
Carla menggenggam tangan Millia
"Tidak apa apa Mil jika kamu kekanakan saat ini,toh usia kita masih anak anak jadi itu wajar.Jika bukan sekarang lalu kapan lagi bersikap kekanakan?"Ujar Carla tersenyum
Setelah mendengar kata kata Carlatte,Millia tersenyum bahagia lalu ia merangkul Carla.Carla terkejut dengan tindakan mendadak Millia tapi ia lalu tersenyum dan membalas pelukan Millia
Beberapa menit kemudian,Millia melepaskan pelukan nya dan kembali pada posisi semula,ia meneruskan kata kata nya
"Setelah itu,Semua nya tidak mau berteman denganku sehingga tidak ada yang mau untuk berkelompok dengan ku dalam memburu.Padahal aku menginginkan sebuah kelompok yang terdiri dari banyak teman bukan kelompok yang terdiri hanya aku,Marlion dan para utusan ayah.Uhhh...Tau tidak Carla?Itu sangat menjengkelkan"Ucap Millia mengusap buliran bening di matanya,Ya Millia tidak sadar selama ia bercerita ia menangis.
Carla terkekeh melihat tingkah teman nya yang langsung berubah ekspresi itu
"Umm...Carla maaf,tanpa sadar aku menumpahkan semua nya"
"Hihihi,Tidak apa apa kok,bercerita saja jika Millia mau"Ujar Carla
Millia lagi lagi merangkul Carla,ia juga mengucapkan terima kasih karena telah mendengarkan ceritanya dengan tenang.
Setelah adegan saling peluk itu,Carla dan Millia balik ke kamar nya masing masing hendak mandi.Tapi sebelum itu...
"Carla,Ayo aku antar ke kamarmu!"
"Eh?Tidak apa apa.Carla bisa sendiri"
"Tidak,nanti jika kamu tersesat seperti waktu itu gimana?"
"Tapi Mil,kan tadi Millia ngajak Carla berkeliling seharian di mansion ini,memang nya Carla bakal tersesat lagi?"
"Tidak ada yang tidak mungkin,Carla"
Carla menghembuskan napas pelan,Ia baru sadar jika Millia sekarang keras kepala padahal Carla rasa Millia tidak begitu tadi.Carla pun setuju untuk mebiarkan Millia mengantar dirinya
Di tengah jalan Carla melihat ayah nya sedang mengangkat senjata untuk mereka tukar.Carla...merasa melupakan tujuan mereka datang ke daerah ini
"Astaga,Barter!!!"Ucap Carla berlari menuju ayah nya
"Carlaa,Ambil keranjang yang berisi buah dan sayur!"Ucap Sang ayah yang melihat putri nya datang
Carla mengangguk lalu ia berlari ke arah kamar nya.Ia menolah noleh mencari letak keranjang yang ia letakkan dikamar ini waktu pertama kali datang.Setelah menemukannya,Carla membawa keranjang itu pada Sang ayah
"Ayah,Ini"Ujar Carla meletakkan keranjang nya
Sang ayah mengangguk
"Sudah,Kamu bisa balik ke kamar mu nak.Biarkan ayah yang mengurus barter ini"
Carla mengiyakan,lalu berjalan ke kamar nya....Tunggu,Millia?Carla menoleh ke arah Millia berada,Ia lupa bahwa Millia mengantarkan nya.Carla melihat Millia yang saat ini terdiam tak beranjak dari posisi nya melihat Carla
"Mil?"
"....Ah!Maaf,aku melamun"
"Iya,Tidak apa apa.Carla sudah sampai dikamar,Terima kasih ya Mil sudah mengantar"Ucap Carla
"Iya tidak apa apa,Aku balik ke kamar dulu ya.Nanti aku akan kemari lagi untuk menyusul makan malam"
Matahari mulai terbenam tetapi Carla tak kunjung mengerti juga.Saat ini,Carla sedang memandang lekat tempat berendam,Yaa Carla hendak mandi sebelum makan malam,Masalah?Tentu ada.Carla saat ini sungguh tidak tau bagaimana cara mengisi air ke bak mandi,ia merasa sangat bodoh karena tidak terlalu memperhatikan Millia waktu mengisi tadi pagi
Pada akhirnya Carla mencari Millia ke kamar nya untuk minta diajari.
Sesampai nya di kamar Millia Ia mengetuk pintu kamar beberapa kali.Carla tau letak kamar Millia karena tadi berkeliling di mansion apalagi Millia menjelaskan juga ruangan agar Carla tidak tersesat,tentu saja Millia juga menunjukkan letak kamar nya.
Tak lama setelah ketukan yang ketiga,Terlihat Millia sudah cantik sedang berdiri di pintu kamar
"Eh?Carla,Ada apa?Makan malam nya masih nanti lagian aku yang akan mengusul Carla"Ujar Millia terkejut melihat Carla mengetok pintu nya
"Bukan,Carla kesini karena mau minta diajarin oleh Millia"
"?"
"Itu...Bagaimana cara mengisi air ke bak mandi?"
"...Oh,Ahahahah yasudah ayo aku ajari.Kita ke kamar mu ya"
Carla mengangguk
Sesampai nya dikamar Carla,Millia dan Carla berjalan beriringan menuju ruangan itu.
Millia saat ini nampak menjelaskan tentang cara bekerja wadah air itu.Carla memperhatikan dengan seksama penjelasan Millia
'Oh gampang.Jadi seperti itu!...Tapi ribet juga ya,Carla rasa ini mah hanya untuk orang yang malas pergi ke danau 'Batin Carla.Ternyata cara untuk mengisi air pada bak mandi itu hanya dengan membuka tutup pada batang bambu yang ada di samping dinding wadah,Kata Millia batang bambu itu sebagai saluran untuk air mengalir dari sumbernya menuju kemari.Millia juga bilang bahwa bambu bambu ini ada yang memang dinampakkan di tanah tapi juga ada yang dimasukkan di dalam tanah,terserah orang nya sih.
"Tetapi,Millia bukan kah hal ini membutuhkan bambu yang panjang dan banyak untuk menuju sungai sekitaran?"
"Iya,Tapi Carla disini jarak sungai tidak sampai 1 Km kok,Jadi karena itu ayah memanfaatkan nya lalu barter dengan benda ini...Aku tidak terlalu tau jelas tentang barter ayah"Ujar Millia
"...Lalu Siapa pencipta benda ini Mil?"Tanya Carla sampai ke akar akar nya.Ya begitulah Carla karakternya
"Emm..."Millia meletakkan jari telunjuknya di bibir sambil memiringkan kepalanya sedikit.Nampak ia sedang berusaha mengingat
"....Ah!Aku tau.Aku pernah baca buku tentang penjelasan benda ini termasuk penciptanya ya karena bak mandi ini sangat populer saat pertama kali ditemukan.Nama penciptanya,Ririn?..Bukan.Erin?Eren?... Ah aku tidak tau,Lupa Carla.Nama marga nya pun aku tidak tau karena tidak disebutkan dalam buku,tapi dia seorang pengelana yang kebetulan menemukan fungsi bambu untuk jadi benda ini"Ujar Millia
Carla mengangguk paham
Kemudian ia berendam dan Millia sedang menunggu nya dikamar
Setelah selesai berendam,Carla dan Millia bergandengan tangan sesekali bercanda menuju ruang Makan
Sesampainya disana,sudah ada ayah,Marlion(Kembaran Millia), paman Gavin dan istrinya yang tidak Carla ketahui namanya
"Selamat malam ibu ayah"Ucap Millia sedikit menunduk kemudian menggandeng tangan Carla menuju kursi
Carla tidak tau harus bagaimana sekarang.Ia sangat canggung,ingin menyapa tapi tidak tau harus bilang apa.Ia juga takut bila dianggap tidak sopan
"S-Selamat malam paman bibi"Ucap Carla ragu.Ia sungguh tidak tau apa ucapan itu pantas?
Paman Gavin terlihat cuek saja menanggapi nya tapi bukan berarti paman Gavin tidak menyukai Carla ya,Hanya saja memang sifat dan sikap nya seperti itu.Sementara Nyonya Krysi atau ibu dari Millia itu terlihat anggun tapi juga terlihat dingin