
"Kau tak mengerti apapun!"Bentak ku geram
"Bukan kah kami memang bilang kalau kami tidak mengerti.Kau itu tuli ya!"Ucap seseorang dari belakang.
"Sudah diberikan semangat hidup tapi tak kunjung berubah"Wanita itu melemparkan belati ke arahku
"Kau bilang kau tak memiliki harapan hidup lagi kan kalau begitu silahkan saja gorok lehermu dengan belati itu.Aku tak melarang!"
"Hahh..."Laki laki itu menghela napas mendengarkan perkataan ketus istri nya padaku
"Kau hanya punya dua pilihan,hidup dengan kami sebagai keluarga dan tak membuat Collyn merasa sia sia karena menolongmu.Kedua,bunuh diri sesuai yang kau ingin kan dengan menggorok lehermu"
"Keluarga?..."Tanya ku yang tak mengerti
"Hm?Kau tak mau menjadi bagian keluarga kami?Ya sebenarnya aku agak keberatan.Tapi suamiku ini meminta nya jadi bagaimana aku bisa menolak keberadaan mu?"Lagi lagi wanita itu berbicara seenaknya,sungguh tak tau tata krama.
"Emm..Ya kau memang akan menjadi bagian keluarga,jadi...apa yang akan kau pilih?"
Aku terdiam sebentar,tangisanku mulai mengucur kembali.Kematian?Apakah itu yang kuharapkan?Tidak!Aku hanya takut hidup sendiri,aku takut menua sendirian tanpa ada yang menemani,rasanya ganjalan dalam hatiku telah diangkat setengahnya,aku mengusap kasar air mata yang tengah turun membasahi pipi,kini aku akan memberikan jawaban.
"Aku...Aku ingin hidup!"
"Bagus!Aku harap itu adalah awal permulaan yang bagus untuk dirimu.Arne,Tolong kau temani dia masuk!"Pinta nya kemudian melenggang menjauh
"Oh ya,Aku hampir lupa.Aku Collyn Armond,dan dia istri ku Arne.Nampaknya umur kita tak jauh berbeda jadi kau bisa memanggil kami kakak"
Aku hanya diam tak membalas perkataan nya namun aku tak mengalihkan pandanganku dari laki laki itu.
"Ayo masuk!Udara malam sungguh dingin,jangan sampai kau sakit lagi.Jika kau demam bukankah akan sia sia aku meluangkan waktu untuk mengobati mu tadi"
Aku terdiam mengikuti nya
'Kriett...Cklik' Aku langsung duduk di ranjang sementara dia menutup pintu.
"Mana baju ku?"
"...Maaf,tadi kau terlalu bau jadi aku yang mengganti baju mu tanpa seizin mu"Ucap wanita itu.Wanita bernama Arne itu memakai baju berwarna hitam sama seperti rambutnya,tidak,lebih tepatnya gaun.Dan memakai kain untuk pelengkap saat malam,biasa nya sih buat nggak dingin kalau mau jalan jalan di malam hari,Sementara rambutnya ia biarkan terurai.Wanita itu cantik,dan laki laki yang berstatus suaminya tadi juga tampan dan memiliki postur tubuh gagah namun bukan berarti aku lebih jelek dari nya.
Aku mengangguk tidak apa apa.
"...Apa ada yang ingin kau tanyakan pada ku?"
".....Ini dimana?"
"Di tengah hutan"Jawab nya cepat dan itu membuatku terkesiap karena terkejut mendengar jawaban nya
"A-Apa?Hutan?Bukan sebuah desa?"
"Bukan.Apa kau tak memperhatikan dengan benar disekitar mu tadi?"
"Iya,aku tau.Lalu apa nama hutan ini?"
"Hutan synántisi"
"Apa!...Ternyata aku sudah berada sejauh itu"Sungguh aku tak menyangka bahwa aku berada di hutan ini.
Hening setelah itu....
"Apa kau tak lapar?"Tanya nya memecah lamunan ku,nampak nya wanita itu melihat makanan yang masih penuh di samping ranjang ku
"Ah..."
"Makan lah jika kau lapar!Aku tau kau tidak makan selama beberapa hari.Lari dan menangis itu juga butuh tenaga"Ucap nya.Dia sangat pengertian,bukan?Padahal aku adalah orang asing yang baru dikenalnya beberapa jam yang lalu.
Tanpa basa basi,aku mulai makan makanan di samping ku.Memang tidak mewah karena hanya ada roti kering,kentang juga semangkok air akan tetapi itu mampu mengganjal perut ku yang lapar dari tadi.
Aku makan dengan anggun juga tenang seperti aku yang biasa.Wanita itu terus melihat ku makan,aku tau itu.
"...Kau terlihat memiliki tata krama yang tinggi"
Aku melihatnya sembari memperlambat kunyahan ku.Aku tak membalas ucapan nya karena itu tindakan tidak sopan di dalam tata krama saat makan
"Nah,karena kau sudah selesai makan alangkah baiknya kita berkenalan dulu"ucap nya memulai percakapan dan aku mengangguk
"Saya Blic Arrge"Ucap ku datar,meski begitu ia membalasnya dengan senyuman
"Wah kau mulai formal ya padahal tadi tidak.Seperti yang suami ku katakan,Aku Arne...Dan lagi hentikan sikap formal mu itu jika tidak ingin canggung nanti"
"Hum"
"Kau tau?Kau terlihat menjengkelkan,aku harap hubungan keluarga kita berjalan dengan baik,jika tidak maka jangan berpikir bahwa aku tak berani untuk menendang mu dari sini"Ucap nya yang terdengar seperti ancaman
"Ck,Kau pikir aku akan terus bergantung padamu?Tidak."
"Hehhh,Benarkah?aku harap ucapan mu sungguh sungguh.Baiklah karena aku juga harus kembali,maka aku akan pergi.Oh ya kau harus tau!disini kau tak bisa lagi enak enak an seperti seorang putri,Kau juga harus melakukan pekerjaan sama seperti Collyn dan diriku"
"Apa kau paham?"Tukas nya sekali lagi sambil berbalik menatap ku
"Iya,lagian aku bukan orang yang tak tau malu.Hanya menumpang tanpa membayar seperti itu kan maksudmu!"
"Baguslah jika kau paham" Ia menyengir setelah mengatakan itu
Wanita itu berjalan menjauh begitu pula dengan ku yang mulai tertidur
.......
.......
.......
"Sebenarnya gunting ada dimana sih?Apa pasangan suami istri itu tak punya gunting?Ck,Kalau iya benar benar miskin!"Batin ku mengatai mereka.Sudah ku obrak abrik laci di ruangan ini namun tak juga menemukan gunting.Kolong kasur pun juga aku lihat tapi tetap sama saja.
Aku memutuskan untuk bertanya pada Si Arne yang menyebalkan itu.
"Yooo~Blic.Sudah bangun?Tak ku sangka kau sudah bangun.Ku pikir kau tukang molor"Seru nya seenak jidat,sontak hal itu membuatku kesal.padahal masih pagi tapi kepala ku terasa panas seolah olah tengah berdiri di atas matahari pas
"Mana gunting?"Tanya ku singkat dan padat
"Hahh?Gunting?Hei,kau ini sedang bertanya atau malak?Kalau bertanya yang baik dong.Katanya seorang Lady~"
"Kau ini banyak omong ya.Mana gunting nya?"
"Ck,Rasanya kau tak pantas menyandang gelar seorang wanita berpendidikan"
"Diam!"Ujarku dengan nada dingin
"Ohh~Baiklah...Omong omong mau kau apakan dengan gunting?"
Aku mendengus mendengar pertanyaan nya
"Rambutku..."Jawab ku dengan lirih,sangat lirih
"Apa?Kau bicara apa?Botak?Astaga!Kau sangking sudah gila nya ya sampai mau membotaki rambut mu"
"Bukan itu bodoh.Sudah lah!Bicara dengan orang bodoh tak akan ada habisnya"
"Arneee!!!Hentikan candaan mu itu pada keluarga baru kita"Teriak seseorang dari dalam rumah disamping ruangan ku
"Candaan?Aku tak bercanda!Sejak kapan aku jadi tukang gurau"
"Ya bagus lah jika kamu tak berganti sifat"Ujar laki laki itu keluar dari rumah dengan membawa gunting di tangan nya
"Nah!Kau butuh gunting kan,Blic?Maafkan Arne.Dia biasanya tidak seperti ini"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...Tolong biasakan Like&Komen!🙂...
...Terimakasih~...