
Tidak Peka
Happy Reading!!!
Didalam ruangannya, Mikael sedang membolak-balikkan berkas tentang proyek kerjasamanya dengan perusahan tetangga, yang diberikan Pak Usman setelah rekan bisnisnya yang tadi didalam ruangannya keluar.
'Tok-tok' dari arah ruangan Mikael, Pak Usman mengetuk pintu ruangannya. Setelah itu dia membukanya tanpa menunggu jawaban dari dalam, karena Mikael memiliki kebiasaan tidak menjawab ketika pintu ruangannya diketuk.
Mikael melirik sekilas kearah pintu yang telah terbuka. Disana terdapat Pak Usman menundukkan kepala kearahnya. Kemudian Mikael kembali fokus kearah berkas yang di pegangnya.
"Tuan sudah waktunya pulang.." ucap Pak Usman.
Mikael melirik kearah jam tangannya yang jarum pendeknya menunjuk ke angka 5 sedangkan jarum panjangnya menunjuk ke angka 3. Dia lekas menutup berkas yang di pegangnya lalu memasukkannya kedalam tas berwarna hitam yang selalu dibawanya ketika pergi ke kantor.
Dia beranjak dari tempat duduknya kemudian melangkahkan kaki kearah pintu ruangannya. Mikael begitu saja melewati Pak Usman tanpa menyadari sejak tadi seorang wanita masuk kedalam ruangannya bersama Pak Usman. Wanita itu terus memperhatikan gerak gerik Mikael.
Setelah Mikael keluar dari ruangannya begitu juga dengan wanita itu. Pak Usman segera menutup pintu ruangan Mikael lalu berjalan mendahului Mikael untuk menekan pintu lift.
Setelah pintu lift terbuka. Mikael lekas Masuk. Sejak menunggu didepan lift tatapannya tertuju pada benda tipis berbentuk persegi panjang yang saat ini berada di genggamannya. Dia terus menatap benda itu sambil menggesernya keatas.
Tatapannya terus saja kearah layar tipis itu. Membuatnya tak menyadari kalau wanita yang tadi ada didalam ruangannya, yang tak lain adalah Al. Menatapnya sejak tadi sambil tersenyum.
Setelah menunggu beberapa menit didepan gedung kantornya. Pak Usman akhirnya datang. Dia membukakan pintu untuk tuannya. Mikael lekas memasukinya lalu menaruh tas yang di pegangnya ke jok sampingnya.
Setelah mobil jalan Mikael mematikan HPnya lalu memasukkannya kedalam tasnya. Dia menyandarkan kepalanya ke sandaran duduk sambil memejamkan mata.
Selama perjalanan Mikael yang hanya tidur-tidur ayam, merasakan bahwa mobil yang di kendarai Pak Usman sesekali berhenti, tetapi Dia tidak memperdulikan hal itu, karna mobilnya berhenti pasti lantaran macet keadaan jalan di jam-jam sekarang.
###
Awalnya Al duduk di bangku depan samping Pak Usman, kemudian dia meminta Pak Usman meminggirkan mobil agar dia bisa pindah kesamping Mikael, karna Al menyadari saat ini Mikael sedang memejamkan matanya.
Al yang sudah berada disamping Mikael terus saja memperhatikan wajah Mikael yang sedang tertidur. Dia memperhatikan rambut Mikael yang di cepol, kupingnya yang caplang, wajahnya yang lonjong, bulu matanya yang lentik, hidungnya yang besar dan mancung, alisnya yang tebal tetapi rapi, serta bibirnya yang merah merekah membuat Al tergoda untuk menciumnya.
"Sungguh indahnya ciptaan sang Kholiq!" gumam Al pelan dengan senyum yang terus merekah diwajahnya. Tatapannya tak lepas dari wajah Mikael yang menjadi dambaannya.
Sedang Mikael yang ditatap, tidak merasakan sesuatu. Dia terus memejamkan mata walaupun sebenarnya dia tidak benar-benar tertidur.
Al yang saat itu ingin mengambil HPnya untuk memfoto Mikael tiba-tiba dia menghentikan gerakannya.
'Pluk!' Mikael menjatuhkan kepalanya ke sisi kanannya. Dia tidak bangun malah Mikael memposisikan kepalanya agar terasa nyaman.
Al berhenti dari aktivitasnya yang ingin mengambil HP, ketika merasakan kalau orang disebelahnya sedang menyandarkan kepalanya pada pundaknya.
Pelan-pelan dia menengok pada samping kirinya yang terdapat rambut Mikael. Harum sampo yang digunakannya memenuhi rongga penciuman Al.
Al mengangkat kedua sudut bibirnya, mendapati posisinya saat ini. Pelan-pelan dia merogoh HPnya kembali dari dalam tasnya. Lalu memfoto dirinya dan juga Mikael melalui kamera depan. Al mengambil banyak foto selfi, ada yang memejamkan mata agar sama-sama terlihat tidur dengan Mikael, ada juga yang saat matanya terbuka.
Tiba-tiba Mikael menggerakkan tubuhnya kearah Al, membuat Al kaget karna takut Mikael terbangun. Saat Mikael sudah diam kembali Al bernafas lega. Al kembali melihat hasil selfinya bersama Mikael sambil tersenyum-senyum.
Ketika mobil yang dikendarai Pak Usman sudah berhenti di halaman rumah. Al perlahan menyandarkan kembali kepala Mikael kesandaran bangkunya. Dia dibantu oleh Pak Usman.
Al langsung keluar dari mobil lalu menutup pintu mobil tempatnya dengan pelan. Setelah itu dia berlari masuk kedalam rumah setelah mengucapkan salam.
###
"Tuan, Tuan Mikael!" Pak Usman memanggil Mikael yang sedang tertidur dengan pulasnya.
Mikael membuka matanya sedikit. Dia menatap lurus kedepan dengan tatapannya menerawang. Dia mengerjakan matanya beberapa kali agar kembali fokus.
"Jam berapa sekarang?" tanya Mikael dengan suara seraknya. Pak Usman lalu melihat kearah pergelangannya kemudian kembali melihat kearah Mikael.
Mikael memijit bagian pangkal hidungnya sejenak kemudian dia melihat kearah sisi kanannya yang terdapat tasnya.
Dia kembali mengingat pada saat tertidur dia tanpa sadar menyandar pada sesuatu. Tetapi sayangnya sisi kanannya tidak terdapat apa-apa, hanya bangku yang berisi tasnya.
Dilihatnya sisi kirinya yang berdekatan dengan pintu mobil. Mikael mengangkat alisnya sekilas. "Mungkin tadi bersandar pada sisi ini.." batinnya lalu keluar dari mobil melalu pintu yang telah dibukakan oleh Pak Usman.
Mikael melangkahkan kakinya kearah pintu masuk yang telah terbuka lebar. Saat kakinya melangkah kearah ruang tengah. Dia tidak mendapati sosok wanita yang selalu menyambutnya, setiap kali tau dia akan pulang.
Mikael tidak memperdulikan hal itu. Malah dia merasa senang, lantaran wanita itu tidak ada. Dia langsung menuju kamarnya untuk membersihkan diri.
###
Al menyelesaikan sholat magribnya 10 menit sebelum masuk waktu isya. Saat ini dia benar-benar berterimakasih pada penciptanya yang telah memberikannya kesempatan menunaikan sholat magrib. Jika tidak mungkin dia akan meninggalkan sholat itu, akibat sesuatu yang tidak diinginkan.
Mukenanya masih melekat di tubuh Al. Dia tidak langsung melepasnya. Lantaran Al ingin mengaji terlebih dahulu, karna itu merupakan kebiasaannya sejak dulu.
Tak berapa lama Al mendengar pelan suara azan berkumandang yang menandakan masuknya waktu isya. Al segera menghentikan aktivitas mengajinya lantas menjawab azan yang dikumandangkan dari mesjid yang lumayan jauh dari tempat tinggalnya.
Usai melaksanakannya Al lantas kembali memakai gamisnya lalu keluar dari kamarnya.
Saat melangkahkan kaki dari kamarnya. Al melihat Mikael juga keluar dari kamarnya. Dia berjalan didepan Al tanpa menyadari keberadaan seseorang dibelakangnya.
Mikael dan Al menuruni tangga secara beriringan. Mereka menuju kearah meja makan yang sudah tersaji makanan yang menggiurkan.
Mikael mendapati, tidak ada seseorang di meja makan. Biasanya wanita itu selalu ada menunggu Mikael untuk makan bersama.
Dia tidak menghiraukan hal itu. Mikae lebih memilih duduk diatas kursi meja makan yang telah ditariknya agar dia bisa duduk.
Ketika mengangkat kepalanya Mikael sontak kaget dengan sosok wanita didepannya yang tiba-tiba muncul. Mikael membulatkan mata melihat sosok Al yang tiba-tiba sudah ada didepannya.
"Kak, Kakak kenapa?" tanya Al melihat kearah Mikael yang terbengong. Mikael mengedipkan matanya sekilas lalu berdehem.
"Tidak apa-apa!" serunya datar. Al mengangukan kepalanya lalu melihat kearah makanan yang telah tersaji.
Mikael sekilas melirik kearah Al yang sedang menatap makanan dengan wajah laparnya.
"Sejak kapan wanita itu ada di sini. Tadi aku sama sekali tidak melihatnya! Bagaimana bisa dia tiba-tiba muncul!" batin Mikael.
Piring Al sudah terpenuhi dengan hidangan yang dimasakkan oleh Bi Hilda. Lantas dia melihat kearah Mikael yang piringnya masih kosong.
"Kak, mari kuambilkan nasinya!" seru Al. Dia lantas mengangkat tubuhnya. Lalu mencondongkannya kearah Mikael ingin menyendokan nasi ketas piringnya.
Saat centongan nasi sampai diatas piring Mikael. Sontak Mikaek tersadar dari lamunannya.
"...Hemm..biar aku saja yang mengambil lauknya!" ucapnya lalu menyendokan pendamping nasi keatas piringnya.
############################################################
Maaf ya jika banyak typo...
Jangan lupa coment yang berkaitan dengan cerita dan like ya supaya saya semangat menulisnya.
Dan tinggalkan tanda hati.
Jangan lupa vote yang teman-teman.
Saya juga nulis cerita yang judulnya UHIBBUKI jangan lupa mampir ya.....
Terimakasih