Friends After Marriage

Friends After Marriage
Lompatang Kangguru



Lompatang Kangguru


Happy Reading!!!


Didalam kamar Al segera melepaskan piyama kostum yang dikenakannya meninggalkan mini dress-nya yang berwarna krem.


Ibu itu segera membaluri kaki Al dengan minyak. Lalu memijitnya pelan-pelan. Ketika sudah mendapat urat yang terkilir, Al seketika merasakan sakit yang sangat di daerah itu. Membuatnya mencengkram seprainya.


Bi Hilda yang masih didalam kamar Al. Merasa kasihan pada Al yang kadang mengerang kesakitan. Dia sampai meneteskan air mata dan wajahnya memerah.


Setelah memijit bagian kaki. Ibu itu segera beralih ke tubuh Al yang pastinya terjatuh saat terpeleset.


###


Keluar dari kamar Al. Mikael langsung ke kamarnya untuk mengganti baju yang membuat tubuhnya gerah.


Direndam tubuhnya dengan air hangat yang membuat tubuhnya terasa rileks. Air hangat yang merendam tubuhnya, terasa memijit-mijit tubuhnya.


Di pejamkan matanya. Membuatnya semakin rileks. Saat Mikael sedang terbuai dengan air hangat, tampa di inginkan wajah Al yang sedang mengucapkan makasih seketika terbayang olehnya.


Mikael sontak langsung membelalakkan matanya. Dia lalu menegakkan punggungnya tadi menyelosor kebawah.


"Hahh..seperti gua terlalu capek!" serunya lalu keluar dari bathtub lalu mengenakan handuknya.


Mikael kemudian mengenakan celana pendeknya dan kaos berlengan pendeknya. Dia lalu merebahkan tubuhnya diatas kasur besarnya yang terlihat sangat nyaman.


Dipejamkan matanya yang terasa berat. Saat alam mimpi menghampirinya Terbayang kembali akan wajah Al yang tampak cantik saat make up-nya di hapus.


###


Tampak Al sudah tertidur pulas. Bi Hilda dan juga Ibu urut keluar kamar Al. Mereka lalu menuruni tangga. Dibawah Pak Usman sudah menunggu mereka.


"Pak Usman besok Emba-nya di pijit lagi ya!" seru Bu urut yang di iyakan oleh Pak Usman dan Bu Hilda kemudian Pak Usman mengantar pulang tukang urut itu.


###


Al yang bangun dari tidur merasakan sedikit sakit pada tubuhnya yang bekas diurut. Dia merasakan kaki kanannya merasa sakit. Lalu di gesernya pelan kakinya kebawah lalu di topang nya tubuhnya dengan kaki kirinya.


Dia melompat pelan-pelan ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu. Selesai berwudhu Ak merambat ke tembok sambil berpegangan. Dia lalu melompat pelan-pelan kembali kearah mukenanya. Setelah itu dia menjalankan sholat fajar sebelum subuh dan sholat subuh sambil duduk meluruskan kakinya.


Al meluruskan kakinya saat sholat karena kakinya yang sebelah kanan tak sanggup menopang tubuhnya. Jadi Allah membolehkan bagi yang tak sanggup berdiri boleh sholat duduk, jika orang tersebut tak sanggup duduk boleh sambil tiduran, kalau tidak bisa tiduran boleh dengan mengedipkan mata, kalau tidak bisa mengedipkan mata boleh dengan isyarat kalau masih tak bisa mendingan orang itu disholatkan.


Selesai sholat seperti biasa Al membaca Al-Qur'an serta tidak lupa dzikir pagi dan petang.


###


Dengan langkah gontai Mikael mengarahkan kakinya kearah kamar mandi.


Selesai mandi dan berpakaian Mikael lekas menuju ruang makan. Tampak meja makan sudah dipenuhi makanan yang telah dimasak Bi Hilda.


Mikael lalu duduk di kursi dan mengisi piringnya dengan nasi dan beberapa lauk yang tersedia. Selesai makan dia biasanya akan mengopi sambil membaca koran bisnis atau berita-berita politik lainnya.


###


Al baru saja selesai mandi. Dia saat ini mengenakan mini dress-nya yang berwarna biru laut. Rambutnya yang basah di gulungnya dengan handuk.


Dibukanya pintu kamar mandi mencari sosok yang tadi membantunya memasuki kamar mandi.


"Bi, Bi Hilda.." panggilnya tetapi tak ada jawaban dari suara Bi Hilda yang sudah pergi di kamarnya sejak Al masuk kamar mandi.


Dengan pelan dia kembali melompat-lompat menuju ranjangnya. Dia melompat bagaikan kangguru. Bedanya kangguru menggunakan 2 kaki sedang Al satu kaki. Al benar-benar harus menyeimbangkan badannya agat tak terjatuh


Sampainya di pinggir ranjang. Dilepasnya handuk yang terlilit di kepalanya. Dikesampingkan rambut panjangnya untuk menggosok-gosoknya dengan handuk.


Suara pintu terbuka. Al lekas menengok kearah pintu yang terbuka. Tapi tak satupun yang nongol. Lantak Al membalikkan badannya kembali. Terdengar kembali suara pintu yang di tutup segera aku menengok mendapat sosok Bi Hilda yang membawa sesuatu ditangannya


"Bibi, Al kira tadi siapa!" seru Al. Dia lalu melihat tangan Bi Hilda yang membawa sesuatu. "Bibi bawa apa?"


Tampak wajah diam Bi Hilda yang menghampiri Al. "...Bibi bawa puding untuk Nyonya.." jawab Bibi menunjukan puding di piring yang dibawanya.


"Wahhh enaknya, makasih Bibi.." Al lalu mengambil puding yang di taru diatas meja. Meninggalkan aktivitas mengeringkan rambutnya.


Bi Hilda terdiam melihat kearah Nyonya Nya. "Nyonya,...." Al melihat kearah Bi Hilda yang memanggilnya. Dia memiringkan sedikit kepala yang artinya 'Iya?'


"...Nyonya, nanti Ibu urutnya akan datang lagi mengurut.." lanjut Bi Hilda. Al hanya membalas senyuman dan anggukan kepala.


############################################################


Maaf ya jika banyak typo...


Jangan lupa coment yang berkaitan dengan cerita dan like ya supaya saya semangat menulisnya.


Dan tinggalkan tanda hati.


Jangan lupa vote yang teman-teman.


Saya juga nulis cerita yang judulnya UHIBBUKI jangan lupa mampir ya.....


Terimakasih