karyawan yang namanya Al disini hanya Kak Al.." batinnya, dia bingung untuk apa Pria tampan ini mencari Wanita bercadar itu.


"...! Jangan-jangan.." tebaknya dalam hati.


"..maaf, tap Tuan siapanya Kak Al ya?" tanyanya memastikan.


"..saya suaminya," jawabnya.


"..sudah saya duga kalau Masnya suami Kak Al.." ucapnya.


"..soalnya, Kak Al tak pernah menunjukan foto Masnya.." lanjutnya. Pria itu hanya menaikkan sebelah alisnya mendengar ucapan Wanita muda didepannya.


"Baiklah, Mas tunggu sebentar ya. Saya akan memanggil Kak Al.." katanya.


"Saya titip tempat pendaftaran ini ya.." tolongnya yang di angguki Pria itu.


Syifa lalu berjalan kearah tempat istirahat, dimana Al sedang mengambil air minum


Saat membuka pintu, dia langsung berhambur ke arah Wanita itu.


"Astagfirullah Fa, kamu ngagetin aja.." ucap Wanita itu memegang dada.


Untungnya, botol minum yang dipegangnya tak jatuh.


"...kok kamu disini. Bukannya kamu lagi jaga meja pendaftaran?" tanyanya bingung.


Wanita muda itu malah tersenyum jahil. Membuat Wanita didepannya mengerutkan dahi.


"Pantesan Kak Al, gak mau nunjukin foto suami Kakak. Kakak pasti takut banyak yang sukakan.." kata Wanita itu yang menyengir.


Al menaikkan sebelah alisnya tak paham. "Maksudmu apa Fa?"


"Sudahlah ayo kita balik ke depan!" serunya yang berjalan kearah pintu.


Ketika Al berjalan ke depan, suara riuh makin terdengar. Dia melihat dan mendengar para Pasien seperti membicarakan seseorang.


Sampai didepan, dilihatnya punggu seorang Pria berjas napak berdiri didepan meja pendaftaran.


Melihat ada seseorang disana, Al lantas sedikit berlari sambil menarit Syafa ke kursi mereka.


"Maaf Pak, tadi kami sedang kebelakang.." ucap Al saat sampai di mejanya.


Pria itu lalu berbalik membuat Al sontak kaget, karna sosok yang yang dipanggilnya 'Pak' merupakan suaminya. Pantas tadi dia merasa tak asing dengan sosok belakang tersebut.


"..Kak El.." gumam Al pelan.


Melihat Wanita yang dicarinya berada didepannya Pria itu sontak tersenyum kearah Al.


"..ada yang ingin kubicarakan. Kamu bisa keluar sebentar.." ucap Pria itu.


Al lalu melihat kearah Wanita disebelahnya yang menganggukan kepala sambil tersenyum.


"..iya Kak.." balasnya. Pria itu lalu keluar terlebih dahulu dari klinik tersebut.


Melihat Pria tampan tadi telah pergi, Syafa lalu mencolek lrngan Al.


"..cepat gih Kak keluar, nanti takutnya ada yang godain ayangnya Kak Al.." godanya sambil tersenyum-senyum.


Al menggelengkan kepala melihat tingkah Wanita muda didepannya. "Yasudah Kakak kedepannya, titip meja.." ucapnya lalu berjalan kearah pintu.


Para karyawan lain yang nampak nganggur, terlihat mendekat kearah Syafa untuk bertanya prihal Pria tampan tadi.


"Fa, Pria tadi siapa? Tampan betul!" ucap Wanita berumur 30 tahunan berhijab putih.


"Itu suami Kak Al, Bu.." jawab Wanita itu.


Tiga Wanita yang ada didepan meja Syafa nampak kaget.


"Kamu serius, Fa?" tanya Wanita berumur 28 tahun yang berkerudung pink. Dia memastikan kembali agar kupingnya tak salah dengar.


"Serius kok, Bu! Orang Pria tersebut yang mengatakan kalau dia suaminya Kak Al.." balas Wanita muda itu.


"..beruntung sekali Al, mendapat Pria tampan dan kaya.." gumam Wanita berkerudung coklat yang diangguki Wanita lainnya.


###


Didalam mobil, Mikael dan Al nampak duduk bersebelahan dikursi penumpang.


Al menatap Wajah suaminya yang mulai mengeluarkan ekspresi kesedihan.


"..Kenapa wajah Kak El terlihat sedih?" tanyanya bingung.


Al memperhatikan Pria disampingnya yang masih bungkam dan taklama dia mulai menggerakkan bibirnya.


"..Kakek.." ucap Pria itu.


Mendengar kata Kakek dari bibir suaminya membuat Al mengatupkan giginya sesaat.


"..ke..kenapa dengan Kakek?"


"..Kakek masuk rumah sakit.." ucapnya lemah.


Perkataan suaminya seperti sambaran petir. Padahal saat ini tak ada angin maupun hujan tetapi kabar itu muncul tiba-tiba.


Wanita itu lantas mendekat kearah Pria disebelahnya lalu memegang tangannya lembut.


"..Kakak mendapat kabar, prihal Kakek dari siapa?"


"..dari Pak Umar, tadi beliau menelponku dari ponsel Kakek.." jawabnya. Pria itu membakas gengaman tangan Al lalu menggenggamnya dengan erat.


"Tujuanku kesini ingin menjemputmu untuk pergi bersama-sama kesana.." ucapnya.


"Apa kamu berdia ikut?" tanyanya menatap mata Al.


Tanpa berfikir, Wanita itu menganggukan kepala pasti sambil mengelus punggung tangan suaminya.


"Tentu Al akan ikut.." balasnya. Suaminya tersebut mengembangkan senyum senang mendengarnya.


"..kalau begitu All akan kedalam untuk mengambil tas dan juga meminta izin. Kakak tunggu sebentar ya.." kata Wanita itu. Dia lalu melepaskan gengaman tangannya lalu keluar dari mobil itu.


Saat berjalan kembali kedalam Klinik, Al memegang dadanya yang terasa perih dan sakit. Mendengar berita tadi membuat Al teringat akan kejadian tujuh tahun yang lalu.


Dimana saat disekolah dia mendapat kabar tak mengenakkan mengenai Neneknya.


Saat menginjakkan kaki didalam Klinik kembali, pandangan dari meja pendaftaran yang merupakan dari rekan kerjanya tertuju pada Wanita bermasker tersebut.


Melihat tatapan mereka, Al langsung mengetahui para Wanita itu pasti akan bertanya-tanya prihal Pria tadi.


Al menganggukan kepala kearah tiga Wanita yang berdiri di meja pendaftaran, begitu juga ketiga Wanita itu yang membalasnya dengan serupa.


"Al tadi beneran suamimu!" seru pelan Wanita berkerudung pink.


Pertanyaan serupa ditanyakan lagi pada Wanita bercadar itu, membuat Syafa menggelengkan kepala.


"..iya Kak.." angguk Wanita itu.


Al lantas langsung dikerumini oleh tiga Wanita itu.


"Suamimu tampan sekali!" seru Wanita berkerudung pink.


"Kamu beruntung bangat si.." timpal berkerung coklat.


"Suamimu bekerja dimana, sampai-samap mengenakan jas.." tambah Wanita berkerung putih.


Mendengar runtutan pernyataan dan pertanyaan itu membuat Al hanya tersenyum bingung.


"..maaf Bu, Al ingin sekali mengobrol dengan Ibu dan Kakak, tapi Al ingin bertumu dengan Bu Kurnia untuk mengambil cuti, karna Kakek dari pihak suami sedang sakiy.." ucapa Wanita itu.


"..ahhh, yasudah tak papa.." ucap Wanita berumur 30 tahun.


Al lalu melihat kearah Wanita yang duduk menunggu di meja pendafataran, "..Syafa Kakak titip ya.." ucapnya yang diangguki Wanita itu.


Al lalu kembali melihat kearah tiga Wanita yang usianya berada iatasnya."..saya permisi semuanya.." ucapnya yang lalu berjalan kearah ruangan Bu Kurnia yang merupalan Kepala Klinik Asyifa.


Usai mengambil cuti beberapa hari yang di izinkan oleh kepala Klinik, Al mengambil tasnya yang ada di ruang penyimpanan lalu kembali berjalan kearah pintu depan.


Sebelum keluar tak lupa dia mengatakan Prihalnya pulang duluan yang mendapat tatapan sedih dari Syafa.


###


Diteras rumah, Pak Mamat nampak mengangkat koper milik Mikael dan juga Al kedalam bagasi mobil.


Sedang pemilik koper nampak baru keluar dari rumah diantar oleh Bi Hilda dan juga Pak Usman.


Al yang sudah pamit dengan ketiga orang tua itu lalu masuk kedalam mobil. Diikuti dengan Mikael yang sudah membuka pintu mobil.


"Pak, saya jalan ya!" pamitnya yang lalu masuk mobil.


Saat akan menutupnya Pak Usman berkata, "..Tuan! Benar tidak ingin saya antarkan. Tuan baru saja sampai dan hanya beristirahat sejenak.." ucap Pak Usman yang merasa majikannya kelehan, karna sedari pagi Pria itu tak diam.


Seperti paginya bekerja, kemudian menjemput Al ketempat kerjanya lalu sekarang menyetir untuk perjalanan jauh ke tempat Kakeknya.


"Benar Pak, tidak apa-apa.." balasnya.


"Saya titip perusahaan ya.." ucapnya kemudian yang lalu masuk kedalam mobil.


Tak lama mobilpun melaju dengan cepat melewati perumahan yang nampak sepi itu.


###


Perjalanan terasa panjang. Sejak masuk mobil Pria disampingnya tak kunjung berbicara. Dia hanya fokus memegang setirnya. Membuat Al yang berada didalam mobil mengantuk dan tertidur.


'Gjluk'


Al terbangun dari tidur. Dia melihat suasana nampak gelap hanya suara mesin mobil yang dinaikinya yang terdengarnya.


Dialihkan kepalanya kearah samping melihat wajah suaminya. Seketika dia kaget, wajah suaminya sangat terlihat lelah dan mengantuk.


Al nampak bingung, jika dipaksakan bisa-bisa terjadi sesuatu yang tak diharapkan. Dia lalu mengingat jika dia belum sholat.


"...Kak!" panggilnya pelan dengan tangan menyentuh lengan suaminya.


"..ahh.." tengoknya sekilas kearah Al.


"..kamu sudah bangun.." katanya.


"..Kak, Al belum sholat isya. Boleh kita ke rest area terlebih dahulu.." pinta Wanita itu lembut.


"...baiklah, tunggu sebentar ya.." balas Pria itu yang menaikkan gasnya.


Tak lama, akhirnya mobil ceper hitam itu masuk kedalam rest area. Mikael mengarahkan mobilnya kearah mesjid besar yang terlihat bagus.


Setelah memarkirkan mobilnya tepat didepan mesjid, dia lalu membuka kunci mobil.


"Turunlah aku akan menunggu disini!" serunya.


"..Kakak tidak ikut sholat?" tanya Wanita itu yang dibalas gelengan kepala oleh suaminya.


Wanita bercadar itu masih diam ditempatnya. Membuat Mikael melihat kearah Al.


"Kenapa kamu tidak turun?"


Wanita itu menggit bibir bawahnya lalu menatap ke wajah suaminya. Dia kemudian menjulurkan tangannya untuk meraih tangan suaminya lalu menggenggapnya lembut.


"...Kak, ayo kita sholat bersama. Kemudian kita mendoakan kesehatan Kakek.." ajaknya lembut.


Mikael menatap Wanita disebelahnya datar. Ingin rasanya dia menolak, tapi dia tak tega melihat mata Wanita disampingnya. Ditambah Wanita itu berkata prihal kesehatan Kakeknya.


"...baiklah.." setujunya.


Al lantas tersenyum senang dia segera melepas genggaman tangannya.


Saat akan melepas sit belt. Dia lupa akan jaket suaminya yang masih ada diatas pahanya.


"Kak, jaket Kakak.." ucap Al yang menghentikan gerakan suaminya yang akan keluar mobil.


Pria itu melirik sekilas kearah Al, "Kamu pakai saja.." balasnya yang lalu keluar dari mobil seutuhnya.


Mereka lalu masuk kedalam mesjid. Kemudian berjalan ketempat wudhu.


Usai itu mereka melaksanakan sholat isya.


Al yang selesai sholat merasakan lapar. Dia ingat dirinya belum makan malam sama sekali.


Diarahkannyalah kakinya keluar mesjid yang ternyata, suaminya ada disana. Dia sedang bersandar ditembok sambil memejamkan mata.


Menyadari adanya kehadiran seseorang mendekat, Pria itu membuka matanya yang nampak merah dibagian putih matanya.


"Sudah?"


"..iya, tapi Al merasa lapar. Al ingin membeli makan dulu boleh, Kak.." ucapnya.


"...pergilah, aku akan menunggu disini.." balasnya yang kembali memejamkan mata.


"Kakak ingin dibelikan sesuatu.." tanya Wanita itu.


"Tidak.." balasnya yang kembali memejamkan matanya.


###


Ditangan Al sudah ada dua kotak nasi ayam. Walau suaminya tadi mengatakan tak memesan tentu Wanita itu tetap membelinya. Mengingat Pria itu juga sama dengannya belum makan malam.


Sampainya diselasar mesjid. Tampak suaminya yang sudah kembali tidur yang terlihat dari gaya Pria itu yang menyilangkan tangan ke dada dan kepala yang manggut-manggut.


Al yang mengenakan jaket suaminya lantas melepasnya lalu menyelimutinya dengan hati-hati.


Setelah itu dia baru duduk disamping Pria itu untuk menyantap makanannya.


###


'Pik' Mikael membuka matanya. Dia mengerjapkan matanya yang masih belum focus.


Seketika matanya terbuka lebar saat menyadari dirinya saat ini sedang tidur dipaha seseorang.


Ditelentangkan tubuhnya untuk melihat sipemilik paha yang ternyata sedang membaca buku.


Mikael memicingkan mata memperhatikan judul buku yang tertulis disampulnya yang berbunyi 'Agar istri disayang suami'


Membaca judul buku itu membuat Mikael mengerutkan dahi.


"..kenapa dia membaca buku..khuk khuk khuk.." batuknya karna tersedak oleh slavinanya sendiri.


Hal tersebut membuat Al menutup bukunya untuk melihat Pria yang ada di pangkuannya.


"Kak El kenapa?" tanya Al. Dia lalu membantu Pria itu untuk duduk.


"..khe..khemm..tidak apa-apa.." balasnya yang memegang tenggorokannya.


"Al ambilkan minum dulu ya di mobil.." ucap Wanita itu.


"..tidak usah, lagioula nanti kita akan ke mobil.." ucapnya menghentikan gerakan Wanita itu.


Mikael masih memegang tenggorokannya yang kering. Sedang Al mengelus punggungnya.


"..sudah berapa jam aku tidur?" tanya Pria itu melirik Al.


"..aaa..sekitar tiga jaman kurang, Kak.." jawab Al yang mendapati wajah kaget suaminya.


"..kenapa tidak membangunkanku?" tanyanya.


Al nampak tersenyum sambil mengegelengkan kepalanya. "Mana bisa aku membangunkan Kak El yang nampak sangat lelah.." jawab Wanita itu.


Pria itu terdiam mendengarnya, lalu segera bangkit dari duduknya. Al yang melihat suaminya berdiri segera mengikutinya.


Dia melihat mimik wajah suaminya yang berubah. "Kakak, tidak marahkan karna Al tidak bangunkan.." ucapnya hati-hati.


"..tenang saja aku tidak marah kok, ayo kita lanjutkan perjalanan.." balas Pria itu tersenyum tipis kearah Al.


"..Kakak tidak ingin makan dulu. Tadi Al membeli makan untuk Kak El.." unjuknya kearah plastik putih yang ditentengnya.


'Krucukkk..' suara perut Mikael tiba-tiba berbunyi membuat Pria itu malu.


Tapi Al tak mengetawai hal itu yang biasanya diketawai orang lain. Dia hanya tersenyum lembut sambil mengajaknya kembali duduk.


"Kakak makanlah, aku akan mengambil minum di mobil.." ucap Wanita itu.


"..kuncinya, Kak.." lanjutnya.


"..ahhh..ini!" serunya memberikan kunci mobil.


###


Sampailah pasangan itu di rumah Pak Ibnu.


Suasana diluar masih nampak gelap dan sepi, tentu karna jam masih menunjukan pukul setengah lima pagi.


Mikael mengeluarkan koper miliknya dan Al lalu mengangkatnya kemudian menaruhnya didekat pintu rumah.


'Tok tok tok' suara ketukan pintu dan salam dari Al mengarahkan kaki Wanita didalam kedepan rumah.


'Cklek'


"Tuan Mikael," ucapnya yang lalu melihat 2anita bercadar dibelakang Mikael.


"..Nona Al!" serunya yang diangguki Wanita itu.


"Silahkan masuk! Mari Bibi bawakan tasnya.." lihatnya kearah tas yang ada didekat mereka.


"Mikael saja, Bi.." balas Pria itu.


Al lalu menyalam Wanita setengah baya itu. Usai menyalamnya Al mengikuti Mikael kedalam kamarnya.


"Istirahatlah!" seru Pria itu yang lalu keluar dari kamar.


Al mengiyakannya lalu melepas cadarnya. Rasanya dia ingin langsung merebahkan tubuhnya, tapi mengingat sebentar lagi masuk waktu subuh. Dia lebih memilih mandi.


Dibukanyalah kopernya untuk mengambil beberapa pakaian miliknya. Dia lalu beranjak dari posisi jongkoknya untuk menuju ke kamar mandi.


###


Diteras rumah, Mikael nampak duduk dengan tangannya sedang mengetik sesuatu di ponselnya. Dia mengirim pesan pada sekretarisnya untuk menggantikannya, jika itu rapat sederhana.


Dia juga memberitahukan, jika ada hal penting yang tak bisa ditanganinya untuk mengatakannya pada Pak Usman yang akan hadir untuk mengontrol setiap hari.


Usai mengetik pesan panjang kali lebar dia meletakkan ponselnya di meja lalu menyenderkan kepalanya ke tembok kayu.


Dia memejamkan matanya, menikmati hembusan angin dipagi hari. Udaranya terasa segar ketika dihirup.


Pikirannya seketika kembali teringat akan buku yang dibaca Al saat di Mesjid rest area. Dia masih sangat penasaran mengapa Wanita itu membacanya.


Memikirkan itu membuat Mikael merasa pusing, lantas dia memilih bangkit untuk mandi dikarnakan tubuhnya yang sudah lengket.


Saat membuka pintu kamar, dia tak mendapati sosok Wanita itu yang ada hanya cadarnya yang berada diatas tempat tidur serta kopernya yang terbuka lebar.


Dia lalu menggeser koper Wanita itu agar dia bisa ke Almari pakaiannya.


Dibukannyalah Almari itu untuk memilih pakaiannya yang nyaman.


'Cklek' suara pintu terbuka yang tak lama kembali tertutup.


Mikael masih tak bergeming ditempatnya, dia masih memilih pakaian di Almarinya.


Selesainya memilih dia kembali menutup lemarinya. Dia tiba-tiba kaget melihat istrinya yang ada didepan kopernya.


"Kak El!" seru Wanita itu sambil tersenyum.


"Sedang apa kamu disitu?"


"Aku lagi ngambil Br. tadi ketinggalan.." ucapnya santai. Dia menunjukan Br. Yang ada ditangannya sontak mrmbuat Pria itu yang melihatnya malu laku segera berjalan meluar dari kamar.


Al yang melihatnya hanya tersenyum sambil tertawa.


Selamat membaca


Jangan lupa tinggalkan tanda