Friends After Marriage

Friends After Marriage
Pendahuluan



Happy Reading!!!


"Saya terima nikahnya Ufairah Almasah Basimah binti fulan dengan mas kawin tersebut dibayar tunai!" ucap pria berbaju serba putih dengan peci yang bertengger dikepalanya dengan warna senada dengan pakaian yang di kenakan nya.


"Sahh!!" seru Bapak tua bersarung dan berpeci hitam.


"SAH!!!" balas beberapa hadirin yang mengikuti akad nikah ini.


Ijab qobul yang dilakukan pada malam ini berjalan dengan lancar tanpa kecanggungan sedikitpun dari mempelai pria saat mengucapkannya.


Selesai mempelai pria mempersunting mempelai wanita yang begitu anggun dengan kebaya yang tidak menampakkan lekuk tubuhnya.


Mempelai wanita di tuntun oleh seorang wanita setengah baya untuk menghampiri pasangan halalnya.


Saat duduk tepat didampingi suaminya tanpa ragu wanita itu meraih tangan pria itu lalu mencium punggung tangannya dengan sangat hikmat. Seperti menikmati sensasi-sensasi yang berbeda untuk pertama kalinya.


Selesai menandatangani surat pernikahan dan foto beberapa jepretan. Mereka segera kembali ke kamar yang telah disediakan di hotel yang mereka sewa untuk resepsi. Di kamar mereka mengganti pakaian dengan di bantu penata rias.


Biasanya usai menikah pasti ada acara sungkeman pada orang tua masing-masing mempelai. Tapi tidak dengan mereka yang sudah tidak memiliki orang tua. Begitu juga dengan kerabat dekat maupun jauh.


(Seorang yang wanita tidak memiliki wali untuk menikahkannya, maka yang menikahkan adalah hakim/penguasa yang muslim jika ada. Dan jika tidak ada, seperti komunitas muslimah yang bermukim di negara barat, maka yang menikahkan adalah ketua Islamic center, dan jika tidak ada maka yang menikahkan adalah imam masjid atau seorang ulama, atau seorang laki-laki yang adil (tidak cacat moral) dari kaum muslimin.)


Jadi yang menikahkan mereka adalah seorang Ustad masjid.


Selesai berganti baju dengan warna coklat terang mempelai wanita menuju tempat resepsi. Saat menginjakkan kaki diruang resepsi, dia di sambut oleh semerbak wangi bunga yang memenuhi ruangan. Begitu juga dengan dekorasi pengantin yang begitu indah. Terdapat juga rumbai-rumbai yang bergantungan di langit-langit. Sedangkan mempelai pria hanya menanggapi ruangan dengan biasa saja tanpa ekspresi.


Tidak berapa lama tampak para hadiri dari pihak lelaki yang merupakan rekan kerja dan juga para karyawannya memenuhi antrian untuk menyalami tokoh utama.


Lain hal dengan mempelai wanita. Dia tidak mengenal satupun tamu undangan di acara pernikahannya. Karna dia tidak mengundang satu orang pun diacara pernikahannya.


"Selamat ya Pak Mikael!" seru seorang lelaki tua berkumis dengan setelah jas berwarna abu-abu.


"Sama-sama pak Anton.." balas Mikael dengan senyuman lebar. Pak Anton merupakan rekan bisnisnya Mikael yang terjalin sudah sangat lama.


"Selamat ya Pak!"


"Selamat ya Pak Mikael dan Bu Al!"


Tidak henti-hentinya tamu berdatangan dan bergantian menyalami pemilik acara. Senyuman selalu tersungging diwajah mereka yang sebenarnya sudah kelelahan karan terlalu lama berdiri.


Semua orang menyalami pasangan itu dengan gembira dan senang. Apalagi setelah mendapati istri Bos nya yang terlihat muslimah dengan polesan make up yang tipis, mereka semakin percaya.


Tepat pukul 10 malam pesta usai. Semua tamu undangan sudah pulang. Tersisa mempelai di kamar pengantin yang telah disiapkan.


Di ranjang besar. Mempelai wanita memperhatikan mempelai pria yang sedang menyesap sebuah alat dengan bibirnya setelah itu keluarlah asap putih tebal dari mulutnya.


Wanita itu terus memperhatikannya sampai Pria mengalihkan pandangannya yang awal kearah luar jendela menuju ke arah wanita bercadar itu.


"Bersiap-siaplah sebentar lagi ada orang yang akan menjemputmu untuk mengantarmu ke rumah yang akan kau tempati!" perintahnya. Dia lalu kembali memandang keluar jendela yang dipenuhi lampu berjalan dan suara musik bersahutan.


"Iya mas," sahut wanita itu lembut dengan senyuman manis terukir di wajah lonjongnya.


Setelah beberapa menit. Pintu kamar hotel diketuk oleh seseorang. Setelah mendapat perintah masuk, dia membuka pintu berdaun dua itu. Tampaklah sosok seorang pria tua dengan setelah jas hitam.


Pria tua itu membungkuk hormat pada mempelai pria setelah itu dia menghampiri mempelai wanita yang sibuk merapikan barang-barangnya yang keluar dari tempat persembunyiannya.


Wanita itu mengangguk pada pria tua itu lalu berdiri menghampiri suaminya yang masih memandang keluar dengan bibir yang mengeluarkan kepulan asap.


"Mas saya pergi duluan ya.." izin wanita itu. Lalu dia menjulurkan telapak tangannya kearah pria itu.


Saat pria itu melihat, Wanita itu menjulurkan telapak tangan wanita. Pria itu seketika paham maksudnya. Dia segera mengeluarkan kartu dari dompetnya lalu memberikan padanya.


Wanita itu bingung mendapat kartu yang entah untuk apa. Niatnya menjulurkan tangan untuk mencium tangan habibinya (kekasihnya).


Wanita itu kemudian mengambil tangan kanan suaminya yang bebas. Lalu menciumnya lama setalah menciumnya dia mengembalikan kembali kartu yang bukan miliknya keatas telapak tangannya.


Pria itu hanya kaget melihat tindakan wanita itu yang mengembalikan kartunya dan yang tiba-tiba mencium punggung tangannya. Sampai akhirnya dia mengingat kembali ke saat-saat setelah dia mengucapkan ijab qobul yang dimana setelah itu mempelai wanita mencium punggung tangannya.


Dia sebenarnya tidak suka ada orang yang menyentuhnya tanpa seizinnya walaupun itu orang yang dikenalnya. Apalagi dengan wanita yang baru beberapa dia kenal dan sekarang sudah menjadi istrinya.


Setelah kepergian dua orang dewasa itu. Dia segera mengelap tangannya yang telah dicium oleh bibir wanita tadi.


Pria itu kemudian kembali hanyut ke hayalannya. Dia benar-benar tak menyangka akan menikah dengan seorang wanita.


Apalagi saat pertama kali melihat ternyata wanita itu menggunakan cadar. Seandainya dia tau kalau dia akan nikah dengan wanita itu tentu dia akan menolaknya dan mencari wanita lain. Dia sungguh menyesal tidak melihat maupun menanyakan identitas wanita itu.


Kembali dia menyesap bahan berbahaya untuk tubuh itu dengan kasar sampai akhirnya dia mencengkram alat itu lalu melemparnya ke sembarang tempat.


"Akkhh sial!" teriaknya gusar.


Pria itu memperlihatkan wajah kesalnya ketika mengingat kejadian dua minggu yang lalu. Membuat seisi perusahannya geger dengan gosip yang entah bagaimana bisa tersebar.


Seandainya berita itu tidak ada, mungkin dia tidak harus menikahi spesies yang bernama Prempuan. Hidupnya pun akan tentram tanpa gangguan.


Jika dia tau siapa yang menyebarkan gosip itu. Dia akan membuat perhitungan dengan orang itu sampai orang itu merangkak meminta maaf padanya.


"Awas saja!! Sampai aku menemukanmu akan kupastikan kau tidak dapat melihat orang tercintamu!!" serunya dengan nada kesal.


Dia berdiri melepas semua pakaian yang membuatnya bergidik ngeri karna tidak membayangkan akan memakainya.


Diambilnya kaos bergaris-garis dan celana potongan dari dalam kopernya kemudian mengenakannya. Di gerainya rambut hitam sepundaknya lalu menggunakan topi dan juga kacamata hitam untuk menutupi wajahnya. Setelah itu mengambil kunci mobil dari atas meja lalu pergi meninggalkan kamar yang seharusnya menjadi kamar pengantinnya.


Dia melajukan mobilnya menuju tempat yang menjadi tujuannya melepaskan penat.


############################################################


Maaf ya jika banyak typo...


Jangan lupa coment yang berkaitan dengan cerita dan like ya supaya saya semangat menulisnya.


Dan tinggalkan tanda hati.


Jangan lupa vote yang teman-teman.


Saya juga nulis cerita yang judulnya UHIBBUKI jangan lupa mampir ya.....


Terimakasih.