
Saat sudah sampai,Tea melepaskan genggamannya dari tangan Carla.Tea melihat telapak tangan nya tapi Carla tidak melihat Tea saat itu.Lalu Tea mengenalkan teman teman nya pada Carla.Mereka mengobrol dengan canda tawa hingga sampai pada menceritakan diri mereka sendiri.Semua teman teman Tea menceritakan diri mereka tetapi hanya Tea yang tidak
"Tea,Apa kamu dan mereka ini seorang pemburu?"Tanya Carla
Mendengar pertanyaan Carla,Tea tersenyum lalu ia mengiyakan nya
"Oh,Em...anu,Carla mau tanya.Apa boleh?"
"Tentu saja,Kawan."Kata Tea dan diangguki oleh yang lain
Ekpresi Carla berubah dari yang datar kini menjadi bersahabat dengan mereka
"Bagaimana rasanya menjadi seorang pemburu monster dan siluman?"Tanya Carla dengan binar di matanya
"Eh?...Ah!Ternyata Carla bukan seorang pemburu?"Tanya Tea
Carla mengangguk
"Oh.Emm...Menjadi pemburu ya?Hmm,Ya seperti itu."Jawab Tea
"hah?Seperti itu maksud nya?"Tanya Carla yang heran
"Oh itu...Menurutku menyenangkan saja menjadi seorang pemburu karena apabila kamu menjadi pemburu dan dapat buruan monster tingkat tinggi maupun rendah akan tetap dapat upah.Lagian menurutku,aku sangat suka jika membelah perut mereka lalu mengeluarkan isinya."Kata Tea dengan santai
Carla tertegun mendengarnya.
"Tea...Tea,kamu sangat kejam ya?"Ujar Carla
"Eh?Oh.Maaf aku berlebihan ya.Ahahaha tapi aku sangat suka jika menyiksa mereka"
"Hmm...Kenapa kamu menyiksa mereka?"
"Aduhh~Ya ampun Carlatte.Makhluk yang bernama monster itu kan melahap manusia dengan sadis,lalu kenapa harus ada alasan untuk menyiksa nya?"
"...Ah iya ya.Tapi Carla merasa kemarahanmu bukan ditujukan pada para monster itu tetapi pada yang lain."Ujar Carla menatap Tea
Hening beberapa saat.
"Ah..Ahahahahaha,mana mungkin.Jika bukan ke para monster lalu aku marah pada siapa?"Tawa Tea yang disusul dengan tawa teman teman nya
"Hmm...Ntahlah,Carla juga tidak tau"Ucap Carla yang diakhiri dengan senyuman manis milik nya
Setelah percakapan itu,Carla pamit pada mereka untuk segera memakai baju.Ia berpikir pasti ayah nya sudah menunggu di luar
"Tea,Carla mau ganti pakaian ya"
"Eh sudah?"
Carla mangangguk
"Ayah Carla pasti sudah diluar,tidak enak membuat ayah menunggu"Jawab Carla
"Yasudah Carla,Kamu ke tempat makan kan?Nanti kami nyusul kesana"Jawab Tea
"iya,Baiklah Carla tunggu ya di meja makan nanti"
Mereka mengangguk.Lalu Carla melambaikan tangan nya.
Carla segera memakai baju nya lalu bergegas keluar.Di pintu masuk,sudah ada Sang ayah yang menunggu.
"Sudah selesai?"Tanya nya
"Sudah"
"Yasudah ayo ke ruangan dulu meletakkan baju baju ini"Ajak Sang ayah
Carla mengangguk.
Setelah selesai meletakkan baju baju,Mereka berdua menuju tempat makan.Disana sudah banyak para pemburu lain.Sangat ramai
Carla duduk di kursi kosong
"Nak,Mau makan apa?"Tanya Ayah
"Emm...Terserah ayah saja"Jawab Carla
"Oh yasudah.Tunggu disini ya,ayah mau pesan"Ujar Sang ayah yang berjalan menuju tempat pesan makanan
"Iya"
Cukup lama Carla menunggu ayah nya karena antrian yang panjang,terlihat Sang ayah sedang membawa 2 makanan.
Ayah nya pun membagikan 1 makanan untuk Carla.Carla terlihat menengak nengok ke arah lain hingga membuat Sang ayah heran
"Ada apa nak?"Tanya ayah
"Emm...Tadi Carla kenalan dengan seorang gadis lalu kami berbincang bincang dan jadi teman.Katanya tadi ia akan kesini,maka dari itu Carla sedang menengak nengok keberadaan nya"Jawab Carla
"Ohh,Wah jadi putri ayah ini sudah punya teman?"Tanya ayah
"Emm,Iya"
"Lalu dimana teman teman mu?"
"Emm.Tidak tau"
Tak lama setelah itu Carla melambaikan tangan nya.
"Teaa!!!"Panggil Carla
Tea merasa ada yang memanggilnya pun menoleh ke arah suara.Alangkah senang nya Tea melihat Carla sedang duduk sambil melambaikan tangan pada nya.
Tea dan teman teman nya bergegas menuju Carla dengan membawa makanan masing masing
Tea dan lain nya duduk di kursi
"Hai,Carla!"Sapa Tea dan teman teman nya
"Ohh,Jadi ini teman teman kamu nak?"
"Iya ayah"
"Tea,kenalkan ini ayah Carla dan ayah,ini kenalkan Tea dan teman teman Carla yang lain"
"Oh.Tea,Paman."Ucap Tea yang tak lupa dengan senyuman nya.Teman teman lain pun juga memperkenalkan diri
"Ahahahaha,Aku ayahnya Carla.Salam kenal,nak."
"Ya ampunn~Pantas saja Carla cantik,ayah nya saja tampan begini"Puji Tea
"Ahahahaha bisa sajaa~"Ucap Sang ayah.
Mereka bercanda tawa.Tea adalah tipe yang gampang bergaul jadi nya ia mudah akrab dengan ayah Carla yang mempunyai sifat ramah
Setelah Tea dan lain nya selesai makan.Mereka berpamitan pada Carla dan juga ayah nya
"Carla,aku pamit pergi ya!Semoga suatu saat kita bisa bertemu lagi"
"Eh?Sudah,Ya ampun cepat sekali kalian makan nya"Kata Ayah Carla
"Ahahahaha,Bisa aja paman"Jawab Tea sambil bersenda gurau
"Cepat sekali kalian makan"Ucap Carla
"Yaa,kami kan kelaparan jadi nya makan dengan lahap deh"
"Oh"Jawab Carla
"Carla,paman.Kami pergi dulu ya!Suatu saat kita pasti akan bertemu lagi"Pamitnya
"Iya.Sayang sekali tidak bisa lebih lama lagi tapi Carla sangat senang berjumpa dan berbincang dengan kalian"Kata Carla dengan senyum
"Hmm,Iya.Maaf ya,kita tidak bisa lebih lama lagi."
"Iya"
"Dah,Carla."Lambai Tea dan yang lain sambil berjalan menjauh
"Dah.. "Balas Carla yang juga melambaikan tangan pada teman pertamanya itu
Selepas hal itu,Carla dan ayah nya hendak meneruskan perjalanan mereka yang tertunda
Selama berhari hari mereka berlari sepanjang perjalanan.Sudah tidak ada lagi penginapan di dalam hutan selain 'Lodging Chrett' maka dari itu Carla dan Sang ayah hanya istirahat di sekitar jalan hutan.Makan dan minum pun juga di atas pohon,Yaaa sambil menikmati pemandangan dari atas tentu nya dan jangan lupakan Carla berlatih menaiki pohon sepanjang perjalanan agar tidak perlu bantuan ayah nya untuk duduk
"Waahh,Indah sekali.Dilihat berkali kali pun tetap indah.Carla sungguh tidak menyangka Carla bisa berpergian sejauh ini,Ayah"Kagum nya.Setiap kali beristirahat dan naik ke atas pohon,Ia selalu melihat lihat pemandangan di bawah
"Hmm...Ayo dimakan Carla,bekal nya sudah hampir habis."
"Iya,sebentar.Wahh bahkan penginapan yang beberapa hari lalu Carla tinggali sekarang tidak terlihat"Ucap Carla
Sang ayah melihat lihat dari area berlawanan dari apa yang dilihat Carla.Ia berpikir disekitar sini seharusnya sudah dekat dengan sebuah desa kecil jika mereka tidak salah jalan tentu nya.