
"Ah!Surat!"Carla bangkit dari tidurnya.Ia menepuk dahi nya karena melupakan tentang adik nya.
Setelah itu Carla mengambil pena juga kertas yang ia temukan di laci saat pertama kali melihat lihat ruangan nya waktu itu.Ia mulai menulis rangkaian kalimat untuk Sang adik,Cal.
Sepanjang malam itu Carla menulis surat untuk adik nya.Setelah selesai,Carla membaca ulang surat yang ia tulis,surat yang berisi kurang lebih seperti ini
..."Hai Cal,Selamat malam eh salah mungkin saat surat ini sampai ke tanganmu pasti sudah selamat pagi atau siang,Hahaha.Bagaimana kabarmu?Apa kamu merasa bosan karena tidak ada kakak,dik?Siapa yang mendongengi mu saat akan tidur?Siapa yang menyiapkan makanan untuk mu dipiring?Ahaha Kakak rasa biasanya itu kakak.Oh ya Cal,Kakak disini sangat gembira,hehehe.Kakak menemukan hal hal yang baru,ternyata ada banyak yang kakak maupun Cal tidak ketahui diluar sana.Disini kakak jadi tau macam macam makanan seperti di buku,Kakak rasa nanti Cal juga harus mencoba nya!juga ada benda benda yang kita tidak tau.Kakak sekarang mempunyai teman dan kenalan dari keluarga terpandang, kakak senang karena bisa mempunyai teman.Saat nanti Cal membalas surat ini,kakak harap kamu juga menceritakan hari hari Cal tanpa kakak.Ya pokoknya kalau lebih rinci,nanti kalau kakak sudah pulang bakal kakak ceritain kok pengalaman disini.Oh ya Cal jaga diri baik baik ya,jangan nakal sama ibu dan...tolong sampaikan ke ibu juga bahwa 'Carla disini rindu kalian'.Ya sudah Cal itu surat pertama dari kakak,Sampai jumpa di rumah.PESAN PENTINGGG!!!Jangan sampai bosan nunggu kakak pulang ya!See you"...
Iya,Itu adalah isi surat dari Carla.
"Ah!Tanpa sadar Carla tulis panjang sekali surat nya"Kata Carla lalu kemudian ia melipat surat itu rapi,besok nya ia berencana akan memberikan surat ini pada Sang ayah agar dikirimkan...Mungkin melalui koneksi keluarga Krysi dan itu sangat mudah jika hanya mengirim surat.
Setelah Carla selesai membuat surat,ia berjalan ke arah jendela dan melihat kelap kelip cahaya lampu dari bawah.Carla tersenyum bahkan sampai saat ia tidur senyuman itu tidak luntur,nampaknya malam ini Carla sangat senang.
•
•
•
Pagi hari nya,Carla keluar menyusul Millia yang saat ini akan menuju tempat suci seperti katanya kemarin.Millia sudah ada di depan pintu utama dengan para pelayan di belakangnya yang membawa buah buahan,Lion juga ikut karena ini harus.
Saat Millia akan masuk ke kereta kuda nya,akan tetapi Carla memanggilnya
"Mill!!"Panggil Carla
Millia menoleh
"Ada apa?"
"Kau akan berangkat sekarang?"
"Iya.Apa kau ikut,Carla?"
Carla mengangguk.Semalam setelah Carla menimbang nimbang,Carla memutuskan untuk ikut bersama Millia ke tempat suci tentu juga hal itu terjadi karena dorongan penasaran nya.Millia mengajak Carla untuk naik ke kereta kuda sementara Lion menaiki kuda sendirian,Tak lupa dengan pelayan dan penjaga yang beriringan mengantar mereka.Sepanjang perjalanan,Carla terlihat riang,ia menikmati perjalanan singkat itu.Perjalanan tersebut tak memakan waktu lama,saat ini Carla beserta yang lain sudah sampai di tempat suci.Carla mengikuti Millia dari belakang sambil melihat lihat,terlihat bangunan tempat suci itu lumayan besar dan berwarna putih,ada beberapa patung besar maupun kecil disana.Sesampai nya di sebuah ruangan untuk berdoa,Carla mengedarkan pandangannya dari segala arah di ruangan itu ,terlihat banyak nya lilin yang nyala dan persembahan yang berupa buah.
"Carla"Panggil Millia menggandeng tangan Carla,sontak hal itu membuat Carla tersadar dari lamunan nya.
"Carla pegang ini!"Kata Millia menyerahkan sebuah lilin
Carla hanya mengangguk lalu menerima lilin itu,Millia dan Lion meletakkan buah yang mereka bawa dari rumah lalu Millia memegang lilin dan menundukkan kepala begitu juga dengan Lion sementara para pelayan sudah keluar sehingga hanya ada mereka bertiga diruangan sebesar ini.Carla melihat sahabatnya yang saat ini berdiri dengan tenang,Carla benar benar menatap lekat keduanya.hampir lumayan lama mereka berdiam seperti itu,perlahan lahan Millia membuka matanya dan menoleh ke arah Carla.
"Carla,bagaimana?Apa kamu tadi berdoa?"
"....Emmm"
Millia tersenyum
"Tidak apa apa,kawan.Jangan terlalu tergesa gesa"
Setelah selesai meletakkan lilin masing masing,Mereka bertiga menuju tempat duduk untuk mendengarkan pendeta.
"Carla,kau tau apa itu pendeta?"Tanya Millia sambil menunjuk seorang laki laki yang sudah lumayan tua
"Tau."
"Oh~kupikir kau tidak tau"Kata Millia
Mereka mendengarkan pemuka agama itu berbicara begitu juga dengan Carla yang mendengarkan seksama.Carla saat ini mendengarkan pendeta yang berbicara tentang keyakinan,Carla meletakkan tangannya untuk menopang dagu nya saat ini.
Lion yang dari tadi sudah merasa bosan dan ngantuk pun memejamkan mata,akan tetapi ..
'Buk'Pukulan kecil dari Millia untuk Lion
"Lion,jangan tertidur di tempat suci,kalau ibu tau aku juga akan kena"Ucap Millia memperingati.Ya bukan hanya satu dua kali Lion tertidur di tempat suci menurutnya mendengarkan ocehan pendeta saat ini sangat membosankan,bagaimana lagi ia selalu mendengarkan ocehan yang sama setiap kesini,ocehan yang tidak pernah berubah.Bahkan karena terlalu sering nya dan terlalu muak nya,Lion sampai hafal dengan cerita pendeta
"Huft,aku sangat bosan Mil,Apa kau tidak?"Kata Lion lirih
"Sabarlah~,sedikit lagi juga akan selesai"
Setelah itu Lion tidak berbicara lagi.Saat sudah selesai,Millia menggandeng tangan Carla menuju pendeta tersebut
"Salam yang mulia paus"Ucap Millia sambil membungkuk.Didaerah Millia seberapa tinggi derajat keluarga nya tetap saja ia akan membungkuk dihadapan pendeta,sang pemuka agama.
"Oh~iya baik baik,Semoga kehidupanmu selalu terang benderang.Kau datang ya,Nak Millia"Kata Pendeta tersebut
"Iya paus,Terima kasih"
"Oh!Siapa dia?Mengapa aku tidak pernah melihatnya?"
"Kenalkan paus,Dia ini teman saya,Carlatte"
"Carla...tte?" Sesaat pendeta itu terlihat terkejut tapi kemudian raut wajah nya kembali normal
"Iya,Salam "Ucap Carla mengucapkan sopan santun dan menangkupkan tangannya sambil sedikit menunduk pada Sang pendeta
"Salammu diterima nak Carla"Ucap pendeta itu,wajah nya terlihat damai di sela sela usia tua nya
Millia berbicara dengan santai pada Pendeta itu setelah merasa sudah cukup Millia mengakhiri nya tak lupa mengucapkan salam begitu juga dengan Carla dan Lion yang dari tadi berdiri di belakang
"...Gadis kecil itu memiliki jalan yang panjang ya"Kata Sang pendeta lirih
Setelah keluar dari tempat suci,mereka bergegas menuju kereta kuda dan akan pulang
"Nahh~Sudah selesai kan"Seru Millia pada Lion
"...Terserah"Ucap Lion malas menanggapi omongan kembaran nya