Friends After Marriage

Friends After Marriage
Telepon



Telepon


Happy Reading!!!


Usai memilih pakaian. Al meraih kembali HPnya dari atas tempat tidur. Dia melihat jam yang tertera di layar HPnya, menunjukan pukul setengah enam. Dia lalu mencari nama kontak yang tadi disimpannya.


"Semoga diangkat!" gumam Al lalu menekan gambar telpon. Al takut jika telponnya tak diangkat, karena banyak orang yang tak mengangkat telpon dari nomor tak dikenal.


Nada dering terus berbunyi, tetapi orang disebrang sana tak kunjung mengangkat panggilannya. Al mencoba kembali menelpon nomor tersebut, tetapi hasilnya tetap sama tak diangkat.


"Apa lagi sibuk ya?" batin Al bertanya. Dia memandang layar hitam HP.


Al kemudian menyalakan HPnya kembali. "Ini yang terakhir! Kalau masih gak diangkat, aku akan lanjutkan menelponnya nanti malam.." gumam Al.


Dia lalu menekan kembali tanda telpon. Bunyi dring trus berbunyi. Hasil sama belum ada yang mengangkat. Sampai saat terakhir terdengar suara salam dari sebrang.


"Assalamualaikum?" ucap orang disebrang yang nadanya seperti bertanya. Al tampak sumringah mendengar sapaan dari sebrang.


"Wa'alaikumsalam.." jawab Al. "Maaf ya Nona Alula menelpon di jam sekarang. Saya Al, Nona masih ingat saya kan?" ucap Al ramah.


"...Nyonya Al, istrinya Pak Mikael?" tanya Alula memastikan.


"Iya Nona.." balas Al.


"...Nyonya Al, tentu saya masih ingat! Nyonya maaf ya, saya tidak mengetahui nomor Nyonya. Saya juga baru mengangkat telpon karna masih dalam perjalanan. Sekali lagi maaf ya Nyonya.." ucap Alula dengan cepat.


"Tidak apa-apa Nona! Saya yang seharusnya minta maaf sudah menggangu anda.." balas Al yang merasa tak tepat menelpon saat ini.


"Tidak apa-apa Nyonya!" sahut Alula dengan kekehan diakhir perkataannya.


Al lalu mengatakan tujuannya menelpon Alula. Setelah mendapatkan jawaban dari Alula, atas pertanyaan yang Al ajukan. Al lalu berterima kasih, kemudian Alula memutuskan panggilannya terlebih dahulu atas perintah Al.


Ditatapnya pakaian yang telah disiapkan. "Yahhh, kamu gak jadi di pake besok.." Al memajukan mulutnya.


Kemudian dia kembali tersenyum. "Gak papa, gak di pake besok. Yang penting...Hehehe.." cengir Al seperti nenek lampir yang rencananya berjalan lancar. Setelah menutup percakapan dengan Alula. Al mencari kembali kontak yang akan di telponnya. Sayangnya hal itu di urungkan nya karena telah masuk waktu magrib. Ditambah orang yang ingin di telponnya saat ini pasti sedang dalam perjalanan. Kemungkinan dia mengangkat telponnya kecil.


Al melihat dirinya yang masih memakai pakaiannya yang sejak pagi. "Pantes lengket daris tadi!" ucapnya. Dia lalu mencium bagian ketiaknya. "Hehehe masih wangi aja nik ketek!" kekehnya.


Dia lalu menuju ke lemarinya untuk mengambil pakaian dalamnya dan juga piyamanya. Setelah itu dia menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.


###


Al sudah ada didepan meja makan. Begitu juga dengan Bi Hilda yang sedang berjalan mendekat kearah Al. Dia membawa semangkuk sop ayam yang tadi dimasaknya. Setelah menaruhnya diatas meja. Bi Hilda kemudian duduk disamping Al.


"Bi, Pak Usman tidak makan bersama Pak Mamat? Soalnya tadi aku lihat Pak Mamat makan sendiri di dapur.." tanya Al setelah Bi Hilda duduk.


"Tidak Nyonya, Pak Usman belum pulang.." jawab Bibi tersenyum. Al menganggukkan kepalanya sambil sambil membalas senyuman Bi Hilda.


"Mari Nyonya makan!" seru Bi Hilda. Dia memberikan nasi yang yang ada di mangkok ke dekat Al. Supaya dia mudah mengambilnya.


"Iya Bi.." balasnya menyengir.


Usai makan dan merapikan sisa makanan diatas meja. Al kembali ke kamarnya. Dia melihat kearah jam yang masih menunjukan pukul 7 malam.


"Sepertinya udah sampe! Tapi...kalau telpon sekarang takutnya malah gak di angkat.." gumam Al yang mengira-ngira orang yang akan diteleponnya. "Tunggu usai isya saja deh!" serunya kembali.


Usai sholat Al tidak langsung melipat mukenanya, melainkan membuka kembali bacaannya tadi. Setelah itu dia merapikan mukenanya kemudian meraih HPnya yang tadi ia cas di dekat ranjangnya.


Al mencari nomor kontak yang akan di telponnya. Dia menarik nafas dalam-dalam kemudian menghembuskannya pelan.


Tanpa ragu Al menekan simbol telpon pada layar HPnya. Dia lalu meletakkan HPnya dikuping kanannya.


Dering terus berbunyi menandakan orang yang di telpon belum mengangkatnya. Sedetik kemudian dering seketika hilang, tetapi tak ada jawaban apapun dari sebrang.


Al menjauhkan HPnya dari kupingnya lalu melihat layar HPnya yang berwarna hitam.


"Mati ya?" gumam Al memperhatikan benda di tangannya. Dia lalu menekan satu tombol yang membuat HPnya kembali terang. Terlihat dilayar HPnya yang menunjukan telponnya telah tersambung.


"Assalamu'alaikum?" Al berkata pelan. Al menunggu jawaban dari orang sebrang yang tak kunjung bersuara.


"Assalamu'alaikum.." ucap Al kembali. Tetapi tetap sama tak ada jawaban dari telpon disebrang.


"Assalamu'alaikum, ada orang tidak!" ucap Al yang merasa bingung dengan nomor yang di telponnya.


Suara deheman kemudian terdengar dari sebrang yang menandakan ada orang. Tetapi sayangnya orang tersebut tak menjawab salam Al.


Al sedikit merasa kesal karna salamnya tak kunjung dibalas. Dia lalu berpantun.


"Setelah minum gelas diletakan, Jangan lupa syukur dan sembahyang. Assalamu'alaikum aku ucapkan, Apa kabarmu temanku tersayang?" Al kembali menunggu jawaban dari sebrang yang masih tetap kekeh atas diamnya.


"Wa'alaikumsalam, langsung aja mau ngomong apa?" jawab suara disebrang yang terdengar dingin dan tak bersahabat.


"Hehehe akhirnya dijawab juga!" gumam Al dalam hati.


"Gini friend.." kata Al yang terdengar sok dekat. "Saya ingin mengunjungimu.." ucapnya. "Bagaimana boleh tidak friend?" tanyanya meminta jawaban.


Kembali lagi hening disebrang telpon. "...Maaf saya sedang sibuk. Lain kali saja mengunjunginya, ketika saya ada waktu senggang.." balas Mikael yang nadanya masih terdengar dingin. Dia lalu memutuskan telponnya.


Kedua sudut bibir Al mengangkat. "Tampa di minta. Mas mengatakan kata yang ingin kudengar. Hehehe.."


Al merebahkan dirinya keatas kasur. Dia benar-benar merasa senang. "Mas tunggu aku ya!" serunya.


(Jangan lupa VOTE, tekan tanda ini πŸ‘, coment πŸ‘dan Reting 🌟🌟🌟🌟🌟 ya...)


############################################################


Maaf ya jika banyak typo...


Jangan lupa comment yang berkaitan dengan cerita dan like ya supaya saya semangat menulisnya.


Dan tinggalkan tanda hati.


Jangan lupa vote yang teman-teman.


Saya juga nulis cerita yang judulnya UHIBBUKI jangan lupa mampir ya.....


Terimakasih