Friends After Marriage

Friends After Marriage
Cup Copi



Cup Copi


Happy Reading!!!


Paginya, Mikael terbangun. Dia mengerjapkan matanya lalu melihat sekitar ruangan. Saat melihat ke sampingnya, matanya mendapati sosok Al yang sedang membaca buku.


Seketika dia mengingat kejadian tadi pagi. Dia lantas bangun lalu meraih HPnya yang ada diatas meja.


Dilihatnya jam yang menunjukan pukul 8 pagi. Dia tak menyangka akan bangun sesiang ini. Niatnya dia akan bangun jam 6 pagi. Agar setelah sarapan mereka bisa langsung pulang. Sayangnya karna kejadian tadi pagi, dia melupakan rencana awalnya.


Al yang menyadari suaminya sudah bangun. Seketika dia bingung akan berkata apa. Terlihat jelas saat ini wajah suaminya sedang tidak mood.


Al memperhatikan Mikael yang beranjak dari kasur menuju ke kamar mandi.


Al segera menutup bukunya lalu beranjak dari kasur kemudian merapikannya.


Setelah itu dia meletakkan pakaian suaminya yang sudah wangi dan bersih diatas tempat tidur. Dia kemudian melepas piyamanya, menggantinya dengan pakaiannya kemarin yang telah dicuci oleh penginapan.


Tak berapa lama Mikael keluar dari kamar mandi. Dia tak seperti semalam hanya menggunakan sehelai handuk untuk menutupi intinya. Tetapi dia menggunakan piyamanya.


Al yang sedari tadi menunggu suaminya sambil memandang keluar jendela. Saat menyadari suaminya keluar. Al segera menghampirinya suaminya.


"Ini baju kakak.." Al menunjuk kearah baju Mikael yang ada diatas tempat tidur. Mikael tak menjawab apa-apa, dia berjalan mengambil sebotol minum yang ada di meja samping ranjangnya.


Al melangkah kearah meja dekat bangku lalu mengambil sepiring makanan yang di tutup dengan piring lainnya.


"Ini makan pagi Kakak!" Al menyerahkan piring itu pada Mikael. Tapi sayangnya Mikael mengabaikannya kembali.


Al kembali menaruh piring yang berisi makanan itu ketempat semula. Lalu menghampiri suaminya kembali.


"...Aku izin keluar sebentar ya, kak.." ucapnya lalu berlalu menuju kearah pintu.


Mikael yang perutnya sudah lapar. Menghampiri meja tempat Al menaruh piring, lalu ditanggalkan penutup diatasnya.


Matanya seketika melebar melihat nasi dan laut yang seperti tumpukan gunung.


"Apa dia tak salah?" batinnya.


###


Al berjalan menuju ke belakang penginapan. Dia sedikit berjalan-jalan menikmati pandangan yang asri sambil menghirup udara segar. Ketika merasa lelah dia duduk di gazebo, menggoyang-goyangkan kakinya sambil melihat kearah kolam renang.


'krucuk krucuk'


"Laparnya!" seru Al sambil memegang perutnya.


Sejak bangun, Al hanya mengisi perutnya dengan air putih. Di tempat prasmanan tadi, dia tidak makan. Disana dia hanya mengambil jatahnya dan suaminya, lalu membawanya ke kamar, agar bisa makan bersama.


Tapi melihat dari wajah suaminya yang dingin sejak bangun. Al mengurungkan niatnya. Dia akan membiarkan Mikael makan terlebih dahulu, baru makan setelahnya.


Sekiranya 15 menit Al duduk. Dia segera beranjak dari tempatnya. Lalu menuju ke resto untuk memesan kopi.


Usai memesan kopi hitam ke sukaan Mikael. Al lekas menuju kembali ke kamarnya.


###


Mikael menatap piringnya yang masih tersisa setengah bagian. Di pegang perutnya yang sudah begah. Dia lantas meninggalkan piring itu lalu jalan menuju sofa.


Dilihatnya Al datang dengan memegang sesuatu di tangannya.


Al yang baru masuk langsung menghampiri Mikael, lalu meletakkan cup yang berisi kopi panas di meja samping ranjang. "Kopi kak!" ucapnya.


Karna tak mendapat tanggapan. Dia lalu berjalan kearah piring yang sempat dilihatnya saat menghampiri Mikael.


Mikael kembali fokus ke HPnya. Dia lupa memberi kabar pada sekretarisnya, jika dia akan datang telat.


Setelah memberi kabar pada sekretarisnya. Mikael melanjutkan aktivitas biasanya. Membaca berita bisnis ataupun membalas chat-chat pentingnya.


Jam di HPnya menunjukan pukul setengah sepuluh. Mikael lekas beranjak dari tempatnya.


Diarahkan matanya mencari sosok Al. Sayangnya sosok wanita itu tak ada. Yang ada hanya tasnya dan kerudungnya diatas ranjang.


"Kemana Wanita itu?" gumam Mikael. Dia lantas menghampiri kamar mandi yang terdengar suara gemericik air.


Saat melewati meja, Mikael kaget melihat piring bekasnya makan telah bersih.


Di arahkan matanya kearah kamar mandi yang terdapat seseorang didalamnya.


Dihampirinyalah tempat itu. Saat akan mengetuk, pintunya tiba-tiba terbuka. Al keluar dari dalam dengan wajah yang basah. Al tersenyum ramah melihat suaminya didepan pintu.


"Kakak mau ke kamar mandi?" tanya Al yang segera menggeser tubuhnya.


"Tidak," jawabnya. "Bersiaplah kita akan check out!" perintahnya.


"..Baik," balasnya lalu segera mengeringkan kakinya lalu memakai kaos kaki dan kerudung.


"Aku sudah siap!" ucap Al sambil tersenyum. Kedua tangannya sudah memegang piring yang diatas meja tadi.


Saat akan berjalan kearah pintu, dia teringat cup kopi pemberian Al yang belum di minumnya.


"Duluanlah!" perintahnya. Al menganggukan kepala lalu keluar, dia jalan duluan karna berniat mengembalikan piring yang ada ditangannya.


Mikael lekas mengambil cup kopi lalu meneguk kopi yang masih hangat itu sampai habis.


Dipandangnya sesaat cup kopi ditangannya. Mikael menyunggingkan senyum tipis lalu keluar kamar kemudian menguncinya.


Mereka kembali menyerahkan kunci kamar ke resepsionis. Tak lupa juga Mikael membayar makanan yang semalam dimakannya. Selesai semuanya mereka pergi meninggalkan penginapan.


(Jangan lupa VOTE, tekan tanda ini πŸ‘, coment πŸ‘dan Reting 🌟🌟🌟🌟🌟 ya...)


############################################################


Maaf ya jika banyak typo...


Jangan lupa coment yang berkaitan dengan cerita dan like ya supaya saya semangat menulisnya.


Dan tinggalkan tanda hati.


Jangan lupa vote yang teman-teman.


Saya juga nulis cerita yang judulnya UHIBBUKI jangan lupa mampir ya.....


Terimakasih