
Millia menggandeng Carla ke kursi lalu Millia duduk disamping Carla
Millia memperlakukan Carla selayaknya teman.
Saat ini pun Millia tidak menatap Carla karena Millia tau jika Carla ditatap terus atau diperhatikan terlalu berlebihan pasti akan membuatnya risih Bukan?
Mereka mulai makan bersama
•
•
•
Hari mulai larut,Carla sudah kembali kekamarnya.Saat ini ia heran,mengapa ada yang mengetuk pintu kamarnya?Apa itu Sang ayah?Carla berdiri dan hendak membuka pintu kamarnya alangkah terkejut dan heran saat ia mendapati Millia sedang didepan pintu sambil membawa buku yang sepertinya buku romantis.Millia saat ini memakai pakaian tidur,Yup pakaian tidur.Pakaian yang berwarna putih cantik.
"Eh?Millia?Ada apa?"
"Carla lupa?Kan tadi di meja makan kita sudah janjian"
"Hmm....Ah!Carla lupa.Maaf Mil,Ayo masuk"Ucap Carla menggenggam tangan Millia lalu mengajaknya masuk tak lupa Carla menutup kembali pintu kamarnya
Carla berlari dan duduk diatas ranjang
"Mil,sini duduk!"Kata Carla menepuk nepuk samping nya
"...Boleh aku naik ke ranjang?"
"Tentu"
Millia tersenyum senang lalu segera mendaratkan tubuhnya ke ranjang Carla
"Buku apa yang kamu bawa Mil?"Tanya Carla melihat buku buku yang digenggam oleh Millia
"Oh ini buku romantis yang sedang populer,Carla"Jawab Millia sambil menunjukkan buku nya
"Benarkah?"Ucap Carla,ia berpikir sejenak.Selama ini bukankah Carla tidak pernah membaca buku romantis,Ia selalu membaca buku fantasi atau action untuk adik nya bahkan kadang ia membaca buku pengetahuan tapi Carla rasa ia tidak pernah membaca buku romantis
Millia mengangguk semangat
"Aku tadi sebelum kesini sudah meminjam buku ini dari para pelayan dan untung saja aku dipinjami.Aku tidak pernah membaca buku seperti ini,didalam kamarku ada banyak buku buku tapi hanya buku pengetahuan,penjelasan berbagai monster,senjata,dan teknik.jika ibu dan ayah tau aku membaca buku seperti ini pasti mereka langsung membakarnya"Ujar Millia
"Ahahaha Bodo ah.Malah atmosfer nya menjadi kacau"Kata nya sekali lagi
Carla benar benar tertawa melihat tingkah sahabat nya itu
"Ahahaha"
"Huft...Ya terus aja Carla tertawa"
"Hahaha,Maaf maaf.Millia benar benar jadi diri sendiri ya kalo didepan Carla"Ucap Carla
"Iya.Aku mau berteman dengan Carla maka dari itu aku ingin menjadi diri sendiri didepan Carla.Aku senang berteman dengan Carla,Carla anak yang seru"
"Carla?"
Millia mengangguk
Setelah itu,Millia meletakkan buku buku yang ia bawa di depan nya dan didepan Carla.
Carla melihat buku itu,buku yang berjudul 'Cinta Sang Pemburu'.Carla dan Millia mulai membaca buku tersebut
'Jangan Mati!Jangan tutup matamu,sudah lama aku menanti hal ini.Tolong jangan tinggalkan aku'Kata wanita itu.
Laki laki itu pun berkata'Jangan merasa bersalah nantinya atas kematianku ini,karena aku tidak menyesal melindungimu sampai akhir '~Tamat}
'Tes'Terlihat buliran bening mengucur dari mata kedua gadis itu.Klise emang ceritanya tapi ntahlah bagaimana bisa Carla dan Millia menangis?
"Uhh..Ca-Carla.Kenapa cerita nya seperti ini?Kenapa harus mati?Wanita itu pasti sangat sedih kehilangan orang yang ia cintai"
Carla hanya diam,tapi matanya sembab.Ini buku romantis pertama yang Carla baca,tidak tau ending pertama yang ia dapatkan hanya ending yang berujung memilukan.
"Mil,Mana buku selanjutnya?"Tanya Carla sambil mengusap matanya
Millia meletakkan buku selanjutnya di depan mereka
Buku ke dua berjudul "Cinta Sang pemburu 2"
"....Em,Judul nya lumayan sama ya?"
"Iya,Ah!Aku ingat,katanya ini buku selanjutnya dari cerita tadi"
"Jadi belum tamat?"
Millia menggeleng
"Mungkin..."
"Oh,Yasudah ayo kita baca lagi,Mil"
Mereka berdua membaca cerita itu.Cerita ke 2 berakhir dengan happy ending karena ternyata didetik detik terakhir Tokoh laki laki dalam cerita tersebut dapat diselamatkan sehingga adanya harapan untuk bersatu.Setelah itu Sang wanita bertekad akan menjadi kuat dan mengikuti laki laki nya kemanapun.Secara garis besarnya sih seperti itu ya isi buku tersebut
'Bruk' Carla dan Millia merebahkan diri diatas kasur setelah selesai membaca
"Huft,seru juga ya baca buku seperti itu"Kata Carla
Millia mengangguk.
Sejenak hening.Carla melihat Millia,Gadis kecil yang sekarang sudah jadi sahabat nya.Carla semakin nyaman dengan Millia,karena setiap kali Carla bicara atau bercerita padanya Millia bisa mengimbangi nya.Carla merasa berbicara dengan sesama teman yang tidak berbeda umur bukan dengan seorang adik yang umurnya jauh dibawahnya.
Setelah membaca buku,Carla bercerita tentang dirinya,ntah kenapa ia ingin bercerita pada Millia padahal saat ia bertemu dengan Tea,Carla tidak terlalu jelas menceritakan dirinya pada Tea.Millia mendengarkan dengan seksama cerita Carla.Mereka bercerita terus menerus,Millia juga bercerita tentang benda benda lain yang Carla tidak ketahui
"Oh ya,Carla Kamu belum kenalan kan sama kembaranku?"
"Ah iya"Jawab Carla.Iya,kalo diingat ingat Carla maupun Marlion tidak pernah berkenalan meski pernah bertemu dengan tidak sengaja
"Hmm....Tadi Lion datang kekamarku saat aku mau kesini"
"Lalu?"
"Ya aku jawab lah kalo aku mau ke kamar Carla "
"Oh"
Hening sejenak.
"Em...Mil,Kamu mau tidur disini?"Tanya Carla
"Ah!Astaga hampir saja aku ketiduran.Aku akan balik ke kamar,Carla.Jika ibu tau aku tidak ada dikamar bisa bisa gempar seisi mansion"Ucap Millia beranjak berdiri dan pergi dari kamar Carla