
Happy Reading!!!
Di lantai satu, tampak Mikael sedang bercakap dengan karyawannya. Mikael mendengarkan sekaligus memberikan masukan atas ide karyawannya tersebut.
Getaran HP yang ada di saku jas Mikael, menyudahkan percakapan itu. Dia lalu menuju kearah lobi untuk menghampiri seseorang yang menelponnya.
Sebelum menuju kearah tempat orang yang menelponnya. Mikael terlebih dahulu menelpon sekretarisnya, untuk memberitahu kalau dia akan keluar. Dia memberitahu sekretarisnya untuk jaga-jaga seandainya ada karyawan yang mencarinya.
###
Dua orang pria tampak sedang duduk di sebuah bangku yang sudah tersedia di lobi. Pria berambut bule lokal tampak sedang berbicara dengan seseorang sedang lelaki berambut coklat tampak sedang memainkan HPnya sambil mendengarkan sesuatu melalui earphone yang ada di kupingnya.
Selesai menelpon, tak berapa lama dari kejauhan Pria berambut bule lokal, melihat sosok Mikael yang mendekat. Dia lalu menyenggol temannya yang masih asik.
Pria berambut coklat melirik kearah temannya, dia menggerakkan keatas kepalanya yang artinya 'apa'. Pria berambut bule lokal lalu menunjuk kearah depan. Di lihatnya arah jari pria berambut bule lokal yang menunjuk kearah Mikael yang sedang mendekat kearah mereka.
Pria berambut coklat mengangkat kedua alisnya. Dia lalu melepas earphone nya.
Kedua pria itu lalu berdiri menghampiri Mikael yang mendekat.
"Udah nunggu lama?" Mikael bertanya dengan wajah datarnya. Kedua Pria itu yang sudah biasa dengan wajah datar Mikael, bersikap biasa saja.
"Enggak kok, paling lima belas menitan.." balas pria berambut bule lokal. Mereka lalu saling menjabat tangan.
Saat menjabat tangan Pria berambut coklat. Pria itu menahan genggaman tangan Mikael. Mikael tampak mengerutkan dahi melihat tingkah temannya itu.
"Ada apa?" tanya Mikael. Pria berambut coklat itu lalu melepas genggamannya.
"Enggak, gua cuman penasaran. Tumben-tumbennya lo, ngajak kita makan siang bareng!"
Mikael hanya terdiam sejenak lalu membalas senyum sahabatnya dengan senyum tipisnya.
"Enggak ada apa-apa. Gua cuman kangen aja makan bareng kalian!"
Kedua Pria itu yang mendengarnya hanya mengangkat sekilas bahunya. Lalu mereka menuju kearah pintu keluar.
Di luar, sudah tampak mobil hitam terparkir. Pak Usman tampak berdiri didepan mobil menunggu bosnya. Ketika melihat sosok Mikael keluar. Pak Usman lalu menghampiri Mikael. Dia memberikan kunci mobil tersebut pada Mikael.
"Kita pake mobil lo?" tanya Pria berambut coklat. Mikael menjawab pertanyaan pria itu hanya dengan deheman.
Sampai di dekat mobil, Mikael menengok kearah Pria berambut bule lokal. "Ghifari, lo yang nyetir ya!" dia lalu memberikan kunci itu pada Ghifari yang menganggukan kepala.
Saat mereka akan memasuki mobil. Tiba-tiba dari arah belakang muncul sosok seseorang yang memanggil Mikael dengan suara pelan.
"Kak Mikael, tunggu!" ucap Wanita itu yang tampak terengah-engah karena berjalan dengan cepat.
Mikael membulatkan mata melihat sosok Wanita yang sangat dikenalnya. Sedang dua Pria itu tampak kaget melihat sosok Wanita bercadar yang menghampiri Mikael. Begitu juga dengan Pak Usman yang kaget melihat sosok Wanita itu.
Dengan nafas yang belum stabil Wanita itu melihat ke arah sosok Pria yang berambut bule lokal yang ada di pintu mengemudi. Dia lalu beralih kearah sebrang pintu yang tampak Pria berambut coklat. Wanita itu menganggukan kepala kearah mereka secara bergantian.
Wanita itu yang tak lain Alula sangat mengenali dua sosok ini, karena saat pernikahannya mereka hadir. Yang paling membuat Al mengingat sosok mereka karena setelah berjabat tangan dengan semua tamu. Mikael menghampiri mereka.
"Kalau tidak salah mereka bertiga deh? Kok cuman berdua?" gumam batinnya. "Kenapa aku jadi mikirin mereka.." batin Al kembali. Mengingat tujuannya kesini bukan untuk mempertanyakan saat suaminya.
"Assalamualaikum," sapa Alula pada kedua orang tersebut termasuk pada Mikael dan juga Pak Usman.
Kedua Pria itu mengerutkan dahi mendengat sapaan Wanita bercadar itu. "Wa'alaikumsalam," jawab mereka kecuali Mikael yang masih terdiam.
Mikael melirik tajam kearah Alula. Alula tak menghiraukan lirikan itu, dia malah mempunyai ide baru.
"Kalian mau kemana?" tanya Alula yang sok akrab pada kedua pria itu. Pria berambut bule lokal hanya diam tak menjawab. Lain hal dengan pria berambut coklat yang notabenenya suka menggoda.
"Kita mau makan siang bareng. L... Kamu mau ikut?" ucapan Pria berambut coklat itu langsung mendapat lirikan tajam dari Mikael. Tetapi sanyangnya dia masih fokus melihat kearah Al.
"Memang boleh?" tanya Al memastikan.
"Tentu saja boleh...." balas Pria berambut coklat itu yang langsung terdiam ketika matanya tak sengaja bertemu dengan mata Mikael. "...Kalau sahabat gua, ngizinin sih.." lanjutnya yang terlihat gugup.
Al paham akan kegugupan pria berambut coklat itu. Dia lalu melihat kearah Mikael yang saat ini sedang melihat kearah Pria berambut coklat itu.
"Kak, Al boleh ikut kan?" ucapnya. Mikael yang mendengar perkataan Al langsung balik menatapnya.
"Bolehkan? Kitakan friends!" ucap Al kembali. Dia menekan kata terakhirnya.
Kedua Pria itu menatap kearah Mikael bingung. Dalam hatinya mereka bertanya-tanya, sejak kapan Mikael mempunyai teman Wanita, apalagi yang bercadar. Mungkin pria berambut bule lokal dapat mempertanyakan dalam hati. Tidak dengan pria berambut coklat yang langsung nyablak.
"Sejak kapan lo punya teman Wanita?" tanya Pria itu. Dia menatap kearah Mikael penasaran. Sedang Mikael yang mendengar perkataannya. Kembali menatap Pria itu dengan tajam. Saat ini ingin rasanya Mikael menyolatip mulut sahabatnya ini.
"Aku sudah temanan dengan Kak Mikael sejak tiga minggu yang lalu.." jawab Al, karena dia melihat Mikael yang masih diam tak menjawab pertanyaan pria itu.
"Gimana Kak? Aku boleh ikutkan?" tanya Al kembali.
Mikael menarik nafasnya dalam-dalam lalu menghembuskannya pelan. Dia memasuki mobil tanpa menjawab pertanyaan Al. Al menanggapi kediaman suaminya sebagai kata ya. Dia lalu berjalan kearah pintu sebrang tempat Mikael duduk.
Kedua pria itu yang masih terlihat bingung. Mengikuti Mikael yang masuk kedalam mobil. Sedangkan Alula tersenyum bahagia. Dia lalu melihat kearah Pak Usman yang sedang menatapnya.
Al menggerakkan bibirnya tanpa bersuara. "Saya pergi dulu ya!"
Pak Usman hanya menganggukan kepala. Wajahnya tampak jelas kaget dengan tindakan berani Nyonyanya.
###
Didalam mobil, kedua Pria didepan hanya diam dengan tanda tanya besar perihal wanita yang ikut nimbrung bersama mereka. Mereka salut dan juga tak menyangka tindakan beraninya yang masuk kedalam mobil. Padahal pria yang duduk disampingnya tak berkata apapun.
Setelah semua masuk kedalam mobil. Tak ada percakapan sama sekali. Ghifari yang sebagai supir dadakan hari ini. Terlihat bingung ingin kemana, karna sejak tadi sipemilik mobil tak ada percakapan sama sekali.
"Mikael, kita mau ke resto mana?" tanya Ghifari gugup.
"Mikael!" panggil kembali Ghifari.
Mikael akhirnya membalas tatapan Ghifari dari balik kaca spion depan. Dari gerakan bibirnya, Ghifari dapat membaca keinginan sahabatnya ini.
Ghifari menarik nafasnya dalam-dalam lalu menghembuskannya perlahan. "Sabar!!! Ghifari ingat! Lo temanan sama Mikael bukan baru setahun, dua tahun maupun lima tahun. Jadi lo pasti tau sifatnya gimana!" batin Ghifari menenangkan dirinya.
###
Sampai di resto. Ghifari memarkirkan mobil tepat di halaman resto tersebut.
Bangunan resto tampak begitu mewah. Dengan disindir dan interior yang begitu bagus. Cocok sebagai tempat selfi bagi kaum mida jaman sekarang yang suka selfi sana sini.
Al yang kali pertama masuk kedalam resto yang harga makanannya mungkin setara dengan makanan seminggu anak kost terlihat memperhatikan resto tersebut.
"Pasti disini harga makanannya mahal!" batin Al.
Mereka lalu memilih duduk dibangku dengan meja bundar yang ada di lantai dua yang berada di dekat pagar-pagar besi yang menghadap kearah halaman samping resto.
Tak berapa lama seorang pelayan Wanita datang dengan buku menu. Dia memberikan buku tersebut pada mereka berempat.
Mereka semua terlihat memperhatikan menu tersebut. Sampai akhirnya Mikael memesan makanan yang terlebih dulu, dilanjut oleh Ghifari kemudian Yuan. Sedangkan Al masih memperhatikan menu tersebut, lebih tepatnya harga yang ada di menu itu.
"Nyonya ingin memesan apa?" Al terdiam sejenak mendengar pertanyaan pelayan Wanita didepannya. Dia merasa bingung harus memesan apa.
"...Saya pesan nasi goreng sama teh tawar panas saja.." ucap Al.
Dari sekian banyaknya menu Al memesan makanan termurah dengan harga yang setara dengan ongkosnya ketempat kerja dengan menggunakan taksi.
Setelah Pelayan Wanita itu mencatat pesanan. Dia permisi pamit. Sesekali saat mencatat ataupun menunggu pesanan wanita itu terus melirik Mikael yang berwajah dingin tetapi rupawan.
Setelah kepergian pelayan. Suasana diantara mereka kembali hening. Mikael dan Ghifari, sibuk memandang layar HP mereka. Sedangkan Yuan meminum sedikit-sedikit air yang ada didalam gelas yang sudah siap diatas meja. Dan Al tetap asik memandang Mikael yang tak memperdulikannya.
Yuan yang merupakan anak yang selalu suka bicara. Mulutnya sejak tadi sudah gatal ingin bertanya pada Wanita bercadar disamping kanannya.
"Hey namamu siapa?" Seru Yuan menatap Al. Tapi sayangnya tak ada respon. Sebenarnya Al mendengar seruan Pria didepannya, tetapi dia mengira jika seruan tersebut untuk orang lain.
Yuan yang merasa diabaikan, menjulurkan tangannya lalu menjentikkan jari didepan wajah Al.
Al reflek menengok kearah sampingnya. "Iya?" tanya Al.
"Nama lo siapa?" tanya kembali Yuan pada Al. Dia menebarkan senyum tampannya pada Al yang sedikitpun tak terpengaruh.
"...Namaku Al.." jawabnya, kemudian dia kembali melihat kearah Mikael.
Yuan menyipitkan mata menatap Al yang tampak seperti Wanita bercadar lainnya tapi...sedikit berbeda...
"Oh iya kita belum kenalan. Nama gua Yuan dan sebelah gua nih Ghifari.." ucap Yuan. Dia menepuk pelan punggung Ghifari. Ghifari hanya melihat sekilas kearah Al dengan senyum tipis. Al hanya menjawab dengan anggukan kepala pada mereka.
Yuan tersenyum melihat tindakan wanita tersebut. Dia merasa semakin penasaran dengannya. "...Ngomong-ngomong gimana lo bisa kenal sama sahabat gua ini.." ucap Yuan. Dia tampak sangat kepo. Bagaimana bisa Wanita ini bersahabat dengan temannya yang anti Wanita.
Al terdiam sejenak. Dia lalu mengarahkan kepalanya kearah Yuan yang ada di sebelahnya.
"Soal itu...tentu rahasia antara aku dan Kak Mikael.." ucapnya lalu Al menatap Mikael kembali yang masih menatap layar didepannya.
Yuan semakin kepo dengan Wanita disebelahnya. Dia tampak beda. Biasanya Wanita yang seperti ini. Menjaga jarak dengan Pria dan lebih sering menundukkan pandangan. Tetapi dia tidak, dia selalu melihat wajah Mikael, sedangkan Yuan yang mengajak ngobrol hanya dilihatnya sejenak, kemudian melihat kearah lain kembali.
###
Akhirnya setelah menunggu. Makanan pesanan mereka datang. Sebelum memakan makanannya Al melihat waktu yang ada di jamnya menunjukan pukul setengah dua. Dengan cepat Al menyantap makan siangnya.
Setelah lima menit. Nasi yang ada di piring Al sudah ludes. Sedangkan nasi di piring para Pria didepannya baru habis setengah.
"Khuk khuk khuk.." suara batuk Yuan mengalihkan pandangan Ghifari dan juga Al kearah bersangkutan. Ghifari yang dekat dengan minum Yuan menyodorkannya kearah Yuan.
"Minum dulu!" perintahnya yang langsung di raih oleh Yuan.
Yuan terbatuk lantaran kaget dengan kecepatan Wanita bercadar yang menyantap makananya. Wanita itu tak sedikitpun terlihat susah saat memasukan nasi kemulutnya yang tertutup.
###
Al lagi-lagi melirik kearah jam yang ada di HPnya. Saat ini jam sudah menunjukan pukul 2 kurang 10 menit. Setelah melihat kearah piring semuanya yang sudah bersih Al memberanikan diri berucap.
"Kak Mikael,...Yuan dan...Ghifari.." ucap Al dengan mata bergantian menatap mereka kemudian kembali menatap kearah Mikael. Ghifari hanya sekilas menatap Al sedang Yuan memperhatikan Al.
"Saya izin pulang terlebih dulu ya...dan terima kasih untuk makan siangnya.." ucap Al. Dia lalu berkemas kemudian pergi setelah mengucapkan salam.
Al jalan terburu-buru menuruni tangga. Saat akan keluar pintu, dia diam sejenak kemudian kembali mundur menuju kearah Wanita yang tadi di lewatinya.
(Jangan lupa VOTE, tekan tanda ini π, coment πdan Reting πππππ ya...)
############################################################
Maaf ya jika banyak typo...
Jangan lupa coment yang berkaitan dengan cerita dan like ya supaya saya semangat menulisnya.
Dan tinggalkan tanda hati.
Jangan lupa vote yang teman-teman.
Saya juga nulis cerita yang judulnya UHIBBUKI jangan lupa mampir ya.....
Terimakasih