
Astaga,Serius!El hampir lupa up🤦♀
...Happy Reading,Kawan!😉...
****
Hening sejenak...
"Hei,kau jangan terlalu mencari perhatian kakak Cal"Ucap Cal cemburu,terlihat sekali dari gelagatnya
"Tak mau.Kak Carla itu lembut dan aku suka kak Carla...Akan lebih baik lagi apabila kak Erye menikah dengan kak Carla"Serunya dengan bahagia
"KAU!"Cal dengan cepat menarik tangannya yang masih di obati,ia langsung memalingkan muka
"Cal tak mau diobatimu!Dan lagi...jangan harap!Cal tak mau memiliki ipar seperti Rue"Ucapnya dengan mata melotot
"Nyinyinyi...Terserah,aku juga tak masalah.Toh itu lukamu."Balas Rue kemudian melanjutkan lagi aktivitasnya dan Cal dengan segera pergi dari ruangan itu,ia berjalan dengan melakukan pengobatannya sendiri.
Cahaya matahari dengan cepat berganti sinar bulan yang menerangi malam tiba,Sinar rembulan juga bintang bintang dan Penerangan terang terjejer di sepanjang jalan menerangi panjang jalan disana.Seorang gadis keluar menyusul adiknya ke kamar sebelah,tak lupa ia memakai kain yang disampirkan di antara bahu nya agar tak dingin
'Tok,tok'Pintu diketuk terlebih dahulu dan jika tak ada sahutan dari dalam maka gadis itu akan langsung membuka pintu,melupakan tata krama nya.
'Cklek' Namun dengan segera pintu itu terbuka menampilkan seorang anak laki laki yang terlihat rapi dan kontras dengan warna rambut juga mata nya
"Sudah Cal?"
"Sudah"Jawab anak itu dengan cepat...saat ia menuruni tangga bersama adiknya terlihat juga Millia di seberang,gadis bersurai coklat itu terlihat cantik dan anggun seperti biasa namun malam ini ia terlihat dalam keadaan yang senang
"Mana Lion?Apa tidak ikut?"
"Tidak,kemungkinan Lion menyusul,tadi ia bilang bahwa harus masuk ke kamar ayah karena telah di panggil"Ungkapnya
Setelah itu mereka segera menuju tempat Rue menghabiskan waktu.Sesampainya disana,penerangan begitu redup namun masih terlihat seorang laki laki seumuran Carla tengah mengelus Rue dengan penuh kasih sayang,merasa ada yang datang laki laki bernama Erye itu pun menoleh
"Apa sudah siap?"Tanya nya sembari tersenyum dan berdiri dari duduk jongkok nya
"Sudah"Jawab Carla singkat kemudian ia berjalan ke arah Rue yang saat ini masih menjahit kain untuk dijadikan sebuah jubah
"Jangan terlalu memaksakan diri,Rue"Ia mengelus kepala Rue lembut
"Apa kamu ikut dengan kami?"Tanya Carla namun ditanggapi dengan penolakan oleh Rue,ia menggeleng.Carla menghela napas mengerti penolakan Rue
"Rue,istirahatlah saat kamu lelah.Jangan dipaksakan!Dan lagi ini adalah terakhir kalinya kita bersama,jika bukan sekarang lalu kapan kita akan bersama ke pasar malam?Kami balik pun tak menentu,tak tau kamu harus menunggu berapa tahun lagi"Kali ini Millia yang berbicara namun tetap saja Rue menggeleng
Carla duduk jongkok di depan Erue yang melihatnya,ia memegang tangan anak laki laki itu dengan lembut dan pandangan hangat
"Kamu ingin oleh oleh apa saat kami pulang dari pasar malam?"Tanya Carla dan kali ini Erue berpikir
"Kakak,bisakah kakak membelikan aku benang gelang?"
"Benang gelang?Kamu mau membuat gelang?"Rue mengangguk semangat
"Benar ya!"Serunya semangat sembari mengacungkan jemari kelingking didepan Carla
"Iya"Carla hanya bisa menuruti nya dan mengulurkan jari kelingking,menautkan nya ke jari Rue
Setelah itu mereka keluar meninggalkan Rue yang berdiam di ruangan hening itu.Cal terus menggandeng jari kelingking Carla sejak mereka keluar dari ruangan Rue,setiap Carla tanya mengapa Cal tak akan menjawab,ia hanya memalingkan muka dengan cemberut.
"Kak Carla itu kakak nya Cal padahal Rue juga punya kakak sendiri tapi kenapa masih saja mencari perhatian dari kakak Cal?"Batinnya terus mengomel
Sesampainya disana,Carla turun dengan uluran tangan dari Erye sementara Millia dibantu dengan penjaga nya.Lagi lagi penjagaan harus tetap berjalan,Namun Millia menyuruh para penjaga dan beberapa pelayan berjalan lebih jauh dari jaraknya,Sungguh kali ini Millia tak mau berdebat lagi seperti waktu itu
Mereka berjalan dengan perasaan senang juga gembira.Cal begitu antusias melihat ramainya suasana malam,meski sudah 3 tahun tinggal disini namun hal itu tak membuatnya bosan melihat keramaian.Dulu,anak berumur 8 tahun itu tinggal ditempat yang sunyi bagaimana tidak?Tempat tinggal keduanya berada di tengah hutan dan itu hanya sendiri,tak ada keramaian namun sejak 3 tahun yang lalu semuanya berubah.
Pelan pelan,Erye mencoba menggandeng tangan kanan Carla yang kosong karena Cal menggandeng tangan Carla yang kiri namun dengan cepat tangan kanan Carla yang menggantung disambar oleh Millia sehingga hal itu membuat Erye mematung sejenak dan Selepasnya Millia menjulurkan lidah seolah olah mengejek dan tertawa begitu pelan,Carla tak tau menahu apapun karena ia tak memperhatikan dua orang yang berdebat saat ini
"Carla,Kita mau kemana?"Tanya Millia yang sudah tak memperdulikan Erye yang tengah memalingkan wajahnya
"Emm..."Carla diam sejenak sembari berpikir namun suara Cal membuatnya menoleh
"Kak,Beli itu!Beli itu!Itu,Itu!"Desak Cal selayaknya anak kecil yang tengah merengek,ia menarik narik tangan Carla
"Itu apa sih?"Carla menatap dengan jengah
"Itu loh kak!Yang kayak rambut rambut nenek itu"Ujar Cal menjelaskan
"Oh~Arbanat?"Cal menganggukinya dengan semangat
"Ishh...Bukankah seminggu yang lalu kamu sudah makan arbanat"
"Umm...Itu kan sudah seminggu yang lalu"Cal dengan lesu sambil memajukan bibirnya cemberut
"Nggak.Yang lain aja,roti?"
"Em..."Cal hanya menjawab lesu
"Sudahlah belikan saja Carla"Ucap Millia,Cal yang tadinya tak bersemangat kini mendadak antusias dan berbinar seolah menemukan semangat nya yang baru
"Hah..."Carla hanya menghela napas mendengarnya.Kemudian Millia berjongkok untuk menyesuaikan tingginya pada Cal
"Kamu mau arbanat,Cal?Ayo ku belikan"Ajaknya dan Cal tanpa ragu menggandeng tangan Millia.
Hah...Benar benar ya,semuanya telah berkembang dalam 3 tahun,ingat?Dulu waktu Carla pertama kali mencoba 'permen',Permen itu hanya berupa gula yang padat atau beku tapi sekarang sudah ada makanan manis bernama arbanat.Tak tau siapa yang membuat arbanat pertama kali di dunia kuno ini?Yang pasti dia bukan berasal dari dunia ini.
Carla hanya menunggu mereka berdua sembari menepi dari jalan dengan Erye.Ia sedikit melirik pada laki laki disampingnya itu,sementara Erye hanya fokus menatap orang orang yang berlalu lalang.
Carla ingin berbicara sesuatu namun ia sedikit ragu...
"Erye...Bagaimana dengan Rue?...Apa ia tak apa dibiarkan seperti itu?"Tanya Carla dengan hati hati.Erye menoleh pada gadis itu "Tak apa,Kurasa ini yang terbaik untuk dirinya..."Jawab Erye