ELEANOR

ELEANOR
Menguping?:')



Jangan lupa tinggalkan jejak ya,kakak!😉


...Happy Reading & Terimakasih!...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Ditengah dinginnya embun pagi hari dan silauan sang fajar yang mulai terlihat,Carius berlari dengan semangat yang membara.Carlatte tersenyum melihat adiknya yang serius.Selama 3 tahun ini Carla lebih serius dalam mendalami pelajaran daripada Cal sehingga hal itu membuat Carla tak punya banyak waktu untuk adik nya.


Merasa sudah cukup mengecek keberadaan Sang adik,Carla berjalan dengan tenang juga anggun menyusuri sepanjang jalan.Carla duduk pada kursi taman di sana sembari menikmati pemandangan menakjubkan didepannya,melihat indahnya sunrise.


Lama Carla terdiam namun senyuman tak pernah luntur dari nya,ia selalu tersenyum juga seseorang yang murah senyum hingga sebuah suara membuatnya sedikit tersadar akan buaian sunrise yang indah.


"Pemandangan yang indah dipagi hari"Serunya dengan muka datar


"Iya,benar"


"...Kau tumben sekali keluar kamar di saat seperti ini"Celetuknya


"Entahlah..Carla hanya merasa,Carla harus menikmati pemandangan indah ini kan?Belum tentu sunrise seperti ini akan ada lagi nanti..."


"Kau berucap seolah olah kau tau masa depan"


"...Haha,benar ya~"Balas gadis itu sembari tertawa cekikikan


"Lagian,Suatu saat nanti hal yang kau ucapkan itu takkan terjadi.Kau tetap akan bisa menikmati pemandangan ini sampai tua nanti!"


"Yakin sekali~Apa kau menggunakan firasat,Lion?"Ucapnya menoleh pada seseorang yang menjadi lawan bicara nya saat ini


"Tepat sekali.meski aku kadang tak percaya dengan firasat tapi untuk hal ini aku merasa percaya"


"Hihihi,Ya baiklah~Carla harap itu bukan hanya sebuah hiburan"


"Hahaha"Mereka tertawa hingga mata menyipit,Lion yang pada dasarnya memang berwajah manis semakin manis pula saat ia tertawa.Tak sekalipun dari mereka yang berpura pura!


"Yah...Baiklah,ayo pergi!Nampaknya waktu makan pagi sudah tiba"Ajak Lion


"Iya~Ayo pergi dengan Carla!"Balasnya,dan mereka mulai berjalan beriringan menuju ruang makan


Sesampainya disana,pasangan Krysi itu belum terlihat namun Millia nampak sudah duduk dengan tenang di kursi.


"Heh~Ada gerangan apa kalian bersama,Wahai saudara dan kawan ku?"


"Ada apa?Kau cemburu?"Ucap Lion datar namun sungguh terkesan mengejek kembarannya itu


"Hihi,Tidak ada.Hanya saja tadi kami menikmati sunsrise bersama"Ungkap Carla menimpali


"Hah,Cuma menikmati pemandangan matahari terbit saja kau sudah sebangga itu,Lion!"Ejek Millia namun dengan senyuman yang terpampang di wajahnya,tentu hal itu malah membuat Lion semakin kesal namun bocah laki laki itu masih terlihat datar


Mereka makan bersama setelah menunggu Nyonya dan Tuan Krysi,Cal pun juga mulai datang ke ruang makan setelah ia latihan tadi


Selepasnya makan pagi bersama yang singkat dan penuh kesenyapan itu pun,Nyonya Krysi dan Paman Gavin pergi terlebih dahulu.Carla dan yang lain masih duduk di kursi meja makan namun beberapa menit kemudian Cal beranjak dari kursinya dan hendak pergi ke tempat latihan


"Kakak,Cal mau pergi!Bay bay"Pamitnya sembari melambai dengan tertawa begitu lebar,dan direspon anggukan oleh Sang kakak


Sementara Lion juga pergi ntah kemana,meninggalkan Millia dan Carla yang berdua di ruang makan itu,Sementara para bibi pekerja sudah balik ke dapur dengan membawa tempat makanan yang sudah kotor


"Selalu"Balas Carla datar.Tak ada yang salah darinya,karena memang ruang makan selalu hening,eh nggak dih!Kecuali bunyi kecil dari peralatan makan yang saling berbenturan saat mereka makan


"Hm~"


'Duk'Bunyi suara yang cukup pelan hingga membuat meja makan tersebut sedikit,sedikit sangat sedikit bergetar


"?"Carla menoleh pada Millia dengan tanda tanya,rupanya Millia dengan santai menjatuhkan kepalanya di meja makan


"Bosan sekali~kurang...berapa hari lagi Carla?"Tanya nya dengan mata tertutup


"2 kali matahari terbit"Jawabnya


"...Hm,2 hari itu...kita tak akan bisa bersantai lagi kan?pasti kehidupan ku juga akan berubah "Ujarnya


"Iya"


"Hah...Baiklah,ayo kita ke ruang utama"Ajak Millia.Ia mengangkat kembali kepalanya dan memundurkan kursi kemudian mengulurkan tangannya


"Hah?Untuk apa?"Tanya Carla mengernyit heran.Anak ini mau ngapain sih?Pikirnya saat itu


"Stt..Sudah lah ayo!"Millia tanpa berniat menjawab pertanyaan temannya dan malah menarik tangan Carla sehingga membuat gadis itu melangkah mengikuti Sang kawan


Mereka berdua berjalan di sepanjang lorong yang harus dilewati,banyak para pekerja yang menyapa nya sepanjang jalan dan kedua gadis itu mengangguk sesekali tersenyum sebagai respon.


"Aku dengar,Ayah sedang mengadakan rapat di aula utama"Ungkapnya santai dan Carla terkejut,pasalnya jika orang orang besar itu mengadakan semacam perbincangan mengenai sesuatu yang tak seharusnya mereka tau,memangnya untuk apa kesana?Menguping?Haha,jangan konyol.Tak mungkin kan Millia mengajak Carla untuk menguping?


.......


.......


.......


"Stt"Desis Millia dengan jari telunjuk yang ia letakkan di bibir.Millia menarik tangan Carla untuk sedikit bersembunyi,sementara Carla terpaku menatapnya aneh.Kemudian Millia mengintip dari kain gorden yang ada di ruang utama itu.


Hah...Sudah diduga!Memang darimananya yang tak mungkin?


Carla menoleh pada bayangan beberapa orang disana yang saling berbicara lalu ia menoleh kembali pada Millia yang begitu fokus hingga bibirnya memberut dan dahinya mengernyit bahkan kedua alisnya akan seolah olah menyatu


"...Diajari siapa?"Tanya Carla lirih.Millia menoleh dengan dagu yang terangkat tanpa bicara


"Diajari siapa menguping seperti ini?"Tanya nya sekali lagi


"...Sttt,Nanti saja kuberitahu"Desisnya lagi.Carla benar benar terkejut,pasalnya ia benar benar baru melihat Millia menguping seperti ini,Namun Carla hanya tetap diam dan mengalihkan pandangannya ke arah orang orang besar itu.


Mereka berbicara dengan wibawa yang sangat kental,ya~mereka adalah orang orang yang terpelajar.Itu pasti bukan?Jika tidak,bagaimana bisa orang orang seperti itu mengurus suatu daerah besar jika tak memiliki pengetahuan luas?


Suasana sedikit ricuh tetapi setiap paman Gavin angkat bicara mereka semua yang ada di aula serentak terdiam.Carla mendengarkan dan menatap mereka dengan intens,namun sebuah suara membuat matanya sedikit melebar...bukan,ia tak terkejut dengan suara yang besar dan mengganggu jalannya rapat,ia terkejut dengan sebuah inti permasalahan lebih tepatnya ke aduan dalam suara laki laki yang pernah ia dengar


"Tuan,Tuan besar?Ada keluhan yang ingin hamba sampaikan"Teriaknya dengan berlari pincang.Badan gemuknya yang seperti babi membuatnya seperti bal besar yang menggelinding


Ya~Siapa lagi kalau bukan,pedagang waktu itu!


Semua tatapan beralih padanya,orang orang besar nan berpengaruh disana memiliki tatapan mata yang tajam seolah olah siap menerkam mangsa.