ELEANOR

ELEANOR
Makhluk yang dilawan para manusia selama ini,apa semacam itu?



Carla dan ayahnya memasuki gua,gua tersebut sangat gelap.Namun meski gelap,mata kuning emas Carla menyala di kegelapan.


Carla memegang erat senjata di pinggang nya,Suasana kala itu benar benar hening.Namun detik kemudian,tanah bergetar hebat di gua itu.Collyn menggandeng erat tangan putrinya.Sungguh,meski ia seorang pemburu monster yang handal,ia tetap mengkhawatirkan keselamatan anak nya,jadi...jika mereka tidak bisa keluar dari gua ini maka Sang ayah akan mempertaruhkan apapun agar Carla keluar dari gua dengan selamat meskipun ia harus terkurung disini dan jasad nya tidak akan pernah ditemukan,sekalipun ditemukan juga pasti sudah tidak utuh atau bahkan mungkin hanya tersisa tulang belulang nya,yang lebih parahnya lagi hanya berupa abu?karena terkoyak habis oleh reruntuhan dan menjadi makanan para monster di sarang ini.


Setelah getaran hebat itu terjadi,menjadi seperti semula,Hening.Namun hal itu malah membuat Carla sering menengok kebawah.


Tanah yang kini tenang mulai kembali bergetar dan tanah pun menjadi retak lalu muncul lah beberapa sosok yang disebut sebagai 'monster' oleh para manusia.


Monster itu muncul dari dalam tanah.Bentuk nya berukuran sedang,dengan ukuran panjang 2 meter dan lebar 1 meter.Menurut kalian apa bentuk 'monster' itu?Cacing,yups cacing~.Meski panjang nya hanya berkisar 2 meter,namun...Bagaimana manusia tanpa sihir dan hanya mengandalkan kekuatan fisik bisa menang mengalahkan makhluk berukuran seperti itu?Apa Carla harus meratapi nasib para kaum manusia?Lalu...Sampai kapan para manusia harus hidup seperti serangga?Jika tidak ada 'pahlawan' diantara mereka.


Kedua mata Carla terbelalak melihat yang namanya 'monster' dengan kepala matanya sendiri.Meski monster adalah makhluk yang brutal dan tak berakal,berbeda dengan siluman namun tetap saja tak bisa dipungkiri Bahwa monster sangat mengerikan dengan tubuh besar nya.


Carla seketika ingin ambruk disana melihat dan memikirkan seperti apa makhluk yang dilawan oleh para kaum manusia selama ini.Sungguh,Ia juga takut sama seperti manusia pada umumnya.


'Monster' dengan bentuk cacing itu menggeliat dan hal itu tentu membuat Carla mematung geli.Ingin rasa nya ia muntah saat ini.Carla ingin menangis,namun waktu seakan akan tak bisa diajak kompromi...Bagaimana pun ia harus mengangkat senjata.Carla menatap para cacing itu yang berjumlah banyak,sekitar 13.Nampaknya gua ini telah menjadi sarang para monster cacing itu.


Collyn melihat putrinya yang nampak sangat syok itu,ia pun juga merasa miris terhadap situasi dimana dunia sangat kejam terhadap kaum manusia.


Apa ini balasan karena para keturunan di masa depan sangat serakah terhadap hal yang bukan milik nya?Ntahlah.Balik lagi ke situasi awal~


Carla terus berpikir dan berpikir,bagaimana mereka bisa menang berdua dengan melawan cacing sebanyak ini?Lamunan nya tersadar tatkala terkejut dengan tepukan di pundaknya.Ya,itu adalah Sang ayah yang menyadarkan Carla saat ini.


"Angkat senjatamu nak!Meskipun kau berpikir sesingkat mungkin,namun waktu tidak akan pernah menunggu kita untuk selesai.Bukankah kamu ingin mengelilingi dunia luar?ini ujian untukmu.Jika kita bisa keluar dari sini dengan selamat,maka ayah akan mengizinkanmu"


Carla mengangguk,Ia mengambil pedang dan mengenggam dengan erat.Meski Carla jelas ketakutan,namun tidak ada pilihan lain selain melawan.Carla menekan ketakutannya,jika saat ini ia tak mampu tuk melawan rasa takutnya maka sampai kapan pun Carla tidak akan pernah bisa terbebas...Dan akan tetap jalan di tempat nya saat ini.


'Sringg'Sang ayah sudah mulai bertarung.


Sebenarnya mudah saja mengalahkan monster cacing ini,karena tubuhnya tidak sekeras monster yang lain.Apalagi dengan pedang mereka yang dihiasi dengan inti sihir?


Carla berlari dengan cepat mengitari para cacing itu,dan menggores kulit cacing tersebut.Meski bukan menebas seperti yang sang ayah lakukan saat ini karena Carla tentu tidak bisa melakukan itu mengingat fisik nya yang kecil.Jadi dia hanya memberikan goresan yang bisa ia lakukan untuk membuat monster itu kesakitan.


Collyn tetap memperhatikan anaknya meski ia sedang bertarung dengan para monster disana.


'Sraaaatt'Tebasan demi tebasan yang Collyn lakukan,tak terasa darah mulai kemana mana,membasahi tanah bahkan mereka saat ini tak tau waktu.jubah Sang ayah kini sangat berlumuran darah bahkan sepatu nya juga tak luput dari cipratan darah yang mengental.Carla?dia menghindari cipratan darah yang ia buat dari menggores kulit monster itu,tentu karena ia tak mau terlalu bau


Saat Carla berlari dan terus berlari sambil menggores kulit para cacing itu,ada satu cacing yang luput dari pandangan Carla dan tiba tiba...


'Buk'Carla terjatuh karena tanah yang mulai dibanjiri dengan darah,alangkah terkejutnya ia saat melihat 1 cacing berada tepat di depan nya


Collyn melihat itu pun menjadi panik sehingga konsentrasinya pecah begitu saja.


'Grep'Salah satu cacing yang berada di dekat sang ayah kini menggigit jubah nya karena Collyn refleks memiringkan kepalanya saat cacing itu hendak memakan kepala nya.


"Hahh...Sial*n"Collyn yang sudah mulai emosi menebas cacing yang menggigit jubah nya namun malah cacing cacing yang lain berkerumun mendekati nya.


Badan Carla tak berhenti bergetar.1,2,3,ya hanya dalam berjarak 3 detik cacing dihadapan Carla membuka mulutnya dengan lebar,Sungguh waktu yang sangat singkat.Carla melirik mencari pedang nya yang sangat jauh terlempar saat ia terjatuh


Takut.Itu adalah hal yang ia rasakan saat ini.


Carla tidak memejamkan matanya melainkan ia malah menatap sengit cacing itu meski air mata nya tengah berderai.


Sang ayah segera menebas semua cacing yang menghalanginya untuk menyelamatkan putrinya namun monster cacing itu sangat besar dan banyak sehingga ia benar benar kewalahan.Jubahnya pun sudah robek robek


"Graaa"


"Aaaaaaaaaaaaaa...."Teriak Carla lantang,sebelum cacing itu memakan tubuh kecil nya,muncul lah sebuah cahaya yang sangat terang dari dadanya kemudian cahaya itu menembus atap gua membuat lubang lingkaran besar di gua itu.


Detik kemudian para cacing itu bergelimpangan jatuh dan menghilang menjadi debu yang bertebangan dengan cahaya bulan yang masuk bersamaan melalui lubang besar yang Carla buat.Tak tau apa yang terjadi,Carla masih heran.Cahaya terang itu pun juga menghilang seketika