
Kenangan
Happy Reading!!!
Perjalanan pulang seperti dugaan Mikael akan sangat macat. Sejak tadi mobil mereka berjalan layaknya pengantin sunat.
Dilihatnya didepan terdapat palang penginapan. Diarahkan mobilnya menuju tempat tersebut.
Mobil-mobil tampak sudah terparkir memenuhi halaman penginapan, ketika Mikael memasukan mobilnya kedalam.
"Turunlah!" perintah Mikael. Al segera turun, di pandangnya dengan kagum penginapan yang begitu besar. Terdapat banyak pohon berdiri di halaman.
Mereka lalu masuk, menuju meja resepsionis. Bapak berumur setengah baya menyambut mereka dengan ramah.
"Selamat malam, ada yang bisa saya bantu!" ucap ramah resepsionis tersebut.
"Selamat malam. Saya ingin memesan kamar.." ucap Mikael.
"Baiklah tunggu sebentar akan saya cek terlebih dahulu.." balasnya. Dia lalu memeriksa kesediaan kamar.
"Tuan, penginapan kami tersisa satu kamar dengan fasilitas kelas 1. Apa Tuan berminat?"
"...Baiklah saya pesan kamar itu untuk satu malam.." ucapnya pasrah. Dia lalu memberikan kartu identitasnya.
Sebenarnya Mikael ingin memesan 2 kamar. Tapi sayangnya hanya tersisa satu kamar. Jika mereka pergi ke penginapan lain. Takutnya akan jauh dari sini ditambah dia sudah lelah menyetir.
"Pak, disini menyediakan layanan laundry?" tanya Mikael kembali.
"Tentu saja tuan.." jawabnya. "Kami juga menyediakan pakaian untuk para pengunjung yang tidak membawa pakaian.." lanjutnya dengan bangga.
Mikael mengangguk-anggukkan kepala paham. "...Baiklah saya memesan pakaian dan juga layanan laundry. Tetapi saya ingin pakaian itu diantar besok pagi.." tuturnya.
"Siap Tuan! Tuan akan membayarnya sekarang atau nanti?"
"Saya akan membayarnya sekarang.."
"Semuanya jadi satu juta Tuan. Sudah termasuk layanan laundry, baju dan juga sarapan pagi.."
Al yang sejak tadi memperhatikan percakapan mereka mengeluarkan kartu ATM yang merupakan pemberian Mikael, lalu memberikannya pada Mikael.
Mikael menerimanya lalu menggesek dan menekan pinnya. Setelah melakukan pembayaran dan mendapat kunci kamar. Kemudian mereka diantara ke kamar oleh salah satu staff yang bekerja di penginapan tersebut.
Sampai didalam kamar mereka mendapati satu kasur ukuran besar, sofa panjang yang ada didekat jendela, TV berukuran sedang dan bangku beserta meja yang ada didekat TV
Mikael langsung menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Sedang Al memperhatikan sekeliling kamar. Dia menuju kearah jendela yang ada didekat sofa.
Dari jendela, Al melihat pemandangan yang ada dibelakang penginapan berupa kolam renang dan juga tempat seperti gazebo. Disana terdapat beberapa orang yang sedang duduk-duduk.
Dibukanya kaca jendela. Angin malam menerpa wajah polos Al. Dihadapkan wajahnya ke langit dengan tatapan menerawang, melihat bulan sabit dan juga bintang yang bersinar.
Di pejamkan matanya. Merasakan hembusan angin yang sejuk. Dihembuskannya nafasnya pelan.
'Tok tok tok..' suara pintu menghentikan aktivitas menenangkan diri. Kepalanya menengok kearah pintu lalu berdiri dan melangkah menuju pintu.
Cklek
"Maaf saya menganggu Nyonya, saya ingin memberikan pakaian yang tadi telah di pesan.." Pria muda itu memberikan kantung yang berisi pakaian.
"Iya tidak apa-apa. Terimakasih ya.." Al lalu menerimanya.
"Oh ya Nyonya. Nanti pakaian yang ingin di laundry letakkan saja didalam kantung ini. Nanti saya akan mengambilnya.." tuturnya. Dia lalu pamit setelah Al mengucapkan 'iya'.
###
Al kembali menuju kearah jendela yang ternyata terdapat Mikael yang sedang menutupnya.
Dia terdiam melihat penampilan suaminya yang sungguh membuat mata melotot. Mikael hanya menggunakan handuk kecil untuk menutupi bagian terpenting tubuhnya.
Al menelan salivanya dengan susah dengan tatapan masih terus menatap kearah suaminya.
"Apa kamu yang membuka jendela?" pertanyaan tersebut menyadarkan Al yang terhanyut menatap otot2 dan juga dada bidang suaminya.
"...I iya Kak.." jawabnya gugup.
Mata Mikael tertuju pada kantung yang di pegang Al. "Apa itu baju yang tadi dipesan?"
Al segera menelan kembali salivanya, lalu mendekat kearah Mikael. "Iya Kak.." dikeluarkannya dua baju tidur dari kantung tersebut.
Terdapat dua piyama pasangan. Al segera mengambil piyama miliknya yang seperti daster. Dia lalu berjalan kearah kamar mandi.
Wajahnya sangat memerah saat ini. Pikiran Al dipenuhi dengan bentuk tubuh suaminya. "Mas...kamu seksi bangat sih.." rintih Al.
###
Al keluar dari kamar mandi. Dengan baju kotor miliknya dan suaminya yang sudah terlipat rapi.
Di edarkan matanya mencari sosok suaminya yang tak terlihat. Diraihnya kantung yang tadi tempat piyama lalu memasukan baju mereka kedalamnya. Diletakkannya kantung itu disamping ranjang.
Dia lalu menuju kearah tasnya untuk mengambil pakaian dalam yang selalu dibawanya untuk jaga-jaga. Al kembali masuk kedalam kamar mandi.
"Makanlah terlebih dahulu!" seru Mikael saat Al keluar kamar mandi.
Al segera menghampiri suaminya dan mengambil sepiring nasi goreng yang ada diatas meja. Dia lalu menyantapnya dengan lahap.
Usai menyantap makanan. Mikael kembali fokus dengan HPnya sedang Al dari tempat tidur memandangi suaminya.
Perut yang sudah kenyang, dinginnya AC ditambah empuknya kasur. Membuat Al mengantuk, dia pun tertidur.
###
"Hhhhhhhhh.." Direnggangkan kedua tangannya kesamping. Dia lalu memijit pelipisnya pelan.
Tak sengaja tatapannya terpaku pada sosok Wanita yang sedang terbaring diatas ranjang, dengan posisi tubuh kearahnya.
Dilipatnya tangannya kedepan. Lalu dia memperhatikan Wanita yang sedang tertidur itu dengan seksama.
Wajah datarnya memperhatikan Al. Seketika tatapannya terpaku pada wajah Al yang polos dan cantik.
'Deg' seketika jantungnya berdebar. Dia lekas mengalihkan matanya. Lalu beranjak menuju kamar mandi.
Di cuci mukanya beberapa kali. Entah perasaan apa yang beberapa saat tadi dia rasakan.
"Ada apa denganmu?" gumamnya pelan sambil melihat pantulan wajahnya dicermin.
Selesai mencuci muka. Dia lekas kembali. Diarahkan kakinya menuju ranjang. Lalu menaikinya. Diraih batal gulingnya lalu meletakkannya diantara dia dan Al. Kemudian dia berbaring memunggungi Wanita itu.
###
'Tek' seketika saluran mimpi Al putus. Dia membuka matanya perlahan.
Al tiba-tiba membulatkan mata ketika matanya mendapatkan sosok yang tak disangka-sangka. Yaitu sosok Mikael yang sedang tertidur dengan wajah Mikael mengarah kearahnya.
Al menggigit bibir bawahnya pelan. Di julurkan tangannya untuk memegang wajah suaminya untuk pertama kali. Tapi, seketika berhenti karna takut membangunkan suaminya. Ditarik tangannya lalu mendekapnya kearah dada.
Mata Al menatap setiap sudut wajah suaminya. Dari bulu matanya yang panjang, hidungnya yang mancung dagunya yang lancip dan bibirnya yang...
"Seksi.." batin Al. Tatapannya melekat kearah bibir Mikael yang merah lagi menggoda.
Al segera mengerjapkan matanya. "Astagfirullah Al! Apa yang kamu pikirkan!" kata batinnya. "...tapikan dia suamiku, tentu tak papalah jika aku berfikiran seperti itu. Lain hal jika aku berfikiran tentang suami tetangga.." katanya kembali membenarkan sikapnya saat ini.
Dia kemudian menatap kembali wajah suaminya sambil tersenyum-senyum. "Oh iya!" gumamnya pelan.
Dia lalu beranjak dari kasurnya perlahan, menuju tasnya yang ada diatas sofa. Di rogoh tasnya mengambil benda pipih jadul miliknya.
Al kemudian kembali keatas kasur. Diambilnyalah foto jelas wajah suaminya. Dia memfoto berkali-kali suaminya.
Dilihat-lihatnya kembali hasil jepretannya provesionalnya. Lalu iris matanya berhenti pada jam yang ada di HPnya. Al bergegas beranjak, menuju ke kamar mandi.
Menatap wajah suaminya membuatnya lupa akan tujuannya bangun. Yaitu untuk sholat malam yang biasa dia lalukannya setiap hari.
###
Adzan subuh berkumandang dengan merdunya. Al yang sejak tadi menunggu sambil membaca kitab suci lekas menyudahinya. Dia lalu beranjak dari tempat duduknya ke kamar mandi untuk berwudhu kembali.
Saat akan memulai sholatnya. Al teringat oleh suaminya yang masih tertidur. Dia lekas menghampiri suaminya.
"Kak..kak El. Kak El, bangun! sudah subuh.." suara lembut Al membangunkan suaminya yang masih terhanyut oleh alam mimpi (matanya masih di gelantungin setan, supaya susah kebukanya)
Akhirnya setelah Al memanggilnya berkali-kali. Mikael membuka sedikit matanya.
Perlahan Mikael membuka matanya. Matanya yang masih terbuka sedikit mendapatkan sosok Wanita berkerudung putih panjang.
"Ibu!" ucapnya lirih dengan suara pelan. Pendengaran Al menangkap perkataan Mikael yang keluar.
"Ibu!" batin Al.
"Kak El.." panggil Al kembali. Seketika Mikael membulatkan mata. Bercik-bercik api kemarahan seketika menyulut ke lubuk hatinya. Lantas dia menjauhkan tubuhnya yang berada didekat Al lalu memunggungi.
"Jangan ganggu gua!" perintahnya. Al menatap punggung suaminya dengan sedih. Jika dia memaksa, bisa-bisa suaminya akan semakin tidak menyukainya. Di urungkan niatnya dan kembali ke melanjutkan ibadahnya yang sempat tertunda.
Mikael mengepal tangannya erat. Dia tak menyangka sosok Al tadi seketika mirip dengan sosok Wanita yang selalu membangunkannya di pagi hari dengan lembut sampai hari dimana dia pergi meninggalkan dirinya.
Di katupkan giginya kuat, karna mengingat sesuatu yang sangat ingin di lupakannya.
(Jangan lupa VOTE, tekan tanda ini π, coment πdan Reting πππππ ya...)
############################################################
Maaf ya jika banyak typo...
Jangan lupa coment yang berkaitan dengan cerita dan like ya supaya saya semangat menulisnya.
Dan tinggalkan tanda hati.
Jangan lupa vote yang teman-teman.
Terimakasih