ELEANOR

ELEANOR
Erye...memukulinya



"Baik bibi Nia,Carla akan kembali dengan membawa barang yang belum lengkap di catatan"Namun Carla dengan cepat memutuskan ucapan Millia


Bibi Nia tersenyum lembut dengan tatapan mata yang hangat,Ia kemudian berkata "Terimakasih" dan menyerahkan kantong uang atau alat tukar untuk digunakan Carla nantinya.Sementara Millia saat ini melotot ke arah Carla,ekspresinya sedikit kacau.


"Em...Kamu tau kan tempat beli nya?"Tanya Sang bibi dan Carla mengangguk sebagai jawaban.Ia tau kok,sungguh!


Setelahnya,wanita muda berusia 25 tahun itu berbalik meninggalkan Millia yang terpaku dan Carla yang santai


"C-Carla...Tadi.."


"Iya,Carla akan melakukan permintaan bibi"Ujarnya


"...Ah,Aku akan ikut"


"Apa?Tidak,tidak usah.Millia,pergilah!Kamu kan ikut menjenguk pastor bersama mereka"


"Aku tak mungkin meninggalkanmu,Carla"


"Huft,Toh Carla membeli lilin di sekitar sini,tak keluar dari daerah Nerkel"


"Meski begitu wilayah ini luas"


"Selama 3 tahun Carla disini...apa memungkinkan akan tersesat?"


"Tapi bagaimana jika terjadi sesuatu di perjalanan"Ungkap Millia gigih


"Hal seperti itu takkan terjadi"Bantah Carla


"...Ah!Apa aku minta Lion saja untuk menemanimu"Ucap Millia posesif,Carla tersenyum mendengarnya


"Tidak perlu.Millia,apa kau lupa?Carla lebih tua umurnya dari pada kau dan Lion...kamu memperhatikan seolah olah Carla lebih kecil dan muda dari mu jadi harus dijaga"Ujar Carla dan Millia nampak terdiam kali ini


"Kau baik baik lah selama perjalanan dan...tolong sampaikan salam Carla pada beliau"Seru Carla mengakhiri dan menepuk bahu gadis itu


Carla keluar secara diam diam mengecoh pengawal dan pelayan yang berjaga di sekitar kereta kuda,ia sungguh tak ingin untuk dikawal!


Carla sedikit tak kesulitan karena banyaknya orang orang berlalu lalang kala itu namun hal tersebut juga menguntungkannya bukan?Carla berjalan bersaman dengan orang orang yang berlalu membawa barang barang,pada akhirnya ia berhasil mengecoh bawahan Krysi


Setelah keluar dari gerbang tempat suci,ia segera berjalan dengan santai dan tentu saja...sepanjang perjalanan banyak orang yang berbisik bisik karena dari beberapa orang mungkin saja ada yang tau wajah gadis 'Nona kedua Krysi'


Mengapa 'Nona kedua Krysi' ?Karena meski Carla tak secara resmi masuk keluarga Krysi,akan tetapi beberapa orang,tidak,lebih tepatnya semua orang menganggap kedudukan Carla sama dengan putri tunggal Krysi maka dari itu julukan 'Nona kedua' mulai muncul.Dan lagi Carla juga tak berniat masuk ke keluarga Krysi,ia tetap gigih menolak secara halus Sang paman yang waktu itu berbaik hati memasukkan nama nya dan mengganti marga Armond menjadi Krysi...karena penolakan Carla yang terus menerus,pada akhirnya ia tetap memakai marga asalnya dan juga nama yang melekat sejak ia lahir...Carlatte Armond


Akan ia pastikan tak ada yang bisa mengganti nama aslinya dan juga nama adiknya!


Carla hanya melirik sekitarnya namun ia tak peduli dan terus berjalan.Waktu berlalu dengan tapakan kaki yang terus berjalan seiring waktu menuju tujuan nya,Gadis itu terkejut saat mendengar suara kegaduhan dari gang kecil di samping toko toko yang berdiri.


'Brak,Bruk' Mungkin manusia normal tak akan terlalu mendengarnya atau bahkan tak mendengarnya namun berbeda dengan Carla yang mendengar dengan keras kegaduhan itu.Akan tetapi,kadang kala pendengaran Carla juga tak setajam itu


Gadis itu refleks berjalan menuju sumber suara,ia berjalan di gang sempit dan bau itu untuk melihat apa yang terjadi.Carla menutup hidungnya dan berjalan secara menyamping saat jalan dalam gang yang tertutupi beberapa kayu berdiri.


Matanya melebar saat ia melihat kejadian tak terduga didepan matanya,Carla...melihat Erye menarik kerah baju seorang laki laki gendut paruh baya.Laki laki gendut itu juga nampak terluka,karena pipinya terdapat bekas pukulan


Tak mungkin kan...Erye memukuli nya?Eyy~Apa nya yang tak mungkin!


Laki laki tersebut nampak kesakitan sekali saat Erye tak melepaskan kerah baju nya.Bagaimana bisa?Seorang laki laki berumur 13 tahun menarik kerah orang dewasa dan memukuli nya?


Dan lagi...disini,Carla melihat laki laki gendut itu ketakutan dengan Erye,yang hanya seorang bocah 13 tahun!


Laki laki itu meronta meminta dilepaskan,ia tak mampu berteriak karena wajahnya penuh dengan luka dan rasa sakit.Carla mengalihkan pandanganya dari laki laki itu ke arah Erye,Mata Erye nampak sangat tajam memandang laki laki gendut didepanya seolah olah ia sedang melihat mangsa.Terlihat sekali Erye sedang marah,Carla tak tau temannya itu marah karena apa?


"Uhh,Lepaskan aku.Sialan!"Teriak nya yang berusaha menahan rasa sakit akibat pukulan,Erye hanya menatap nya datar


"...Aku muak sekali"Ucap Erye sekian lama terdiam,matanya nampak kelam.


"Hik,lepaskan aku bocah biadab!Kau membela pencuri itu,wajar aku marah karena mereka mencuri daganganku!"Teriak nya sekuat tenaga.Disinilah,Carla baru mengerti pokok permasalahannya,Carla juga melihat 2 anak kecil memegang erat beberapa makanan di tangannya,1 anak yang lain melindungi anak satu nya yang nampak terluka parah.


"Kau memukuli anak anak itu karena mereka mengambil sedikit daganganmu?"Tanya Erye tajam dan kali ini Carla berbalik pergi,ia berlari secepat mungkin untuk keluar dari gang dan menuju toko terdekat untuk meminjamkannya beberapa tumbuhan yang sudah jadi obat dan diolesi di luka


"Hik,Kau...Kau tak akan tau rasa sulit kami para pedagang.Mereka merugikan kami,mereka mengambil sumber uang kami tanpa membayar!"


Erye melotot mendengarnya,kemudian ia menggertakkan gigi dan tanpa banyak omong Erye membanting laki laki itu dan berniat menginjaknya namun sebuah teriakan menghentikan kaki nya yang melayang itu


"ERYEEE!!!"Siapa lagi kalau bukan Carla,Carla menuju Erye dengan membawa beberapa obat oles di tanganya.Erye menoleh ke arah suara saat mendengar suara yang familier di telinganya.Carla tak ingin Erye menjadi 'pembunuh' di usia muda...


Erye menatap Carla sejenak,matanya yang kelam kini mulai bercahaya saat melihat temannya.


"...Carla,kamu kenapa ada disini?"Tanya Erye yang mulai menghentikan aksinya dan laki laki yang berprofesi sebagai pedagang itu segera berdiri


"Kau terluka"Ucap Carla


"Puh,apanya?Aku tak terluka sedikit pun!"Balas Erye.


"Itu darah siapa di pipi?"Tanya Carla,ia tau bahwa itu bukan darah Erye,ia hanya berbasa basi saja mencoba membuat amarah Erye mereda