
Kantor Mikael
Saptu ini Al pulang lebih cepat dari hari biasanya, karna Oktavia yang dapat shift sore saptu ini datang lebih cepat dari hari biasanya.
Al yang saat itu sedang menyantap makan siangnya usai sholat dzuhur. Dikagetkan dengan kedatangan Oktavia yang tiba-tiba muncul dari belakang.
"Al hari ini kamu pulang aja! Aku yang lanjutin shift kamu.." kata Oktavia dengan melebarkan senyuman kearah Al.
"Serius nih!" katanya Al memastikan. Dia menatap Oktavia dengan menyelidik.
"Serius Lah..abis ini kamu langsung pulang aja. Aku udah bilang sama Kak Mirzani.." tambah Oktavia meyakinkan Al.
Al langsung memeluk sahabatnya itu.
"Makasih Via.." ucapnya dengan wajah sumringah.
Usai makan Al langsung izin pulang. Biasanya dia akan menggunakan bis, tapi karna ingin pulang lebih cepat Al memilih taksi agar cepat sampai rumah.
###
Sampai didepan rumah. Al langsung membayar ongkos taksi yang lumayan mahal. Ongkosnya setara pulang pergi naik bis selama 2 hari.
Saat akan memasuki pagar rumah. Al melihat Pak Usman sedang memanasi mobil. Dia terlihat rapi dengan kemeja abu-abunya, sepatu pantofel hitam dan celana bahan hitam. Rambutnya terlihat licin disisir kebelakang. Ini bukanlah pemandangan yang membuat Al kaget, karna setiap hari Pak Usman memang selalu terlihat rapi.
"Assalamualaikum Pak Mamat, Pak Usman.." sapa Al. Dia memandangi Pak Mamat dan Pak Usman secara bergantian.
"Wa'alaikumsalam Nyonya Al.." jawab mereka berbarengan. Pak Usman terlihat memasuki sesuatu kedalam mobil. Begitu juga Pak Mamat yang saat itu ingin membuka lebar pagar dikagetkan dengan kedatangan Nyonya Nya dari pintu pagar sebelahnya yang dapat di dorong menjorok kedalam.
Al menghampiri Pak Usman yang berdiri disamping pintu mobil. "Pak Usman mau kemana?" tanya Al memperhatikan Pak Usman.
"...Pak Usman mau ke kantor tuan Mikael, Nyonya.. Tuan tadi minta dibawakan berkasnya yang tertinggal di mobil 2 hari yang lalu.." jawab Pak Usman.
Al sejenak mengalihkan matanya kearah kanan, setelah itu dia kembali melihat kearah Pak Usman. "....Pak...Al boleh ikut gak?" tanya Al dengan muka memohon, supaya Pak Usman mengatakan 'Iya'.
Pak Usman terlihat berfikir sejenak lalu dia menganggukkan kepalanya pelan. "Boleh Nyonya.." balas dengan senyum tipis. Al sangat senang membuat binar dimatanya terlihat jelas.
"Pak, tunggu Al sebentar ya! Al gak bakal lama!" seru Al yang langsung ngibrit setengah lari kedalam rumah.
Untungnya kaki Al sudah sembuh, jika tidak dia akan pincang kembali.
Setelah menunggu 20 menit Al datang menghampiri Pak Usman yang sedang bercakap-cakap dengan Pak Mamat. Pagar rumah masih tertutup seperti tadi.
"Pak, Al udah siap!" serunya pada Pak Usman yang sedang tertawa mendengar guyonan Pak Mamat.
Pak Usman dan Pak Mamat melihat kearah Al yang sudah berganti pakaian. Aroma bunga tercium saat Al menghampiri mereka di post satpam.
"..Nyonya Al pakai parfum apa?" ucap Pak Mamat.
"...Al enggak pake parfum, Pak.." balas Al dengan gelengan kepala pelan.
"Serius Nyonya!" seru Pak Mamat. Al menganggukkan kepalanya menyakinkan Pak Mamat.
"....Mungkin karna sabun dan pewangi pakaian, Pak Mamat.." kata Al, karna semua pakaiannya berbau seperti ini. Walaupun setiap hari dia tidak memakai minyak wangi. Di karnakan haramnya bagi perempuan memakai wewangian jika keluar rumah.
###
Perjalanan yang ditempuh sekitar 40 menit. Akhirnya Al sampai di gedung yang memiliki 5 lantai.
Pak Usman terlebih dahulu menurunkan Al didepan lobi, karna Pak Usman akan memarkirkan mobilnya di halaman kantor.
Al yang merasa takjub dengan gedung didepannya segera masuk kedalam tanpa menunggu Pak Usman.
Saat Al memasuki gedung yang pintunya terbuka sendiri. Pak Satpam yang menjaga menganggukkan kepala ke arah Al. Begitu juga Al membalas anggukan kepala Pak Satpam itu.
Didalam Al menjadi perhatian orang yang lalu lalang, karena penampilannya yang berbeda.
Al yang sedang asik memandang sekitar. Di kagetkan dengan Seorang Satpam yang menghampirinya.
"Ba, maaf mau kemana?" tanya Pak Satpam itu tidak ramah. Dia memperhatikan Al dari atas sampai bawah dengan curiga.
Al membalas tatapan tajam Satpam itu dengan tatapan ramah.
"Saya mau bertemu dengan Mas Mikael!" jawabnya. Satpam itu semakin menatap tajam kearah Al.
"Maaf Ba. Pak Mikael sedang sibuk. Kalau Ba ingin bertemu dengan Pak Mikael harus membuat janji terlebih dahulu.." ucap Satpam itu. Mata Al terlihat sedih mendengar perkataan Pak Satpam.
"Em..kalau begitu saya pamit Pak," izin Al. Dia lalu pergi kearah pintu keluar. Didepan Pak Usman berpapasan dengan Al yang akan keluar dari lobi.
"Saya mau nunggu diluar Pak. Soalnya kata Pak Satpam Mas Mikael gak ada. Terus kalau Al mau ketemu Mas, harus membuat janji dulu.." jawabnya dengan lesu.
Pak Usman mengerutkan dahi. Bagaimana bisa Mikael tidak ada di kantor. Setau Pak Usman, Tuannya saat ini sedang di kantor menunggu berkas yang akan dibawakannya.
"Kalau begitu kita akan menunggu di kantornya, Nyonya.." ajak Pak Usman yang diangguki Al. Al jalan dibelakang Pak Usman.
Saat melewati Satpam yang tadi Al kembali di cegat. "Ba, saya sudah bilang. Pak Mikael sedang keluar, kalau Ba mau ketemu dengan Pak Mikael harus membuat janji terlebih dahulu.." kata Satpam itu terlihat kesal.
Pak Usman yang berada didepan Al mendengar jelas perkataan Satpam itu yang terdengar tidak ramah. Dia lalu mundur dan berdiri sejajar dengan Al menatap tajam Satpam itu.
Pak Satpam yang namanya Rido langsung menundukkan kepala melihat Pak Usman yang kembali mundur.
"Apa sikapmu selalu seperti ini, jika bertemu seseorang?" tanya Pak Usman sedikit emosi.
"Tidak Pak.." jawabnya. Dia menggelengkan kepalanya. Terlihat jelas tatapan marah dari Pak Usman.
"Kenapa anda tidak bersikap ramah pada wanita ini.."
Rido terdiam, dia terlihat memikirkan kata-kata. "...karna wanita ini mencurigakan Pak. Sejak tadi saya perhatikan dia terus memandangi perusahan ini. Apalagi wajahnya ditutupi.." jawab satpam itu. Pak Usman terlihat semakin kesal mendengar jawaban Satpam itu yang tidak tau identitas Al sebenarnya.
"Pak, Al tidak apa-apa.." bisik Al pelan pada Pak Usman yang ada disampingnya.
Pak Usman menarik nafasnya dalam-dalam lalu menghembuskannya. Dia lalu melihat kearah Al kemudian menunjukan kepalanya.
"Silahkan Nyonya Al. Lift ada di sebelah sini.." Pak Usman menunjukkan tempat lift dengan jari jempolnya. Satpam itu lantas kaget dan melihat kearah Al yang berjalan kearah yang di tunjuk oleh Pak Usman yang masih menundukkan kepalanya.
Setelah Al menuju kearah lift. Pak Usman kembali mengangkat kepalanya lalu menatap Satpam itu dengan dingin. "Mulai sekarang berkatalah yang ramah dan jangan gampang mencurigai seseorang hanya karna penampilannya.." ucapnya lalu meninggalkan Satpam itu yang masih terlihat bingung.
Rido melangkahkan kaki kearah pintu keluar. Disana teman sesama Satpamnya sedang duduk menunggu.
"Kenapa mukamu ditekuk begitu?" tanya Satpam tua itu Pada Rido.
"Tadi saya di marahin sama Pak Usman.." jawabnya lalu duduk disamping Satpam itu.
"Kok bisa? Emang kamu ngapain Pak Usman?" tanya Satpam tua itu kembali.
"Enggak Rido apa-apain. Yang bikin Rido bingung, kenapa Pak Usman nyebut wanita bercadar itu Nyonya dengan sopan.."
"...Wanita bercadar? Maksudmu yang datang bersama Pak Usman?" tanyanya kembali. Rido mengerutkan dahi mendengar perkataan Satpam itu.
"Maksud Pak Paruk?" tanya kembali Rido yang tak paham.
"Tadi Pak Usman menurunkan perempuan bercadar sebelum memarkirkan mobil. Makanya Bapak izinkan masuk.." ucap Bapak itu sentak membuat Rido kaget.
"Pantas wanita bercadar itu bisa masuk!" gumamnya pelan dalam hati.
###
Sampai di lantai atas. Seperti biasa Alula menyapa Pak Usman. Tapi kali ini Alula dikagetkan dengan seorang wanita bercadar yang ada disampingnya.
Al duduk di bangku yang ada di dekat meja Alula. Sedang Pak Usman mendekat kearah tempat Alula duduk.
"Siapa pak?" tanya Alula pada Pak Usman yang sudah ada didepan mejanya.
"Nyonya Al.." jawab Pak Usman. Alula kaget, dia lalu memperhatikan Al kembali yang sedang duduk memperhatikan sekitarnya.
"Pak Mikael ada didalamkan Alula?" tanya Pak Usman dengan menjentikan jari didepan wajah Alula.
"..Ee..Ada Pak, tapi sedang menerima tamu Pak.." kata Alula. Pak Usman menganggukkan kepalanya paham.
############################################################
Maaf ya jika banyak typo...
Jangan lupa coment yang berkaitan dengan cerita dan like ya supaya saya semangat menulisnya.
Dan tinggalkan tanda hati.
Jangan lupa vote yang teman-teman.
Saya juga nulis cerita yang judulnya UHIBBUKI jangan lupa mampir ya.....
Terimakasih.