
Carla dengan segera membuka pintu nya dan benar saja Millia berada di depan pintunya,ia juga nampak terkejut namun kemudian matanya menjadi hangat
"...Kau kenapa tak masuk,Mil?"Tanya Carla dan gadis bersurai coklat itu hanya menggeleng dengan senyuman tenang
Carla menatapnya dengan seksama agar ia berbicara lagi."Aku sudah mengetuknya"Ucap gadis itu
"Apa?Ah...Maaf,Carla tak dengar.Millia,sudah menunggu lama?"
"Tidak kok"Jawabnya dan kali ini ia tersenyum lebar membuat Carla lagi lagi terdiam
"Kenapa tak masuk saja?"Tanya Carla dengan pandangan yang tak lepas dari nya
"Itu tak sopan"Balasnya dan Carla tak mampu berkata kata.Millia yang menunggu seperti ini mengingatkannya pada pertemuan pertama kali mereka,disini,tepat di pintu ini!
"Nah,karena Carla sudah membuka.Silahkan masuk,Millia!"Ujar Carla dengan senyuman hangat seraya menggandeng tangan Millia untuk masuk
Kaki Millia bergerak untuk masuk,diambang pintu ia menarik tangan Carla untuk mendekat dan dirinya juga mendekat.Hingga akhirnya tubuh kedua gadis itu berada dalam jarak yang sangat dekat
"Kamu...Habis mandi?Harum~"Ujarnya seraya mendekatkan wajah ke wajah Carla.Dalam jarak yang sedekat itu,mereka bisa merasakan hembusan napas satu sama lain bahkan mereka saling melihat ke dalam pandangan mata masing masing
"Iya~"Carla hanya membalasnya seperti itu dengan wajah yang malu dan senyuman yang riang
Millia menarik kembali tubuhnya bersamaan dengan Carla yang mulai melangkah
"Millia,tutup pintunya"Perintah Carla,karena Millia yang saat ini lebih dekat dengan kenop pintu daripada dirinya
'Cklek'Millia menutup pintu dengan santai kemudian tanpa basa basi Carla duduk di tempat tidur,Millia pun ikut duduk.
Mereka tak membaca buku cerita karena Millia tak membawa buku saat kemari,namun meski begitu mereka bercerita banyak hal selain dongeng
Carla turun dari ranjangnya,ia menyikap selimut yang menutupi tubuh nya sedari tadi,Kemudian Carla menyeret 2 kursi ke jendela.
"Indahnya~"Ujarnya menikmati pemandangan bawah sembari duduk dan tersenyum lembut.Carla menopang dagunya dengan tangan
"Benar!Aku tak menyangka kita akan meninggalkan pemandangan indah ini beberapa hari lagi"Balas Millia
Dan perlahan Carla mengganti posisinya,ia tak lagi menopang dagu melainkan melipat kedua tangannya
"Ah...Benar,Tapi meski kita pergi sejauh mungkin,Carla yakin kita akan tetap kembali"Ujarnya
"Ya...Itu benar!"Millia mengalihkan pandangannya dari riuhnya jalanan ke langit malam yang bertaburan bintang,Sungguh indah.
"Carla,Kita akan tetap masih sama bukan?Suatu saat nanti..."Tanya dengan sangat pelan
"Millia,langit tetap indah kan?Sama seperti yang pernah kita lihat 3 tahun lalu"Ungkap Carla menoleh pada Millia yang masih melihat dengan seksama ciptaan sang tuhan dan...Millia mengangguk namun pandangannya tetap terfokus
"Entah itu 3 tahun,5 tahun,10 tahun atau bahkan 20 tahun,aku tetap ingin menikmati indahnya malam bersama mu,Carla"Ungkapnya yang kini menoleh pada Carla yang juga sama melihatnya,kedua mata gadis itu saling beradu menciptakan keheningan yang luar biasa hebat.Mata cerah nan indah Carla memantul di balik mata coklat nya yang hangat,kedua gadis itu saling terdiam dengan Millia yang tersenyum dan Carla yang menatapnya hangat namun tanpa senyuman,kemudian gadis bersurai merah muda itu ikut tersenyum...
Setelah percakapan itu,Carla dan Millia berbicara tentang kosmetik yang baru baru ini populer di Nerkel,Millia juga mengoleskan cream penghilang bekas luka...Ya~,Meski terasa percuma sih,toh walau diolesi penghilang bekas luka Carla yang berprofesi sebagai hunter akan tetap memegang senjata di tangannya jadi tidak tergores atau kapalan itu adalah hal yang aneh.
'Sret'Carla menarik kain gorden agar menutupi jendela nya sehingga membuat ruangan itu terasa gelap namun karena Millia setelahnya menghidupkan penerang membuat setitik cahaya dalam ruangan
"Kamu tidur disini?"Tanya Carla pada Millia yang baru keluar dari ruang bilas,Gadis itu sekarang memakai piyama yang begitu cantik dan lembut.Dari tadi Millia memakai gaun yang ribet,itu wajar karena tak mungkin kan Millia memakai piyama dari kamarnya menuju kamar Carla,orang orang bisa menganggapnya gila.Millia hanya tersenyum lebar menanggapinya
"Bagaimana dengan Bibi Laura?"
"Ibu?Ahahaha tenang saja,Aku sudah mengurus masalah itu"Jawabnya sembari naik ke atas ranjang
"...Kau,berusahalah jangan terlalu membangkang Millia"
"Oh~Iya,ya ya"Balasnya remeh,Carla terdiam cemberut melihat Millia yang seenaknya namun kemudian ia menghela napas pelan dan menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka
"Selamat malam,Mil"Ucap Carla lirih.Millia menoleh pada Carla yang tidur dengan posis terlentang sementara dirinya dengan posisi menyamping melihat Carla
"Malam"Seru Millia membalas dengan pelan.Kedua gadis itu tertidur nyenyak dengan berbagi kehangatan pada ranjang yang sama sampai matahari terbit
.......
.......
.......
"Umm..."Millia terbangun pertama kali,ia menggosok matanya berusaha untuk membuka mata.Saat kesadarannya mulai mengumpul,ia berdiri dan terkejut lalu dengan segera membuka gorden yang menampakkan sang surya mulai terbit dari ufuk timur,lalu Millia menutupnya lagi.Dengan segera,Gadis itu memakai gaunnya kemudian keluar meninggalkan Carla yang baru bangun,Millia pergi tanpa berpamitan pada Carla,ia merasa tak tega membangunkan temannya padahal Carla juga sudah bangun,tidak,lebih tepatnya baru bangun.
Carla terdiam sebentar sebelum beranjak dari ranjang.Dengan segera,ia bergegas menuju ruang mandi,Gemericik air terdengar mengisi bak mandi,sungguh terasa dingin saat Carla mencelupkan jari jari tangannya.Tak basa basi ia segera berendam dengan rileks,tubuhnya menjadi segar kembali dan harum semerbak pun tercium
Carla hendak memakai gaunnya namun kemudian ia terdiam,Carla ingin memakai celana saat ini,dan tak banyak omong gadis itu memutuskan untuk memakai celana,ia menguncir rambut nya polos tanpa manik manik hanya dengan kain kunciran
Saat sudah selesai,ia keluar dari pintu dan tak lupa membuka gorden.Carla membuka pintu kamar adiknya untuk mengecek sebentar alangkah heran nya karena ia tak menemukan Cal diruangannya,Kamarnya pun terlihat rapi seolah olah sudah dibersihkan.Kemana anak itu pagi pagi buta seperti ini?Ets,apa nya yang pagi buta!
Tak menemukan Cal dikamarnya,Carla segera turun.Waktu makan pagi belum saat nya jadi kemana Cal berada saat ini?Carla mengelilingi seluruh mansion,Halaman halaman luas sekitarnya pun ia kelilingi dan akhirnya gadis itu menemukan Sang adik yang tengah berlari memutari halaman belakang yang luas.Carla melihat dengan seksama tanpa berbicara sepatah kata pun,Ia melihat dan menikmati adiknya yang sangat sangat serius dalam menjalani latihan,padahal keluhan bolos Cal sudah tak terhitung banyaknya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...Terimakasih sudah membaca sampai bab ini!☺...